Sabtu, 15 September 2012

Lika-Liku Cinta Jomblo Dodol dan Joomla!

Siapakah jomblo dodol yang dimaksud? Tentu saja aku. Lalu, siapakah Joomla! (pakai tanda seru) itu? Bagi mereka yang sering berkutat dengan desain web, tentunya sudah sering menyantapnya. Bagi yang awam seperti diriku mungkin masih asing dengan hal satu ini. Ngomong-ngomong, sebenarnya aku bingung mau menulis Joomla! atau Joomla. Tapi demi kesederhanaan, ditulis Joomla saja. Joomla  ini merupakan salah satu CMS (Content Management System). Ingat, ya, CMS! Bukan PMS. Selain Joomla, ada banyak CMS lain seperti Drupal dan Wordpress. Eh, makanan apa lagi itu CMS? Sederhananya (dalam pemahamanku) CMS merupakan tools visual untuk mempermudah desain web tanpa harus berurusan dengan kode-kode HTML – meskipun pada kenyataannya banyak pengguna Joomla yang tetap mengutak-atik HTML-nya. Gambarannya mirip dengan blog, tapi lebih rumit. For more information about Joomla, just ask Google, please! Hehehe...

Jadi, perkenalanku dengan Joomla terjadi sekitar 2010. Saat itu sudah muncul desas-desus bahwa setiap kantor B## kabupaten/kota harus memiliki website. Mampus! Saat itu kemampuanku dalam web programming bisa dibilang masih nol – err, sampai sekarang masih nol juga, sih. Aku sudah sering mendengar kawan-kawanku membuat web dengan Joomla jadi aku pun memutuskan belajar menggunakan Joomla Aku pun membeli tiga buku tentang cara membuat web dengan Joomla Ternyata aku harus mengunduh (download) file instalasinya dulu. Oh,ya, sebelum meng-install Joomla aku harus meng-install XAMPP terlebih dahulu. Nah, apa pula itu XAMPP? XAMPP merupakan singkatan dari X (sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP, dan Perl. Maksudnya? Pokonya XAMPP ini merupakan paket instalasi yang berisi Apache, MySQL, dan PHP, serta bisa dijalankan di berbagai sistem operasi (Windows kek, Linux kek, dan semua saudaranya). Setelah meng-install XAMPP, barulah bisa meng-install Joomla. Nah, setelah instalasi selesai, aku pun mencoba membuat desain web. Tapi, ternyata susah. Dan ketika aku masih bingung menghadapi Joomla, bosku sudah memutuskan untuk meminya tolong pada orang pusat untuk membuatkan web untuk kantor kami. Antara senang dan sedih, sih. Sedih karena aku baru belajar tapi sudah diputuskan untuk menyerahkan ‘tugas’ itu pada orang lain. Tapi, senang juga karena aku jadi tidak perlu pusing dan repot mengerjakannya. BEBAS!

Bebas? Benarkah? Ternyata tidak juga. Kami diharuskan meng-update web, terutama ketika ada publikasi yang terbit. Publikasi tersebut harus di-convert ke bentuk flipbook (semacam e-book) lalu diunggah (upload) ke web. Kami juga harus mengunggah ARC (Advance Release Calendar), semacam tabel berisi jadwal terbit semua publikasi yang kami buat. Kami pun kemudian diberi pelatihan kilat selama lima atau enam jam tentang web. Dan malangnya, file website yang sudah kuunduh tidak bisa dibuka. Muncul pesan kesalahan (error message) terus. Aku lupa apa pesannya. Jadilah aku tidak bisa mencoba mengutak-atik (salinan) web kantor kami (secara offline). Aku cuma memperhatikan instruktur sambil beberapa kali merusuhi Kak Gito – yang malangnya duduk di sebelahku yang dudul ini. Aku bolak-balik bertanya, “Kak, ini diapain?” Terlihat sekali kontrasnya, aku dodol dan dia pintar, padahal kami sama-sama jurusan komputasi. Beuh!

