Jumat, 11 Januari 2013

Perubahan itu Selalu Terjadi


“Kamu nggak berubah dari dulu. Kaya gitu terus.”
“Kamu nggak berubah. Masih aja ngaco.”

Benarkah ada orang yang SAMA SEKALI tidak berubah seiring berjalannya waktu? Mustahil. Dari segi fisik, tentu saja setiap orang mengalami perubahan. Dari bayi merah tumbuh menjadi anak-anak, lalu menjadi remaja, beranjak dewasa, kemudian menua. Perubahan fisik pada seseorang terjadi terus-menerus – kecuali pada penghuni Neverland seperti Peterpan yang tidak tumbuh menjadi dewasa.

Apakah yang berubah hanya fisik? Tentu saja tidak. Sifat, pola pikir, sudut pandang terhadap suatu masalah, cara menghadapi masalah, seiring berjalannya waktu semua itu mengalami perubahan. Bahkan, seseorang yang cenderung membenci perubahan pun tetap mengalami perubahan dalam dirinya, baik disadarinya ataupun tidak. Dalam hidupnya, setiap orang menghadapi berbagai masalah, mengalami berbagai peristiwa, memikirkan berbagai hal. Semua itulah yang mempengaruhi pemikiran seseorang. Tentu saja pengaruhnya tidak sama antara satu orang dengan yang lainnya. Ada satu orang yang tadinya lemah dan pengecut tapi setelah mengalami beberapa masalah yang berat dia justru menjadi kuat. Dia berpikir, “Aku sudah mengalami banyak masalah. Kalaupun aku harus menghadapi satu masalah lain lagi, itu tak jadi soal. Aku sudah biasa.” Ada yang sebaliknya, awalnya pemberani tapi setelah menghadapi banyak masalah dia berubah jadi penakut. Dia berpikir, “Aku tak menduga akan menghadapi masalah sebanyak ini. Masalah apa lagi yang akan datang? Aku sungguh takut.” Perubahan bisa terjadi ke arah positif, bisa juga ke arah negatif seperti contoh tadi. Yang jelas, perubahan itu selalu terjadi.

Namun, perubahan seperti itu kadang tidak disadari, bahkan oleh yang mengalami perubahan itu sendiri. Misalnya seseorang yang tadinya begitu mengagung-agungkan kebebasan berpendapat. Setelah dia melihat begitu banyaknya orang yang menyalahgunakan ‘kebebasan’ tersebut untuk ‘menyerang’ orang yang berbeda pendapat dengannya secara membabi buta, dia mulai menganggap bahwa kebebasan berpendapat justru harus dibatasi. Apakah orang lain akan mengetahui perubahan pemikiran yang terjadi di kepalanya? Tentu tidak, apalagi bila dia termasuk orang yang introvert dan jarang menyampaikan apa yang dia pikirkan. Mungkin hanya orang-orang yang dekat dan sering bertukar pikiran dengannya yang mengetahui perubahan pemikirannya terhadap kebebasan berpendapat tadi.

Selain karena terjadinya di ‘dalam’, yang membuat perubahan seseorang tidak disadari adalah proses yang lama. Perubahan sifat dan pikiran seseorang kadang tidak terjadi secara drastis. Kadang terjadi sedikit demi sedikit dan dalam rentang waktu yang cukup lama. Seperti anak bayi. Tetangga yang tinggal di samping rumah orang tua bayi tersebut tentu hampir setiap hari melihatnya. Jadi, dia tidak terlalu menyadari bahwa bayi tersebut sedikit demi sedikit semakin gemuk. Sedangkan tetangga yang hanya melihat bayi tersebut berumur seminggu dan baru bertemu kembali setelah si bayi berumur tiga bulan, tentu dia akan berkata, “Wah, udah gede sekarang.”

Jadi, jangan menganggap seseorang tidak berubah. Mungkin sikapnya tidak berubah. Tapi, di dalam hatinya, di dalam pikirannya, ada bagian yang berubah. Mungkin hanya berubah sedikit, mungkin juga perubahannya sudah drastis. Kita saja yang tidak tahu kalau dia berubah. Dan mungkin kita sendiri juga tidak menyadari bahwa ada yang berubah dalam diri kita.

Time flies, seasons change, people also change

ARTIKEL TERKAIT



20 komentar:

  1. manusia selalu berubah
    cuma kadang ada yang malu untuk memperlihatkan perubahan itu
    atau bisa juga karena yang ngeliat lagi katarak
    haha pisss

    BalasHapus
  2. paling ngga usianya udah berubah eh bertambah hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya, umurnya udah pasti berubah :p

      Hapus
  3. mungkin yg dimaksud adalah sikapnya kali, jujur aku jg merasakan sendiri, utk berubah sikap itu gak gampang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Myabe it takes time. Perubahan sikap ada yang bisa cepat, ada pula yang perlu waktu bertahun-tahun.

      Hapus
  4. Waah ada juga orang yang gak berubah, karena gak mau belajar. Gak sadar kalo sikapnya kekanakan terus ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin kita aja yang nggak lihat perubahan dia, atau perubahan dia masih kecil, belum drastis.

      Hapus
  5. Wah, suka dengan background barunya. So fresh!!, itu gambar ditambahi kupu-kupu ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, ternyata ada yang suka background barunya.

      Iya, di artikel ini ditambahin kupu2 :D

      Hapus
  6. cara pandang setiap orang emang berbeda-beda sob, hasilnya juga berbeda-beda . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi, cara pandang memang beda-beda, dan bisa berubah juga siiih...

      Hapus
  7. Kalau tetap/konsisten saya tidak percaya. Kalau tidak tambah buruh ya tambah baik :D, salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, iya sih. Nggak mungkin kalau tetap sama.

      Hapus
  8. perubahan terjadi karena faktor dalam diri sendiri dan atau juga pengaruh keluarga/teman, dan lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, ada banyak faktor internal dan ekternal yang menyebabkan perubahan.

      Hapus
  9. aku nggak pernah menganggap kamu gak berubah lho mil hehehe yang pasti milo makin cihuy kalo bikin postingan bikin ngiri aja :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukannya dari dulu udah cihuy? *narsis*

      Hapus
  10. Mungkin kita mengenalnya dengan nama hijrah, setiap detik sampai hitungan tahun jiwa dan raga orang akan selalu berubah, ke jalan baik atau sebaliknya. Semoga saja kita bisa terus berubah dalam melakukan perbaikan untuk menjadi diri yang baik. :)

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!