Minggu, 08 Juli 2012

Memang Tidak Jodoh

Warning: Ini tulisan curhat. Yang tidak suka baca curhatan orang, silakan baca tulisan lain saja.

Siapa yang sudah pernah ditinggal nikah seseorang yang disukainya? Yang sudah pernah angkat tangan, yang belum pernah silakan angkat kaki! Hehehe... Alhamdulillaah, aku sudah pernah merasakannya. Tiga kali. Kalau saja ditinggal nikah itu seperti membeli deterjen, mungkin saat ini aku sudah mendapatkan piring, gelas, mangkok, atau payung, atau setidaknya sebuah ponsel pintar. Ngarep! Kenapa tiba-tiba bertanya tentang ‘ditinggal nikah’? Sebenarnya sudah pernah terlintas keinginan menulis tentang ini, tapi selalu kuurungkan tanpa alasan jelas. Karena beberapa hari yang lalu ada kawanku yang ditinggal nikah, aku jadi tergoda menulis tentang itu.

Kali pertama aku patah hati karena orang yang kusukai menikah (bukan denganku tentunya) adalah ketika aku sedang magang. Seseorang yang sering kuintip dari bawah pohon mangga di sore hari (ingat, dari bawah, bukan dari atas pohon mangga, aku bukan kuntilanak) ternyata menikah dengan kawanku sendiri. Bagaimana perasaanku saat itu? Tentu saja sedih. Tapi, melihat teman-teman dekatku begitu bersimpati dan berusaha menghiburku, aku jadi tak terlalu bersedih. Bahkan, aku bisa menertawakan nasibku yang ditinggal nikah. Saat itulah aku tahu betapa berartinya teman di masa sulit. Mereka yang sering kita lupakan di saat senang, datang menghibur kita di saat kita sedih.

Kali keduanya adalah tahun lalu. Aku patah hati ketika mendengar seorang kawan akan menikah padahal aku sudah lama mengharapkan dia akan melamarku. Dan aku juga sudah lumayan percaya diri (atau lebih tepatnya ge-er) dia menyukaiku. Ternyata, dia justru melamar orang lain. Sedih? Pastinya. Tapi, Alhamdulillaah, aku tidak terlalu sedih ketika datang di acara resepsi pernikahannya. Yah, sebenarnya kesedihan karena patah hati itu sudah dicicil selama setahun, jadi ketika resepsi pernikahannya, kesedihan itu sudah hampir lunas. Di masa-masa patah hati itu aku mendapat nasihat dari ibuku untuk sholat malam, sesuatu yang sudah sangaaaaat lama tidak pernah kulakukan. Betapa beruntungnya aku punya ibu yang senantiasa memberikan nasihat religius pada anaknya yang mirip preman ini. Bisa dibilang, patah hati kali itu adalah anugerah yang sangat berharga. Aku yang semula jauh dari Tuhan, jadi agak dekat dengan Tuhan. Yah, biasa, lah. Manusia lebih mudah diingatkan kepada Tuhan ketika sedang sedih dan susah, bukan? Kalau sudah susah, baru rajin ibadah. Dan saat patah hati itu, aku seperti orang yang baru terbuka matanya. Sebelumnya, yang kupikirkan hanya dia, dia, dan dia. Setelah dia menikah, aku jadi punya waktu memikirkan hal lain yang tentunya lebih berharga: keluargaku, teman-temanku, dan mimpi-mimpiku. Yap, aku jadi kembali teringat pada mimpi-mimpiku yang sempat terlupakan.

Yang ketiga? Ah, rasanya sudah tidak terlalu istimewa. Biasa saja. Sedih, sih. Tapi, tak terlalu larut dalam kesedihan. Tiga kali mengalami hal seperti itu membuatku mengerti tentang jodoh. Kalau aku menyukai seseorang tapi kemudian tidak bisa menikah dengannya, alasannya cuma satu: TIDAK BERJODOH. Di antara semua alasan yang ada, yang paling cocok memang itu. Dan entah kenapa semua kejadian itu membuatku lebih ‘pasrah’ tentang jodoh. Kalau memang takdirnya bertemu jodoh di dunia, Alhamdulillaah. Kalaupun tidak bertemu di dunia, insya Alloh bertemu di akhirat. Semua orang sudah ada jodohnya masing-masing, kok. Alloh sudah menciptakan manusia berpasang-pasangan.

