Sabtu, 27 Juli 2013

Ada Apa Di Kepalamu?

Sudah tiga kali website kantor kami diretas (di-crack). Dan yang ketiga ini yang paling membuatku merasa ngenes dibandingkan dua kejadian sebelumnya. Yang pertama, website kami dibuatkan orang dari kantor pusat, tugasku hanya mengelola. Belum sempat aku mengutak-atik website, ternyata sudah di-crack. Kemudian kami dibantu kawan dari kantor provinsi untuk memperbaikinya. Baru sebentar diperbaiki, baru upload beberapa publikasi, diretas lagi. Setelah itu diputuskan untuk membuat website baru dengan Joomla 2.5 (yang sebelumnya menggunakan Joomla 1.5). Kali ini aku membuat sendiri. Baru seminggu website diaktifkan, sudah diretas lagi. Rasanya? Ngenes. Hasil kerja selama beberapa minggu, sampai meninggalkan pekerjaan lain, dirusak begitu saja. Seperti tukang yang sudah susah payah membangun rumah, lalu ada orang tak dikenal tiba-tiba merobohkannya.

Sebenarnya apa yang ada di pikiran para cracker itu? Iya, cracker, aku tidak sudi menyebut mereka hacker. Apa alasan mereka meretas sebuah website, terutama website milik instansi pemerintahan? Apakah ketika mereka berhasil meretas website milik instansi pemerintahan, mereka merasa jadi pahlawan yang sedang 'menegur' pemerintahan yang buruk? Apakah ketika mereka meretas website POLRI mereka merasa berhasil 'menegur' para jenderal untuk tidak korupsi? Apakah ketika mereka meretas website Kementrian Pendidikan mereka merasa berhasil 'menegur' Pak Menteri agar memperbaiki sistem pendidikan di negeri ini? Apakah kalau mereka meretas website BPS mereka bisa ... ummm, buat apa meretas website BPS? I have no idea. Yang jelas, ketika seseorang meretas website instansi pemerintah dengan harapan bisa 'memperbaiki' pemerintahan? Naif sekali. Yang mereka lakukan justru menyusahkan pegawai kecil seperti diriku. Mungkin untuk instansi besar mereka punya tim khusus pengelola website dengan gaji 'wow'. Tapi, tetap saja, mereka cuma pegawai kecil yang bisa dibilang tidak tahu-menahu mengenai pemerintahan. Para pejabat tinggi tidak akan kesusahan ketika website instansinya diretas. Sama sekali tidak. Yang repot bawahannya. Apalagi kalau yang diserang website instansi kami. Yang susah? Tentu saja para pegawai kecil. Aku termasuk salah satu pegawai kecil itu. Aku yang paling awam soal website, dengan ilmu tak seberapa, dengan kemampuan otodidak dalam membuat dan mengelola website, yang harus memeras otak untuk membuat dan mengelola website, dengan pekerjaan lain yang menumpuk -- tak cuma mengurusi website saja.

Kalau bukan untuk 'menegur' pemerintah, lalu untuk apa meretas? Apa mereka mau pamer kemampuan mereka? Ingin menunjukkan kepada dunia "Hey, gue jago nge-hack, lho! Keren, kan!" (meskipun sebenarnya lebih cocok disebut nge-crack dibanding nge-hack), begitu? Well, aku akui ilmu mereka mumpuni, tinggi menembus langit, keahliannya sudah level dewa. Tapi, sayang sekali, jiwa mereka sakit. Apa bagusnya, sih, merusak hasil pekerjaan orang lain? Di mana letak kerennya, sih? Menggunakan ilmu untuk hal buruk semacam ini, apa hebatnya, sih? Punya ilmu tinggi tapi digunakan untuk menyusahkan orang lain, apa hebatnya, sih? Begitulah ketika terlalu banyak mengasah otak tapi tidak mengasah hati.

Kasihan sekali mereka, yang memiliki ilmu tapi digunakan untuk merugikan orang lain. Dear, all cracker in the world, masih banyak hal bermanfaat yang bisa kalian lakukan, misalnya membuat tutorial keamanan website atau semacamnya. Semoga Alloh membuka pintu hati kalian agar berhenti merugikan orang lain.

ARTIKEL TERKAIT



43 komentar:

  1. Kenapa tidak digunakan saja skill itu untuk meretas situs-situs negatif yang jumlahnya jutaaan di dunia maya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho'oh, mending buat meretas situs negatif gitu. pinter ah idenya kang lozz :)

      Hapus
    2. kurang menantang mungkin :p

      Hapus
    3. eits, malah justru menantang lho :p

      Hapus
    4. Website kantorku juga pernah di-crack mbak, tapi bisa diperbaiki...tapi sekarang malah sptnya "kurang terurus"..dan hampir sebagian web milik instansi pemerintahan spt itu ya. Beruntung instansi yg punya orang spt panjenengan hehe..mau susah payah ngurus web. Kalo aku udah gak sanggup...ngurus bagian keuangan dan akuntansi saja udah puyeng...

      Hapus
    5. hehehe, saya mah emang diwajibin soal website, jadi ya mau nggak mau mesti diurus. meskipun seringnya jadi prioritas kesekian.

      Hapus
  2. Untuk urusan cracker dan hacker ane netral aja mbak dalam hal ini.

    BalasHapus
  3. Sabara sobat. Pasti ada hikmahnya, salam kenal ya!

