Senin, 31 Oktober 2011

Belajar Kombinasi

Semalam aku mengalami gangguan jiwa, mendadak ingin belajar Statmat (Statistik Matematika). Waw, sebuah keajaiban dunia. Kemudian aku pun membuka buku karangan Lee J Bain. Secara acak aku membuka halaman dan menemukan soal. Sebenarnya aku lupa apa maksud dari tanda kurung yang mengapit dua baris angka di atas dan di bawah. Ternyata itu simbol kombinasi. Hadeuh... Baru berlalu beberapa tahun saja aku sudah lupa. Aku pun mencoba mengerjakan salah satu soal pembuktian, soal favoritku. Dan, berhasil!!! Ini dia soal dan pembahasannya.

Kamis, 27 Oktober 2011

Geu Namja (That Man) -- Hyun Bin (OST Secret Garden)


God, I become crazy because of that drama! Aku sampai mencari lirik lagunya. Dan, aku menemukan lirik lagu dalam Hangeul juga. Aku bisa belajar kembali aksara yang kupelajari waktu SMA dulu, sewaktu aku tergila-gila pada Jang Dong Gun dan Bae Yong Jun. Alangkah menyenangkan... Membaca Hangeul itu tidak terlalu sulit. Dengan membaca lirik lagu di bawah ini saja kita bisa mempelajari logika penulisannya. Pola yang sederhana. Tapi, untuk mempelajari struktur bahasa, that's so difficult. Ini dia lirik lagu Geu Namja (That Man) yang dinyanyikan Hyun Bin yang ku-copas dari sini. Sedangkan untuk terjemahan Bahasa Inggrisnya ku-copas dari sini. Lalu kuterjemahkan yang Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Kalau ada yang salah, ya maaf-maaf saja, hehehe...

그남자 
 Geu Namja


남자가 그대를 사랑합니다
han namjaga geudaereul saranghamnida
남자는 열심히 사랑합니다
geu namjaneun yolsimhi saranghamnida
매일 그림자처럼 그대를 따라 다니며
meil geurimjachorom geudereul ttara danimyo
남자는 웃으며 울고 있어요
geu namjaneun useumyo ulgo issoyo

얼마나 얼마나 너를
olmana olmana do noreul
이렇게 바라만 보며 혼자
irotge baraman bomyo honja
바람같은 사랑 거지같은 사랑
i baramgateun sarang i gojigateun sarang
계속해야 니가 나를 사랑하겠니
gyesokheya niga nareul saranghagetni

조금만 가까이 조금만
jogeumman gakkai wa jogeumman
다가가면 도망가는
han bal dagagamyon du bal domangganeun
사랑하는 지금도 옆에 있어
nol saranghaneun nan jigeumdo yope issoyo
남잔 웁니다
geu namjan umnida

남자는 성격이 소심합니다
geu namjaneun songgyogi sosimhamnida
그래서 웃는 법을 배워봅니다
geuraeso utneun bobeul bewobomnida
친한 친구에게도 못하는 얘기가 많은
chinhan chin-guegedo mothaneun yegiga maneun
남자의 마음은 상처 투성이
geu namja-eui maeumeun sangcho tusongi

그래서 남자는 그댈 사랑했대요 똑같아서
geuraeso geu namjaneun geudel nol saranghetdeyo ttokgataso
하나 같은 바보 하나 같은 바보
tto hana gateun babo tto hana gateun babo
한번 나를 안아주고 가면 안되요
hanbon nareul anajugo gamyon andweyo

사랑받고 싶어 그대여
nan sarangbatgo sipo geudeyo
매일 속으로만 가슴 속으로만
meil sogeuroman gaseum sogeuroman
소리를 지르며 남자는
sorireul jireumyo geu namjaneun
오늘도 옆에 있데요
oneuldo geu yope itdeyo


Rabu, 26 Oktober 2011

Secret Garden, I Love It

I didn't sleep last night. That's why today I'm sooooo sleepy. If you think that I was working overtime last night, you're totally wrong. I wasn't working overtime. I didn't sleep because I watched Korean Drama until 7 a.m. this morning. Hahaha! Yeah, I know, I'm crazy. I can stay along the night for watching Korean Drama. But I can't stay along the night for working. Don't ever tell my boss about this, friends. It's our secret, OK?

