Kamis, 25 Oktober 2012

Bakuman: Manga tentang Manga

gambar pinjam dari Wikipedia
Aku bukan pencinta manga (komik Jepang). Apalagi manga yang berseri dan sepertinya tidak akan tamat. Selama ini, hanya dua manga yang kubaca chapter terakhirnya: Inuyasha dan Rurouni Kenshin. Itu pun aku melewatkan beberapa chapter di tengah. Aku terlalu penasaran sehingga langsung membaca chapter terakhir, baru kemudian membaca beberapa chapter menjelang akhir. Hehehe, kebiasaan buruk. Dan beberapa hari yang lalu aku baru tahu bahwa satu manga yang membuatku penasaran ternyata sudah tamat beberapa bulan lalu. Aku pun mencari link download-nya. Ternyata yang muncul justru mangareader. Aku pun membacanya secara online sambil mengunduh (download) satu per satu gambarnya. Memangnya manga apa yang membuatku penasaran itu? BAKUMAN.

Bagaimana perkenalanku dengan Bakuman? Ini gara-gara temanku -- sebut saja N -- yang sering menuliskan "cc: Moritaka Mashiro" di status Facebook-nya. Aku mengira (dan ternyata perkiraanku benar) bahwa nama itu diberikan pada seseorang -- sebut saja K. Tapi, kenapa bisa disebut Moritaka Mashiro? Siapa dia? Ada temanku yang berkomentar di status N dan membocorkan bahwa Moritaka Mashiro adalah tokoh dalam manga kesukaan K yang berjudul Bakuman. Aku jadi penasaran pada manga itu. Aku pun mengunduhnya. Ternyata ceritanya tidak seperti dugaanku. Karena judulnya berakhiran MAN, aku pun mengira manga itu bercerita tentang superhero, seperti P-Man, Batman, Superman, dan gerombolannya. Ternyata aku salah. Bakuman justru bercerita tentang dua anak muda yang bermimpi menjadi mangaka (manga artist). Dua anak muda itu adalah Moritaka Mashiro dan Akito Takagi. Ceritanya seperti apa? Hmm, berhubung aku sedang malas, kukutipkan saja dari Wikipedia.

The plot begins when Moritaka Mashiro, a junior high student, forgets his notebook in class. His classmate, Akito Takagi, notes Mashiro's drawings in it and asks him to become a manga artist to his stories. Mashiro declines, citing his late uncle, a manga artist, who died from overwork. Takagi incites Mashiro to meet with Miho Azuki, Mashiro's crush, and tells her the two plan to become manga artists. In response, Azuki reveals her plans to be a voice actress. Mashiro proposes to her that they should both marry when Azuki becomes a voice actress for the anime adaptation of their manga. The two then start creating their manga, under the pen name Muto Ashirogi, in hopes of getting serialized in Weekly Shōnen Jump.

After submitting many one-shots to Shueisha, Ashirogi begin with their first published series in Weekly Shōnen Jump, Detective Trap, which is eventually canceled due to its declining popularity. Their next series is the gag manga Run, Daihatsu Tanto!, which they give up on, realizing it will never be popular. Their current series Perfect Crime Party, is met with considerable popularity but due to its theme, is unfit for an anime series. When their rival, Eiji Nizuma, submits a one-shot for serialization, Ashirogi competes by submitting Reversi which replaces Perfect Crime Party while the latter is moved to Shueisha's fictional monthly magazine, Hisshou Jump. Reversi is later chosen for an anime adaptation with Miho as one of the voice actresses after a public audition. After fulfilling their dreams, the series ends with Mashiro officially proposing to Miho at the place they made the promise followed by their first kiss.