    BalasHapus
  4. Menjaring anginnya tak tungguin lho mbak. Buruan ya diselesaikan hahaha

    *sedikit maksa, kapan lagi bisa baca cerpen gratis

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, insya Alloh diselesaikan segera. *kalo nggak sok sibuk*

      Hapus
  5. Hey....!!!!
    Ayo kalian sadar!
    Kurang detail gimana tulisan ini.
    Saya juga pernah punya pengalaman jelek kak dengan cracker jahat yang gag ada kerjaan itu..!

    BalasHapus
  6. Salam kenal semoga cepat selesai ya urusan hack2an nya :D

    BalasHapus
  7. Joomla memang penuh eksploit, mungkin bisa diganti dengan yang lain. Wordpress misalnya. :)

    Itu cracker memang orang-orang kurang kerjaan, sok nasionalis tapi sama aja ngebakar rumah sendiri. Kebanyakan cuma script kiddies, nyari2 dari internet. Saya tau karena saya gabung dengan beberapa forum semacam itu, hanya supaya tahu saja.

    Ngomong-ngomong, salam kenal ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada waktu mungkin saya bakal nyoba wordpress. tapi berarti ngulang dari awal lagi ya -_-

      salam kenal juga :)

      Hapus
  8. Salam kenal mbaa...kereen deh mbak bisa ngedeteks para orang yang gak punya etikaaa di dunia internet. Bisa sih mba ngasih pelajaran buat mereka. Oh iya aku udah follow blognya.

    BalasHapus
  9. sabar mbak... :D
    ayo tambah lagi securitynya biar gak gampang dijebol

    BalasHapus
    Balasan
    1. ajarin doooooong! kemarin pake jsecure malah ribet :D

      Hapus
  10. Kenapa ya, ada orang yang bahagia di atas penderitaan orang.
    Dan orang seperti itu jumlahnya banyak.
    Ilmunya dipakai di jalan yang sesat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ilmu baik tapi dipakai untuk hal yang merugikan orang lain :'(

      Hapus
  11. sabar ya mbak, sebagai ganti kesabaran, semoga nanti dapet THR banyak :P

    mungkin ada data yg diinginkan para hacker itu?
    inga-inga, mbak Milo sekarang lagi domisili dimana... :v
    mungkin bener2 ada data penting yg mereka butuhkan :v

    aku gak bisa nge-judge mereka salah ato nggak, karena tiap orang punya perspektif masing2. Apa yg benar buat kita, belum tentu benar buat mereka dan sebaliknya. #Ulysses membuat sy bisa berpikir seperti ini. Kemungkinan dy jg seorang hacker, becoz keknya dia gabung Anonymous. Tapi embuh dink. #halah

    Jadi, no komen ah. ~,~

    yang sabar deh mbak *puk-puk*

    BalasHapus
    Balasan
    1. kagak dapet THR, enha :'(

      no komen yah? yaudah, ga bales komen deh :D

      Hapus
  12. Sayang sekali, punya ilmu tapi digunakan untuk merusak, saya setuju dengan @lozz akbar, harusnya kemampuan itu digunakan untuk membersihkan hal - hal negatif yang berseliweran di dunia maya.

    BalasHapus
  13. pikir positipnya saja, yu...
    masih bisa diretas orang berarti kita lagi diingetin kalo sistem keamanannya masih lemah. daripada ngomel buang buang energi mending dipake mikir gimana caranya biar security systemnya bisa lebih baik.

    mumpung masih sekedar website
    kedepannya aplikasi desktop akan makin ditinggalkan beralih ke sistem web base. harusnya terima kasih dikasih kesempatan belajar tentang keamanan web sebelum efeknya fatal. kebayang ga kalo sudah dipake untuk erp misalnya saat security systemnya masih lemah..?

    BalasHapus
  14. OK, saya sependapat dengan Mbak. Mungkin mereka cuma iseng, Mbak. Cuma pengen jahilin Mbak aja. :) Ya, kalau diretas dibuat saja lagi (ngomong seenak udel).

    Andai saya jadi hacker, yang saya inginkan itu adalah data, informasi, dan akses, itu saja. Hahaha... Nggak tahu deh kalau yang mbak maksudkan di sini. Mungkin mereka nggak suka liat website BPS kali. :P

    BalasHapus
  15. Ih, bikin gregetan aja tuh para crackers yaaa! Ingin jadi pahlawan, tapi pahlawan kesiangan yang salah kaprah pula tuh, Mil. Turut prihatin dengan situasi yang sedang Milo hadapi, sayang ga bisa membantu. :(
    APa kabar Mil? Sehatkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kabar baik. Maaf lama nggak komen di tempat Kak Alaika. Bingung mau komen apa kalo baca postingan Kakak.

      Hapus
  16. itu cuma kerjaan lamer yang baru belajar deface web

    BalasHapus
  17. salam kenal mbak...

    jadi mbak ini di kepolisian ya?

    mungkin hikmahnya agar mbak bisa mempelajari tentang hack juga, ya mungkin sebagai antisipasi dari peretas

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh? kenapa jadi ngirain saya dari kepolisian?

      Hapus
  18. Hahaha.. nek situs FPI sing deretas setuju apa ora maan.
    Siki mbok lagi rame berita situs FPI kena retas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya mah nggak setuju situs FPI diretas. saya kan seringnya pro FPI :p

      Hapus
  19. Menurut saya crakcer tuh malah gak ada kerennya. . .
    Benar2 tidak punya hati malah. Ada yang dengan susah payah merintis, eh ada yang dengan enaknya nggites ya, MBa. . :)

    Sabar wae, mengko msti ana balasane untuk si creckers ituh. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul... Capek2 bikin malah dirusakin. Kalo yang bikin pinter mah cepet, tinggal bikin ulang. Kalo kaya saya mah ya ujung2nya pundung nggak mau bikin lagi :D

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!