By the way, what's the title of Korean Drama I watched last night? Secret Garden. It's so funny, but unreal. Switching soul? Hmm, I don't like that part. But, I like the love story between Kim Joo Won and Gil Ra Im, the starring in that drama. When Kim Joo Won start falling in love with Gil Ra Im, he becomes a little bit crazy. He always think about Ra Im. When he is walking or reading book, he feels that Ra Im is beside him. Ra Im looks so real. But, Ra Im in Joo Won's imagination never changes her clothes. Hahaha! So, Joo Won talk to Ra Im (I mean Ra Im that appear in Joo Won imagination), "At least, why don't you change your clothes?"

Poor Joo Won.. Someone who's falling in love so deeply and crazily, but he can't express his feeling in the right way. Instead of being a nice and romantic guy, he become somebody without manner when meet Ra Im.

Have I told you about Ra Im's director? His name is Joong Soo. Owh, he is so cool.. And handsome. He is the most handsome actor in that drama, I think, hehehe... His character is so... umm... how should I say it? He's cool, caring, just like guardian angel. Will somebody cares about me like the way he cares about Ra Im? Will somebody fall in love with me so deeply like the way Joo Won love Ra Im? Ah, forget my silly questions.

Huwaaa! I can't imagine that somebody will sacrify his life for me like Joo Won did for his love. It would be romantic, hehehe... And, honestly I don't wanna confess it. But, because of this drama, now I like Hyun Bin. Umm, I was not his fan! But, his voice in Secret Garden's soundtrack is nice. Eventough he is not handsome, I think it's not so bad to be his fan. Hyun Bin oppaaaaaa... Hahaha, it's our secret. OK?

Sabtu, 22 Oktober 2011

Gara-Gara Aksara Legena

Malam itu aku sedang menelepon ibuku. Seperti biasa, adikku yang terlebih dahulu menerima teleponku. Maklum, ibuku lumayan kurang akrab dengan yang namanya ponsel. Pernah suatu ketika, eh beberapa ketika malah, aku menelepon dan yang dipencet oleh ibuku adalah simbol telepon berwarna merah. Maksud hati menerima telepon, tapi yang dilakukan justru me-reject. Hadeuh..

Nah, adikku pun bercerita mengenai tes semesternya, salah satunya tes mata pelajaran Bahasa Jawa. Dia pun menanyakan tentang Aksara Legena. Dia ingin memastikan apakah jawabannya benar atau tidak. Menurut tebakannya dan ingatannya, Aksara Legena adalah aksara jawa yang belum mendapat sandhangan--kalau dalam aksara arab mirip dengan harokat. Aku pun mencoba mengingat-ingat. Hasilnya, nihil. Seingatku aku tak pernah diajari Aksara Legena. Yang kutahu paling cuma Aksara Murdha, itu pun tak hafal. Aku cuma hafal aksara jawa biasa. Akhirnya sembari menelepon, aku pun googling lalu menemukan artikel ini. Dan hasilnya ternyataaaaa... Dugaan adikku benar. Aksara Legena merupakan aksara jawa yang masih belum mendapat sandhangan. Jadi, yang kupelajari selama SD dan SMP, ya, Aksara Legena itu. Ow, ow, ow... Ternyata aksara yang berjumlah dua puluh huruf itu disebut Aksara Legena. Baru tahu saya... Bagus, lah. Jadi, kelak kalau anakku bertanya, aku bisa menjawab dengan benar, hehehe.

Oh, ya, tadi aku mencari di WIkipedia dengan keyword 'aksara legena' dan tak memberikan hasil. Tapi, setelah aku mencari di Google dengan keyword 'ha na ca ra ka', ada satu hasil pencarian yang merujuk ke Wikipedia. Ternyata, di Wikipedia yang ada aksara nglegena, bukan legena. Ini dia link-nya. Owalah... Pelafalannya pun sangat njawani, sampai-sampai legena pun dibilang nglegena. Mana yang benar, legena atau nglegena? Entah. Anggap saja keduanya sama, hehehe...

