Rabu, 05 September 2012

Sepur Yang Tertukar

12 Agustus 2012

Pagi itu aku diantar Ndaru ke Stasiun Gambir. Rencananya aku akan melanjutkan perjalanan mudik ke Brebes dengan kereta api Cirebon Ekspres yang berangkat pukul sebelas siang. Kami berangkat cukup awal jadi sampai di Stasiun Gambir sekitar pukul sembilan lewat. Kami pun menunggu seperti anak hilang. Sekitar pukul setengah sembilan (sebenarnya aku lupa-lupa ingat waktunya), aku iseng mencoba masuk melewati gerbang.

Stasiun Gambir.

Setelah menunjukkan tiket dan KTP, aku diperbolehkan naik. Sampai di peron, aku bingung, kereta Cirebon Ekspress itu 'muncul'nya di sebelah mana, ya? Yang pasti bukan di peron 9 3/4 seperti Hogwart Express. Dan waktu itu ada dua kereta api yang sedang berhenti, di sebelah kanan dan kiri peron tempat aku berada. Karena kudengar ada orang yang menyebut Cirebon Ekspres, aku pun curiga salah satu dari dua kereta yang berhenti itu adalah kereta tersebut. Aku pun bertanya pada seseorang. Sebenarnya aku bertanya di mana aku harus menunggu kereta tersebut. Tapi, langsung dijawab, "Itu Cirebon Ekspres. Buruan, udah mau berangkat!" Mendengar kata "udah mau berangkat" aku pun langsung bergegas naik ke kereta. Dan benar saja, tak lama kemudian kereta jalan. Di dalam kereta aku sibuk mencari tempat dudukku. Setelah ketemu, ternyata ada seorang bapak yang duduk di tempat dudukku. Aku pun menanyakan apakah itu memang tempat duduknya. Ternyata memang benar. Dia pun menunjukkan tiketnya. Aku pun bingung. Di tiketku juga tertulis nomor gerbong dan bangku tersebut. Bapak itu meminta tiketku. Setelah dia memeriksa tiketku, dia pun berkata, "Ibu yang salah tiket. Tiket ibu buat kereta jam 11, ini kereta jam 9.45." Hening. Memangnya ada kereta Cirebon Ekspres yang berangkat pukul 9.45? Terus, kereta ini tujuan akhirnya ke mana? Ternyata kata bapak tadi kereta yang kunaiki tujuan akhirnya cuma sampai Cirebon, tidak sampai Tegal seperti kereta Cirebon Ekspres yang berangkat pukul sebelas.


Bapak tadi menyarankan aku untuk menemui petugas. Di sambungan gerbong, aku (terlihat) kebingungan sampai ada seseorang (sebut saja Masmas) yang menanyaiku. Aku pun menjelaskan masalahku. Sepertinya Masmas tadi sudah sering bertemu orang yang salah kereta sepertiku. Dia pun memanggil salah seorang petugas dan menyuruhnya mengantarku menemui kondektur (eh, kondektur atau apa, ya, namanya? ah, sebut saja kondektur). Aku pun membuntuti petugas tadi sampai ke gerbong yang berbatasan dengan gerbong makan. Aku duduk di sana. Kemudian 'kondektur' mendatangiku. Sang petugas tadi menjelaskan masalahku. Setelah sang kondektur memeriksa tiketku, dia pun bertanya, "Ibu salah naik kereta atau memang memaksa naik kereta ini?" Tentu saja aku menjawab bahwa aku salah naik kereta. Buat apa juga aku memaksa naik kereta yang justru tidak sampai ke Brebes? Dia pun kemudian berkata lebih kurang begini, "Kesalahan ibu ada dua. Pertama, ini di tiket ibu kereta keberangkatan jam sebelas, ini kereta jam 9.45. Mestinya ibu tidak naik. Kedua, kereta ini tujuan Cirebon, di tiket ibu keretanya tujuan Tegal." Aku pun menjawab dengan wajah di-melas-melas-kan dan suara di-sopan-sopan-kan. Aku tidak tahu ada kereta Cirebon Ekspres keberangkatan pukul 9.45. Jadi, ketika ada yang mengatakan "keretanya udah mau berangkat" aku pun berpikir bahwa itu memang kereta-'ku'. Jujur saat itu aku juga tidak memperhatikan jam, jadi tidak tahu pukul berapa. Yang ada di kepalaku cuma "naik ke kereta segera agar tidak tertinggal". Aku sama sekali tidak berpikir ada kereta Cirebon Ekspres 'lain' yang berangkat lebih awal. Setelah mendengar jawabanku, kondektur itu masih ngomel. Aku cuma diam dan berusaha sesopan mungkin, tentu saja alasannya adalah agar dia kasihan dan tidak menurunkanku di tengah perjalanan. Dan akhirnya dia memutuskan untuk 'membiarkanku'. Aku pun lega.

