Sabtu, 22 Oktober 2011

Gara-Gara Aksara Legena

Malam itu aku sedang menelepon ibuku. Seperti biasa, adikku yang terlebih dahulu menerima teleponku. Maklum, ibuku lumayan kurang akrab dengan yang namanya ponsel. Pernah suatu ketika, eh beberapa ketika malah, aku menelepon dan yang dipencet oleh ibuku adalah simbol telepon berwarna merah. Maksud hati menerima telepon, tapi yang dilakukan justru me-reject. Hadeuh..

Nah, adikku pun bercerita mengenai tes semesternya, salah satunya tes mata pelajaran Bahasa Jawa. Dia pun menanyakan tentang Aksara Legena. Dia ingin memastikan apakah jawabannya benar atau tidak. Menurut tebakannya dan ingatannya, Aksara Legena adalah aksara jawa yang belum mendapat sandhangan--kalau dalam aksara arab mirip dengan harokat. Aku pun mencoba mengingat-ingat. Hasilnya, nihil. Seingatku aku tak pernah diajari Aksara Legena. Yang kutahu paling cuma Aksara Murdha, itu pun tak hafal. Aku cuma hafal aksara jawa biasa. Akhirnya sembari menelepon, aku pun googling lalu menemukan artikel ini. Dan hasilnya ternyataaaaa... Dugaan adikku benar. Aksara Legena merupakan aksara jawa yang masih belum mendapat sandhangan. Jadi, yang kupelajari selama SD dan SMP, ya, Aksara Legena itu. Ow, ow, ow... Ternyata aksara yang berjumlah dua puluh huruf itu disebut Aksara Legena. Baru tahu saya... Bagus, lah. Jadi, kelak kalau anakku bertanya, aku bisa menjawab dengan benar, hehehe.

Oh, ya, tadi aku mencari di WIkipedia dengan keyword 'aksara legena' dan tak memberikan hasil. Tapi, setelah aku mencari di Google dengan keyword 'ha na ca ra ka', ada satu hasil pencarian yang merujuk ke Wikipedia. Ternyata, di Wikipedia yang ada aksara nglegena, bukan legena. Ini dia link-nya. Owalah... Pelafalannya pun sangat njawani, sampai-sampai legena pun dibilang nglegena. Mana yang benar, legena atau nglegena? Entah. Anggap saja keduanya sama, hehehe...

Hmm, jadi kangen menulis dengan Aksara Jawa. Yah, sebagai obat rindu, kupajang saja gambar aksaranya di sini.

 Nah, di bawah ini adalah namaku dalam Aksara Jawa. Agak kurang rapi, sih... Maklum, pake Paint doang, hehehe...


ARTIKEL TERKAIT



2 komentar:

  1. dulu aku lancar banget nulis pake hanacaraka
    khusus buat kirim kiriman surat cinta
    ben temen temen yang suka nyensor surat orang kelabakan...

    BalasHapus
  2. @Rawins:
    Kalo saya sih hafal karena sering dipake buat nulis curhat :D

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!