Hmm, jadi kangen menulis dengan Aksara Jawa. Yah, sebagai obat rindu, kupajang saja gambar aksaranya di sini.

 Nah, di bawah ini adalah namaku dalam Aksara Jawa. Agak kurang rapi, sih... Maklum, pake Paint doang, hehehe...


Jumat, 21 Oktober 2011

Ketemu!!!

Eureka! Eureka! Akhirnya satu blok dokumen PPLS yang raib entah ke mana sudah ditemukan. Sisanya? Entah. Dokumen itu ternyata "bersembunyi" di ruangan sosial di dalam kardus di tumpukan paling bawah. Padahal kemarin aku sudah mengecek tumpukan tersebut. Tapi, berhubung kemarin tidak sampai kubongkar, jadi tidak kutemukan. Dan hari ini seseorang menemukannya. ALHAMDULILLAAAAAAH...
Sekarang aku tak perlu menyanyikan mantra Ayu Tingting lagi, hehehe...

Kamis, 20 Oktober 2011

Di Mana?

Mana yang lebih membuat frustrasi, mencari jodoh atau mencari dokumen yang hilang? Bagiku, saat ini (mungkin kali lain aku akan berubah pikiran) mencari dokumen jauh jauh jauh lebih membuat frustrasi. Mencari jodoh, bila tidak kunjung ketemu, dengan entengnya aku bisa menjawab, "Jodoh di tangan Tuhan". Jadi, tunggu saja lah sampai Tuhan Memberikannya padaku. Lha, kalau mencari dokumen? Masa iya kubilang, "Dokumen di tangan Tuhan". Huhuhu, satu hil yang mustahal. Daerah-daerah yang kucurigai sebagai tempat penimbunan dokumen sudah kujelajahi. Ruang Sosial, Ruang IPDS, ruang entry, hasilnya NIHIL. Perlukah aku bertanya pada Ki Joko Bodo? Hush! Jangan. Nanti jadi musyrik. Lagipula, jelas-jelas namanya bodo, kok malah bertanya ke dia? *no offense*

Apa lagi yang harus kulakukan? Mana mungkin aku menyuruh KSK mencacah lagi? Huwaaaaaaa!!! Dear God, I really really need your help. It's OK if you don't give me my soulmate right now. But, please, tell me where could I find those documents.. Please.. *crying desperately*

Haruskah aku bernyanyi seperti Ayu Tingting?

Kemana ke mana dokumennya ke mana?
Dokumen tercinta tak tahu rimbanya
Ke sana kemari mencari dokumen
Kutanya sama teman-teman semua
Tetapi mereka bilang tidak tahu
Sayang yang kutemui dokumen lain
Membuat aku frustrasi dibuatnya

It doesn't work, dude.. I still can't find them. God, help meeeeeeee...

Minggu, 16 Oktober 2011

Sewu Kutho Versi Inggris dan Aceh

Kali ini adalah edisi laguuuuu! Yeah, lagu spesial kali ini adalah masterpiece Om Didi Kempot. Yaelah, ooooomm... Seolah-olah akrab yah sama Didi Kempot. Yup yup yup, lagu yang akan diputar kali ini adalah SEWU KUTHO *obsesi = penyiar radio*
Tapi, kali ini bukan sekadar liriknya, tapi plus terjemahan lagu tersebut dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Aceh. Semoga dengan cara ini Om Didi Kempot bisa go internasional. Halaaaaaaah... Untuk versi Bahasa Inggris-nya lumayan ngawur, karena beberapa kalimat diusahakan agar pas dengan melodi lagunya. Ada juga kosakata yang terpaksa kuterjemahkan dengan Google Translate. Makasih, ya, Mbah Gugel :) Ada beberapa kosakata yang sulit kuterjemahkan. Sebenarnya kata mulyo menurutku mirip dengan kaya atau hidup makmur. Tapi, mau kuterjemahkan dengan kata rich rasanya aneh. Sedangkan untuk Bahasa Aceh-nya juga sepertinya belum sempurna karena aku bukan orang Aceh dan tidak hafal dan tidak fasih Bahasa Aceh. Ini adalah hasil me-retrieve koleksi kosa kata Bahasa Aceh di otak yang dikombinasikan dengan interogasi pada teman-teman Acehnese, hehehe. Kalau ada yang salah, silakan salahkan teman-temanku itu, hahaha!
Cekidot!

