Kamis, 21 Juni 2012

Ada Udang Di Balik Batu, Ada Pamrih Di Balik Komentar

Sudah beberapa kali aku mendapat komentar di blog ini yang isinya lebih kurang: ditunggu kunjungan baliknya, ditunggu folbeknya (folbek = follow back). Entah kenapa rasanya risih membaca komentar tersebut. Serasa 'dipaksa' berkunjung dan follow blog mereka. Terlebih lagi, komentar mereka cuma itu, tidak mengomentari tulisanku. Dan kadang aku curiga mereka tidak membaca tulisanku dan langsung komentar seperti itu. Maaf kalau su'uzhon.

Tidak bisa dipungkiri, ketika berkomentar di blog orang aku pun berharap mereka akan berkunjung ke blog-ku, membaca tulisanku, lalu mengomentarinya. Namun, aku tidak berkomentar "ditunggu kunjungan baliknya" karena aku tidak ingin mereka merasa 'dipaksa' mengunjungi blog-ku. Aku berusaha membaca tulisan mereka dan berkomentar yang (agak) nyambung dengan tulisan mereka. Kalau tulisan terbaru tidak menarik bagiku, aku tidak memaksakan diri untuk berkomentar. Kalau aku benar-benar tergoda untuk meninggalkan jejak di sana, aku akan ngubek-ubek blog tersebut dan mencari-cari tulisan yang menarik lalu meninggalkan komentar di sana.


Aku lebih memilih berkomentar yang (menurutku) masih nyambung dengan tulisan. Kalau sang empunya blog tertarik berkunjung ke blog-ku, ya, Alhamdulillaah. Kalau dia tidak tertarik berkunjung dan berkomentar di blog-ku, ya, sudahlah. Toh, dari sekian banyak blog yang kukunjungi dan kukomentari, insya Alloh ada minimal satu yang mau berkunjung balik. Kalau aku berkomentar "ditunggu kunjungan baliknya", aku khawatir mereka malah langsung malas berkunjung karena merasa dipaksa.

Aku juga tidak berani berkomentar "ditunggu folbeknya" pada pemilik blog yang ku-follow. Meminta mereka mem-follow blog-ku sama saja seperti memaksa mereka "berlangganan" tulisanku. Kalau mereka memang tertarik pada tulisan-tulisanku, sih, tak apa. Kalau mereka tidak suka, bagaimana? Masa aku harus memaksa mereka "berlangganan" tulisan-tulisan yang tidak sesuai selera mereka? Bisa jadi mereka tidak ingin dasbor (dashboard) mereka dipenuhi tulisan semacam tulisanku yang aneh. Kan, kasihan kalau update dari blog kesukaan mereka tertutupi oleh update blog-ku (yang notabene tidak sesuai selera mereka). Kalau mereka suka tulisanku (aku tidak yakin ada yang suka tulisanku), mereka juga akan follow tanpa diminta apalagi dipaksa. Aku juga ingin punya follower banyak, tapi bukan berarti aku harus memaksa mereka yang tidak tertarik dengan blog-ku untuk mem-follow, kan? Biarlah follower blog ini bertambah sedikit demi sedikit, pelan-pelan, asalkan mereka benar-benar tertarik dengan isi blog ini dan tidak merasa terganggu dengan update blog ini.

NB: Maaf kalau ada yang tersinggung membaca tulisan ini

ARTIKEL TERKAIT



40 komentar:

  1. Hihi aku juga kalo ninggalin komen ngarep dikunjung balik, tapi nak ora yo rapopo. Selow~ dan sebisa mungkin kalau ninggalin komen pasti aku sudah baca tulisannya tuntas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyo, Na. Yang penting komen, masalah dikunjungin balik ato ga, terserah.

      Hapus
    2. Aku udah komentar, komentari balik postinganku ya ndah :D

      Hapus
    3. Malah nyepam, ik. Njelehi :(

      Hapus
    4. hihi, si anak rantau mancing di air keruh! hihi...

      Iya Mil, aku juga paling sebel dengan komentar yang seperti itu. ditunggu kunjungan baliknya Gan! Ih... ampun deh.

