Rabu, 28 Maret 2012

Apa Salahnya Anak Perempuan?

X = Istri Pak M udah melahirkan lagi.
Y = Anaknya apa?
X = Laki-laki.
Y = Senang kali, lah, Pak M. Kalau anaknya perempuan lagi, termenung-menung nanti Pak M.

Pak M memang sudah punya dua anak perempuan. Dan aku jadi memikirkan perkataan Bu Y tadi. Dari kalimatnya, Bu Y menganggap Pak M mungkin tidak akan terlalu bahagia bila anaknya perempuan lagi. Sebegitu pentingkah anak laki-laki? Sebegitu sedihkah bila memiliki anak yang semuanya perempuan? Sebegitu sedihkah tidak memiliki anak laki-laki?

Aku anak ketiga. Kedua kakakku perempuan. Aku pun perempuan. Apakah waktu aku baru lahir, Abahku kecewa karena aku tidak terlahir sebagai laki-laki? Apa Abahku kecewa karena ketiga anaknya perempuan? Apakah ketika adikku (yang juga perempuan) lahir, Abahku juga kecewa? Aku tidak tahu karena aku tidak pernah memikirkannya. Aku baru memikirkannya ketika mendengar kalimat Bu Y tadi. Semoga saja tidak. Semoga saja Abahku tetap bahagia meskipun keempat anaknya perempuan. Semoga saja Abahku tidak kecewa meskipun dari keempat anaknya tidak ada satupun yang bisa diajak menonton bola atau main catur.
Sebagai perempuan, aku merasa sedih. Serasa anak perempuan tidak terlalu diharapkan. Padahal ada banyak riwayat yang menjelaskan mengenai keutamaan mengasuh dan mendidik anak perempuan.
Diriwayatkan dari Uqbah bin Nafie ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“مَنْ كاَنَ لَهُ ثَلاَثُ بَناَتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَأَطْعَمَهُنَّ وَسَقاَهُنَّ وَكَساَهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجاَباً مِنَ النّاَرِ يَوْمَ الْقِياَمَةِ”

Barangsiapa memiliki 3 anak perempuan kemudian ia sabar atas (merawat & mendidik) mereka serta ia memberi makan & minum mereka dari apa-apa yg ia dapatkan maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang baginya dari api neraka di hari kiamat.” (Hadis Riwayat: Ahmad) (dikutip dari sini)

Apa belum cukup dengan janji bahwa anak perempuan yang dirawat dan dididik dengan baik akan menjadi penghalang dari api neraka? Bukankah tak menjadi masalah memiliki anak laki-laki ataupun perempuan? Yang penting adalah bagaimana para orang tua mendidik anak-anaknya. Pernah aku mendengar ada yang berdalih lebih menginginkan anak laki-laki karena bila sudah dewasa anak laki-laki lebih bisa "diharapkan". Menurutnya, bila dewasa anak perempuan akan lebih mengutamakan suami daripada orang tuanya. Bila dididik dengan baik hingga menjadi anak yang sholih dan sholihah, pada akhirnya akan jadi anak yang berbakti dan peduli pada orang tua. Laki-laki atau perempuan, semuanya karunia Alloh yang harus disyukuri. Laki-laki atau perempuan, bila sholih dan sholihah, tetap bisa mendoakan orang tuanya dan doanya akan menjadi pahala yang tidak terputus. Anak laki-laki atau perempuan, bila tidak dididik dengan baik lalu menjadi anak yang tidak sholih dan sholihah, tetap saja bisa jadi anak durhaka.

Semoga, kelak aku tetap bersyukur bila dikaruniai anak perempuan ataupun laki-laki, dan bisa memperlakukan mereka dengan adil. Aamiiin...

ARTIKEL TERKAIT



32 komentar:

  1. mungkin menurut Bu Y, pak X kan udah punya dua anak perempua, kalo anak yang ini laki2 kan lengkap sudah. Laki2, Perempuan. Ngak tahu deh kalo ada jenis kelamin banci juga :D


    kalo menurut pak X sih pasti beda lagi. mana mungkin ada orang tua yang ngak seneng buah hatinya lahir dengan selamat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gitu, ya? Yah, semoga aja beneran gitu.

      Hapus
  2. Yang salah tuh persepsi orang atas karunia yg Allah berikan. Emangnya jaman jahiliyyah? Entar kalo cowok semua, ane pacaran ma siapa donk? Bhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hu'um, sekarang kan udah bukan jaman jahiliyyah. Kalo punya anak perempuan pinter dan sholihah kaya Siti Aisyah kan orang tuanya juga yang seneng dan bangga.

