Rabu, 06 Juni 2012

Melawan Arus

Beberapa hari lalu aku membeli komik saku Paman Gober edisi 153: Perjalanan Para Pencari Emas. Di cerita pertama yang berjudul sama, Paman Gober bercerita kepada Kwak, Kwik, dan Kwek tentang salah satu pengalamannya dalam mencari emas. Kala itu Gober muda sedang mencari emas di sungai Bonanza di Klondike bersama kawannya Niko Kobo dan Luna, pacar Niko. Gober berhasil menemukan sebongkah emas. Dia pun memberi tahu Niko dan Luna. Lalu dia menyuruh Niko dan Luna mengurus ijin untuk menambang emas di sungai tersebut. Ketika Niko berniat mendaftarkan atas nama Gober, dia pun menolak. Satu hal yang aneh menurutku karena seorang yang 'serakah' seperti Gober tidak mungkin menolak kesempatan untuk mendapatkan ijin semacam itu. Gober hanya mengambil sepuluh bongkah emas. Cuma sepuluh? Iya. Padahal sungai itu bisa dibilang dipenuhi oleh emas, tapi kenapa cuma sepuluh yang diambil Gober?


Simpan dulu pertanyaan "kenapa" tadi. Sepuluh bongkah emas itu digunakan untuk apa? Ternyata sepuluh bongkah emas itu dibawa ke Skagway yang letaknya di pesisir. Gober kemudian memberikan beberapa bongkah emas itu kepada salah satu kawannya yang bernama Ted dan menyuruhnya membuat penginapan. Kemudian dia memberi beberapa bongkah lagi pada Bibi Megi, seorang kawannya yang lain, dan menyuruhnya membangun restoran. Membangun restoran dan penginapan di tempat sepi? Sepertinya konyol. Dan di Skagway dia membeli toserba dengan sisa emasnya. Dan ternyata apa yang terjadi? Baru saja dia membeli toserba, berduyun-duyunlah orang datang dengan kapal besar. Tujuannya satu: mencari emas. Dan mereka membutuhkan peralatan menambang. Di mana mereka akan membelinya? Di toserba yang baru dibeli Gober tentunya. Lalu, dalam perjalanan ke Bonanza, di mana mereka akan menginap? Di penginapan yang dibangun Ted atas perintah Gober tentunya. Di mana mereka akan makan? Di restoran yang dibangun Bibi Megi.

See? Ternyata Gober tidak berubah. Dia tetap mencari keuntungan. Dia tidak perlu repot-repot ikut menambang emas. Tapi, dia justru mendapat banyak emas dari bayaran para penambang yang membeli alat di toserbanya, makan di restorannya, dan menginap di penginapannya. Dia pergi menjauhi emas, tapi justru emas-emas itu yang datang menghampirinya.

Jenius. Itu pendapatku tentang Gober dalam cerita ini. Dia tidak latah seperti orang-orang yang heboh ikut-ikutan mencari emas. Dia justru mengambil langkah yang tidak terpikirkan orang lain. Yang membuatku kagum adalah pemikirannya yang begitu jauh ke masa depan. Dia sudah mempertimbangkan akan banyak orang yang datang untuk menambang emas sehingga dia berani memberi modal kawan-kawannya untuk membangun penginapan dan restoran. Mungkin, dalam bisnis itulah yang diperlukan. Pemikiran yang jauh dan keberanian mengambil langkah yang berbeda dari orang kebanyakan. Melawan arus. Seperti pengusaha air minum dalam kemasan misalnya. Apa sebelumnya pernah terpikir untuk mengemas air minum (air putih) dan menjualnya sementara air begitu berlimpah di dunia ini? Sebagian besar orang mungkin tidak mengira bahwa air mineral akan banyak dicari saat ini. Dan itulah hebatnya sang pelopor bisnis air minum tersebut. Dia bisa memikirkan apa yang tak terpikirkan orang lain. Mengambil tindakan yang menurut orang lain 'bodoh' meski pada akhirnya dianggap 'jenius'. Semoga aku bisa mengikuti jejak mereka.

ARTIKEL TERKAIT



24 komentar:

  1. Takjub gue baca artikel elo, Mil! Tapi sayang, gue termasuk org2 yg berduyun-duyun mencari emas itu!

    Good share! ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, aku emang menakjubkan. *eh?*

      Hapus
  2. paman Gober, paman Gober dimana emas ku, hihihi, kaya maen warcraft ini cari emas :D
    ikutan nyari gak yah ??? :P

    BalasHapus
  3. pama gober, emang wataknya gitu, masih aja tetap seperti itu ya. tapi di situlah uniknya, dia orang yang selalu mencari keuntunga dan orang yang beruntung. heheh, cerdas pada dasarnya dia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, emang selalu nyari untung dia. Ampe ponakan pun diperes.

      Hapus
  4. iya hebatnya paman gober tak perlu repot mencari emas dan emas itu datang sendiri tanpa perlu ditambang.

    salam persahabatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hu'um, orang lain capek2 nambang, dia tinggal ongkang2 kaki nunggu setoran.

      Hapus
  5. tokoh yang sering mata duitan.
    sekarang menunjukan sebuah nasehat melalui sebuah cerita yang cerdik dan patut untuk di tiru.

    membuat kita berada diposisi atas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoyoi, kali ini Gober memberi contoh baik.

      Hapus
  6. ngeri artikelnya melawan.. arus... hehehe..^__^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah, cerita tentang komik kok ngeri. itu kan cuma judul :p

      Hapus
  7. bagus banget nih sob tulisannye..

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh, ini ketikan, yah, bukan tulisan :p

      Hapus
  8. Tuh yang hebat yang bikin komiknya ndah hahahaa..

    Betul ndah, dalam berbisnis memang kita harus berbeda dengan yang lain dan harus mempunyai cirikhas sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang tuh, yang bikin komik pinter banget.

      Hapus
  9. wah hebat juga.. selain pelit dan benar benar bisnisman paman gober ini.. kreatif berpikir out of the box... karen ya.. inspiratif paman gober ini ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, kadang-kadang emang inspiratif tokoh komik satu ini. kadang-kadang doang..

      Hapus
  10. hooo jenius masyaAllah
    dia selangkah lebih maju dibanding yang hanya mikir nambang emas saja XD cool

    BalasHapus
    Balasan
    1. hu'um, bener-bener jenius. dia udah mikirin sejauh itu.

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!