      Ada juga yang sok berkomentar... wah, sungguh sebuah tips yang sangat menarik nih Gan, padahal jelas-jelas isi postingan adalah sebuah joke. Hahahaha... dasar ga baca postingan. hihi...

      DITUNGGU KUNJUNGAN BALIKNYA YA MIL. #Nah Loe!!! Wkwkwkwwk...

      Hapus
    5. Iya. Punya saya jelas-jelas nggak ada tips-nya, eh, dibilang tips-nya oke. Rada-rada tu orang :D

      Hapus
  2. hahha.. samaa... gue juga kadang suka keki bin sebbel tuh klo ada komen nyang begono. Kebanyakan sih yg komen begono doang emang kagak baca, mereka cuman pengen kita blik berkunjung ke blognya. *su'udzhon dah gue*

    kotak folow padahal udeh gue apus, napa kadang masih bisa nambah yah folowwernye? *bingung euy*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, jadi ikutan su'uzhon dia :D

      pan di atas tetep ada button buat follow, ntu tuh, yang sebaris ama "Berbagi", "Laporkan Penyalahgunaan", dan "Blog Berikut".

      Hapus
  3. Alhamdulillah, tulisan ini trnyata mewakili perasaanku juga. Sama, saya juga sering rada2 jengkel kalau ninggalin jejaknya cuma sprti itu: "folbek ya", "ditunggu kunjungan baliknya", dll. Ada satu blog dr Jatim (**ga perlu aq sebut namanya) yg suka gitu. Maka lgsg sj aq tongsampahkan alias spam n delete. moga prbuatanku ini tdk trmasuk menzolimi org lain ya, Mbak. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo saya lagi sebel biasanya juga saya masukin spam :D

      Mmm, zholim bukan, ya? Kan, kita juga terzholimi oleh komentar itu. *ngeles*

      Hapus
  4. heheheehehehe kalau saya sih baca aja deh mau di folback atau ga.. itu bukan urusan saya lagi... pokoknya baca tulisan orang menarik ya dikomentari sebisanya saja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, setuju. Urusan folbek itu hak mereka. Gak di-follow pun gak papa, daripada mereka gak ikhlas.

      Hapus
  5. akhirnya, ada jg yg memposting hal ini, sempet jg sih aku pengen posting hal yg sama kyk km sob..
    tp ya sudahlah.. sebenarnya sih, kalo mereka nyadar tuh ya, namanya kan kotak komentar, jd hrsnya digunakan utk berkomentar, kalo sekedar meninggalkan pesan saja, kan ada buku tamu, pake tuh buku tamu. tp jujur sob, aku sih gak mempersoalkan hal ini, justru yg bikin aku kesel itu kalo mereka udh meninggalkan link. karena apa, bisa saja link yg mereka tinggalkan itu akan berakibat buruk terhadap blog kita, terutama di bagian SEO. makanya mulai skrg, yg meninggalkan link di kotak komentar blogku akan lngsung aku hapus.memang kejam sih.. tp itulah resikonya jika gak nurut.
    hehe.. ayo sob, kita bereksperimen telur berdiri
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, link berakibat buruk buat SEO? Ngaruh, ya? *awam soal SEO*

      Hapus
  6. Alhamdulillah, sudah di ingetin... tulisan ini aku banget hehehe.. memang ku akui kadang suka iseng bikin komen seperti itu, mungkin itu akibat kebiasaan meniru yang ga baik atau akunya saja yang kurang ngerti etika ngeblog... terima kasih sdh di ingetin, kalau ga, bisa - bisa keterusan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, ada yang ngerasa rupanya..

      Hapus
  7. biasanya blogger newbie kayak gitu, masih beradaptasi dengan dunia blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang bukan newbie pun ada yang kayak gitu. Heran...

      Hapus
  8. Ada ape ni, mBak.. kok udang disembunyikan di balik komentar?! Emangnya mau ambil hati yooo??? Xixixi.... Salam sahabat deh... God bles you..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ckckck, udangnya bukan di balik komentar tapi dibalik peyek.