Setelah sore, Bang Andi dan Hasta, instruktur kami, sudah stres mengutak-atik agar file website kantorku bisa dibuka. Hampir semua cara yang terpikirkan sudah dicoba. Install ulang Joomla sudah. Kemudian, diputuskan untuk meng-install ulang XAMPP-nya sekalian. Nah, saat hendak meng-install ulang XAMPP inilah akar masalahnya ketahuan. XAMPP yang ku-install ternyata XAMPP versi terbaru (saat itu) yaitu versi 1.7.7 (kalau tidak salah). Kata Bang Andi, XAMPP versi itu untuk sistem operasi 64 bit sedangkan sistem operasi di laptop yang kupakai masih 32 bit. Selain itu, Joomla-nya yang tadinya versi 2.5 kuganti menjadi versi 1.5 karena sepertinya web kantorku dibuat dengan Joomla 1.5. Ternyata, versi terbaru belum tentu yang paling baik – atau lebih tepatnya, versi terbaru belum tentu yang paling sesuai.
Selesaikah masalahnya? Sayangnya tidak. Setelah aku berhasil mengunggah ARC, beberapa minggu kemudian web kami diretas – istilah kerennya di-hack. Sebagian besar web instansi kami yang menggunakan Joomla (juga beberapa web yang menggunakan CMS lain) diretas. Yang lain sudah bisa mengatasinya. Sedangkan aku? Dengan kemampuan yang ala kadarnya, bisa dipastikan aku cuma pasrah. Dan sejujurnya aku hampir merasa diuntungkan karena aku punya alasan untuk terlambat mengunggah publikasi. Alasannya, “Web kami di-hack, jadi nggak bisa upload!” Hahaha! Untungnya – atau malangnya – Hasta, pegawai kantor B## Provinsi Aceh, datang ke kantor kami. Jadi, dia langsung memperbaiki web kami dan memberitahukan cara mengunggah file publikasi dan peta tematik menggunakan FileZilla.

Selain memperbaiki web, Hasta juga menambahkan dua plug-in, yaitu TinyMCE dan satu lagi – entah apa namanya – plug-in untuk menambahkan animasi tulisan NEW pada artikel baru. TinyMCE ini untuk membuat tampilan yang lebih user friendly untuk penulisan artikel. Jadi, tidak perlu menggunakan kode, misalnya <a href=http://blablabla.com> bla bla bla </a> untuk membuat tautan (link). Cukup klik tombol (button) yang sudah tersedia. Pokoknya WYSIWYG (What You See Is What You Get). Nah, untuk plug-in yang satunya ternyata harus meng-update Joomla-nya. Tapi, karena Hasta tidak sempat, aku yang harus meng-update-nya. Usai liburan, aku mencoba meng-update Joomla di web. Ternyataaaaa... Aku salah mengunggah file Joomla-nya. Yang kuunggah bukan file untuk update melainkan file Joomla yang untuk instalasi penuh. Jadinya? Error. Web kantor kami tidak bisa dibuka. Hiks, hiks, hiks! Aku pun terpikir untuk mengunggah ulang file backup-nya – untungnya aku punya backup-nya. Setelah bertanya pada Hasta di folder mana aku harus mengunggah file tersebut, aku langsung mengunggahnya. Dan Alhamdulillah berhasil. Baru kemudian aku meng-update Joomla – kali ini dengan file yang benar. Tapi, tetap saja tidak bisa menambahkan animasi tulisan NEW. Entah kenapa. Kuabaikan saja, hahaha!

Dan ternyata huru-hara belum selesai. Berdasarkan evaluasi pihak B## Provinsi, web kami masih belum sesuai aturan karena tidak ada tautan dari tabel ARC ke file flipbook publikasi yang kuunggah. Damn! Bagaimana aku mau membuat tautan kalau ARC-ku dalam bentuk gambar (image) bukan tabel? Aku bertanya pada Bang Kahar cara membuat beberapa tautan pada gambar (sesuai bagian yang diklik). Dia memberiku contoh kode. Tapi, setelah kucoba masih gagal dan membuatku lumayan desperate. Kemudian aku justru googling mencari cara membuat tabel di Joomla. Dan salah satu hasilnya menyebutkan bahwa bisa membuat tabel dengan menggunakan plug-in TinyMCE. Lho? Padahal, aku sudah menggunakan plug-in tersebut tapi tidak ada fasilitas membuat tabel. Ternyata, aku harus mengubah functionality plug-in tersebut menjadi Extended. Sebelumnya functionality-nya masih Advanced. Daaan... BERHASIL! Aku bisa membuat tabel. Tapi, berhubung aku malas mengetik ulang, jadi aku copy paste saja tabel dari Excel yang sudah ada. Hasilnya ternyata masih tetap rapi, tidak berantakan. Setelah jadi tabel, tinggal membuat tautan pada masing-masing judul publikasi.

Selesai huru-haranya? Belum, karena aku masih harus terus meng-update web itu dan belum tahu kasus apa lagi yang akan terjadi. Aku cuma bisa berkata pada kekasihku si Joomla, “Dear Joomla! Let’s get along!

ARTIKEL TERKAIT



33 komentar:

  1. Emang harus ya Milo? di tempatku masih pake WP. Adem ayem aja tuh, meskipun kemarin entu juga dibuatin sama propinsi. Berhubung kami juga gak begitu ngeh belajar Joomla. BTW, nulis BPS kenapa harus dikasih pager sih?:p.

