Senin, 26 Agustus 2019

Wanseponetaim in Setu Babakan

Aku sudah lama sekali ingin ke Setu Babakan. Dulu, sebelum penempatan, kawanku sempat mengajak ke Setu Babakan, tetapi rencana jalan-jalan ke sana tidak pernah terwujud. Dan sepuluh tahun kemudian, terwujud juga keinginanku ke sana. Bukan dengan temanku melainkan dengan adikku.

Kamis, 15 Agustus 2019

Yang Mengejutkan tentang Fandom

Sudah dua tahun lebih aku tercebur ke fandom Arashi. Sebenarnya aku tidak menyangka akan bertahan selama ini. Biasanya aku hanya suka pada satu artis tidak sampai satu tahun. Ini kok bisa sampai dua tahun? Mungkin karena Arashi-nya sendiri rutin muncul di televisi di acara variety show mereka setiap pekan, jadi aku juga rutin menonton mereka (lewat unduhan ilegal, sayangnya). Karena rutin menonton, aku pun jadi betah menonton mereka dan betah di fandom juga. Meskipun akhir-akhir ini sudah tidak terlalu gandrung pada Arashi, aku tetap suka menonton variety show-nya. Lucu, sih.

Saat Dia Menyerang

Where are you when diarrhea strike? Meme dengan kalimat ini sempat populer beberapa tahun lalu. Nggak tahu? Oke. Mungkin cuma aku yang tahu karena sering buang-buang waktu ngepoin 9gag. Gara-gara diare selama tiga hari, aku jadi ingat aku pernah ingin menulis tentang pengalaman diare ini. Shitty post. Shitposting. It's a pun! Please laugh!

Rabu, 10 Juli 2019

Old and Happy?

I'll be thirty-three tomorrow, if I don't die tomorrow. For the last few years, I always feel sad in my birthday, except last year. Usually I become cranky. I don't know why. Maybe I feel sad for the things I can't get. Maybe I feel sad because I haven't achieve anything while a lot of people of my age have achieve many things. Maybe I'm just anxious about my future. I don't know.

Minggu, 30 Juni 2019

Bisa (Makan) karena Biasa

Aku pernah menulis kalau lidahku lebih cocok dengan makanan kampung. Dulu aku memang tidak suka makanan-makanan yang tidak biasa kumakan  seperti makanan luar negeri. Selain harganya mahal, rasanya juga terlalu aneh. Namun, sekarang sepertinya sudah tidak begitu lagi. Sejak pindah ke Jakarta, entah sudah berapa kali aku memesan makanan Korea, Jepang, dan sebagainya lewat go-food. Sampai-sampai beberapa rekan kantor hafal dengan kebiasaanku yang sedikit-sedikit pesan go-food.

Jumat, 24 Mei 2019

Wanseponetaim in Ciwidey: Kawah Putih dan Situ Patenggang

Akhir tahun lalu aku berencana jalan-jalan ke Bandung. Sudah beli tiket kereta pulang pergi. Namun, yang akan kuculik untuk menemaniku jalan-jalan ternyata ada keperluan lain. Aku pun browsing tentang cara ke beberapa tempat wisata dengan angkutan umum, salah satunya ke Kawah Putih. Kelihatannya mudah. Tapi kok aras-arasen, ya? Dengan alasan aras-arasen, aku batal pergi ke Bandung.

Senin, 29 April 2019

Wanseponetaim in Lembang: Floating Market dan Taman Begonia

Senin tiga pekan yang lalu, aku berkesempatan ke Bandung. Sebenarnya hari itu aku sedang galau dan ingin di kos saja, sembunyi, tidak mau bertemu siapa-siapa. Namun, karena ada pelatihan di Bandung, aku terpaksa pergi. Sudah dari jauh-jauh hari namaku masuk daftar peserta, mana mungkin tiba-tiba menghilang tanpa kabar?