Ketiga kejadian itu juga mengajarkanku untuk tidak sok tahu, salah satunya sok tahu tentang jodoh. Bisa jadi aku menganggap si A itu sosok yang ideal untuk menjadi suamiku. Tapi, Alloh lebih tahu yang terbaik untukku. Mungkin aku mengira seseorang yang kuanggap sholih, berjiwa kepemimpinan, sabar, dan sederet sifat baik lainnya adalah sosok yang ideal untukku. Tapi, bisa jadi sesungguhnya orang yang kuanggap sholih itu bukan orang yang bisa membimbingku untuk menjadi wanita sholihah, orang yang kuanggap sabar itu belum tentu bisa mendidikku menjadi orang sabar. Kadang aku merasa tahu yang terbaik untukku, tapi sesungguhnya Alloh lebih tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Mungkin aku merasa Noe Letto adalah sosok ideal untuk jadi suamiku, tapi bisa jadi Alloh menyiapkan yang lebih cerdas dan lebih merdu suaranya sebagai jodohku. Mungkin aku menganggap Noah Wyle cocok jadi suamiku, tapi mungkin Alloh menyiapkan yang lebih ganteng sebagai jodohku. Oke, dua kalimat sebelumnya itu hanya bercanda. Saat aku tidak bisa menikah dengan seseorang yang kusukai, aku harus yakin bahwa Alloh sudah menyiapkan yang lebih baik. Yang lebih baik di sini bukan berarti lebih ganteng, lebih kaya, lebih pintar, melainkan LEBIH TEPAT. Seperti gembok dan kunci. Mungkin selama ini aku tergoda pada kunci emas. Tapi, bisa jadi, kunci yang lebih tepat untuk membuka gembokku adalah kunci besi. Lalu, orang seperti apakah yang tepat untukku? Hanya Alloh yang tahu.

Lalu, kapan aku bertemu jodohku? Hehehe, itu jawaban yang sulit. Jawabannya: wallohu a’lam. Hanya Alloh yang tahu. Tapi, masanya pasti akan datang. Mungkin besok, mungkin bulan depan, mungkin tahun depan, mungkin tiga tahun lagi. Yang sabar saja. Kalau sekarang mungkin masih bisa bersabar. Kalau tiga tahun lagi, masih bisa bersabar? Entah. Yang penting berdoa agar tetap diberi kesabaran sampai saatnya tiba.

*sebuah pengingat untuk diri sendiri agar selalu percaya takdir-Nya*

ARTIKEL TERKAIT



66 komentar:

  1. Pukpuk...
    Aku sih belum pernah seneng tenan sama orang ampe patah hati...
    Kayaknya sakit banget ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga sakit-sakit amat kalo dipikir.

      Hapus
  2. ya ampun Mil.... aku udah ketik dua kali, komen panjang lebar, eh tiba-tiba hilang sendiri sebelum dienter. Pakiban nyoe? hehe.

    Aku pernah sekali mengalaminya Mil. Sedih sih. Tapi kemudian aku pikir, enak kali dia ditangisi berlarut-larut. Sementara dia enak2an enjoy dengan kekasih barunya.... Yo wes lah, cari lain aja.... yang pasti dia bukan jodohku. Doktrin itu yang aku patri dibenakku, untuk menguatkan langkah dan hatiku ke depannya.
    Aku juga percaya, bahwa jodoh itu memang Allah yang mengaturnya... Allah Maha Tahu yang terpantas untuk makhlukNya.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Sudah diatur sama Yang Di Atas.

