Selasa, 06 Maret 2012

Surat Untuk Adikku

Assalaamu'alaikum

Woy, Ndul! Hehehe, aku suka memanggilmu "Ndul", singkatan dari "gundul". Meskipun kamu sama sekali nggak gundul. Alasannya? Entah. Suka saja. Aku tidak suka memanggilmu "dek" atau "nok". Terlalu manis. Sedangkan kamu? Nggak ada manis-manisnya. Huahahaha! Pasti kamu langsung manyun. Dan jelas tambah nggak manis. Huahahaha!

Sedang apa kamu, Ndul? Pasti sedang loncat-loncat nggak jelas gara-gara Timnas kalah. Atau sedang nonton Cinta Cenat-Cenut? Atau sedang teriak-teriak nonton SM*SH manggung di televisi? Oalaaaah... Tontonanmu itu, Ndul, Nduuuuuul... Atau jangan-jangan kamu sedang stress karena tugas Bahasa Indonesia yang seabrek-abrek? PUAAAAS!!! RASAIIIIN! Pusing, kan, jadi anak sekolah. Hahaha! Memang enak menertawakanmu. Salahmu, Ndul, jadi anak paling kecil. Jadi korban kejahilan mbak-mbakmu. Dan sepertinya kamu punya aura yang memancing kami untuk mem-bully-mu.

Ndul, kamu tahu sendiri, kan, mbakmu yang pendiam ini jarang menasihatimu. Kenapa? Karena kamu pasti sudah kenyang mendengar nasihat Ibu, Mbak Ani, dan Mbak Ida. Apa kamu menuruti nasihat mereka? Yang kuharap, sih, begitu.

Kalau kamu merasa marah ketika ditegur Ibu ataupun mbak-mbakmu, percayalah, itu demi kebaikanmu. Ketika Ibu menyuruhmu rajin belajar, itu untuk masa depanmu, bukan masa depan Ibu. Ketika mbak-mbakmu terlalu mengekangmu, melarangmu ini itu, semua demi kebaikanmu.

Kalau kamu merasa, Ibu dan mbak-mbakmu kurang bisa mengerti kamu, ya, maklumilah. Kadang sikap orang tua itu "seperti tidak pernah muda saja". Kadang orang tua lupa bagaimana rasanya menjadi anak muda, kata Dumbledore. Yang dipikirkan orang tua hanya bagaimana menjaga dan melindungi anaknya, sampai mereka lupa bahwa anak muda (terutama remaja) kadang tidak suka dikekang. Begitu pula mbak-mbakmu. Kami hanya ingin melindungimu.

Oh, ya, Ndul... Kamu sudah makan belum? Pasti belum, kan? Kamu ini, kok, susah sekali disuruh makan. Kamu itu enak, tinggal makan. Setiap hari ada Ibu yang menyiapkan makan untukmu. Sedangkan aku? Mau makan harus beli dulu. Atau kamu mau diet? Nggak usah diet-dietan, lah, Ndul. Badanmu itu sudah ceking bin tipis. Nanti kalau kamu diet, makin gampang terbawa angin.

Ndul, baik-baik kalau berteman. Jangan berteman dengan anak-anak nakal, anak-anak yang pakai narkoba. Bukannya aku menyuruhmu terlalu pilih-pilih teman, tapi bertemanlah dengan mereka yang bisa membawa pengaruh baik untukmu. Bertemanlah dengan mereka yang membuatmu makin rajin belajar, makin mengerti masalah agama.


Aku jadi ingat ceritamu tentang kawanmu yang dandannya lama sebelum berangkat sekolah. Kamu jangan ikut-ikutan mereka, ya! Nggak usah kecentilan, pake dandan segala kalau mau berangkat sekolah. Cukup mandi yang bersih, pakai deodorant, pakai baju yang bersih dan rapi. Itu saja. Tidak perlu dandan seperti teman-temanmu itu. Toh, dandan seperti bagaimanapun, kamu tetap tidak bisa mengalahkan kecantikanku. Adududududuh... Lagi-lagi aku mem-bully-mu, hehehe... Just kidding!

Satu lagi, Ndul. JANGAN PACARAN! Nggak baik. Awas kalau kamu sampai pacaran. Aku akan menghasut Abah untuk memingitmu. Ingat itu! Kalau ada teman cowok yang mendekatimu dan mengajakmu pacaran, lapor pada mbakmu ini. Biar kuhajar sampai babak belur. Tapi, kalau kamu sudah cukup umur, dan ada seseorang yang datang ke rumah untuk melamarmu, tentu tak akan kuhajar. Insya Allah akan kurestui. Tapi, itu, kan, masih lamaaaaaa! Kamu, kan masih SMP. Pokoknya jangan pacaran ataupun HTS-an, ya!

Sudah, ya, Ndul. Segini saja surat mbakmu. Oh, ya jaga Ibu, ya... Anak Ibu yang di rumah, kan, tinggal kamu.

Wassalaamu'alaikum

Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY :  Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra

ARTIKEL TERKAIT



18 komentar:

  1. Kalo TTM an gimana mbak?

    BalasHapus
  2. Gmn si ndul, kalo mbaknya kemayu kyk gitu? Bhahaha, sukses GA-nya mbakyu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, kayanya si ndul lebih kemayu dari mbaknya.

      Hapus
  3. Wah nama panggilan utk adiknya unik deh...kalau saya dulu juga pny panggilan cenderung kalau lagi marah-marahan..jd biar dia tambah marah biasanya ta panggil nama panggilannya yg 'ugly' hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Biarpun ga marahan, tetep enak manggil dia kaya gitu :D :D :D *semoga dia gak baca*

      Hapus
  4. ndull sudah makan belum " belum mbak --> beliin aku makan dunk "

    hehehehe

    mbak terima kasih telah mengingatkan ya untuk post saya ost. city hunter

    hadouhhh untung saja diingatkan --> sudah saya perbaikin terima kasih banyak :)

    salam senyum d(^o^")

    BalasHapus
  5. Wah lagi rame kontesnya, sayang aku belum berani tampil hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah, saya juga gak tampil, kok. Cuma posting :p

      Hapus
  6. your post is nice.. :)
    keep share yaa, ^^
    di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

    jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
    terima kasih.. :)

    BalasHapus
  7. Hehehe, saya bingung kalo ke website sampeyan mau komen apa. Gak suka bola, hehe.

    BalasHapus
  8. Waaah... susah kalo punya mbak2 yang iseng. Hehe.... Sabar ya Ndul.. ups.. nama aslinya siapa, mbak Millati?
    Pasti mbak Millati dan kakak-adik sangat rukun dan kompak, ya. Seneng membacanya. Juga sambil senyum2. Hehe... tengah malam, sendiri dirumah, maljum pula, eh senyum2 sendiri baca-baca tulisan para peserta kontes. Hehe

    Salam hangat dari Jepara,
    Susindra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama panggilannya Khanifatul Afifah, biasanya dipanggil Fifi.
      Salam hangat-hangat kuku dari Blangpidie.
      Btw, posting-an saya ternyata 500 kata lebih. Gapapa, ya :)

      Hapus
  9. saya terinspirasi membuat surat untuk adik saya satu-satunya ..hehehhee

    nice post..

    salam persaudaraan
    Revolusi Galau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga isinya bukan ultimatum kaya punya saya :p

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!