Sewu kutho uwis tak liwati
A thousand cities have been passed by me
Siribee kuta kalheuh loen liwati
Sewu ati tak takoni
A thousand hearts were asked by me
Siribee hatee kalheuh loen tanyoeng
Nanging kabeh podo rangerteni
But all of them, no one who know
Tapi mandum hana yang teupeu
Lungamu neng endi
Where are you going
Ho neujak

Kamis, 13 Oktober 2011

SMILE :)

Alhamdulillaah.. Alhamdulillaaaaah... Alhamdulillaaaaaaah...
ALHAMDULILLAAAAAAAAAH..
All praise for Alloh...
Hari ini, 13 Oktober 2011, aku masih bertahan, dengan kepala tegak. TEGAR, harus begitu.
Thanks to Alloh who give me strength everyday. Thanks to BPS who give me PPLS and SUSENAS that must be finished soon, so I don't have much time to think about "sad moment" today.
Yeah, cheer up, lady! You are so strong! Alloh memberi ujian sesuai kemampuan hamba-Nya. Bila Alloh memberimu ujian yang begitu berat, yakinlah bahwa kau mampu menghadapinya. Senyum, senyum, senyum, senyum, senyum, senyum, senyum, senyum!
Tersenyumlah seindah mawar, sehangat mentari pagi..
Tersenyumlah karena dengan senyum hidup akan lebih indah..
Yeah, yeah, yeah, aku akan menjalani hari ini dengan baik. Aku akan menjalani hari ini dengan  sebuah doa "Robbisyrohli shodrii, wa yassirli amrii, wahlul 'uqdatan min lisaani yafqohu qowlii"
Alloh-lah yang menggenggam hati manusia, jadi Dia-lah yang bisa melapangkan dadaku.
Sooooooo, SMILE :) :) :) :) :)

Senin, 10 Oktober 2011

Yang Kusuka

Apa saja, sih, hal yang kusukai di dunia ini? Hmm... Apa, ya?
Pertama, aku suka menonton film detektif seperti Detective Conan dan Sherlock Holmes dan film thriller seperti Hannibal, juga film yang berbau psycho. Kalau film romantis? Hmm, agak kurang suka, tapi tetap saja kutonton kalau tak ada alternatif lain.
Kedua, aku suka coklat, eskrim, keripik singkong bumbu balado, kerupuk udang, mie goreng wedi. Yaelah, itu mah namanya suka semua cemilan. Yah, begitulah. Aku suka ngemil. Untuk coklat, aku lebih suka dark chocolate daripada milk chocolate. Biasanya milk chocolate rasanya terlalu manis. Untuk es krim, aku biasanya makan es krim Fe#st. Enak, lho! *iklan detected*
Ketiga, aku suka PANTAAAAAI.. Yah, aku bukan termasuk kelompok pecinta alam, sih.. Tapi, kalau melihat keindahan alam, tetap saja aku terpesona. Biarpun sudah beberapa kali ke pantai, tetap saja aku selalu amazed bila ada ombak bergulung-gulung menghempas ke kakiku. Rasanya... sesuatu banget! Halaaah, korban Syahroni.. Aku juga suka gunung, sih.. Suka tanaman juga, terutama bunga. Itu sebabnya aku selalu amazed bila jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor dan Cibodas. Jadi ingat waktu jalan-jalan ke Cibodas.. Sejuk, banyak tanaman dan bunga-bunga. Ada sakura juga. Tempat yang cocok untuk foto prewed. Haiyyah!
Keempat, aku suka ngeblog. Hehehe... Yang satu ini tak perlu diragukan lagi. Ini bisa dilihat dari jumlah posting-anku yang banyak meskipun isinya seringkali amat sangat tidak penting.
Kelima, aku suka baca novel yang ceritanya lucu dan penuh hikmah. Misalnya, Sang Pemimpi, Edensor, Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, Pukat, Eliana. Pokoknya novel yang isinya penuh nasihat yang disampaikan tanpa menggurui.
Apa lagi, ya? Ah, sementara cukup ini dulu..

