Selasa, 02 Juli 2013

Menjaring Angin (6)

Dengan kekuatan bulaaan, akan menghukummu!

Pawana menoleh mendengar suara tersebut. Ada sms masuk rupanya. Dari Pak Agni. Hati Pawana rusuh. Pasti teguran karena dia terlambat mengirimkan hasil entry data ke kantor pusat. Dan ternyata ... dugaannya benar. Tidak meleset sama sekali.

“Semena-mena! Bikin deadline nggak rasional, mepet. Giliran telat, aku juga yang diomelin. Sehari kerja 24 jam pun nggak terkejar itu deadline!” rutuk Pawana.

Baru saja Pawana hendak meraih smartphone-nya untuk mematikannya – demi menghindari sms (lagi) dan telepon dari Pak Agni – benda itu berbunyi sekali lagi.

Cahaya cinta perlahan menyilaukan. Itulah mimpi kehidupan kedua. Mimpi itu dari mana datangnyaaa?

Di layar tertulis “Mas Wukir”. Pawana langsung mengangkat teleponnya. Selama menerima telepon, wajah Pawana berseri-seri.

***

Kemarin aku sangat yakin Ibu tidak akan mengomeliku karena Pukat menolak dijodohkan denganku. Kupikir Ibu akan kasihan mengetahui putrinya ditolak. Kenyataannya sebaliknya. Sewaktu meneleponku tadi pagi, Ibu justru mengomeliku dan menuduh aku sudah melakukan hal-hal konyol agar Pukat menolak dijodohkan denganku. Membuat pagi yang cerah terasa mendung.

Dan sore ini, Pak Agni membuat suasana hatiku semakin buruk. Seperti biasa, dia mengirim sms evaluasi dan teguran untuk kantor cabang yang terlambat mengirim hasil entry. Tidak tahu dia kalau kami di sini sudah setengah mati mengerjakannya.

Untungnya Mas Wukir yang menghilangkan semua rasa bete-ku dalam sekejap. Dia mengajakku ke toko buku membantunya mencari novel untuk hadiah ulang tahun adiknya. Dan sebagai imbalannya, dia akan membelikanku satu buku yang kusuka. Yeay! Aku harus mencari buku yang bagus dan mahal, mumpung ditraktir!

***

Pawana bergegas mengemasi barang-barangnya. Laptop, agenda, ponsel, semua dia masukkan ke tas ransel hijau army-nya. Kemudian dia memacu sepeda motornya. Tujuannya satu: toko buku.

Pawana tiba di toko buku setengah jam lebih awal dari yang dijanjikannya pada Wukir. Sambil menunggu Wukir datang, Pawana berkeliling melihat-lihat siapa tahu ada buku baru yang menarik. Ketika tiba di bagian komik, dia teringat satu judul komik yang membuatnya penasaran. Dia pun mengecek semua rak di bagian komik. Nihil. Ketika sudah nyaris putus asa, dia melihat seseorang memegang komik yang dicarinya.

“Death Note!” serunya.

Orang tadi pun menoleh. Dia terkejut melihat Pawana. Dan Pawana, seperti biasa, perlu waktu lebih lama untuk mengenali sosok di depannya. Pukat.

“Komik itu buat saya boleh?” tanya Pawana setelah berhasil meredakan keterkejutannya. Tanpa ragu-ragu Pukat mengangsurkan komik itu pada Pawana.

“Suka manga?” tanya Pukat.

“Nggak juga. Baru dua komik yang bener-bener bikin saya tertarik,” jawab Pawana sambil langsung membuka-buka komik Death Note Volume 2 yang sudah ada di tangannya.

“Apa aja?” tanya Pukat penuh rasa ingin tahu.

“Death Note sama Bakuman,” Pawana antusias menjawab.

“Saya juga suka Bakuman. Ceritanya unik, manga tentang mangaka. Mbak kenapa suka Death Note?” Pukat mulai penasaran melihat ada perempuan yang menyukai shonen manga.

“Seru ceritanya. Saya suka sama karakter Yagami Raito. Unpredictable, tenang, berdarah dingin, kaya psycho. Saya kagum sama psycho-nya Raito. Aneh, ya? Masa kagum sama psycho. Kadang jadi mikir ‘jangan-jangan saya juga psycho’,” cerocos Pawana yang terlihat mulai nyaman berbincang dengan Pukat.

“Kayaknya Mbak emang psycho, deh!” goda Pukat.

Plak! Pawana langsung memukul kepala Pukat dengan komik di tangannya.

“Jadi pengen punya Death Note terus nulis nama kamu di situ,” kata Pawana galak.

“Tuh, kan! Beneran, Mbak ini psycho,” Pukat makin tertarik meledek Pawana.

Plak! Sekali lagi Pawana memukulkan komik ke kepala Pukat.

“Kelamaan di deket Mbak, bisa-bisa saya gegar otak,” keluh Pukat sambil mengelus-elus kepalanya. Pawana tergelak.

“Ditungguin di bagian buku-buku komputer nggak muncul-muncul. Rupanya lagi pacaran di sini,” kata Wukir yang baru saja “menemukan” Pawana sedang tergelak bersama seorang lelaki.

“Eh, Mas. Maaf. Lupa!” kata Pawana merasa bersalah.

“It’s OK. Jadi, ini ‘mas’-mu?” goda Wukir sambil melirik ke arah Pukat.

