Kamis, 10 Mei 2012

Sekelumit Tentang Biomassa di Belanda


Lihat gambar di atas. Percaya dengan per-kotek-an (bukan perkataan) si ayam? Percaya saja, dia tidak bohong, sueeerr! Kotoran ayam memang dijadikan bahan baku pembangkit listrik di Belanda. Kotoran ini diolah menjadi biogas untuk kemudian dijadikan bahan baku pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut sudah dioperasikan sejak 2008 dan menghasilkan listrik 270 juta kWh dalam setahun.

Cuma kotoran ayam? Tentu tidaaaak. Mereka juga mengolah sampah lainnya menjadi energi listrik, salah satunya sampah dari sayuran dan buah (VGF = vegetable, garden, and fruit). Bayangkan! Bayam, kangkung, tomat, dan sebangsanya bisa ‘menghasilkan’ listrik. Sama seperti kotoran ayam, VGF ini juga diolah menjadi biogas lalu diproses menjadi listrik. Satu ton VGF bisa menghasilkan 100 Nm3 biogas (metana) yang bisa memproduksi listrik 200 kWh.

Kreatif, ya! Langkah tersebut bisa diibaratkan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Dengan dioperasikannya pembangkit listrik tersebut, Belanda dapat mengatasi  masalah kebutuhan terhadap energi alternatif sekaligus mengelola sampah organik dengan baik. Selain itu juga mengangkat martabat para ayam dari kasta penghasil limbah menjadi kasta penghasil bahan baku biomassa, hehehe...

Cuma pembangkit listrik? Tentu ada lagi lainnya... Belanda juga mengembangkan biofuel dari algae (ganggang). Di Wageningen, sudah didirikan pusat riset bernama Algae Production and Research Center (AlgaePARC). Tidak tanggung-tanggung. Target jangka panjangnya adalah suatu saat pesawat terbang akan menggunakan biofuel dari algae ini. Terlalu ambisius? Tidak juga. Bukankah untuk memacu kreativitas kita juga perlu ‘mimpi’ dan target yang tinggi?

Dan kreativitas orang Belanda ini bukan hanya berhenti sekadar pada ide, teori, atau wacana melainkan langsung mengaplikasikannya. Bukan sekadar kata, tapi langsung melakukan aksi. Mereka berani MEMULAI untuk beraksi mengembangkan sumber energi alternatif. Memang, langkah mereka tergolong tidak murah. Pembangunan pembangkit listrik berbahan baku kotoran saja menelan biaya 150 juta Euro (lebih dari 1,5 triliun rupiah) dan yang berbahan baku VGF menelan biaya 11 juta Euro (lebih dari seratus miliar rupiah). Belum lagi biaya pemeliharaannya. Namun, seperti pepatah Jawa “jer basuki mawa beya”. Pada dasarnya segala hal membutuhkan ‘pengorbanan’. Begitupun dalam hal mengembangkan sumber energi alternatif. ‘Ongkos’ awalnya memang mahal. Namun, keuntungan di masa mendatang bisa jadi berkali lipat dibandingkan ongkos awalnya. Mula-mula keuntungannya hanya sebagai ‘pelengkap’ untuk sumber energi berbahan bakar fosil. Ketika bahan bakar fosil sudah tidak dapat lagi ‘diandalkan’, negara yang sudah mengembangkan energi alternatif ini tidak akan rempong menghadapi krisis energi.

Apakah Indonesia bisa “mencontek” mereka? Jangan khawatir. Tahun lalu Belanda sudah mulai berinvestasi di sektor energi terbarukan di Indonesia. Apa banyak investor Indonesia yang akan turut berinvestasi? Apa penggunaan energi terbarukan ini akan berhasil? Dalam hal ini kita harus optimis. Kalau saat memulai saja sudah pesimis, bagaimana mungkin akan berhasil? Indonesia PASTI BISA.


Referensi:
http://economy.okezone.com/read/2011/10/25/19/520051/belanda-genjot-investasi-energi-terbarukan
http://www.wastematters.eu/about-dwma/activities/bioconversion/activities-in-the-netherlands.html
http://www.wastematters.eu/about-dwma/activities/waste-to-energy/activities-in-the-netherlands.html
http://www.bxjmag.com/bxj/article.asp?magarticle_id=1764
http://www.agussuwasono.com/artikel/iptek/84-tahi-ayam-menerangi-90000-rumah.html
http://www.planethijau.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=49&artid=916

ARTIKEL TERKAIT



13 komentar:

  1. coba kalau bisa di aplikasikan di indo, wah sumber yang begituan kan banyak banget tu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, daripada bikin polusi, mending dimanfaatkan :p

      Hapus
  2. Waaa bener-bener nambah wawasan! iya tuh bener kata yang diatas, coba kalo ini diterapkan di Indonesia juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja bisa segera direalisasikan, jadi pemadaman, bergilir bisa sedikit berkurang :p

      Hapus
  3. Semoga menang kontesnya ndah hahahaha...

    Energi biogas memang energi alternatif yang menjanjikan, bisa mengolah limbah peternakan, limbah rumah tangga, bahkan kotoran manusia menjadi energi serta sisanya bisa dimanfaatkan menjadi pupuk yang berkualitas tinggi.

    Sebenarnya Indonesia mempunyai SDM yang banyak mengenai ilmu biogas ini karena di fakultas peternakan dipelajari, cuma memang butuh tunjangan pendanaan dari pemerintah untuk memajukannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo kotoran manusia kayaknya susah buat 'ngumpulin' bahan bakunya :p

      Emang beberapa tahun lalu pernah ada yang mencoba mengolah kotoran jadi listrik dan bahan bakar. Yang diekspos media, sih, cuma penduduk yang mengolah kotoran sapi jadi biogas untuk bahan bakar kompor gitu. Tapi, ya itu... Masih skala yang sangat kecil. Cuma bisa untuk konsumsi pribadi kayaknya. Dan belum kedengeran lagi gaungnya yang skala besar.

      Kayaknya susah kalo cuma menunggu pemerintah. Perlu merayu swasta juga buat berinvestasi. Soal SDM mah emang gak perlu diragukan. Banyak orang pinter di negeri ini. Cuma kayaknya mereka kurang 'dimanfaatkan', salah satunya si Anak Rantau ini :p

      Hapus
  4. wew...
    O.o melongo aja melihat aksi "Pemerintah" belanda yang mendukung riset demi kepentingan negaranya. Semoga segera ditiru Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, duit mereka turah-turah mungkin :p

      Hapus
  5. belanda bikin Pembangkit Listrik menggunakan kincir angin dong di Indonesia

    kincir anginnya jgn hanya di pakai untuk holland bakery aja :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau naruh kincir anginnya di mana, Maaas? Kalo di Jakarta udah penuh. Di luar Jawa mungkin, yah.

      Hapus
    2. bisa dipantai kan? hampir tiap propinsi indonesia punya pantai kan :)

      Hapus
  6. Huhuhu, postinganku belum masuk ke kompetiblog2012.wordpress.com
    Tak delok postinganmu yo urung @_@
    Berarti akeh banget yo sing meluuuu~

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ Una: Tunggu aja 2-3 hari.
      Punyaku malah bermasalah. Sekarang cuma bisa berdo'a biar terdaftar dan menang. *tetep ngarep*

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!