Rabu, 04 Juli 2012

Itu Bukan Cinta, Nduk

Nduk... Kau tahu cinta itu apa? Cinta itu sulit untuk dijelaskan. Tapi, kita bisa membedakan mana yang benar-benar cinta mana yang hanya 'cinta' semu. Kalau kau mengaku mencintai seseorang, lalu semakin hari cintamu padanya semakin bertambah tanpa diiringi bertambahnya cintamu pada-Nya, itu bukan cinta.

Ketika kau merasa kau mencintainya, dan kau mencintai segala kelebihan dan kekurangannya, itu bukan cinta, Nduk. Ketika kau merasa biasa saja dengan kekurangannya tanpa membantunya dan memberinya semangat untuk menjadi lebih baik, itu bukan cinta, Nduk. Ketika kau melihatnya berbuat kesalahan tapi kau justru membiarkannya, itu bukan cinta, Nduk...

Nduk, apa yang kaulakukan ketika kau merasa jatuh cinta? Mendengarkan lagu cinta? Kalau perasaanmu padanya hanya membuatmu 'rajin' mendengarkan dan mendendangkan lagu cinta tapi membuatmu makin jarang membaca 'ayat cinta'-Nya, itu bukan cinta, Nduk...

Nduk, ketika rasa itu membuat dadamu sesak, hatimu galau, pikiranmu kacau, tingkahmu buruk, itu bukan cinta. Karena semestinya cinta itu membuat dadamu lapang, hatimu tenang, pikiranmu terang, dan perilakumu semakin baik.

Kau harus tahu, Nduk. Cinta yang benar adalah cinta yang ketika kau melihat seseorang, dia akan selalu mengingatkanmu pada Tuhanmu.

Nanti, suatu hari nanti. Ketika hatimu sudah tak lagi gelap, ketika pikiranmu sudah semakin dewasa, kau akan tahu cinta yang sebenarnya, dan kau akan menemukannya.

*nasihat untuk diri sendiri dan anakku kelak*

ARTIKEL TERKAIT



29 komentar:

  1. cinta yang mengingatkan pada Tuhan... itu yang benar.. setuju banget tuh.... membuat kita semakin baik dan baik...

    BalasHapus
  2. dan cinta yang ketika aku melihatnya membuatku juga mengingat-Nya itu sedang menghitung hari untuk menikah :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nek kasusku malh wonge wis rabi ik *ngenes*

      Hapus
    2. udah baca blogku yang ini belum? http://justayum.multiply.com/journal/item/118/118.... sederhana tapi nusuk banget... dan 2 hari lagi dia ijab :'(

      Hapus
    3. Udah, Mbak. Selow... Ntar juga insya Alloh nemu yang lebih 'mengingatkan' kita pada-Nya.

      Hapus
  3. cinta yg tdk menjauhkan kita kpd Tuhan. itu baru dinamakan cinta ya :)

    BalasHapus
  4. cinta yang benar-benar cinta dapat dikenali setelah menikah, kalau sebelum menikah katanya bukan Love tapi Lust :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo cinta dengan lawan jenis ya seperti itulah kira-kira :)

      Hapus
  5. nduk..?

    saya kembali teringat ketika alhamrhum calon bapak mertua memanggil calon bini saya dengan kata itu..

    BalasHapus
  6. cinta kepada-Nya itulah sebaik-baiknya Cinta

    BalasHapus
  7. cinta membuat happy dan tidak lupa diri

    BalasHapus
  8. lop yu coz ALLAH sista.. :)

    afwan kalo ada salah ucap dan candaan ye..

    BalasHapus
  9. mbak sudah punya anak apa ini kata2 untuk konsep yang akan disampaikan di masa depan mbak? :D
    Kayanya saya baru prtama kali nih mngunjungi blog ini.. salam kenal mbak. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini posting-an nasihat untuk diri saya sendiri dan anak saya di masa depan. Dan anak saya belum lahir, karena saya belum nikah :p

      Hapus
  10. Ada unsur care dan share dalam cinta.
    Benar, kita harus mampu membimbing pasangan kita agar selalu ingat akan Tuhan.
    Artikel yang sangat bermanfaat.

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  11. Dulu, pas saiah belonan tau bahasa Jawa, saya kira "nduk" dan "ndok" itu sama aja. Mangkanya saiah kaget pas ada temen saiah yang dipanggil "ndok" sama ibunya. Kok tega gitu manggil anak sendiri "telor". *curcol*

    Jadi, Nduk. Jangan galau. Seperti kata saiah di blog Jeung Nurin barusan (ada apa sih di mana-mana pada ngegalau akhir-akhir ini?): rumput tetangga emang lebih hijau, tapi bukan berarti bebas poop ayam. :DDD

    Pengalam pribadi saiah: cinta emang bikin galau. Belum ketemu cinta, galau. Udah ketemu cinta, galau. Kehilangan cinta, galau. Jadi, daripada galau terus, mending kita hepi-hepi-bebi aja dah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak, Mbak, Mbak... Kita ini lagi ngomongin cinta, bukan rumput apalagi poop ayam :D

      Emang begitulah. Yang selama ini saya anggap 'cinta' emang bikin galau. Belum jatuh cinta, galau. Udah jatuh cinta, galau lagi. Cintanya pergi, galau lagi. *iya, ini curcol*

      Hapus
  12. Seneng setelah sekian lama bisa maenan bloger dan bisa mampir lagi kesini. daaan. wow. tulisan pertama setelah sekian lama ini dalem banget. 4 jempol deh kali ini :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Zaldyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy! Lama banget hiatusnya.

      Hapus
  13. Sebuah renungan. di mendungnya pagi. Mengingatkan kita tentang makna cinta yang hakiki... :)makasih mbak

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!