Minggu, 09 Oktober 2011

Semangat

Barusan aku iseng mengintip blog Bang Kahar, iseng mengintip tulisannya yang dudul di zaman baheula. Dan salah satunya cerita tentang hari pertama dia kembali ke Aceh setelah lulus kuliah, dan tentu saja itu juga hari pertama aku terdampar di ujung Sumatera. Tiba-tiba aku rindu. Rindu apa? Entah. Mungkin rindu masa lalu. Masa-masa ketika aku begitu penuh keceriaan. Masa-masa gila, sinting, abnormal. Masa-masa ketika aku bisa menghadapi semua kesulitan dengan penuh optimisme.

Nyaris tiga tahun aku di sini. Waktu yang lumayan lama. Sudah begitu banyak tawa dan pastinya AIR MATA yang menghiasi hari-hariku selama perantauan. Dan, Alhamdulillah aku masih bertahan. Mesti hati ini koyak oleh segala kepedihan yang terjadi di sini, aku takkan menyerah. Meski aku harus menangis hingga mataku bengkak, aku takkan menyerah. Aku akan bertahan di sini, menghadapi semuanya, semuanya, SEMUANYA.

Aku telah melewati hampir tiga tahun, dengan satu tahun terakhir yang penuh air mata. Tapi, aku takkan menyerah. Aku telah bertahan selama ini, dan itu berarti aku bisa bertahan beberapa tahun lagi sampai takdir mendamparkanku ke tempat lain.

Aku mungkin lemah. Namun, aku punya ibu yang selalu menguatkanku dengan do'anya. Aku juga punya teman-teman yang mendampingiku ketika aku merasa lelah. Dan, yang pasti, aku punya ALLOH, tempat bergantung, tempat mengadu, tempat bersandar, tempat meminta.

Aku harus bisa bertahan. Dan bila kelak mentalku kembali tepuruk, semoga aku membaca tulisan ini dan semangatku akan kembali.

SEMANGAT MILLATI!!! Aku pasti bisa menghadapi setiap badai dalam hidup ini. Aku pasti bisa bertahan.
SEMANGAAAAAAAAAT!!!!!

Kamis, 06 Oktober 2011

Kalung Mutiara Anisa (Selalu Husnuzhon pada Takdir Alloh)

Pernahkah merasa kehilangan sesuatu yang sangat dicintai? Aku pernah. Rasanya? Tentu saja sakit. Dan kejadian itu mengingatkanku pada kisah yang pernah diceritakan murobbiku sewaktu kuliah dulu, Mbak Sulis. Sebuah kisah seorang anak yang harus merelakan kalung mutiara yang sangat disukainya. Akhirnya aku searching dan menemukan cerita itu lagi di sini. Berikut ini ceritanya.

Ini cerita tentang Anisa, gadis kecil ceria berusia lima tahun. Suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil putih berkilauan, tergantung dalam kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehinggak Anisa sangat ingin memilikinya.
Tapi, dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki berenda yang cantik.
Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya, “Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi…” Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas.
Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten. “Oke… Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju?”
Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke-raknya. “Terimakasih…, Ibu.” Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau…
Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya: “Anisa…, Anisa sayang nggak sama Ayah?”
“Tentu dong… Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah!”
“Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu…”
“Yah…, jangan dong Ayah! Ayah boleh ambil “si Ratu” boneka kuda dari nenek! Itu kesayanganku juga”
“Ya sudahlah sayang… nggak apa-apa!” Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.
Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi: “Anisa…, Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?”
“Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah?”
“Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu.”
“Jangan Ayah… Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.” Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain. Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke kamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya…
“Ada apa Anisa, kenapa Anisa?”
Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya. “Kalau Ayah mau… ambillah kalung Anisa.”
Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih… sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa.
“Anisa… ini untuk Anisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau.”
Ya…, ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.
Sahabat, demikian pula halnya dengan Allah SWT. Terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa: menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan.

