Jumat, 08 Juni 2012

APA? Poligami?

Madu itu enak. Manis. Menyehatkan. Aku sering meminumnya agar tidak mudah sakit. Nah, kalau dimadu? Hmm.. Hmm.. Enak tidak, yah? Hmm.. Menurutku, sih, pahit.

Eh, menikah saja belum, kok, sudah memikirkan tentang dimadu? Hehehe... Entah. Mungkin karena hal tersebut sering dibahas -- dan memang topik poligami sangat gurih untuk dibahas habis-habisan -- jadi hal itu sering terlintas di kepalaku.

Eh, tunggu! Poligami itu apa, sih? Selama ini seringkali kata poligami diartikan sebagai pernikahan di mana sang suami memiliki lebih dari satu istri. Padahal, seingatku dalam pelajaran waktu SMA disebutkan bahwa poligami adalah pernikahan di mana seseorang memiliki pasangan lebih dari satu. Jadi, satu suami memiliki lebih dari satu istri atau sebaliknya satu istri memiliki lebih dari satu suami, atau banyak istri memiliki banyak suami (ini yang paling 'mengerikan'). Sedangkan pernikahan di mana satu suami memiliki lebih dari satu istri disebut poligini dan pernikahan di mana satu istri memiliki lebih dari satu suami disebut poliandri. Jadi, kita gunakan istilah poligini saja dalam pembahasan selanjutnya (pembahasan? seperti seminar saja!).


Bagaimana pendapatku tentang poligini? Berhubung agamaku membolehkan seorang memiliki dua, tiga, atau empat (maksimal EMPAT, tidak boleh lebih!!!), tentu saja aku juga pro poligini. Bukankah kita tidak boleh mengharamkan apa yang sudah dihalalkan Alloh? Lalu, mau tidak dimadu atau dipoligini? Hehehe.. Sepertinya aku tidak sanggup mempraktekannya. Jangankan berbagi suami, berbagi barang kecil seperti buku, ponsel, tas, pulpen, atau apalah, aku masih tidak bisa. Aku orang yang sangat posesif. Aku selalu ingin memiliki sesuatu -- dan seseorang -- sepenuhnya, bukan setengah-setengah. Kalau memang milikku, harus jadi milikku seutuhnya. Kalau cuma setengah saja lebih baik tidak usah jadi milikku sama sekali, untuk orang lain saja. Egois? Iya. Selain itu, aku juga sangat pencemburu. Baru sampai tahap naksir saja aku sudah sering cemburu, apalagi kalau sudah menikah? Nah, kalau dimadu, bisa-bisa setiap hari aku 'makan hati' karena cemburu yang tak terkontrol.

Mungkin dua alasan tadi terkesan kekanakan. Tapi, coba dipikirkan lebih dalam. Bayangkan bila perempuan dengan dua sifat tadi dimadu. Dengan sifat yang sangat posesif, besar kemungkinan dia akan berusaha me'monopoli' sang suami dan -- sengaja atau tidak -- bisa menghalangi hubungan sang suami dengan istrinya yang lain. Lalu, dengan sifatnya yang pencemburu, mungkin dia akan berpikiran macam-macam, misalnya, "Kamu lebih sayang sama dia daripada aku," atau "Kamu lebih betah kalo di rumah dia daripada di rumah ini." Lalu, ujung-ujungnya dia akan 'kesal' pada suami kemudian bersikap buruk dan durhaka. Dosa, kan, jadinya... Yang awalnya bersedia dipoligini dengan alasan untuk meraih pahala malah bisa jadi berujung dosa. Na'udzubillaah...

Ngomong-ngomong soal pahala, biasanya para pelaku poligini menggunakan hal ini sebagai alasan. Katanya itu sunnah Rosululloh. Memang benar, kan? Iya, benar. Tapi, apakah mereka benar-benar menjalankannya sesuai tuntunan Rosululloh? Benarkah mereka bersikap adil, atau setidaknya berusaha keras bersikap adil? Mungkin masih ada satu hal yang terlupakan, bahwa suami adalah pemimpin keluarga dan tugas pemimpin adalah MENDIDIK. Dengan bertambahnya jumlah istri, bertambah pula 'tanggungan' yang harus dididik. Ingat salah satu ayat Al-Qur'an yang bunyinya "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu"? Bukankah dengan bertambahnya istri -- yang nantinya akan diikuti bertambahnya jumlah anak -- berarti bertambah pula jumlah anggota keluarga yang mesti dijaga dari api neraka? Keputusan menikah lagi bukan hanya didasarkan pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan para istri pada bagian perut ke bawah melainkan juga perut ke atas. Menikah lagi berarti bertambah lagi orang yang harus kita jaga, harus kita ingatkan dan kita luruskan bila bersalah, harus dididik menjadi pribadi sholihah. Sanggup? Kalau memang sanggup, sih, silakan saja...

