Kamis, 14 Maret 2013

Papap, I Love You

Semua orang pasti ingin rumah tangganya berjalan dengan lancar. Begitu juga dengan Bima. Sayangnya rumah tangganya dengan Rayna tidak berjalan mulus. Bima merasa Rayna terlalu mengejar kesempurnaan. Dalam kariernya, Rayna terus mengejar posisi yang lebih tinggi. Seakan tidak pernah merasa puas. Dan kadang, dia lebih mengutamakan pekerjaan daripada Kaka, putranya. Sampai-sampai Kaka jauh lebih dekat dengan Papapnya – Bima – dibandingkan Mamanya. Selain mengejar kesempurnaan untuk dirinya, Rayna juga kerap menuntut kesempurnaan dari Bima, bahkan Kaka. Dia menuntut Bima untuk berusaha meningkatkan kariernya. Dia menuntut Kaka untuk mendapatkan nilai yang tinggi di sekolah – tentunya tinggi dalam standarnya. Kalau Bima menganggap Rayna terlalu mengejar kesempurnaan, Rayna menganggap Bima sebaliknya. Di mata Rayna, Bima adalah sosok yang terlalu mudah puas. Bima tidak memiliki cukup ambisi untuk meningkatkan kariernya. Bima juga kurang inisiatif dalam rumah tangga mereka.

Dan sesuatu yang lebih menyakitkan pun terjadi. Rayna mengaku bahwa ia berselingkuh dengan Denny, sahabat Bima. Pernikahan mereka yang sudah berjalan enam tahun pun berakhir dengan perceraian. Rayna menikah lagi – dengan Denny. Kaka tinggal bersama Rayna dan bila akhir pekan dia menginap di rumah Bima – tepatnya rumah ibu Bima. Selesaikah masalahnya? Tidak. Justru itu adalah awal dari masalah-masalah yang lain, mulai dari kecemburuan Bima ketika Kaka akrab dengan Denny, Kaka yang sulit sekali diatur oleh Rayna – tapi sebaliknya justru sangat patuh pada Bima, pertengkaran Bima dan Rayna tentang cara mendidik Kaka, sampai masalah ketika Kaka kabur dari rumah karena dimarahi Rayna.

Itu adalah sekilas cerita dalam novel Papap, i love you (di sampulnya memang tulisannya 'i love you', menggunakan huruf kecil semua). Aku sangat penasaran dengan novel ini karena banyak yang meresensi dan memberikan penilaian baik terhadap novel karya Sundari Mardjuki ini. Saat melihat label Metropop di novel ini aku agak kaget. Dari resensi-resensi yang kubaca, aku merasa cerita dalam novel ini tidak terlalu ngepop. Tapi, setelah membaca novel ini, aku lumayan setuju. Cerita dan bahasa ini lumayan ngepop. Selain itu, sebelum membaca novel ini aku mengira penulisnya akan lebih banyak membahas hubungan Bima dan Kaka. Tapi, ternyata porsinya tak sebanyak yang kubayangkan.

Kesanku setelah membaca novel setebal 424 halaman terbitan Gramedia Pustaka Utama ini adalah novel ini menarik. Tema cerita tentang hubungan ayah dan anak mungkin sudah biasa. Tapi, bila sang ayah dan sang ibu sudah bercerai, cerita ini jadi menarik. Gaya penceritaannya pun menarik, dari sudut pandang beberapa tokoh meskipun tetap menggunakan gaya bercerita orang ketiga (diaan serba tahu).

Satu yang kurang kusukai dari cerita di novel ini adalah bagian ketika Bima jatuh cinta pada Ammara. Meskipun dalam cerita ini Ammara memiliki peran penting dalam menyelesaikan ‘konflik’ cerita, tetap saja aku merasa keberadaan Ammara tidak perlu dan bisa digantikan tokoh lain yang dari awal sudah muncul dalam cerita. Atau jangan-jangan itu hanya perasaanku saja karena aku sentimen terhadap cerita cinta-cintaan? Mungkin.

Oh, ya, ada satu kejanggalan dalam cerita ini. Dalam cerita disebutkan office boy bernama Putroe dan disingkat Troe. Si Putroe ini diceritakan sebagai orang Aceh. Yang janggal menurutku adalah namanya. Setahuku dalam Bahasa Aceh putroe itu artinya putri, misalnya Putroe Phang artinya Putri Pahang. Nah, si office boy ini, kan, laki-laki, masa namanya putri?

The last but not least, aku suka desain sampulnyaaaaaa! Seorang ayah sedang memanggul anaknya di taman di lereng gunung. Sederhana tapi manis. Perpaduan warnanya juga oke.

ARTIKEL TERKAIT



50 komentar:

  1. aku sempat lihat novel ini nih tapi cuma aku foto aja trus kirim ke temen hehehe karena dia dan anak-anaknya manggil papap. ternyata isi ceritanya seperti ini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, ternyata ada juga orang yang beneran manggil Papap.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Itu udah dipasang gambarnya.
      Tadi malam mau edit fotonya males. Jadi baru tadi pagi diedit.

      Hapus
  3. oh gitu? Aku baru tau putroe artinya putri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, setahu saya putroe itu artinya putri.

      Hapus
  4. Miloooooooooooo......... akhirnya kembali lagi nulis2 review2an, aku sudah menanti,,, :)

    ohya, ada kejanggalan saat membaca artikel ini, coba ditengok di paragfrap2 awal...

