Kamis, 11 Oktober 2012

Tentang Pertama (2)

Kali ini aku akan melanjutkan cerita Tentang Pertama yang sudah pernah kutulis tahun lalu. Inilah beberapa pengalaman pertamaku yang lain.

Kali pertama kenal komputer
Sebenarnya ini fakta yang agak memalukan. Aku baru "mengenal" komputer setelah kuliah, sekitar tahun 2004. Berarti umurku waktu "berkenalan dengan komputer sekitar 18 tahun. Sebelumnya aku hanya pernah melihatnya tapi tak pernah mengoperasikannya. Pernah sewaktu baru bisa menggunakan komputer, aku mematikan komputer langsung dengan memencet tombol power. Saat itu aku sedang di laboratorium komputer kampus dan ada dosen yang melihat. Beliau langsung memberitahu, "Jangan langsung dipencet gitu." Akhirnya, entah siapa yang mengajariku (aku lupa), aku jadi tahu kalau untuk mematikan komputer sebisa mungkin menggunakan button Shut Down yang muncul ketika klik button Start (kalau menggunakan sistem operasi Windows). Dan sekarang, ajaibnya, meskipun baru berkenalan dengan komputer setelah agak tua, aku bisa dibilang lebih "akrab" dengan komputer dibandingkan teman-temanku yang lebih dulu mengenalnya. Yah, mungkin karena frekuensi interaksiku dengan si kompi ini lumayan tinggi. Dan sekarang, tanpa komputer (lebih tepatnya laptop) aku merasa mati gaya.

Kali pertama punya ponsel
Aku baru memiliki ponsel juga ketika kuliah. Sebelumnya aku sama sekali tidak berminat memiliki ponsel. Selain mahal, biaya untuk membeli pulsa juga bisa menguras kantong. Rasanya malu meminta uang pada ibu untuk hal-hal yang tidak penting semacam ponsel itu. Tapi, setelah kuliah di Jakarta, mau tidak mau aku harus membeli ponsel. Tanpa ponsel, bisa dipastikan akan sangat sulit untuk berkomunikasi dengan keluarga di Brebes. Ibu membelikanku ponsel NOKIA 3315. Itu adalah barang paling mewah yang kumiliki saat itu. Sayangnya, ponsel tersebut hilang di terminal Tegal ketika aku akan berangkat ke Jakarta usai libur Idul Fitri. Waktu itu aku tingkat dua. Sebulan tanpa ponsel rasanya tersiksa. Kenapa? Aku tidak punya jam tangan, jam beker, ataupun jam dinding. Jadi, aku mengandalkan ponsel untuk melihat jam sekaligus memasang alarm. Tanpa ponsel juga aku tidak bisa mendapat jarkom informasi kuliah, misalnya saja kalau ada jadwal kuliah pengganti. Untuk berkomunikasi dengan keluarga pun menggunakan ponsel kawanku. Setelah sekitar sebulan tanpa ponsel, ibu kembali membelikanku ponsel. Sebenarnya aku tidak enak hati meminta barang mahal begitu. Tapi, mau bagaimana lagi? Alhamdulillaah, sekarang aku bisa membeli ponsel dengan uangku sendiri, tidak perlu meminta pada Ibu.

Kali pertama kesasar
Waktu itu aku baru saja masuk SMA. Entah hari pertama atau hari kesekian MOS. Seingatku, sih, hari pertama. Pulang dari sekolah, aku disuruh Ibu ke penjahit di Pesurungan (entah Pesurungan Lor atau Kidul) untuk mengambil seragamku. Sebelumnya aku ke tempat penjahit itu bersama Abah. Dan hari itu, aku ke sana sendirian. Padahal, aku belum terlalu mengenal daerah itu. Meskipun sewaktu kelas 2 SMP aku sering ke Tegal untuk bimbel, daerahnya berbeda. Aku tidak hafal daerah Pesurungan. Tapi, mau bagaimana lagi? Aku pun naik angkot dari sekolah. Setelah melewati perempatan Maya (entah apa namanya), aku langsung pasang mata untuk mencari gapura biru. Waktu itu ciri daerah Pesurungan adalah gapura biru. Ketika melihat gapura serupa, aku pun langsung meminta sopir berhenti lalu turun. Dengan pede aku masuk ke daerah tersebut. Ada yang aneh. Jalannya lebih sempit. Tapi, aku tetap berjalan. Setelah agak jauh, aku menemukan suatu bangunan -- entah sekolah atau kantor, aku lupa -- bertuliskan "KEMANDUNGAN". Err, jadi ini desa (atau kelurahan?) Kemandungan? Aku pun memutuskan kembali ke arah jalan raya. Aku lalu berjalan ke arah barat (makin dekat ke arah terminal). Setelah berjalan agak jauh (entah berapa ratus meter), aku kembali menemukan gapura biru. Kali ini aku ingat memang itu daerah yang pernah kudatangi bersama Abah. Setelah pulang ke rumah dan menceritakan kejadian "nyasar" itu, aku malah dimarahi Abah. Deu... Bete luar biasa. Sudah tersesat, kecapaian karena jalan jauh, pulang ke rumah malah dimarahi. Tapi, ada hikmahnya juga, sih. Aku jadi lebih niteni dua desa tersebut.