Menurutku ceritanya seru. Lain dari yang lain. Setelah membaca manga ini, aku jadi tahu bagaimana pekerjaan mangaka itu. Tidak semudah yang kubayangkan. Untuk membuat manga, seseorang harus membuat name (gambaran kasar manga) dulu. Lalu name tersebut ditunjukkan pada editor. Editor kemudian akan memberi masukan. Setelah mendiskusikan name tersebut dengan editor, barulah manga dibuat dari name tersebut. Mangaka juga tidak serta-merta bisa mendapat kesempatan membuat manga berseri di majalah manga, misalnya Jump. Mereka awalnya diberi kesempatan membuat manga one-shot untuk dipublikasikan di majalah. Kalau manga one-shot tersebut populer, akan diberi kesempatan untuk dijadikan manga berseri. Analoginya seperti FTV yang dibuat jadi sinetron (analogi yang bodoh). Biarpun sudah dibuat manga berseri, mangaka harus tetap berjuang agar manga-nya tetap populer karena manga berseri itu akan dihentikan bila manga berseri itu popularitasnya terus menurun. Biasanya mangaka diberi kesempatan menyiapkan beberapa chapter terakhir. Manga berseri yang sukses akan dijual dalam bentuk tankobon (semacam buku kecil). Oh, iya. Dalam mengerjakan manga berseri, biasanya mangaka dibantu asisten. Mangaka biasanya hanya membuat gambar inti, misalnya gambar tokoh utama sedang berduel, sedangkan gambar-gambar pendukung, misalnya latar belakang berupa gedung-gedung, dan sebagainya. Dalam manga ini juga digambarkan persaingan antara para mangaka yang benar-benar ketat. Meskipun begitu, mereka tetap saling mendukung. Persaingan yang sehat (kalau di manga ini, sih, begitu ceritanya). Kadang juga manga berseri yang populer akan dijadikan anime (semacam serial kartun).

Selain ceritanya yang unik, aku juga suka manga ini karena semangatnya. Tokoh-tokoh dalam manga ini benar-benar semangat mengejar mimpinya. Misalnya saja Mashiro. Ketika dia sakit dan dilarang membuat manga untuk sementara waktu, dia tetap ngotot melanjutkan manga berserinya di rumah sakit. Mashiro dan Takagi juga ngotot membuat manga berseri meskipun mereka masih sekolah (kalau tidak salah waktu itu mereka SMA). Mereka pun membuktikan bahwa meskipun mereka masih sekolah, mereka bisa membuat manga berseri dengan waktu yang terbatas (karena sebagian waktu mereka sudah dihabiskan untuk sekolah). Tapi, ada yang agak menyebalkan. Mashiro rela begadang semalaman demi membuat manga dan justru tidur di sekolah. Hmm, tidak boleh ditiru, ya... Aku juga suka kisah cinta Mashiro dan Azuki. Romantis. Mereka bersepakat untuk tidak saling bertemu (sebenarnya, sih, kadang bertemu, tapi tidak saling berbincang-bincang). Interaksi mereka hanya lewat email dan sms. Tapi, ya, itu... Email dan sms-nya tidak ada romantis-romantisnya. Mashiro-nya agak pemalu. Pokoknya manga ini lumayan menarik, lah...

ARTIKEL TERKAIT



36 komentar:

  1. wew, sepertinya seru
    sayangnya aku udah males baca manga, takut ketagihan
    manga terkahir yang aku baca onepiece itu pun gak selesai..sayang duitnya dipake buat beli komik, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe, iya, sih. Apalagi kalau berseri kayak Conan gitu. Gak abis2. Habis duit kita buat beli komiknya :D

      Hapus
    2. Untungnya aku belum pernah apalagi memulai baca manga, jadi sepertinya tidak akan ketagihan deh, dan mudah2an duitku akan aman dari membeli komiknya. hehe. Ya iyalah, baca saja tidak, gimana mau ketagihan? :)

      Gimana lebaran haji di Blang Pidie Mil? rame kah?

      Hapus
    3. Hihihi, semoga tetep istiqomah nggak baca manga :p

      Lumayan rame, Kak. Tapi, swalayan jadi jarang yang buka T,T

      Hapus
  2. link downloadnya..mintaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, saya udah lupa dulu download di mana. cuma inget dulu cari di google pake keyword "download bakuman". kayaknya sih di mediafire sama 4shared ada. cari aja.

      Hapus
  3. aku juga bukan pencinta manga dan tidak bisa menikmatinya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau saya, sih, menikmati. tapi, ya, seadanya aja. manga apa yang ada, dibaca. kalo nggak ada, ya nggak kelimpungan nyari :D

      Hapus
  4. kayaknya seru juga nih ceritanya beda hehehee...
    yg bikin males itu klo udah kepanjangan serialnya bacanya jd bosen, kyk conan itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang seru. Dan udah tamat pula, jadi gak terlalu penasaran :D :D :D

      Hapus
  5. Seru juga, jadi ingat komik jepang pertama yg saya baca sepertinya punya adik perempuanku, klo nda salah Sweet Rabu-Rabu. Lupa kisahnya.. Ingatnya cuman kekocakan tokohnya sama bacanya sembari jadi pekerja keluarga tak dibayar (jaga warung ibu) hhaha :P.. Btw blogmu bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi, judul blog "Warung Bang Az" juga terinspirasi pengalaman jaga warung ibu? :p

      Jadi malu dibilang blognya bagus *tersipu-sipu kaya ikan sapu-sapu*

      Hapus
  6. manganya keren ini.. pernah ngikutin hampir seratusan chapter..

    bahasanya berat... bahas manga.. @_@

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak berat, sih. cuman banyak istilah yang nggak familiar (terutama buat yang nggak hobi baca manga kaya aku)..