Jumat, 12 April 2019

Cie-cie yang Tak Bertanggung Jawab

Salah satu risiko menjadi jomblo adalah "dijodoh-jodohkan". Bukan dijodohkan secara serius dengan membahasnya secara empat mata antara si yang dijodohkan dengan mak comblang melainkan ledekan dan "cie-cie" saat beramai-ramai. Kalian cocok, deh. Cie-cie duduk sebelahan. Udah, kamu sama dia aja. Itu sedikit contohnya. Dulu aku pernah menjadi korban cie-cie. Di kantor banyak yang meledek mengatakan aku cocok dengan seseorang, sebut saja bekantan. Sebagai orang yang mudah sekali ge-er, dengan bodohnya aku termakan ledekan itu dan mulai menyukai si bekantan. Hingga akhirnya si bekantan ini menikah dengan orang lain dan aku patah hati. Apa kabar orang-orang yang sebelumnya heboh "menjodoh-jodohkan" aku dengan si bekantan? Mereka ikut bergembira bersama si bekantan. Adakah yang ikut sedih merasakan patah hatiku? Nggak ada. Blas. Saat itu aku sadar, yang mereka lakukan selama ini hanya ledekan untuk lucu-lucuan. Kalau berhasil "menjodohkan" mereka akan bangga sudah berhasil. Kalau yang di-cie-cie tidak jadi pasangan, mereka tidak ambil pusing. Aku yang di-cie-cie hanyalah objek lelucon.

Minggu, 07 April 2019

Yakin Mau Masuk Sekolah Kedinasan?

Sepertinya pendaftaran masuk perguruan tinggi sudah hampir mulai, ya. Eh, atau sudah mulai? Ah, entah. Yang jelas, sudah ada beberapa orang yang membagikan tulisan tentang pendaftaran di linimasa Facebook. Jadi teringat diri sendiri di masa lalu. Dulu, aku tidak tahu cita-citaku apa, tidak tahu bakat dan minatku sendiri. Akhirnya bingung mau kuliah di mana. Dulu sempat memilih tempat kuliah yang sesuai hasil tes psikologi, yaitu Teknik Kimia. Baru ikut PMB sudah kabur untuk kuliah di sekolah kedinasan. Alasannya sederhana: kuliah gratis dan langsung kerja. Mungkin aku tergiur dengan iming-iming "langsung kerja" karena aku sempat melihat kakakku kesulitan mencari pekerjaan. Aku juga tergiur dengan kata-kata kuliah gratis. Sebagai kaum ekonomi pas-pasan, aku mudah sekali tergoda kata-kata gratis. Dulu aku masih muda, masih belum tahu bahwa tidak ada yang benar-benar gratis di dunia ini. Jadi, untuk yang berniat kuliah di sekolah kedinasan atau yang memiliki ikatan dinas, silakan pikirkan dulu segala konsekuensinya.

Rabu, 03 April 2019

Crita 90-an

Yen maca artikel soal bocah 90-an nyong kadang mikir, salugune nyong mlebu bocah 90-an ora ya? Sing dianggep bocah 90-an kuwe sing lahir tahun 90-an apa sing pas 90-an esih bocah? Nyong tah ngaku bae, dudu lahir tahun 90-an. Tahun 90-an nyong antara pan mlebu TK nganti SMP. Berarti nyong mlebu bocah 90-an ora? Anggep bae mlebu lah, ya..

Sabtu, 09 Maret 2019

Tahun 2018-ku

Sepertinya baru kemarin masuk tahun 2019. Ternyata sudah dua bulan berlalu. Sudah masuk bulan Maret. Jadi ingin bercerita tentang tahun 2018-ku. Osokunai? Hahaha! Hare gene baru mau cerita kilas balik 2018. Yah, maklum. Aku memang sering begitu, baru tertarik pada sesuatu kalau orang lain sudah melupakannya. Alesan doang ding.

Sabtu, 23 Februari 2019

Buleee!

Selama ini aku suka sekali belajar bahasa asing dan memamerkan hasil belajarku di blog ini, salah satunya adalah serial Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock. Sayang sekali mempraktikan apa yang kupelajari di kehidupan nyata tidak semudah itu, terutama mempraktikkan bahasa asing dalam percakapan. Nonton film dengan subtitle bahasa Inggris? Cincai. Nge-tweet misuh-misuh dalam bahasa Inggris? Khatam. Memahami meme berbahasa Inggris di 9gag? Gampil. Ngomong sama bule? Mendadak gagap.

Senin, 11 Februari 2019

Jangan Senggol!