Kali pertama makan cempedak
Aku beruntung bisa makan cempedak sewaktu singgah di Medan, di rumah Kak Ina. Waktu itu aku, Intan, dan Mas Aris hendak kembali ke Aceh setelah libur lebaran. Kami singgah dulu di Medan menunggu dijemput travel. Kalau tidak salah tahun 2010. Kak Ina menawari kami buah cempedak dan langsat.

cempedak

Ternyat cempedak rasanya lumayan enak. Mirip nangka, tapi seperti ada sodanya. Semreset di lidah. Sayangnya, perpaduan cempedak dan langsat itu sukses membuat perutku sakit sepanjang perjalanan Tapaktuan-Blangpidie. Untungnya aku bisa menahannya agar tidak "tumpah" di tengah perjalanan.

ARTIKEL TERKAIT



17 komentar:

  1. jadi ingat sepupuku kalau mau memtikan komputer ditekan tombol powernya, padahal waktu itu harusnya di shutdown saja. gak apa-apa terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali bukan, buktinya sekarang sudah ahli kan pakai komputer :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, ahli ngerusakin sih iya mbak :p

      Hapus
  2. hahahaha, kok mirip ya....
    aq pegang kompie juga pas kuliah, pegang hp juga pas kuliah,,,

    kalo kesasar nggak tau, lupa..
    cempedak mah yang gimana sih???

    BalasHapus
    Balasan
    1. cempedak bentuknya mirip ama nangka gitu deh.

      Hapus
  3. yaelah...yg tentang pertama satunya kok setahun yanng lalu...gilee...kurang lama atuhh...wkwk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, baru ada ide lanjutannya sekarang mbak :p

      Hapus
  4. hihihi sama, wktu aku pertama kali main komputer matiinya sadis lasung pencet tombol power'a :D

    langsat itu ky apa?
    aku blm pnh tahu, hihihi
    aku mlh gak suka cempedak, aneh rasanya.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsat itu kalau di kampungku (Brebes), namanya kokosan.

      Hapus
    2. Eh, ternyata beda kokosan sama langsat. Pokoknya masih satu keluarga lah si langsat itu sama duku dan kokosan.

      Hapus
  5. Saya pertama kali pake handphone waktu kerja duluan dirimu artinya.. yang kedua buah cempedak yang seperti itu kok aku ga pernah makan ya.... keduluan dirimu juga nih... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga itu pertama dan terakhir kalinya makan cempedak. Sampe sekarang belum pernah 'ketemu' lagi sama cempedak. Sepertinya jarang yang jual :D

      Hapus
  6. heheheh untung matiin kompienya nggak pake karung basah...
    btw, mau nyoba roti gambang untuk pertama kali? Kirim pake tike deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini matiin kompie mbak, bukan kompor -___-'

      mauuuuuu, kirimin ke aceh yak. tapi jangan pake tiki, pake hedwig, burung hantunya HarPot aja, biar nyampe sini belum jamuran :p

      Hapus
  7. waduh... hampir sama mbak, @@ tahun 2006 ngenal kompi dan hp

    kenal komputer pas sma kelas 2 tapi. itupun pelajarannya membosankan banget -_-" bener2 buat bete.

    hp juga dapet sma kelas 2 bekas milik mbak..
    nokia 3310 kalo g salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, ternyata duluan kamu kenal kompi sama hape :D

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!