Minggu, 19 Februari 2012

Bapak (Didi Kempot) dan Jasa Poma (Rafly)

Akhir pekan ini aku menggalaukan diri dengan beberapa lagu: Ibu (Iwan Fals), Titip Rindu Buat Ayah (Ebiet G Ade), Bunda (Potret), Bapak (Didi Kempot), dan Jasa Poma (Rafly). Tiga lagu yang pertama kusebut mungkin sudah sangat familiar. Nah, dua lagu terakhir mungkin agak kurang hits (atau mungkin aku yang telat tahu lagu-lagu itu). Lagu Bapak merupakan lagu yang menceritakan perjuangan seorang ayah dalam menafkahi keluarganya. Lagu ini ada dua versi, yang satu versi campursari dan satunya versi pop. Tapi, yang versi campursari lebih “mengiris-iris hati” terutama waktu reff yang ada suara anak-anak ikut bernyanyi “Bapak... Bapak...” Ada yang kurang sreg dari lagu ini yaitu kalimat “kowe kaya senopati”. Kesannya, kok, kurang sopan mengatakan “kowe” kepada orang tua. Minimal menggunakan kata “sampeyan”, lah... Sedangkan lagu Jasa Poma mengingatkan kita akan kasih sayang ibu kepada anak-anaknya. Lagu Jasa Poma ini merupakan lagu Aceh pertama yang membuatku tertarik untuk mendengarkan dan menghayati artinya karena ceritanya tentang kasih sayang ibu. Berikut ini lirik kedua lagu tersebut.


Bapak – Didi Kempot
Rambut wis ra ireng (rambut sudah tak hitam)
Wis malih rupane (sudah berubah warnanya)
Ireng dadi putih saikine (hitam  jadi putih sekarang)
Dina tambah dina (hari demi hari)
Umur tambah tuwa (umur bertambah tua)
Nanging kaya – kaya ora di rasa (tapi semua itu seperti tidak dirasakan)

Ngadeg dadi cagak (berdiri jadi penyangga)
Nyangga piringe anak (menyangga piring anaknya -- bisa diartikan memberi makan anaknya)
Mempeng kerja ora mikir raga (giat bekerja tanpa memikirkan raga)
Paribasan umur wis akeh cacahe (seumpamanya umur sudah banyak jumlahnya)
Nganti bingung anggonku ngitunge (sampai bingung aku menghitungnya)

Bapak.. Bapak.. Tekadmu kuwi tak puji (Bapak, Bapak, tekadmu itu kupuji)
Bapak.. Bapak.. Kowe kaya senopati (Bapak, Bapak, engkau seperti senopati)
Bapak.. Bapak.. Panasmu ngungkuli geni (Bapak, Bapak, panasmu melebihi api)
Bapak.. Bapak.. Kena angin saya ndadi (Bapak, Bapak, kena angin semakin menjadi)

Senajan uwis tuwa (walaupun sudah tua)
Nekat mempeng kerja ( nekat giat bekerja)
Nyambut gawe... kanggo nguripi keluwarga (bekerja untuk menghidupi keluarga)

*tambahan dalam versi pop

Bapak, senadyan umur wis tuwa (Bapak, walaupun umurmu sudah tua)

Nanging tekadmu iso kanggo tuladha (tapi tekadmu bisa dijadikan teladan)

Aku anakmu mung iso memuji (aku anakmu hanya bisa berdo’a)
Muga – muga bapak tansah pinaringan bagas waras (semoga Bapak diberikan kesehatan)
Saking Gusti ingkang Maha Kuasa (dari Tuhan Yang Maha Kuasa)
Kulo, Pak, anak sampeyan (Saya, Pak, anakmu)

Lirik dan terjemahan diambil dari sini dan dimodifikasi.

Jasa Poma – Rafly
Jasa poma , jasa poma (jasa ibu, jasa ibu)
Ingat tanyoe mandum (ingat kita semua)
Ingat sabe, ingat sabe (ingat selalu, ingat selalu)
Bek geutanyoe lale (jangan kita lupa)
Yoh watee ubit geu sayang sabe (di waktu kecil disayang selalu)
Adoe ngoen aduen saban geu doda (adik dan kakak sama dikasihi)
Yoh watee ubit geu sayang sabe (di waktu kecil disayang selalu)
Uroe ngoen malam sabe lam do’a (siang dan malam selalu dalam do’a)
Ingat sabe, ingat sabe (ingat selalu, ingat selalu)
Bek geu tanyoe lale (jangan kita lupa)          
Gaseh ngoen sayang poma meutuah (kasih dan sayang ibu tercinta)
Sabe geu papah si umu masa (selalu dijaga seumur masa)
Bek tameulawan meu sikrek haba (jangan kita melawan satu kata pun)
Singoh geu paso dalam nu raka (esok dimasukkan dalam neraka)
Sabe ta turot wasit di poma (selalu kita turuti nasihat ibu)
Seulamat di donya ngoen alam baqa (selamat di dunia dan alam baka)
Ingat sabe, ingat sabe (ingat selalu, ingat selalu)
Bek geutanyoe lale (jangan kita lupa)
Allahhummaghfirli (Ya, Alloh, ampunilah dosaku)
Waliwalidayya (dan dosa orang tuaku)
Warhamhumaa (dan sayangilah mereka berdua)
Kama rabbayaani saghira (seperti mereka menyayangiku sewaktu kecil)
Lirik diambil dari sini dan dimodifikasi, terjemahan diambil dari lagutimur.blogspot.com (now, it's gone) dan dimodifikasi juga.
Kalau ada terjemahan yang kurang tepat, silakan dikoreksi.

ARTIKEL TERKAIT



9 komentar:

  1. Wah kayaknya aku blm pernah dengar dua2nya... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho, yang Jasa Poma juga belum pernah dengar? Padahal bagus, lho..

      Hapus
  2. jasa poma yg belum pernah aku denger..
    nyarii aaaaaahhhh.. :D

    BalasHapus
  3. suka lagunya Ibu ma Ayah (gimanaaa gitu, klo dendangin ebiet yang Ayah ga kerasa meleleh)

    BalasHapus
  4. @ Mabruri: silakan, silakan cari download-annya di 4shared :p

    @ adiwtalks: lagunya siapa sih Ibu ma Ayah? maksudnya tu 2 lagu berbeda ato satu lagu judulnya "Ibu ma Ayah"?

    BalasHapus
  5. Kalau di tempatku, bilang 'kowe' sama bapak ibu nggak terlalu nggak sopan. Tergantung di keluarganya juga sih.

    Aku nggak tahu lagi DK yang itu. Aku taunya yang, ning stasiun balaaapaaan~ kuthaa solo sing dadiii kenangan~

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ Una: iya mungkin, ada daerah yang nganggep itu biasa, soalnya dek tingkatku juga ada yang sering manggil aku dan kakak tingkatnya yang lain "kowe"
      btw, ra sah nyanyi, golek personel girlband SNSDuts mu sik

      @ Kaito Kidd: awakmu soyo ra nggenah, dek *sok tua, eh pancen tua*

      Hapus
  6. lagu nya bagus bgt
    jasa poma emang paling top dah
    selain tanoh lada from lampung

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!