    Eh ya, judul yang kemarin kayaknya lebih keren deh,Ketika Jomblo Jatuh Cinta Pada Jommla, he he.:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan dari awal udah dibikinin pake Joomla. Jadi, ya, nerusin aja pake Joomla. Ntu juga punya kabupatennya Nurin kayaknya Wordpress yang CMS, bukan Wordpress yang blog, kan?


      Pake pager biar ga ketahuan instansinya :p

      Judul kali ini diubah karena waktu pertama ketemu jomblonya belum jatuh cinta sama Joomla.

      Hapus
    2. emang sih, tapi upload2nya gak terlalu ribet, mirip2 kayak kita ngeblog tuh Milo, atau mungkin aku gak ngapdet berita dari pj web kami ya? soale dia keliatan adem ayem aja.

      Hapus
    3. Aku pernah nyoba-nyoba pake Jomlaa pas baru-baru bikin blog. Ribet euy! Sama ribetnya sama Drupal. Akhirnya aku pake WP deh.... T_____T

      Judulnya juga bisa diganti jadi: Jomloo Belom Tjintah Jomlaa.

      Hapus
    4. @Nurin: kalo yang namanya upload mah biasanya pake FileZilla. Gak ribet juga, sih. Kalo kaya ngeblog kemungkinan cuma update artikel aja.

      @OctaNH: Hehehe, emang ribet.
      Usul judul uang amazing!!!

      Hapus
  2. Seperti kisah cintaku dgn angka2 P*@€, berhasil menggalaukan otakku selama 9 bulan ini...
    #pengen jd KSK di#jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. PDRB! Wkwkwk.. Qaqa Ayum di Neraka, eh, di Neraca, yak? Sabar, ya..

      Masih belum adakah lowongan TB buat kitah?

      Hapus
    2. belum bisa kayane mil... Aq sudah mengubur mimpiku ke jpn, DN wis alhamdulillah, pokokmen keluar dr neraka+tebo

      Hapus
    3. *pukpuk*

      Sebentar lagi kita bisa!!! Bisa ngabur maksude.

      Hapus
  3. aku sempat belajar joomla, tapi gak pernah dipakai lagi. males :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, saya juga males. Tapi, kepaksa :D

      Hapus
  4. rak mudeng aku. Ngertine phpnuke aku ndah hahaha..

    Selamat menempuh hidup baru brsama jomla :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah nggak ngerti PHPNuke :D

      Doain hubungan kami langgeng, ya :D

      Hapus
  5. pernah nyoba ingin membuat website dengan joomla. Awalnya sudah bisa dan tinggal diotak-atik, cuma trus males karena lebih suka otak-atik blog sendiri. Jooma hanya untuk eksperimen saja.

    Oh ya beberapa cara untuk menginstaal joomla pernah juga saya tuliskan di blog. Asyik sih otak-atik web, cuma lebih asyik nulis di blog. he he.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, memang lebih asyik dan lebih simple nulis blog daripada utak-atik web :D

      Hapus
  6. wah...kerja keras ya...
    hhheee..walaupun kurang mengerti bahasa HTML itu gimna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak kerja keras, kok. Saya, kan, lembut. *eh?*

      Hapus
  7. untuk urusan blog saya sudah terlalu terbiasa menggunakan blogger dan wordpress, sudah sering sih membaca artikel-artikel tentang joomla bahkan sempat download beberapa versi joomla tapi belum ngeh untuk menggunakannya. hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, saya juga baru nyoba joomla.

      Hapus
  8. Kalau soal joomla, saya gak ngerti tapi kebetulan istri saya programmer dan web depelovment jadi canggih urusan ini. Nah urusan komblo dodol, salam semangat untuk segera menikah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bisa dunk minta diajarin sama istrinya.

      Hapus
  9. semoga langgeng & cepat dkasih momongan yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Momongannya wujudnya apa yak?

      Hapus
    2. *ngakak gegulingan*

      Spam sih dijabanin!

      Hapus
    3. Spamnya kali ini lucu jadi dijabanin :p

      Hapus
  10. haduh2 aku mlh belum kenalan sama sekali ama joomla.
    :D

    BalasHapus
  11. asyikk! makin mapan nih aiti-nya!! hehehe

    BalasHapus
  12. Aku gk pernah main sama Joomla.
    Katanya, joomla yg versi skrng lebih susah daripada joomla yg versi dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya sama susahnya, cuma yang terbaru susah nyari template-nya :D

      Hapus
  13. Hehehehe aku rada males pake joomla ribet hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih ribet lagi kalo gak pake CMS :p

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!