Dulu, aku begitu mudah menjawab ketika Mbak Sulis bertanya, "Jadi, apa hikmah cerita ini?" Aku dengan enteng menjawab, "Husnuzhon pada Alloh". Salahkah jawabanku? Sebenarnya jawabanku sangat tepat. Tapi, jawabanku hanyalah sekadar jawaban, hanya sebuah analisa terhadap sebuah kejadian, tanpa meresapi dalam hati. Dan kejadian-kejadian pahit belakangan ini membuatku kembali teringat kisah ini. Aku seharusnya bisa mengaplikasikan apa yang dulu kukakatan, HUSNUZHON pada ALLOH, pada setiap takdir-Nya. Bukankah telah dijelaskan oleh para ustadz bahwa apa yang menurut kita baik belum tentu baik juga menurut Alloh. Lupakah aku? Ya, mungkin aku terlalu memperturutkan hwa nafsuku sehingga menganggap penilaianku sebagai yang paling benar. Aku terlalu sombong dengan menganggap bahwa yang kuanggap baik memang mutlak baik. Padahal Alloh-lah yang Mahatahu atas segala sesuatu.


Husnuzhon Kepada Alloh

Tulisan ini adalah tulisan yang dikutip dari republika.co.id dengan alamat lengkap di sini. Semoga bisa belajar untuk senantiasa husnuzhon kepada Alloh yang Mahabaik. Aamiiiin...


Selain doa dan ikhtiar, ada amalan lain yang juga bisa mengantarkan proses 'perubahan takdir'. Amalan itu adalah amalan hati, yaitu selalu berbaik sangka (husnuzhan) dengan semua keputusan Allah SWT. Berbaik sangka merupakan produk dari olahan kekuatan iman. Tidak mungkin seseorang memiliki kemuliaan akhlak berupa husnuzhan, jika tidak yakin dengan segala sesuatu yang sudah diputuskan Allah.

Seseorang yang mengaku beriman sadar benar bahwa dari setiap peristiwa maka Allah telah mentransformasikan mutiara hikmah untuk manusia. Yakni, sesuatu yang berharga yang hilang milik orang beriman (al-Hikmatu zhalatul mu'minin). Artinya, kejadian yang menimpa kita, pasti ada kadar atau nilai berharga yang sudah dipersiapkan untuk kita. Namun, sementara ini belum ditemukan. Karena itulah, kata Imam Ali karramallahu wajhah, ''Jika kita menemukannya, segeralah diambil; fain wajadaha akhadzaha.''

Pertanyaannya, bagaimana bisa mengambil barang berharga itu, sementara kita sulit untuk mendeteksinya. Di sinilah peranan amalan hati, yaitu husnuzhan. Jika kita mempersangkakan bahwa ada banyak kebaikan yang telah Allah sediakan untuk kita dari takdir-Nya itu, akan benarlah persangkaan kita.

Sabar, Sabar, dan Sabar

 Berhubung aku orang yang kurang sabar, sepertinya aku harus banyak belajar mengenai kesabaran. Salah satunya tulisan yang ku-copas dari sini.
Semoga bisa diterapkan. Aaamiiiiiin...