      Hapus
  9. itu sih bisa dibilang junk atau spam. biasanya dulu langsung saya hapus kometar seperti itu. tapi karna saking banyaknya akhirnya pasrah juga, biarin mereka mau komentar apa. hehe

    BalasHapus
  10. Komen buat saya bukan sekedar meninggalkan jejak. Tapi juga berarti saya merasa mendapatkan informasi, hiburan, apresiasi terhadap tulisan yang saya baca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, wah, wah... Ini komentator teladan...

      Hapus
  11. kayaknya udah lama ngak ada yang komen gitu di tempatku deh...,biasanya yang ada unsur promosi di blognya yang sering minta dikunjungi balik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, kalo yang promosi cuma minta dikunjungin balik, tapi gak minta folbek.

      Hapus
  12. heheh tergantung masing2 pribadinya sih, memperbanyak follower juga salah satu trik untuk mendapat pengunjung lebih banyak, ane juga kalau lagi malas baca postingan tinggalin jejak ajah :p hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadeuh, kalo mau ninggalin jejak ya komentarin tulisan yang menarik, daripada komentar di tulisan terbaru tapi cuma 'minta' kunjungan balik.

      Hapus
  13. "Kalau mereka suka tulisanku (aku tidak yakin ada yang suka tulisanku).." Aku suka tulisanmu Mil.. Caramu menguraikan kata2 aku juga suka.. Sampe2 aku provokatori suamiku buat baca tulisanmu... dan ternyata dia juga suka lho...^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku terharuuuuuuuuuuuuuuuuu... Makasih, Fera... *nangis tersedu-sedu*

      Hapus
  14. saya juga agak risih dengan kata2, folbek ya. makanya tidak suka menggunakan kata2 itu jika berkunjung ke blog org lain.
    namun setiap org punya cara sendiri :)

    lebih baik meninggalkan komentar pada tulisannya sebagai bentuk apresiasi krn kita tertarik dengan yg seseorg tuliskan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Komentar sebagai wujud ketertarikan atas ide yang dituliskan.

      Hapus
  15. Kalau aku pakai cara baca cepat untuk sebuah postingan di blog. Ini cuma untuk yang isinya curcol aja sih.
    Tapi kalau isi blognya untuk lomba atau review buku, aku bacanya agak lama dan dalam, hehee
    Sama, aku juga jarang minta di folbek, kalau komen ya komen aja, mau di akunjung balik atau gak, ya terserah dia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, berarti kalo baca blog saya skip skip aja dong. Kan banyak curhatnya :p

      Hapus
    2. Mba Mil, kunjungi dan komentari balik ke blogku yah :P

      Hehe iya yah mba kalau ada org komentar semacam itu, rasanya seperti tidak ikhlas.. hohoo..

      Hapus
    3. Hu'um. Kita juga jadi gak ikhlas berkunjung ke tempat dia :D

      Hapus
  16. klw aku kan cuma nginvite kamu aja kan, mil, nggak ngajak kamu baca2 blogku :p.... klw aku justru dari beberapa akun sosmed yang aku punya, sengaja nggak aku publish di FB #yang sudah terlalu banyak friendnya#, krn kadang aku mikir aku butuh satu tempat yang aku bisa numpahin uneg2ku tanpa ada orang yang aku kenal #kalaupun kenal, hanya teman dunia maya# ...hihihihhi... jadi aku nggak malu2 banget dengan tulisan2ku yang konyol atau curhatan2ku yang tragis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi, kalo udah jadi friend, jadi muncul semua loh posting-an kita di inbox kawan. Semua posting Mba Ayum juga masuk inbox-ku, termasuk yang seharian pake mukena :D :D :D

      Hapus
    2. kalau cuma sama kamu sih, aku nggak malu,mill... kalaupun malu, aku anggep aja aku nggak kenal kamu di dunia nyata...whuakakakakkakakkak....

      Hapus
    3. Yah, pada dasarnya di dunia nyata kita emang nggak saling kenal, kok. Situ siapa ya??? *sok*

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!