Kamis, 19 Juli 2012

Belajar Karena Ditanya

Kemarin adik tingkatku bertanya lebih kurang begini, "Mbak, cerai mati sama cerai hidup Bahasa Inggris-nya apa?" Bleeeeh! Sebegitu canggihkah aku dalam berbahasa enggres sampai ditanya seperti itu? Dan sayangnya saat itu aku tidak membawa kamus. Alhasil, jawaban pertamaku adalah berdasarkan ilmu "perkayaan" alias "kayanya". Aku pernah melihat status orang tertulis "divorced". Langsung aku menebak bahwa cerai hidup itu dalam Bahasa Inggris disebut divorced. Naaah, kalau cerai mati? Entah kenapa aku langsung terpikir widow dan widower. Dulu, kalau tidak salah sewaktu SMP, guruku berkata bahwa widow dan widower artinya janda dan duda. Hanya saja aku tidak ingat apakah status janda mereka karena cerai mati (ditinggal mati oleh pasangan) atau karena cerai hidup (sesuai definisi cerai yang dipahami masyarakat umum). Langsung saja aku meluncur ke situs thefreedictionary.com dan mencari tahu arti widow. Ternyata benar, artinya lebih kurang perempuan yang ditinggal mati oleh pasangannya (suaminya). Langsung saja kujawab pertanyaan adik tingkatku itu. Kukatakan bahwa dalam Bahasa Inggris cerai hidup itu disebut divorced sedangkan cerai mati itu widow atau widower. Tapi, aku masih ragu. Akhirnya kubuka setting di Facebook. Aku mencari bagian relationship status. Aha!!! Ternyata ada yang kucari. Dari pilihan status hubungan yang ada dalam dropdown list, ada divorced dan widowed. Jadi, ternyata benar cerai hidup itu divorced. Sedangkan untuk cerai mati bukan widow atau widower melainkan widowed. Kuralat jawabanku tadi.

Entah sudah berapa kali aku mengalami hal seperti itu. Ditanya tentang Bahasa Inggris? Bukaaan. Maksudku sudah beberapa kali aku ditanya mengenai sesuatu yang akhirnya membuatku belajar. Beberapa waktu yang lalu juga kawanku memaksaku belajar MS Word. Dia bertanya padaku bagaimana cara membuat footer yang berbeda-beda pada beberapa halaman dalam satu file. "Terpaksa" aku bertanya pada dosen sejuta umat: Google. Dan ternyata Mister Google bisa menjawabnya, yaitu dengan cara membuat section baru. Dan tadi dia bertanya lagi karena nomor halaman di file MS Word yang sedang dia kerjakan tidak bisa berurutan. Rupanya setelah kulihat, ternyata masalahnya ada di section. Kalau sebelumnya solusinya adalah menyisipkan section baru, sekarang justru harus menghapus section. Caranya? Lagi-lagi aku bertanya pada Google. Dan katanya caranya dengan menampilkan paragraph mark. Dengan begitu, akan terlihat section break, page break, dan sebangsanya. Kalau sudah kelihatan, hapus tulisan section break saja.

Kalau aku tidak ditanya, mungkin hal-hal tersebut tidak akan melintas di pikiranku. Kalau tidak ditanya, mungkin aku tidak akan mencari tahu. Dan itu berarti, kalau aku tidak ditanya, mungkin selamanya aku tidak akan tahu. Seperti contoh tadi. Kalau tidak ditanya, boro-boro aku mau memikirkan cara membuat footer berbeda untuk beberapa halaman. Paling banter aku akan membuat file berbeda-beda untuk tiap halaman agar tidak repot mengatur footer, hehehe... Setelah ditanya, baru aku penasaran dan baru memikirkan solusinya.

Sebagai orang yang tidak rajin belajar, ditambah rasa ingin tahu yang tidak bisa dibilang besar, kecil kemungkinan aku belajar atas inisiatifku sendiri. Aku termasuk orang yang harus dipancing. Salah satu "pemancing"nya, ya, pertanyaan. Ketika ada yang bertanya padaku dan aku belum tahu jawabannya, mau tidak mau aku pun tertarik untuk mencari tahu jawabannya. Dan pengetahuan yang didapat dari "mencari tahu" lebih melekat di ingatan daripada pengetahuan yang didapat karena "diberi tahu". Ketika mencari tahu, bisa dibilang aku benar-benar belajar dan berpikir. Apa aku harus sering-sering ditanya agar mau belajar? Hmm, jangan terlalu sering ditanya, lah. Pusing juga kalau ditanya-tanya terus.