      Hapus
  3. mungkin itu jalan yang terbaik yang diberikan Allah, akan dipertemukan pasangan yang lebih baik dan cocok

    BalasHapus
  4. blognya bagus nduk...ajarin dunk

    BalasHapus
  5. Hehe.... Milo curhat. #eaaa :DDD

    Aku gak pernah ditinggal nikah atau pun patah hati, soalnya ... soalnya ... errr, aku gak suka diem-dieman. Kalo aku suka cowok gitu, aku mending bilang. Kalo dia gak suka aku, ya sudah, selesai urusan. Tapi yang ini cuman terjadi sekali doang. Aku jarang suka sama cowok. Kalo ada cowok suka sama aku, ya aku langsung bilang: nikah yuk! Kalo gak, ya udah sonoh ke laut aja. Urusanku kan masih banyak daripada ngegalauin cintah. :DDD *kejam*

    Tapi cara kayak gitu ampuh buat bikin hari-hari lebih enteng. Ngapain juga ribet. Ya gak? Ribet urusan cinta itu harusnya entar aja kalo udah nikah. Ribet-ribet dah tuh. Tapi kan ribetnya for good. Biar hidup lebih baik. Bukan biar galau hilang....

    Jadi, jangan ngegalau lagi yak! Kalo suka sama aku bilang aja. *dilempar tronton*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komen yang nggak sesuai harapan. Padahal saya pengen didoain dapet jodoh yang lebih ganteng dari Noah Wyle, lebih pinter dan suaranya lebih merdu dari Noe.

      Saya pernah hampir ngajak seseorang nikah. Tapi, dianya nggak mau sama anak STIS je. Ckckck!

      Hapus
    2. It's his lost!

      Wis, Milooo.... Tak do'ain dapet yang lebih kharismatik dari Noe aja yak. Noe itu kharismatik lho. Ganteng sih kagak. :DDD Trus sama yang suaranya lebih merdu dari KD. *plak*

      Tapi tetep kudu pilih-pilih ya. Pengalaman liat temen nikah ngeliat CV akademik calonnya oke doang. Pas udah jadi, baru ketauan deh kalo sifatnya kayak Homer Simpson. T_______T

      Hapus
    3. Kan saya mintanya lebih ganteng dari Noah Wyle, bukan lebih ganteng dari Noe. Si Noe itu cuman ganteng di pidioklip album Don't Make Me Sad doang :D
      Kalo suaranya lebih merdu dari KD, awewe dong? Pan saya nyarinya lekong!

      Hapus
    4. Kok bisa sih itu muncul ID blogger? Aku gak punya aku blogspot.... *puyeng ndiri*

      Hapus
    5. Itu kayaknya kalo punya ID gmail otomatis punya ID blogger. Lagi login gmail, ya, pas komen?

      Hapus
  6. kalau memang sudah kebelet nikah, yah coba pakai biro jodoh

    #ditimpukin Milla --'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rio lagi ngejek apa curhat? Bukannya Rio yang udah kebelet? :p

      Hapus
  7. pengalamannya hebat banget 3 kali di tinggal calon suami... tapi boleh tanya tidak kira kira pernah pacaran tidak dengan ke tiga orang itu... atau jangan jangan cuma suka doang.. hehehehehe:) peace....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weh, ni anak pasti bacanya skip skip. Lha, wong saya nggak bilang ditinggal calon suami, kok. Cuma ditinggal nikah sama orang yang disukai. Emang nggak pacaran sama ketiganya.

      Hapus
  8. yang suka diintipin dari pohon mangga siapa milo? aku penasaran *komen gak nyambung juga ya?* aku juga pernah patah hati, tapi bukan karena ditinggalkan *masih gak nyambung juga ya?*, Semoga segera dipertemukan jodohnya ya Milo, waktu aku pengen nikah, aku bilang sama Allah, "Ya Alloh aku pengen nikah bulan ini", meski gak tahu sama siapa dan belum ketemu jodohnya, waktu itu sambil banyak2 sedekah, entah karena memang sudah waktunya atau gimana, tapi saya percaya sedekah saya sampai, dan saya menikah sesuai dengan yang diharapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, rahasia, dong, yang diintipin dari bawah pohon mangga :p

      Yah, insya Alloh jodohku datang pada waktu yang tepat, tapi nggak tahu tepatnya kapan.

