Minggu, 30 September 2012

Antara Tema Lomba dan Kenyamanan Hati

Tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Termasuk dalam mengikuti lomba. Tidak semua bisa diikuti. Ada begitu banyak lomba blog dengan hadiah yang menggiurkan. Tapi, sebagian besar dari lomba dengan berhadiah “wow” itu tidak kuikuti, dengan alasan tidak mau ataupun tidak bisa. Biasanya aku tidak mengikuti lomba tersebut karena tidak mau. Kenapa tidak mau? Lomba-lomba berhadiah mahal itu biasanya kontes SEO yang ujung-ujungnya ada iklan sponsor. Dan sayangnya, aku bukanlah pengguna produk sponsor tersebut. Ada kontes SEO Alfamart tapi sayang sekali aku bukan member swalayan waralaba tersebut dan di tempat tinggalku pun tidak berdiri swalayan tersebut. Mana mungkin aku membuat tulisan tentang itu? Ada kontes SEO tulisan tentang sepeda motor Honda, entah apa variannya, dan sayang sekali aku justru pengguna sepeda motor Yamaha. Ada juga kontes SEO sepeda motor Yamaha, tapi variannya berbeda dengan yang kugunakan. Mana mungkin aku membuat review tentang sepeda motor yang sama sekali belum pernah kukendarai? Ada lomba menulis tentang BCA tapi sayangnya aku bukan nasabah BCA. Masa iya aku akan menjelaskan produk-produk bank tersebut yang sama sekali tidak pernah kugunakan? Bodoh. Kan, bisa cari bahannya di internet. Mungkin akan ada yang berkomentar demikian. Sayang sekali. Perkara ini tidak sesederhana itu. Kalau lombanya menulis artikel, misalnya tentang kemiskinan, lalu mencari definisi kemiskinan, tingkat kemiskinan, garis kemiskinan, dan kedalaman kemiskinan lewat internet, itu wajar. Tapi, membuat review – yang mestinya adalah pendapat, komentar, tanggapan, dan kesan pribadi – atau suatu produk berdasarkan tulisan orang lain, itu ganjil. Menulis review atas sesuatu yang tidak pernah kugunakan sama saja seperti berkoar-koar tentang rasa makanan di suatu restoran seolah-olah aku pernah memakannya padahal aku cuma mengutip dari iklan restoran tersebut. Menurutku hal seperti itu benar-benar ganjil. Seperti membohongi diri sendiri. Mungkin orang lain bisa nyaman menulis tentang produk yang tidak pernah dia gunakan. Tapi aku tidak.

Selain alasan tidak mau, alasan lain aku tidak mengikuti lomba tersebut adalah tidak bisa. Kenapa tidak bisa? Kadang aku memang tidak ada ide dan tidak ada waktu. Kadan juga karena malu. Iya, malu. Seperti lomba Indonesia Bersih tentang melawan korupsi. Aku malu menulis tentang perlawanan terhadap korupsi sementara selama ini aku masih acuh tak acuh terhadap tidak korupsi di sekitarku. Selama ini aku cuma berpikir “tak apalah kalau hakku diambil” dan tak pernah terpikir kalau bisa jadi selama ini aku justru “mengambil hak orang lain atau malah mengambil harta negara”. Aku cuma berpikir “tak apa kalau bayaranku kurang” tapi tak pernah berpikir kalau “bisa jadi bayaranku berlebih dan itu merugikan negara”. Aku baru memikirkan hal ini ketika membaca tulisan Mbak Ayum tentang THR yang tidak jelas asal-usulnya. Apa pantas orang sepertiku bicara tentang melawan korupsi sedangkan aku sendiri masih belum cukup peka untuk menyadari tindak korupsi di lingkunganku? Tapi, aku masih tergoda untuk ikut. Bimbang jadinya. Rupanya kebimbangan itu terjawab ketika aku melihat Term of Reference tersebut yang menyebutkan bahwa salah satu tulisan harus menyampaikan isi pesan antikorupsi yang ada dalam film “Kita vs Korupsi” yang belum pernah kutonton. Tidak mungkin, kan, aku menulis tentang film yang tidak pernah kutonton? Mengutip sinopsisnya dari internet? Ah, rasanya tidak nyaman. Ganjil. Mungkin orang lain biasa saja menulis tentang pemberantasan korupsi. Tapi, aku – dengan kualitas moral pas-pasan – masih merasa tidak layak untuk itu.