ARTIKEL TERKAIT



54 komentar:

  1. @_@

    Poligini? solusi timpangnya jumlah laki-laki vs jumlah perempuan. Tapi, kalo enggak adil ya jangan poligini.

    Wah, pernah suatu ketika aku ditanya spt ini sama temanku: "Kamu, kalo dipoligami mau gak?"
    ("=..=)

    au ah, nikah aja belom. Ku balik pertanyaannya ke dia: "Kamu sendiri, gimana?"

    "Kalo aku sih enggak mau. Soalnya aku orang yg posesif."

    huhuhu... posesif ya.

    #eh, ini postingan buat GA ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Temen enha juga posesif ya?

      Ini emang buat semacam giveaway, tapi yang bikin acara ga ngasih syarat tulisan tertentu buat di akhir posting-an.

      Hapus
  2. iya ya... semoga banyak yang sanggup ya.. dan laki lakinya harus bisa berlaku adil seperti Nabinya... biar semua senang ya...

    BalasHapus
  3. Sudah kubaca opininya ya... makasih dah ikut serta, Milati :D

    BalasHapus
  4. Kalo alasannye ngikut sunnah Rosulullah, kayaknye masih banyak sunnah nyang laen ye nyang kudu diikutin ye. *minta persetujuan sesama wanita* eaaaa :D

    Gue juga kagak sudii dah klo harus dimaduu, huaaaa... bisa makan ati!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga, sih.. Masih buanyak sunah yang lain. Gue setuju Nay!

      Hapus
  5. Stand up for love! Walopun banyak istri! Gue ngewakilin kaum jantan, juga gak mau dimadu! Bhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya jarang juga cewek mau memadu. Suami satu aja udah rempong, apalagi banyak :p

      Hapus
  6. heheh, seru kalau bahas poligami. saya si ga bisa berkomentar gimana pendapat cwe, tapi saya sebagai laki lagi juga kalau punya istri lebih dari satu bingung. septi apa membaginya ya, sepertinya juga tidak total memberikan kasih sayang. bner kata mba, kita harus trima, saya si terima aja. jangan di anggap haram atau apa, masalah mau di lakukan kan tergantung pasanggan. ya ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, tergantung yang melaksanakannya.

      Hapus
    2. iya, tergantung uang juga. ktanya temenku ya, klo laki laki tu di kasih harta banyak larinya ga jauh jauh, pengenya kawin lagi. heheh, tapi ga tau bener atau ga, aku juga belum pernah ngerasainnya. heheh

      Hapus
    3. Kata ibuku juga gitu. Kalo udah banyak uang, biasanya tergoda perempuan.

      Hapus
  7. poligami, perselingkuhan adalah dua hal yg sangat sangat membosankan untuk dibahas. soalnya kembali ke personalnya masing2, terlalu prinsipil.

    eh ini GA yah? semoga sukses mbak Mil :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, selingkuh dan poligini beda, lho, ya.. Selingkuh, kan, dilarang. Sedangkan poligini itu dibolehkan dengan beberapa syarat.

      Iya, ini semacam GA atau kontes.

      Hapus
  8. walaupun saya lelaki. namun saya tidak berkeinginan untuk berpoligami. ribet soalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, istri satu aja ribet apalagi dua ya :p

      Hapus
  9. Poligami?
    Ahh ..jadi inget Aa gym.

    Pernah nanya ke suami, Pa berminat berpoligami gaa??
    malah ketawa2..satu aja ga habis ..!!
    Mama sih sok aja, asalkan adil..
    Bisa gaa..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu aja ga habis? Kaya nasi aja dihabisin :p

      Hapus
  10. Kenapa istilah dipoligini itu dimadu ya?. Madu di suami ,, bisa jadi racun di istri ya he he..

