Jumat, 12 Juli 2013

27

Tanggal 11 Juli kemarin aku genap berusia 27 tahun. Lho, 27 bukannya ganjil? Oke, aku ganjil berusia 27 tahun. Sudah tua? Iya, memang. Sudah dewasa? Sepertinya belum. Umm, sebenarnya aku sendiri juga tidak tahu batasan seseorang bisa disebut dewasa atau tidak. Kalau dewasa itu artinya tidak egois, sepertinya aku belum dewasa. Kalau dewasa itu artinya sabar, sepertinya aku juga belum dewasa. Kalau dewasa itu artinya bisa mengendalikan dan menyembunyikan amarah, yah, berarti aku belum dewasa. Kalau dewasa itu artinya bisa menghadapi masalah dengan tenang, tidak grusa-grusu, tidak panik, berarti aku juga belum dewasa. Kalau dewasa itu artinya bisa mengambil keputusan dengan cepat dan bertanggung jawab, sepertinya aku juga masih jauh dari kata dewasa. Hmm, sudahlah. Lagipula, sepertinya dewasa bukanlah pencapaian melainkan proses. Sejak lahir sampai mati kita akan selalu menjalani proses pendewasaan diri.

Ternyata aku sudah tua, sudah 27 tahun. Kemarin, suasana hatiku galau, entah kenapa. Sepertinya karena aku teringat hal-hal yang belum tercapai, tentang harapan-harapan yang belum terwujud, tentang kegagalan. Benar-benar membuat hariku gloomy. Padahal, kalau dipikir-pikir, selama 27 tahun ini ada banyak hal baik yang patut – dan harus – disyukuri. Aku masih punya kedua orang tua yang merawatku dan mendidikku sejak kecil, sedangkan di luar sana banyak yang sejak kecil bahkan tak mengenal orang tuanya. Aku bisa sekolah dari TK sampai kuliah, sedangkan di luar sana banyak yang SD pun tak tamat karena tak ada biaya. Aku punya pekerjaan sedangkan di luar sana banyak yang harus berlelah-lelah membawa map ke sana kemari untuk melamar kerja. Aku masih bisa makan setiap hari, sedangkan di luar sana ada yang setiap malam bingung esoknya akan makan apa.

Banyak sekali yang harus disyukuri. Namun, manusia – khususnya aku – seringkali lebih fokus pada apa yang diinginkan tapi tak dimiliki dibandingkan apa yang mereka dapat tanpa perjuangan berarti. Manusia – terutama aku – lebih sering mengingat hal-hal yang tidak menyenangkan dibandingkan hal yang menyenangkan.

Di usia 27 tahun ini seharusnya aku bersyukur karena selama 27 tahun ini Tuhan memberiku banyak karunia, bahkan yang tak pernah kuminta sekalipun. Daripada meratapi segala yang tak bisa kuraih, bukankah seharusnya aku mensyukuri apa yang kumiliki saat ini?

Semoga mulai saat ini aku bisa belajar bersyukur.

ARTIKEL TERKAIT



22 komentar:

  1. Cie ... cie ... Milo, belonan dewasa euy~

    Met ultah. Semoga selalu hepi dan ceria penuh cintah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rusak sudah postingan syahdu ini gegara komen kocak Mbak Octa :D

      Hapus
    2. postingan syahdu? oh tidak bisa... :p
      awalannya aja udah bikin ketawa, "aku ganjil berusia 27..." :D
      huahahaha, mbak Milo orangnya ganjil ea? :p

      Hapus
    3. aku cuma satu. satu itu ganjil. jadi aku emang ganjil :p

      Hapus
  2. ternyata ada yang ulath ya, selamat ualng tahun ya. malu umurku banyak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, masih banyak yang umurnya lebih banyak dari Mbak Lidya kok :p

      Hapus
  3. Met milad ya. Barakallah.
    Kayaknya bisa nulis seperti diatas itu malah menunjukkan kedewasaan deh :)
    Horeee, sudah dewasa!

    BalasHapus
  4. Selamat Ulang Taun...
    27 beda tipis dengan 17 sehingga belum bisa disebut "tua"
    Nah kalau 72 baru namanya "dewasa"

    BalasHapus
  5. sudah dewasa lah...
    gede dawa kadaluarsa
    haha...

    BalasHapus
  6. menurut Ulysses, dewasa itu: Ketika kamu tau dan sadar akan semua perbuatanmu....
    ...dan siap bertanggungjawab atas semua konsekuensi dari perbuatanmu.
    #eh, nggak nanya ea? hehe.

    hepi milad mbak, semoga usianya berkah. Semoga segera ketemu dg jodohnya. Aamiin.
    Wah btw, ternyata kita sama-sama lahir di bulan Juli ea mbak. Cuma selisih beberapa hari. Tapi tahunnya beda donk...
    :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ulysses ki sopo yo? Gak kenal :D

      Wah, doanya emejing! Aamiiin :)

      Pasti enha lahir tahun 70an yak :p

      Hapus
  7. samma,tos dulu... :D
    baarakallah fi umrik mbk mila :D

    BalasHapus
  8. Wah, ternyata kita cuma beda 2 taun ya *umpetin KTP*
    Met hari lahir ya, Milla. Moga usianya berkah, amin.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda 2 tahun? Gak mungkin!!! Pasti kita beda 15 tahun kan :p

      Makasih doanya :)

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!