Dengan pemikiran seperti di atas, sepertinya banyak lomba yang akan “kulewatkan”. Yah, apa mau dikata. Bagiku, menulis itu seharusnya menyenangkan. Dan menulis yang menyenangkan itu salah satunya menulis dengan tema yang “nyaman” di hati penulisnya, bukan menulis sesuatu yang bertentang dengan isi hatinya. Dan hati orang berbeda-beda sehingga tema yang nyaman bagi masing-masing orang juga berbeda.

ARTIKEL TERKAIT



45 komentar:

  1. #Terharu#namaku disebut#ocehanku menginspirasimu :p

    sadar atw nggak, kita (aku) pun melakukan korupsi, walaupun bukan uang negara, tp waktu kerja...:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho'oh, Mb Ayum emang inspiring :)

      Etapi, ini kan blog ya, bukan twitter... gak usah banyak hashtag gitu :p

      Aku yo kadang korupsi waktu. Tapi, kalaupun sering lembur tetep dibilang nggak "nebus" korupsinya :D

      Hapus
    2. Salut baca komen paling atas. Jarang lho ada pegawai yang mau mengakui hal seperti itu. PNS banyak yang merasa beruntung menjadi PNS karena "waktunya lebih fleksibel", bisa seenaknya. Menyedihkan ... padahal mereka sedang korupsi waktu.

      Minimal menyadari kemungkinan adanya korupsi waktu sudah bagus sekali. Paling tidak bisa benar2 memanfaatkan waktu kerja ... :)

      Hapus
  2. mungkin masalahnya adalah dalam penjurian atau penilaian, sebuah review sebaiknya bukan ditentukan dari posisi pertama di SERP, tapi ya tergantung kualitas tulisannya, mungkin akan ketahuan orisinil atau bukan, tapi kalo kontesnya yang menang adalah yang pertama di SERP, artikel ga jadi ukuran mutlak, yang penting bagaimana mengoptimasi artikel bisa menjadi nomer satu tentunya, tapi semuanya juga tergantung masing2 ding, tengkyu deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. tengkyu balik deh *bingungmaujawabapa*

      Hapus
  3. Saya jugak banyak melewatkan lomba yg hadiahnya menggiurkan spt disebutin di atas. Lomba-nya semacam SEO atau ttg icon/produk yg dilombakan yg saya gak pakai produknya...saya jugak blank.

    Bahkan tema umum, kalau gak ada ide dijamin gak ikutan...

    sepakat, menulis itu menyenangkan dan tentunya temanya yg nyaman di hati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho'oh, kalo gak pernah pake mah blank yak :)

      Hapus
  4. kok nggak bisa di tarik ya scrol barnya??
    T.T

    aq suka yang SEO SEO gitu.
    tapi yang semi, jadi antara tulisan n SEO.

    kalo lomba lomba bertema, ini itu aq kurang bisa mengikuti, soalnya butuh keahlian menulis n pengalaman pada tema tersebut.
    tapi kita musti sering ikut lomba biar keahlian menulis kita ter asah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo pake Mozilla bisa kok :P

      Kalo SEO saya malah males. Lebih enak nulis tapi kalo temanya pas di hati :D

      Hapus
  5. itulah kenapa kadang2 suka ada label di blogku yang jarang diupdate.... :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karenanya labelnya ceritanya gak pas di hati?