    Poligini sih boleh aja enggak dilarang agama tapi bisa dilarang sama istri he he.. Tapi kalo ada istri yang enggak keberatan kita juga enggak boleh ngelarang.. Siapa tahu bisa memecahkan masalah kayak disnetron ada 2 cewek yang suka satu cowok terus daripada nyakitin salah satu ya cowoknya boleh ambil dua-duanya jadi enggak ada yg disakitin asal cowoknya adil gitu hehe ngarep..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bener juga. Madu buat suami, tapi bisa jadi racun buat istri kalo ga tahan :D

      Hapus
  11. kayanya poligami cuma cocok untuk yang benar2 iklas (kedua belah pihak), supaya gak ada yg kesal dan ujung2nya bikin dosa, hihihi :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, khusus mereka yang ikhlas dan adil..

      Hapus
  12. ada yang bilang, istri yang bersedia dimadu mendapatkan pahala surga....

    BalasHapus
  13. dimadu itu enak buat suaminya....
    :)
    aq juga mau memadu...
    :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadeuh.. Udah berencana maen poli ni anak..

      Hapus
  14. lebih baik yang halal daripada haram!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa aja. Ga usah pake tanda seru gitu.

      Hapus
  15. yg poligini.. aku blm nikah loh.... daripada melamar lagi, mending tuh perempuan jodohin ke aku :malu:

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamaaaaaaaaat! Anda mendapatkan predikat komen paling dahsyat!

      Jangan terlalu jujur, ah, kalo masih jomblo :p

      Btw, yakin mau dijodohin? Nanti kalo yang berniat poligini itu niatnya memperistri janda tua, Rio mau dijodohin sama janda itu?

      Hapus
  16. Selamat pagi sahabat tercinta,
    Saya sampaikan selamat bahwa anda termasuk salah satu pemenang Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp.
    Silahkan simak pengumumannya di http://abdulcholik.com/2012/06/11/daftar-pemenang-kontes-unggulan-indonesia-bangkit/
    Maju terus bersama BlogCamp Group
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaaah... Biarpun saingannya banyak, ternyata masih rejeki saya itu hadiah kontes :)

      Hapus
  17. Waaaaaah... Millaaa.... Selamat ya... dah menang... Semangat terus berkarya... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Alhamdulillah. Tapi, bukan buat posting yang ini, lho..

      Hapus
  18. kalo menurut saya, jangan dilarang-larang, nyatanya dalilnya ada, tapi juga jangan disuruh-suruh karena tidak semua orang bisa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saya juga nggak melarang apa lagi menyuruh :p

      Hapus
  19. Millati, sifat-sifat yang udah dibeberin membuat laki-lakimu sangat takut untuk poligini. So, kurasa aman...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, Nurin gitu, deh... Mang sebegitu mengerikan sifat posesif dan pencemburu? :p

      Hapus
  20. wah .. selamat ya jadi salah satu pemenangnya *lihat komentar di atas*

    BalasHapus
  21. nah aku pernah baca nih ada quotes begini: aku rela di madu asal kau rela ku racun

    jyahahaa... kapok sia, lsg ga berani deh poligami klo begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horror! Tapi ampuh juga buat 'ngancem' :p

      Hapus
  22. gue si salah satu orang yang paling gak setuju sama poligami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku, sih, setuju aja, asal itu bukan suamiku yang poligini :p

      Hapus
  23. he he bahasan poligami akan selalu menimbulkan adu argumen 'panas'. Bagiku, sesuatu yang sudah jelas kehalalannya, ya jangan diharamkan. Jadi ingat film KCB dan perumpamaan di dalamnya.

    Buah pete itu halal, namun tidak semua suka makan pete. Tapi juga jangan sekali-kali mengharamkan pete.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, sudah dihalalkan, ya, tidak perlu diharamkan.

      Hapus
  24. Jika orang ga setuju poligami berarti ia tak mencintai nabi..! dan tidak ikut jejak nabi.. cuma masalah kemampuan itu kembali lagi kepada orang tsb.. dan poligami itu harus ada tujuan baik.. bukan hanya nafsu saja.. menurut saya seperti itu..

    BalasHapus
  25. Wah ketinggalan berita aku ndah wahahahaha...

    Komentarku singkat aja : Apapun yang dihalalkan oleh Allah SWT pasti ada manfaatnya bagi umat manusia :)

    BalasHapus
  26. Waduh, ini udah bahas manusia pertama, poligami juga... Topik yang nggak abis-abis dibahas.
    Hm, aku ra ngerti ah. Tapi og aku gilo yo nek ngerti wong poligami ki. Hiiiiii~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gilo? Koyok weuh wong edan wae, Na, gilo..

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!