    BalasHapus
  5. Kalo novel nya tentang kehidupan keluarga pasti menarik untuk dibaca. Apalagi ada cerita perselingkuhan, perceraian, dan dampak yang terjadi pada anak akibat perceraian itu.

    BalasHapus
  6. lama nih ga baca2 novel, besok nyoba nyari ah buku ini.... ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. enaknya yang bisa langsung ke toko buku..

      Hapus
  7. aku cari pinjeman ah hihihiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. untung nggak bilang nyari bajakan :p

      Hapus
  8. hmmm ada lho beberapa orang yang tetap menyebut office boy walaupun yang menduduki jabatan itu wanita hihi kali aja penulis novel ini salah satunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. di cerita itu memang laki-laki si putroe itu.

      Hapus
    2. Masuk akal juga nih komentar @ieniwiw. Biarpun laki laki tetap aja disebut Office Boy. Bukannya Office Lady atau Office Girl. HIheihiehieee. Ini istilah kadang membingungkan saya juga. KTP misalnya Kartu Tanda Penduduk memang bentuknya seperti card (kartu). Tapi Mengapa SIM (Surat Izin Mengemudi) bentuknya juga masih menyerupai Card (Kartu). Bukannay KIM atau Kartu Izin Mengemudi?

      Hapus
    3. Yang jelas di cerita ini Putroe itu laki-laki.

      Hapus
  9. jadi papap itu sebutan anak kepada papanya to Mbak?
    saya sebel begitu ada selingkuhnya si wanita.
    kalo sebutan di aceh yang janggal sih bisa diabaikan, tapi soal perselingkuhan, apalagi wanita pelakunya, bikin saya pengin memainkan peluru timah panas saja rasanya. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelnya cuma kalo yang selingkuh cewek? Kalo yang selingkuh cowok ga sebel? Curang itu mah.

      Hapus
    2. kalo yang selingkuh cowoq, agak menarik ceritanya.
      hehehe..
      ini hanya soal perwatakan di cerita lho Mbak, lain tidak, hehe

      Hapus
  10. long time to dolan rene, mil! pa kabar kamu disana??

    BalasHapus
  11. Aku sekarang kurang suka baca novel. Kalo lagi pengen baca novel, temanya gak jauh2 dari misteri, detektif, thriller, and kroni2nya. Wkwkwk.

    Btw paragraf awal masih ada yg janggal kk: "Sampai-sampai, Kaka jauh lebih dengan Papapnya."
    #maksudnya? lebih dekat, lebih sayang, lebih nakal, lebih apa apa apanya donk dank dink donk...?

    Eia, k Milo sekarang masih di Aceh kan? Udah pernah nyobain pecel ganja? Katanya di sana ganja dibuat pecel ea?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ralatnya. Kemarin temenku juga bilang ada yang janggal. Aku cari-cari tapi nemunya kesalahan di kalimat lain. Untung kamu ngasi tau.

      Aku berkali-kali makan pecel di sini tapi kayaknya belum pernah ada yang pake ganja deh..

      Hapus
  12. jadi penasaran pengen baca.
    boleh pinjem bukunya mbak ? hehe.
    btw, kisah romantika cinta selalu menarik ya utk diangkat ke novel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo mau pinjem, ke sini aja :p

      Saya malah gak suka cerita romantis. Saya tertarik sama buku ini karna penasaran sama kisah Kaka sama Papapnya.

      Hapus
  13. novelnya boleh nih utk bacaan :)

    BalasHapus
  14. Judulnya keren ya :)

    kalau pengen baca tentu aku nunggu sampai liburan lagi ke kampungku sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapa dulu yang bikiin

      Hapus
    2. Wah, lama kalo nunggu pulang kampung mah :p

      Hapus
  15. aku jg jadi penasaran nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan cari di perpus kalo penasaran :p

      Hapus
  16. kalau aku, malah suka bingung, kalau baca sesuatu diluar genre yang kita suka, maklum biasa buku jadul, hehehe
    tp ntar coba deh dilihat2 kalau main ke GM :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak bosen? Sekali-kali perlu lah baca-baca yang gak sesuai selera :D

      Hapus
  17. Novel sampe halamannya diatas 400 an acungan jempol buat penulis dan pembacanya.
    Keren pasti mbak kalo terbitan gramedia pustaka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mmm, nggak tergantung penerbit juga, sih. Namanya selera, lebih tergantung penulis daripada penerbit :p

      Hapus
  18. berarti gausah bacadah wareg dong liat sampulnya, yu..
    haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weruh sampule malah dadi kencot kang :p

      Hapus
  19. hoho papap i love you jadi pengen baca :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, mentang2 samaan namanya :p

      Hapus
  20. ini blog favorit sy kak kalau mau baca novel menarik

    BalasHapus
  21. Semua orang punya kisah menarik dengan orangtuanya. Susah ya kalau mau deskripsikan tentang orangtua kita. Jutaan kata ngga bakal cukup mewakili mereka.

    BalasHapus
  22. wah kemarin pas ke toko buku saya ada liat sih, cuma liat covernya sepertinya tidak menarik, tapi pas baca review nya malah penasaran pingin beli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, padahal saya suka sama covernya.

      Hapus
  23. novelnya sngt mengesankan

    harga bukunya berapa ya sis?
    dan dari ane baca diatas, artikelnya lebih ke curahan hati hehhee

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!