“Mas??? Does he look older than me? Hahaha!” Pawana tergelak. Sedangkan Pukat hanya tersenyum. Kecut.


bersambung

*catatan:
Shonen manga = manga yang ditujukan bagi laki-laki berusia 10 tahun ke atas

ARTIKEL TERKAIT



47 komentar:

  1. hehe suka komik juga pawana

    BalasHapus
  2. Makin seru aja ceritanya.
    Kayaknya butir-butir cinta sudah mulai tumbuh di hati pawana dan pukat. Serrrr rasanya bisa ketemu di toko buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ish, belum jatuh cinta ini :p

      Hapus
    2. kah aku nggak bilang cinta, hanya butir-butir cinta sudah mulai tumbuh.

      Hapus
  3. Itu ringtone hapenya lagunya Dragon Ball? Ahaha... Aku suka Death Note, tapi yang anime bukan yang live action. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, iya itu Dragon Ball.

      Saya malah belum nonton anime-nya. Cuma nonton live action yang ketiga sama baca manga-nya.

      Hapus
  4. waah.. sudah 6 niih... balik ke awal dulu deeh.. :)

    BalasHapus
  5. Sudah kumplit kubaca semua, dan... apik! suka dengan alur & dialognya... serta makin penasaran dg lanjutannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, saya kira malah bakal pada bosen sama dialognya :D

      Hapus
  6. wah wah geplakin kepala orang nih Pawana

    BalasHapus
    Balasan
    1. maklum, Pawana kan anarikis :D

      Hapus
    2. pawana memang nihh, saru!

      Hapus
    3. ibumu marah nanti Pawana, kan disuruh sopaaaannn....

      Hapus
  7. Ceritanya seruuu! :D
    Lama jg ga baca komik. Terakhir itu baca komik Musashi. Jadi saya sering bingung kalo ada yg nyebut manga2 keluaran sekarang. Kupdet soalnya he2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, saya juga gak apdet soal komik kok :p

      Hapus
  8. Jawabnya ada, di ujung langit. Kita kesana dengan seorang anak. Anak yang tangkas, dan juga pemberanii iiiiii....

    :P

    Aku nggak suka sama Yagami, di anime dia terkesan jahat. Aku lebih suka sama L. Jangan-jangan kau memang psycho mbak. Eh, nggak nanya ya? :3

    Aku jadi semakin yakin, kalo tokoh Pawana ini sebenarnya jelmaan dari mbak Milo. Bakuman, hayooo, mbak Milo suka Bakuman kan?!

    Ditunggu part 7-nya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. part 5-nya baca beluuum?

      Hapus
    2. Bertarunglah Dragon Ball dengan segala kemampuan yang ada. Bila kembali dari langit, smoga hidup kan jadi lebih baiiiiiiik!

      Eh, Yagami itu keren cara pikirnya :D

      Ish, nuduh mulu dari kemarin :p

      Hapus
  9. aku pernah nonton filmnya kalau komiknya belum

    BalasHapus
    Balasan
    1. harus baca komiknya juga pokoknya

      Hapus
    2. Malah bahas Death Note-nya :D

      Hapus
  10. Pawana, Pukat, koq kayak judul lagunya grup band Malaysia "Search" ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah nggak tahu lagu-lagu itu :D

      Hapus
  11. wah .. ketinggalan nih :)

    BalasHapus
  12. Wah saya belum nyimak dari pertama, baru dateng nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru dateng, ya? silakan lihat-lihat dulu :D

      Hapus
  13. Perpindahan POV, Milo. Agak bikin lompat. Antara lagi nyeritain Pukat sama Pawana. Antara pikiran Pukat sama Pawana yang lagi dijelasin. Sama, ini ritme-nya cepet amat. Tanpa penjelasan kantor, job dan sebagainya, gak keliatan hierarki pekerjaannya deh.

    Komen gue serius amat kayak lagi proofread yak? :D *digetok Pawana*

    BalasHapus
    Balasan
    1. perpindahan POV, emmm, gimana ya? susah kalo gak pindah-pindah (padahal mah emang saya demennya kaya gitu).

      ritme cepet? hmm, mungkin karena dikejar target biar selesai dalam 10 bagian. tapi tetep aja lebih -_-

      sama kayak jawaban saya yang sebelumnya: saya muales bikin deskripsi. itu sebabnya saya males nulis fiksi :D

      duh, jadi ngeper ini abis di-proofread T____T

      Hapus
  14. emang angin bisa di jaring lay

    BalasHapus
  15. duluuu sekali pernah suka manga, sekarang masih punya tapi males bacanya, hehehe... salam kenal yaaa ^^

    BalasHapus
  16. Untung Panawa ketemu Mbak itu sebelum ketemu aku. Aku juga suka shonen manga. Etapi adekku lebih suka, sih :D
    Aku yakin yang psycho ini yang nulis ceritanya, hihihi.. *kabuuuuuuurrr..*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks, masa yang nulis dikatain psycho T______T

      Hapus
  17. Wah, rajin membikin tulisan...
    Tinggal menerbitkan Mbak.
    Tambah lagi tulisan "ngapak"nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, kalo nulis ngapak diprotes mulu :D

      Hapus
  18. aku juga suka death note hihihii...

    ini kog cerbungnya tiba2 udah (6) aja ya. aku ktinggalan nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, ternyata banyak yang suka Death Note, ya :D

      Hapus
  19. death note? kalau naruto itu genre untuk usia berapa? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya Naruto juga shonen, deh...

      Hapus
  20. masih gx nyambung saya kalo tiba2 baca serial yang ke 6 nya ehehe

    cek 1-5 dulu :D

    apa kabar mb?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, baik. Lama nih nggak main ke blog Chikarei..

      Hapus
  21. selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ,
    bila ada salah kata, salah baca, salah tulis dan salah komentar..mohon dimaafkan lahir batin...salam :-)

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!