      Hapus
  6. sebaiknya memang musti merasakan sendiri produknya

    jgn kayak aku suka nulis tentang android tapi androidnya sendiri masih dalam tabungan he he (moga2 segera kebeli amin)


    *akun jajang menurutku beneran bukan robot. kalau robot jadi mirip simi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, gak papa gak punya, yang penting pernah pake androidnya kan?

      Hapus
  7. wah, berarti mbak orangnya setia.
    bisa dilihat dari keengganannya mengikuti lomba yang mempromosikan produk yg tidak dipakai
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, senengnya dibilang setia :D

      Hapus
  8. kalau aku ikutan lomba atau kontes menurut mood aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang saya udah mood tapi gak ada ide juga :D

      Hapus
  9. aku ga pernah ikut lomba dan ga ngerti SEO, soalnya paling ga bisa nulis kalau isinya harus di tentukan musti begini begini begitu :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mila mah posting-nya tentang jalan-jalan mulu. Bikin mupeng :p

      Hapus
  10. waah aku ga pernah tertarik dengan lomba2 kaya gitu..apalgi pake produk2..
    kecuali ngontes dan blog sahabat yang ngadainnya hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo temen yang ngadain biasanya temanya juga lebih "membumi" jadi berasa bebas nulisnya. Jadi sering ikutan deh.

      Hapus
  11. SETUJU!!!!!!! menulis itu harus bahagia dan senang.. bukan buat lomba lomba dan tulisan yang dibuat karena keterpaksaan...

    BalasHapus
  12. setuju banget neng kalau emang gak bisa nulis tentang hal tertentu juga jadinya rasanya ganjil, apalagi mereview tentang hal yang belum pernah kita rasakan ibarat sayur tanpa garam alias hambar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sih belum pernah makan sayur tanpa garam kayaknya :D

      Hapus
  13. aku juga ga pernah ikutan lomba
    mumet kalo nulis yang bertema
    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo saya sih tergantung temanya :D

      Hapus
  14. setuju bgt Mil, intinya sih segala yg kita lakukan itu hrs selaras dgn isi hati, karena kalo gak begitu maka akan sia2 aja yg kita lakukan, ujung2nya menyesal karena hasilnya gak memuaskan.

    BalasHapus
  15. Aku males nek ikut lomba harus ngetweet dan ngelike :D
    Aku nonton tuh filmnya Kita vs Korupsi, keren, ada Nicholas Saputranya...
    Eh gak sempet bikin postnya gara-gara ngilang ke Solo... hihi tapi gak apa, berdoa ada kontes lain lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nek mung dikon nge-tweet postingane sih rapopo, Na. Mung sepisan. Tapi, nek kriteria ne jumlah like buat postingan, aku juga males. Masa harus minta2 orang buat like tulisanku.

      Aku belum nonton pilem-nya (>,<")

      Hapus
  16. setuju mbak,, kalo mau menulis review yaa memang harus sesuai pengalaman pribadi atau setidak'y pernah merasakan.. ntar jadi'y sotoy :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. selain sotoy, bisa jadi mengarah ke 'bohong'.

      Hapus
  17. Ada beberapa alasan mengapa saya tidak mengikuti sebuah giveaway atau kontes menulis meskipun tergiur dengan hadiah yang disediakan, salah satunya memang benar, tema dari giveaway tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau nggak sreg sama tema, jadi males ikutan ya?

      Hapus
  18. Iih sama mbak..aq baru sekali ikut lomba blog tetntang produk, itu aja gak ngiklanin produknya, setelah itu belum pernah lagi

    Mending ikutan GA teman2 blogger aja, bikin teman seneng, kitanya juga cocok sm temanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang-kadang temen blogger juga tema GA nya susah T___T

      Hapus
  19. coba pakek alasan ini: "terpaksa"
    jadi mau enggak mau, bisa enggak bisa ya terpaksa...

    hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, saya kan ndableg. Biarpun dipaksa, kalo 'emoh' ya tetep 'emoh' :p

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!