ARTIKEL TERKAIT



24 komentar:

  1. saya juga sering begitu, ditanya dulu baru tahu mengenai hal itu, seperti dulu jaman bosku baru punya BB dan BB masih barang langka, eeh dia nanyanya sama saya yang megang BB aja belum pernah, tapi karena metode 'perkayaan' alhasil saya bisa memberikan jawaban hehe.. sepertinya asik juga ada orang2 seperti itu di sekeliling kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tuh.. aku ditanya-tanya ibu seputar BB, lah aku sendiri ga pernah punya BB... jadilah belajar cepat, utak-atik... yg penting ibuku bisa bbm/sms/tlp dulu lah :D

      Hapus
    2. hahaha, NF sama Rio korban BeBe. Saya malah belum pernah mainan BeBe, jadi belum belajar soal itu.

      Hapus
  2. Ya semua kembali ke masing pribadi dari kita,ada yang langsung tahu ada juga yang harus belajar dulu baru tahu tergantung background dari orang tsb

    BalasHapus
  3. Aku punya teman dia selalu nanya ke aku pengetahuan umum atau apalah. Padahal dia juga tau google tuh ada di dunia ini -____-" tetep aja kayaknya dia lebih enak nanya ke orang. Bete juga sih. Tapi pas kadang aku gak tau jawabannya, ya aku gugling. Jadi tau hal baru sih serunya hehe, tapi kesel part ditanya2in itu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang emang lebih mantep nanya ke orang, Na :p

      Kesel juga kalo keseringan ditanyain. Lebih kesel lagi kalo kita udah mikir capek2 tetep gak ketemu jawabannya -__-"

      Hapus
  4. sama mbak, aku juga baru belajar kalo ditanya. misalnya kemaren ada temenku yang nanya cara ttg Ms. Access, jadi aku belajar dulu dari Google, baru bisa jawab pertanyaannya.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga. Disuruh query file DBF. Coba2 macem2 software. Trus kepikiran MS Access, akhirnya utak-atik tuh MS Access. Jadi belajar lagi dah.

      Hapus
  5. ah baru tahu neh kalau ada perbedaan antara widow dan divorce. Selama ini asumsi saya widow itu istilah/noun-nya dimana penyebabnya bisa karena ditinggal meinggal atau cerai. sedangkan divorce itu lebih mengacu pada proses terjadinya janda/duda.

    Akhirnya jd tambah kosa kata neh...

    Btw, Selamat menyambut Ramadhan, mohon maaf lahir dan bathin:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Widow dan widower itu emang noun. Kalo untuk status (adjective ato adverb yak?), pakenya widowed.
      Divorce itu verb, kalo status divorced.

      Hapus
  6. sama mbak aku juga, kalo gak ditanya gak ngerasa ketantang buat nyari tau sesuatu. dan awalnya punya blog juga karena ditanya 'punya blog gak? tau gak blog itu buat apa?' dengan tanpa pengetahuan mengenai blog aku jawab 'aku gak punya, buat jualan kali! misalnya baju, sepatu ..' -_____-

    setelah aku googling sambil twitteran, dan akhirnya aku melihat blog-blog orang yang ternyata di pakai untuk menceritakan kehidupannya disana. dari situ aku mulai buat blog :D

    sedikit bercerita pengalaman yaa mbak di list commentnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha, lugu sekali jawabanmu. Untung dulu sebelum punya blog aku nggak ditanya kaya gitu.

      Silakan. Di sini bebas cerita pengalaman, kok :D

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. jadi tertantang ya buat cari jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Jadi penasaran lebih tepatnya.

      Hapus
  9. belajar, kalau ditanya belum bisa menjawab, belajar lagi.. pokoknya belajar tanpa batas hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. lama-lama kalo gak bisa juga, malah jadi males belajar :D

      Hapus
  10. aku sering ditanya pascal yang gak tau jawabannya, otomatis harus mencari jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalo anak kecil biasanya sering nanya tuh. Paasti Mbak Lidya tiap hari mesti belajar hal baru. *nuduh*

      Hapus
  11. itu mah sering... apalagi sejak tahu ada google yang super cerdas itu.. jadi makin bales belajar lagi.. kalau butuh baru cari aja khan... hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. fokus di sini: belajar karena ditanya, bukannya males belajar karena ada Google :p

      Hapus
  12. mbak, nanya donk... Beasiswa S2 eropah yang bisa dilamar tanpa harus ada rekomen profesor atawa rekomen pimpinan kerja, ada gak sih? :v
    cara ampuh biar bisa dapet beasiswa, gimana sih? :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga tau ya.. kalo yang kutahu biasanya beasiswa LN perlu rekomendasi dosennya waktu S1 dulu (kalo profesor biasanya dari univ yang dituju ya?)

      cara ampuh dapet beasiswa? DAFTAR :D seriusan ini. banyak yang ngeper duluan makanya ga daftar2. mestinya mah pede aja. kalo trik nulis surat (apaan sih namanya?) sama wawancara biasanya kan banyak di internet (aku sih belum pernah ikut tes begituan jadi gak ngerti juga :D)

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!