      Hapus
  9. Yang pasti, aku belum pernah di tinggal nikah hehe :D

    BalasHapus
  10. Mungkin ini kali yah yang bakal kuraain waktu dia nikah nanti... Jujur aku lagi suka sama cewek teman gerejaku (ceritanya pernah kupost) namun aku belum pernah bilang langsung.... Mungkin aku harus siap deh kayak mbak kalau misalnya dia nikah sama orang lain. Mungkin bukan jodoh.. :')

    Makasih renungan sorenya... ^^

    BalasHapus
  11. Jodoh itu bukan di tangan Tuhan, Mbak. Jodoh itu di tangan kita, namun Tuhan yang menentukan. (apa bedanya? saya juga ngga ngerti apa yang saya omongin >,<)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga nggak ngerti kamu komen apaan :D

      Hapus
  12. beruntungnya saya.. karena sampai sekarang saya baru punya satu cinta.. :D

    BalasHapus
  13. berarti memang belum jodoh mbak..
    tak doain cepet ketemu jodohnya mbak mil, kalo udah putus asa searching di google aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang ngko tak goleti nang Google, Bing, pokoke kabeh search engine :D

      Hapus
  14. Saya udah ditinggal 3x nikah sama cewe yang deket dengan saya, 2 diantaranya saya datang bersalaman dengan suami nya, meminta tolong dijaga. Sementara mantan2 nya yang laen ga ada yang datang XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi, mantanmu punya banyak mantan? Ckckck!

      Hapus
  15. we're praying, we're trying. Tuhan yangkerjakan sisanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Let's God do the rest :) *ini malah nerjemahin*

      Hapus
  16. sabar adalah hal terbaik ketika yang seperti ini teralami. Sakit pasti, tapi kita akan tahu kelak bahwa akan ada episode terbaik dari hanya sekedar kata sakit. Karena saya juga pernah yang seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, kejadian seperti ini bisa jadi momen untuk belajar sabar. Tapi, saya nggak yakin selama ini saya sabar.

      Hapus
  17. Curhatnya dalem banget, tapi aku percaya kalau sabar dan terus berusaha serta tak lupa berdo'a, Alloh akan mewujudkan segala keinginan kita cepat atau lambat, yang pentingkan tercapai/selamat sampai tujuan.

    Tetep semangat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, nggak dalem-dalem amat, kok :p

      Hapus
  18. 3 kali sudah lebih dari cukup

    saya senang bacanya walau pun berita duka tapi cara pengemasannya yang lucu membuat saya senyam-senyum bacanya

    hehe....

    salam persahabtan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnyaaaaaaaaaa... Ada yang bilang tulisan ini lucu. *terharu*

      Hapus
  19. hidup memang tak seindah sinetron picisan, tapi tak seburuk novel picisan

    BalasHapus
  20. BErat rasanya diperlakukan demikian dari orang yang kita harapkan menjadi milik kita kelak. Namun demikian ini sudah menjadi ketentuan ALLAH SWT. Jodoh, adalah wilayah progratifNYA. Kita hanya bisa berusaha saja. Salam dari Pontianak

    BalasHapus
  21. Ingatlah wahai teman, Pasanganmu akan berasal dari
    tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat
    dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua
    akan menjadi satu bagian.
    Ikhlaskanlah hati mu jikalau memang yang kau
    damba telah bersama seseorang yang sudah menjadi
    jodohnya, dan tak perlu kau simpan sebuah dendam
    ataupun kebencian yang hanya akan menghancurkan
    diri mu sendiri.

    BalasHapus
  22. wah, aku suka gayamu mbak. Sumpah. Cerita yg kalo dilihat dari sisi yg ditinggalkan, pasti sangat pilu banget. Apalagi kalo kita udah yakin bgt kalo si dia bakal jd pendamping kita seumur hidup.

    Tapi, mbak Milo menceritakan kisah ini dengan ceria. ada lucunya, macam komedi satir. And I love it. Good luck buat mbak Milo, semoga segera dipertemukan dg orang yg lebih cerdas dari Noe Latto, dan lebih ganteng dari Noah, yang akhlaknya juga bagus, mirip Aa Gym. Yang melihat mbak dari jauh, dan meski lewat sekelebatan mata saja, trus tiba-tiba datang ke mbak Milo dg bilang: "Will you marry me?"

    Aamiin deh. Aamiin, aamiin, aamiin ya Robbal alamin.
    #minta doanya biar aku cepet lulus donk#eh. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Letto, enha, bukan Latto!!! *protes*

      Semoga cepet lulus, yaaa!

