Rabu, 16 November 2011

Teman yang Terlupakan

Pernah melupakan teman? Aku sering. Bukan melupakan secara tak sengaja melainkan benar-benar sengaja mencoret seseorang dari daftar teman dekatku dan membuatnya hanya masuk daftar "seseorang yang kukenal".

Kejam? Mungkin. Entah kenapa, aku selalu menemukan alasan untuk menjauh dari kawan dekatku. Ada beberapa yang kembali akrab setelah terjadi konflik, ada pula yang tetap jauh bahkan semakin jauh.

Alasannya? Terkadang alasannya sangat sepele. Aku pernah menjauhi temanku cuma karena alasan 'udah ga nyambung lagi kalo ngobrol'. Yah, aku yang kuliah di kedinasan dan berkutat dengan statistik sedangkan dia kuliah di jurusan Pendidikan Kimia. Memang kurang nyambung. Di samping itu, lingkungan kami yang begitu berbeda juga membuat pola pikir kami menjadi jauh berbeda. Dan semua semakin parah ketika aku menemukan teman-teman baru yang lebih klik. Mereka yang selalu ada saat aku terpuruk, sedangkan dia tak pernah ada. Sejujurnya alasan itu egois. Toh, aku juga tak pernah ada di sampingnya saat dia mengalami kesulitan. Alasan yang menurutku paling kuat membuat aku dan dia menjauh adalah jarak dan kurangnya komunikasi. Tak pernah bertemu, sangat jarang sms-an dan teleponan, membuat rasa sayang itu luntur. Dalam beberapa kasus, rasa sayang itu berbanding terbalik dengan jarak. Makin besar jarak, makin kecil pula rasa sayang dan kekentalan pertemanan. Tidak bertemu dengannya selama beberapa waktu membuatku malas bertemu lagi. Lho? Aneh, ya...

Aku juga pernah menjauhi temanku karena nasihatnya yang menyebalkan. Dia yang seorang s*l*f* pernah agak mendoktrinku mengenai pemahamannya. Jujur, aku orang yang berusaha untuk terbuka dengan pendapat orang lain. Namun, caranya sungguh tidak kusukai. Dia membuatku merasa tidak nyaman. Terkesan memaksa. Apalagi dia kerap menasihatiku ketika aku sedang marah. Itu, sih, ibarat api sedang berkobar malah disiram minyak tanah. Dan akhirnya aku memutuskan tak berhubungan dengannya. Apa itu bisa dikategorikan memutuskan tali silaturrahim? Entah. Yang pasti, aku tak mau terus-terusan merasa kesal dengannya. Jadi, lebih baik menjaga jarak, kan?

Pernah juga aku menjauhi temanku karena dia tidak menjawab pertanyaanku dan malah menyuruhku membaca buku. Huh! Sebuah masalah sepele. Namun, akibatnya sangat fatal. Aku jadi amat sangat malas dan enggan untuk sms dan meneleponnya lagi. Rasanya dia benar-benar tidak memahami bahwa saat itu aku benar-benar panik. Dan setahuku jawabannya juga tak ada di buku.

Ada juga yang jauh secara otomatis. Sama-sama sibuk. Nomor ponsel yang hilang. Dan setelah bertahun-tahun, ummm... sepertinya tak sampai bertahun-tahun, sih... Setelah beberapa saat hilang kontak, seorang teman lamaku mengirim sms. Dia mengajak mengobrol dan menanyakan alamatku di Aceh. Setelah beberapa bulan aku tak mengerti untuk apa dia menanyakan alamatku. Hingga kemarin aku mendapat sebuah paket darinya. Paket itu berisi foto-foto kami dan kawan-kawan sewaktu SMA. Ada foto aku sedang memegang hiasan dari stereofoam bergambar Simba kecil. Foto itu diambil di dalam kelas dengan background bagian depan kelas. Setelah kuamati, di papan tulis ada tulisan Hangeul. Pasti itu hasil pekerjaanku. Dulu aku memang suka sekali menuliskan lagu-lagu Korea di papan tulis ketika pulang sekolah. Ada juga buku berisi kumpulan cerpen dari FLP Tegal. Judul bukunya "Akulah Pencuri Itu". Di situ ternyata ada salah satu karyanya, yaitu cerpen berjudul "Cempe Merahku".

Tak kusangka. Dia yang sudah kulupakan, ternyata masih mengingatku... Maafkan aku teman karena sudah melupakanmu...

ARTIKEL TERKAIT



9 komentar:

  1. karakter orang emang beda-beda ya.

    yang jelas, kayaknya akan lebih baik deh kalo kita berusaha untuk bijakSONO, bukan cuma bijakSINI, berusaha, cukup berusaha.

    *sotoy ya gue mba* haha. piss ah. \/ :P

    BalasHapus
  2. aku sedang dalam kondisi itu, Mil... dengan alasan yang lebih masuk akal menurutku, dia tidak profesional, hehe...

    BalasHapus
  3. @Rizaldy Gema:
    iya deh, yang dah makin bijaksana :p

    @ennykus:
    hmmm...

    BalasHapus
  4. haissshh. ga gitu juga kali mba. haha. kacau.

    BalasHapus
  5. @Rizaldy Gema:
    iya deh, yang makin kacau *lho?*

    BalasHapus
  6. waahh, saya juga pernah melupakan teman,hanya karena pernah kasar padahal dia baik banget..

    BalasHapus
  7. @ catatanburungpelatuk: memang hal buruk lebih mudah diingat-ingat ya..

    BalasHapus
  8. Selalu berkunjung sobat :)

    Klik 4information y gan :)
    http://4share-information.blogspot.com

    Follow jga :) ( follow back )

    BalasHapus
  9. @ anime lover: segera berkunjung

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!