Tadi sore di halte busway ada mbak-mbak teriak "Bego lu! Bego lu" Mungkin teriak ke bocah-bocah SMA yang tap in sebelum dia. Saat mau naik ke bus dia heboh lagi. Aku lupa dia teriak apa. "Jangan sentuh, jangan senggol-senggol!" atau "Jangan deket-deket, jangan senggol-senggol!"? Yang jelas bagian belakangnya jangan senggol.  Dia sempat maju ke bagian khusus wanita tapi mundur lagi sambil berkata, "Bau ketek ya di sini!"

Minggu, 13 Januari 2019

Jalan-jalan yang Gagal

Aku banyak menceritakan pengalaman jalan-jalanku selama ini di blog. Namun, masih ada beberapa yang tidak kuceritakan, sebagian karena foto-foto yang kuambil terlalu jelek, sebagian karena aku malas menceritakannya (meskipun tempatnya tidak mengecewakan), sebagian karena gagal. Gagal kenapa? Biasanya sih karena tidak bisa masuk ke tempat yang kukunjungi.

Senin, 26 November 2018

Wanseponetaim in Maluku: dari Pantai ke Pantai

Hari Selasa yang lalu aku mendapat tugas ke Ambon, Maluku dengan dua rekan kantor. Berhubung tugasnya berbicara di depan umum, kontribusiku sangat sedikit. Yang banyak berperan adalah dua rekan kantorku dan rekan-rekan kantor provinsi. Sepertinya peranku yang signifikan hanya membantu membawakan souvenir yang berat.

Minggu, 30 September 2018

Bahasa Campur

Melihat lelucon tentang bahasa campur-campur anak Jaksel yang banyak dibicarakan di media sosial, aku jadi teringat kebiasaanku yang mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa ngapak. Kalau tidak salah sewaktu aku SMP atau SMA mulai muncul fasilitas bilingual pada salah satu televisi berbayar. Dan pada masa itu pula kami kadang-kadang iseng mencampur bahasa Indonesia dan bahasa Jawa ngapak dalam satu kalimat dan menyebutnya bilingual. Misalnya "Kamu dikandhani nggak nggugu, sih!" Tujuannya apa mencampur bahasa seperti itu? Biar keren? Haha, tentu tidak. Alasan utamanya ya bercanda. Namun, makin lucu ya makin keren, sih. Sampai sekarang aku masih senang menggunakan bahasa campur seperti itu karena lucu. Sayangnya tidak ada lawan bicara yang bisa diajak berbahasa ngawur seperti itu.

Minggu, 26 Agustus 2018

Jangan Cari Data-data Ini di BPS

Sepertinya selama ini banyak yang beranggapan bahwa segala jenis data ada di BPS. Namanya juga Badan Pusat Statistik. Pada kenyataannya, tidak semua data ada di BPS. Data yang tidak dimiliki ataupun didiseminasikan oleh BPS tetapi sering ditanyakan biasanya statistik sektoral, data individu, dan data survei kerja sama.

Selasa, 21 Agustus 2018

Yang Tak Diingat

Ada banyak hal yang kita peroleh atau kita miliki tanpa kita syukuri. Kalau kata bule Inggris, we take for granted. Kita menganggap hal itu sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya ada. Begitu hal itu tidak ada, langsung terasa pentingnya. Orang di Jakarta mungkin biasa saja menikmati listrik yang tersedia 24 jam dalam sehari. Begitu ada pemadaman beberapa jam, baru terasa betapa mewahnya bisa menikmati ketersediaan listrik selama 24 jam. Begitu pun dengan air bersih. Begitu air ledeng tidak mengalir, baru kita sadari betapa berharganya air.

Minggu, 12 Agustus 2018

Senin, 30 Juli 2018

Wanseponetaim in Belitung: Pantai Pasir dan Pantai Leebong

Setelah jalan-jalan ke Tanjung Tinggi, besoknya aku kembali nunut orang-orang jalan-jalan. Tujuan selanjutnya adalah Pulau Leebong. Untuk menuju Pulau Leebong, kami harus naik bus dulu ke pelabuhan. Aku lupa perjalanan ke pelabuhan memakan waktu setengah jam atau satu jam. Nama pelabuhannya apa? Hehe, aku lupa. Pokoknya seperti ini pelabuhannya.

Pelabuhan