Setelah sampai di Cirebon, aku pun turun. Ternyata untuk menunggu Cirebon Ekspres yang ke Tegal aku harus menunggu di peron lain yang letaknya di seberang peron tempat aku turun. Jadi, aku harus menyeberang. Tapi, bagaimana caranya? Peronnya tinggi. Aku kemudian bertanya kepada seorang bapak di mana aku harus menyeberang. Bapak itu (yang sepertinya petugas) pun bertanya, "Salah naik kereta, ya?" Aku langsung ge'er, berpikir bahwa hampir seluruh petugas kereta tadi mengetahui kasus aku salah naik kereta. Bapak itu pun mengantarku. Pertama kami lewat pintu keluar, lalu setelah berjalan beberapa langkah, ada tangga ke peron yang kumaksud.

Stasiun Cirebon.

Aku pun menunggu di peron. Saat itu, sedang duduk seorang pedagang asongan di kursi panjang tempat para penumpang menunggu kereta. Pedagang itu pun bertanya, "Salah naik kereta, ya?" Lagi-lagi aku ge'er. Sampai pedagang asongan pun tahu kalau aku salah naik kereta! Tak lama kemudian, ada serombongan keluarga yang ternyata juga salah naik kereta. Kadar ke-ge'er-anku pun menurun drastis. Sepertinya memang sudah sering terjadi kasus salah naik kereta seperti ini. Emm, sebenarnya rombongan keluarga tersebut bukan salah naik kereta. Mereka naik kereta yang benar. Tapi, mereka salah pesan. Entah salah petugas yang tidak menanyakan tujuan akhir (jadi cuma berpatokan bahwa mereka pesan tiket Cirebon Ekspres, tak peduli tujuannya) atau mereka sendiri yang salah pesan. Entah. Yang jelas, mereka senasib denganku, mesti menunggu kereta selama sekitar satu jam.

Akhirnya, kereta yang ditunggu pun datang juga. Kami segera naik dan mencari tempat duduk sesuai yang tertulis di tiket. Perjalanan pun dilanjutkan. Aku pulang dengan membawa pelajaran: jangan sembarangan naik kereta dan jangan tanggung-tanggung kalau bertanya. Kalau bertanya itu yang lengkap, misalnya, "Ini kereta api Cirebon Ekspres yang ke Tegal berangkat jam sebelas bukan?" Begitu!!!

ARTIKEL TERKAIT



28 komentar:

  1. sepertinya ini bisa menjadi pelajaran sendiri bagi PT KAI untuk memperjelas maksud dari moda transportasinya.. :D

    kalo salah naik bis mah bisa langsung di depak.. :D
    ha!, ini naik kereta, jadi kalo mau di depak masa kereta sambil jalan.. hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, kayaknya petugasnya yang perlu lebih jeli memeriksa tiket penumpang. sebelum masuk gerbang, mestinya diperiksa juga jam keberangkatannya. siapa tahu banyak penumpang dodol macam saya.

      Hapus
  2. Wahahahha.... untung petugasnya cuma ngomel, lha kalo suruh balik lagi ke gambir iso berabe nu ndah :D

    Eh, suwe gak mampir blogmu ndah, yo opo khabare??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo balik ke Gambirnya pake kereta gapapa :D

      Iya, kamu hiatus lama banget, gak pernah komen di sini lagi.