Sabar itu mudah diucapkan, tetapi sulit diterapkan. Ketika ditanya tentang defenisi sabar, sufi terkemuka Dzun-nun Al-Mishri berkata “ Sabar ialah menajuhi perselisihan, bersikap tenang dalam menghadapi cobaan yang menyesakkan hati, dan menampakkan rasa kecukupan ketika ditimpa kesusahan dalam kehidupan”.
Sementara itu, Ar-Raghib Al-Ashfihani mengatakan bahwa sabar memiliki ma’na yang berbeda sesuai dengan konteks kejadiannya. Menahan diri saat ditimpa musibah dinamakan shabr (sabar), sedangkan lawan katanya jaza’ (gelisah, cemas, risau), menahan diri dalam peperangan dinamakan syaja’ah (keberanian) dan lawan katanya jubn (pengecut, lari dari peperangan) menahan diri dari kata-kata kasar disebut kitman (diam) dan lawan katanya ihdzar atau hadzar (mengecam, marah). Namun makna umum menahan diri dalam berbagai keadaan tersebut adalah sabar.
Al-Imam An-Nawawi mengetengahkan beberapa ayat yang berkenaan dengan sabar seperti berikut ini: “wahai sekalian orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu sekalian dan teguhkanlah kesabaranmu itu dan tetaplah bersiap siaga” (Q.S. Ali Imran : 200).
Ayat ini memerintahkan kaum muslimin untuk bersabar dalam menjalani ketaatan saat mengalami musibah, menahan diri dari keinginan berbuat maksiat dengan jalan beribadah dan berjuang melawan kekufuran, serta bersiap siaga penuh untuk berjihad di jalan Allah SWT. Tentang bersiaga berjihad ini, Sahl bin Sa’ad meriwayatkan bahwa Rasul SAW bersabda, “Satu hari berjihad di jalan Allah itu lebih baik ketimbang dunia dengan segala isinya” (HR. Al-Bukhari dan At-Tirmidzi).
Di dalam Al-qur’an Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (Q.S. Al-Baqarah: 155).

Under Pressure

Ini disuruh cepat. Itu disuruh cepat. Ini dibilang harus selesai besok. Itu harus sudah selesai hari ini. Semua minta dikerjakan cepat. Tapi tak dipedulikan ketersediaan waktu yang diberikan. Otak ini cuma satu. Sudah lelah memikirkan beberapa pekerjaan. Dan aku MUAK.

Bisakah para petinggi bersikap sedikit bijaksana? Mengertilah. Segalanya butuh waktu. Tidak ada pekerjaan yang instan. Kalau mau semua selesai dengan baik, tolong rencanakanlah dengan matang. Kalau semua bertumpuk, kami yang di ujung tombak pun berubah jadi di ujung tanduk.

Kami manusia, bukan robot. Kami manusia yang bisa kehilangan konsentrasi ketika dalam keadaan terjepit. Kalau pekerjaan sudah bertumpuk-tumpuk dan dikejar deadline, kami pun tak tahu lagi mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Kalau sudah begini, bagaimana kami bisa bekerja dengan baik? Kalian cuma tahu SEMUA HARUS SELESAI SEGERA. Tapi, kalian tidak berpikir bagaimana mengatur agar semua tidak bertumpuk. Huh!

Rabu, 05 Oktober 2011

Aku Bisa -- AFI Junior

Ini lagu penyemangatku. Aku Bisa dari AFI Junior yang diambil dari sini.


Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa oh-oh tak sanggup
Melihat tantangan di sekitarku
Aku merasa tak mampu

Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa…

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!
(instrument)
Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa…

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!

Senin, 03 Oktober 2011

Aku Ingin Tetap Hidup

Robbii..
Aku ingin tetap HIDUP
dengan sebenar-benarnya hidup
Aku ingin tetap hidup
biarpun hidupku terasa pahit, perih, sesak
Aku tak ingin mati sia-sia
Aku tak ingin mati dalam keadaan berputus asa

Robbii..
Pegangi aku..
Pegangi hatiku..
Jangan biarkan aku berputus asa
Jangan biarkan aku menyia-nyiakan anugerah kehidupan dari-Mu

Robbii..
Hidupkan hatiku
agar ragaku tetap hidup
Aku tak ingin mati konyol
Hidupkan hatiku..
Hidupkan hatiku..
Hidupkan hatiku..

Robbii..
Jangan biarkan aku merusak diriku sendiri..
Jangan biarkan aku membunuh diriku sendiri..
Jangan biarkan aku mati
kecuali dalam keadaan khusnul khotimah..
Aamiiin..

Sabtu, 01 Oktober 2011

Pray, Pray, and Pray

ALLOHU AKBAR!
ALLOHU AKBAR!
ALLOHU AKBAR!
Laa hawla wa laa quwwata illaa biLLAH..
Robbii, duhai dzat yang Mahakuat, kuatkanlah hatiku..
Robbii.. Beri hamba kesabaran, kelapangan hati, keikhlasan, dan kekuatan dalam menjalani takdir-Mu..
Aamiiin..