      Hapus
  3. biasanya sih para org tua pengennya punya anak lengkap, ada laki2 ada perempuan. pdhl sih laki2 ato perempuan sama aja. Yg penting sehat, selamat lahir 'n batin, 'n jd anak yg sholeh/sholehah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, yang penting sehat dan sholih/sholihah

      Hapus
  4. Menurutku sih sama saja yah,tapi kalo bisa ya biar komplet anaknya laki ma perempuan hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah, tapi kan gak perlu mengisyaratkan kecew kalo punya anak perempuan.

      Hapus
  5. singkat cerita:
    kakak saya perempuan 3 cowo 1..
    Alhamdulilah waktu merantau mencari kerja saya nebeng dirumah kakak saya yang perempuan:
    -tidak pernah merasa kelaparan,
    -pakaian bersih terus
    -dikasih uang jajan
    -bisa maen warnet setiap hari ..
    padahal kakak perempuan saya sudah berumah tangga ... hehe (saya pinternya cuma makan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh, komenmu tadi masuk SPAM lho...

      seneng, ya, punya mbak yang bisa dirusuhin :D

      Hapus
  6. Akur, mbak! Tapi coba tanya sama ortu mbak! Nyesel gak bliau punya anak kayak mbak? Bhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. emoh, tar kalo jawabannya "nyesel" bisa hancur hancur hancur hatiku :p

      Hapus
  7. Hanya orang yang tidak punya rasa syukur saja yang beranggapan punya anak lengkap (laki dan perempuan) itu akan lebih bahagia daripada yang punya anak satu macam. Maksudnya laki semua atau perempuan semua.
    Padahal walaupun punya anak perempuan 7 sekalipun, keluarga itu akan tetap bahagia. Contohnya ibuku, beliau anak kedua dari tujuh bersaudara yang kesemuanya perempuan, dan simbah kakungku tidak pernah mengumpat dan bersedih. Atau aku saja yang tidak tau ya? Tapi sepertinya tidak kok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, biarpun anaknya laki-laki semua atau perempuan semua, bisa jadi keluarga bahagia kok.

      Hapus
  8. aq pengen punya anak perempuan
    karena anakku baru 1 laki-laki

    tapi sebenarnya mau laki atau perempuan
    segimana dikasih_nya saja
    yg penting sehat

    salam kenal ya...
    jika berkenan ditunggu kunjungannya di http://diandrarafi.blogdetik.com/
    barangkali qta bisa menjalin silaturahmi
    terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga :)

      laki-laki atau perempuan anaknya, tetep disayang, ya..

      Hapus
  9. iyaa bener.. yang penting itu adalah bagaimana cara orang tua mendidik anaknya, tak masalah perempuan atau laki-laki.. karena semuanya, asalkan sholeh/sholehah sama2 bisa membuka jalan surga untuk orang tuanya.. hmm, padahal dengan anak perempuan, orang tua jadi lebih kreatif ya mbak.. bisa didandanin, bisa dibeliin baju dengan berbagai warna, bisa dipakain aksesoris2 cantik.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, kayanya dhe rencana mau jadi ibu yang kreatif dandanin anaknya nih :p

      Hapus
  10. iyah, di tempatq juga banyak yg kek gitu. maunya komplit, laki ma perempuan. padahal kan sama saja. intinya di didikan smua. laki ato perempuan potensinya sama unt membukakan jalan ke syurga apa neraka.

    hm, sepertinya mindset ttg kecenderungan sikap laki dan perempuan itu yg jdi sebab.

    BalasHapus
  11. ya sebagian menyangka anak laki2 itu lbih mulia , tp padahal sama hanya jenis yg membedakan kalo setatus sama , yang utama solehah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoyoi, yang utama yang sholih dan sholihah.

      Hapus
  12. nice :)
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga. Terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus
  13. ce co sama aja kan ciptaan tuhan :D

    BalasHapus
  14. semua anak sama aja...
    perempuan asal kayak afika juga buat hati bahagia...
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya juga. Kalo anaknya ngegemesin kaya Afika mah ortunya seneng yah.

      Hapus
  15. yang penting sebenarnya kita mau menerima apa adanya dari tuhan gak ada yg lgkap di dunia ini

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!