      Hapus
  7. Suamiku yg suka baca manga, kalau aku nggak terlalu suka. Apalagi yåΩg sambung menyambung :D. Eh ada loh temanku yg nggak ngerti cara baca manga °˚˚ºo(•̃͡-̮•̃͡) hέhέhέ (•̃͡-̮•̃͡)oº˚˚°. Apalagi cara bikinnya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, mungkin dia bacanya dari kiri ke kanan padahal manga-nya mestinya dibaca dari kanan ke kiri, gitu ya?

      Hapus
  8. Selamat Hari Raya idul Adha 1433 H

    Taqabbalallahu minna wa minkum

    *smile

    BalasHapus
  9. Saya suka Mangga tapi nggak suka Manga...

    BalasHapus
  10. manga itu bikin kecanduan, mengandung zatt adiktif apa ya, :p

    BalasHapus
  11. kayaknya bagus banget nih manganya.. :D

    BalasHapus
  12. manga pertama berseri yg aku koleksi judulnya Prince of Tea (maklumlah, tea addict). Ajegile, kupikir dia (si manga) bakal habis 3 seri. Ternyata malah sampe 25 seri (atau lebih ya?). Mana serinya sekarang udah gak komplet gara2 dipinjem temen tapi gak dikembalikan. :(
    #malah curhat.

    sekarang yg diikuti tinggal naruto sama OP. itupun kalo mau baca2, tinggal jump ke komikid.. :P #mental gretongan~ Mending duitnya buat beli buku2 yg lebih berharga. :( eh iya mbak, knp yg dibaca ampe akhir cm kenshin ama inuyasha? Manganya sama animenya bagusan mana? Rurouni Kenshin ituh yg samurai X ituh bukan sih????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prince of Tea? Manga cewek ya? *nuduh*


      Kalo Naruto ama One Piece mah saya sengaja gak ngikutin. Daripada penasaran. Tamatnya juga entah kapan :D Kalo Inuyasha ama Kenshin kan udah terlanjur tau ceritanya, jadi penasaran ama ending-nya. Kalo anime Samurai X gak nonton ampe abis, tapi kata temen beda ama manga-nya. Seruan di manga katanya. Kalo Inuyasha kayaknya sama kaya manga-nya.

      Iya, Rurouni Kenshin itu Samurai X.

      Hapus
    2. kalo dilihat dari alur ceritanya c, Prince of tea ini memang lebih cucok dibaca para cewek. wkkwkkwkk ~halah, bebeknya ngikutin aku sampai ke sini. :V

      iyatuh, naruto ama OP tamatnya kapan eaa? -,,-"

      Hapus
    3. kayaknya tamatnya ntar, kalo udah dikit yang ngikutin ceritanya :D

      Hapus
  13. aku juga bukan pecinta manga, aku pecinta mangga hihi

    sukanya kalau melihat manga itu, gambarnya, tokohnya cakep2 deh, imut banget, kostumnya juga lucu2, duuh jadi kangen baca candy2 #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Candy2? Angkatan taun berapa sih Mbak?

      Hapus
  14. aku juga suka Bakuman :D
    tapi itu dulu, sekarang udah ga ngikuti lagi :D
    aku suka bagian di mana ceweknya ga mau komunikasi kecuali kalo mereka udah sama2 mencapai keberhasilan dalam karirnya :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih suka lagi ending-nya yang akhirnya beneran nglamar :D

      Hapus
    2. wah udah endingkah.. wiw.. ending yang keren tuh @. jadi pingin baca lagi dari awal.

      Hapus
    3. Hadeuh, kan di posting juga udah dibilang tamat -___-"

      Hapus
  15. Untuk alur crt 'ny jg gak bosenin,,cerita manga bakuman in jg mengisahkan kehidupan nyata yaitu cinta,mimpi,penantian,perjuangn masa depan dan kesetian ^_^'

    BalasHapus
  16. saya suka manga bakuman karena menceritakan pembuat manga yang kerja keras hingga malam dan persaingan ashirogi muto(mashiro dan takagi) sama eiji niizuma dan yang bikin bagus adalah yang membuat cerita ini yang pernah buat komik death note(komik yang bikin saya menjadi otaku seperti sekarang!!!)

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!