      Hapus
  23. Berdasarkan pengalaman pribadi sih (ehm, batuk dulu sebentar), jodoh memang sudah ada yang mengatur. Mau dikejar2x seperti apapun kalau nggak jodoh ya nggak akan ketemu. Sementara yang kita nggak duga2x atau ngak dikira2x sebagai pasangan tahu2x malah jodoh. Aneh memang. He is somewhere, out there... waiting until your paths crossing each other. Intinya sabar aja, be happy and enjoy every moment :)

    BalasHapus
  24. sakit banget rasanya ditinggal nikah itu
    kini aku ngerasainnya sediri

    BalasHapus
  25. Semoga bisa menikah dlm waktu dekat ya mba miiilooo *sambil berdoa untuk diri sendiri -nisa-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nis, ini posting udah so last century, masih dikomen juga :D :D :D

      Kuaminin aja deh doanya :)

      Hapus
  26. Semoga kisah ditinggal pergi sama calon suami tidak terjadi juga sama yang lain, ssaaaakiiit rasanya seperti yang sedang saya alami sekarang tiba-tiba ditinggal pergi tanpa alasan yang jelas padahal sudah menjalin hubungan sudah lama, tanggal pernikahan sudah ditentukan, Ya alloh sakiiiiiiiiit hati ini,

    saya doakan semoga mba mill cepat dapat jodoh ya, yang lebih segala-galanya dengan yang sebelumnya.

    Doain saya juga ya.. semoga saya diberikan kekuatan, ketabahan, Amin YRA.

    BalasHapus
  27. Mil, aku jadi pengen bikin tulisan kayak giniiii, aku jg udah 2X ditinggal nikah... huhu.. tp yg sekalinya ternyata cuma isu he2

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku malah agak nyesel nulis ini. udah nulis lucu2, tetep ajaaa kesannya pathetic gegara ceritanya ditinggal nikah -_-

      Hapus
  28. Kalau cerita ngenes dikemas lucu itu jadi tambah menyedihkan, Mil.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ogitu? kesannya jadi tambah ngenes gitu? yaaah...

      Hapus
  29. jodoh tak akan kmn. (jargon lama tapi tetap populer hingga saat ini)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh masih ada lagi yang komen posting jadul ini -_-

      Hapus
  30. Hehehehehe..legaaaaaa bener, ada yg punya kasus sama..ane ditinggal nikah..sebenarnya dari dulu udah tahu gak cocok, dipaksa-paksain gimana pun, aku gak akan pernah bisa menggapainya, dan dia gak akan pernah bisa menggapaiku, karena beda karakter dan latar belakang kehidupan, tapi sebenarnya rasa suka itu ada, dan aku berharap dia berubah seiring waktu, nyatanya bukannya berubah, dia malah nikah ma orang lain, sakit bener memang, butuh waktu lama tuk sembuh..ane gak bisa datang di resepsinya, gak sanggup ane..tapi ya itu tadi, mbak bener..MEMANG GAK JODOH. Dan ane gak buru2 nyari pengganti, ane percaya Tuhan akan nyediain JODOH YANG TEPAT untuk kita, yang kita bisa cocok, serasi, sehati, sepikiran, bisa mengarungi indah, pahitnya kehidupan bersama.

    BalasHapus
  31. Haha aku telat min..
    Pdhal ni postingan thun 2012 tp bru ku bca karna baru kejadian..
    Mantan gue yg gue amat sangat cintai mau mnikah... Udah hmpir 5 thun putus nymbung dan endingnya kita gk jodoh..
    Sakit pasti apalagi kecewa...
    Tpi gue mulai akan merelakanya. :'(

    BalasHapus
  32. Semoga segera didekatkan dengan jodohnya ya, mba Milla.

    BalasHapus
  33. Ak juga ditinggal nikah sama pacar pertamaku hahaa dan itu rasanyaaaaaaaaa 'biasa aja'. *biasa aja untuk saat ini karena udah bberjuang setengah hidup buat menerima keadaan ini... pengen nulis curhat kaya gini juga, tapi belum ada keberanian hehee

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!