      Hapus
  3. semoga tidak terulang lagi ya. aku pernah melihat kejadian serupa di kereta harina, kereta dari cikampek berangkayt jam 11 malam tgl 20 ada penumpang naik dari cirebon memang sudah lebih dari jam 12 malam kursinya di nomor aku. ternyata dia salah harusnya keberangkatan besok dia mikirnya sudah tengah malam dihiutng tgl 21 seharusnya tglkeberangkatan dari stasiun asal bandung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga nggak terulang.

      tapi, penumpang tadi tetep bisa sampai tujuan dengan selamat kan?

      Hapus
  4. wedew... @@
    huft.. tapi untunglah mbak, happy ending ^.

    itu petugas kok mencurigai yang buruk-buruk, hmmm...
    berarti banyak juga penduduk di indonesia ini yang melakukan kecurangan dan kenekatan @@

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya sih ada beberapa kasus yang maksa naik kali ya...

      Hapus
  5. pelajaran yang berharga nih... jadi kalau nanya harus detail ya... ga gampang kalau mau balik lagi kalau salah... hehehhe semoga tidak terulang lagi ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, nanya jangan setengah2, ntar jawabannya juga nggak lengkap, atau justru malah salah :p

      Hapus
  6. Ya ampuun... Kok ya beli tiket gak merhatiin jam keberangkatannya. Hehe...
    Syukurlah akhirnya bisa tiba di tujuan juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya merhatiin jam keberangkatan, tapi nggak tahu ada kereta 'sejenis' yang berangkat lebih awal. saya juga ngirain keretanya berangkatnya dicepetin gitu.

      Hapus
  7. hahah, untung aja nggak salah turun kereta.
    coba kalo dah naik jaohhhhhhhhh............
    tapi salah turun, kebablasen..
    kakakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo naik Cirebon Ekspres dan turunnya kebablasen mah gapapa, paling mentok kan di Tegal, ga jauh2 amat dari rumah :D

      Hapus
  8. Cerita apa saja yg penting ada kaitannya dengan lebaran atau Idul Fitri, Mbak. termasuk ritual mudik yg seru, lucu, kadang mengesalkan, dll. :) salam kenal

    BalasHapus
  9. jadi duduknya di mana Mil?
    nggak disuruh melantai kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah nggak disuruh melantai. Di dekat kereta makan ada banyak tempat duduk yang kosong.

      Hapus
  10. kenapa ga diturunin di stasiun terdekat dan Mila dapat menunggu KA ke Tegal dari stasiun itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya lebih ribet kalo nunggu di stasiun terdekat, dan biasanya berhentinya kan nggak terlalu lama. kalo di cirebon kan emang lama berhentinya, jadi kalo turun di situ pun ga buru2.

      Hapus
  11. sebuah pelajaran yang berharga ya mbak. Untung ndak diturunkan ditengah jalan.
    Tapi biasanya kalau salah kereta itu bakal diturunkan di stasiun terdekat. Mungkin petugasnya lagi baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena keretanya sama, cuma bedanya nggak sampe Tegal aja, jadi dibiarkan saja.

      Hapus
  12. haha. ada-ada aja mba millati ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mestinya waktu di Cirebon aku main ke rumahmu yak? Kali aja dikasih oleh2 :D

      Hapus
    2. Haha. bener tuh, tapi ga kebalik ya, harusnya mba millati yang bawa oleh-oleh. :P

      Hapus
    3. Oleh2ku kan mau dibawa ke Brebes. Kali2 aja Zaldy mau nambahin oleh2ku yang mau dibawa ke kampung :p

      Hapus
  13. Pindah peron nggak lewat yang bawah tanah itu ya mbak?
    Wew, untung dapat duduk di kereta ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yo, lewat bawah tanah kui, Na.

      Kayaknya belum terlalu rame, jadi masih ada kursi kosong.

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!