Jumat, 25 November 2011

Pilih Yang Ganteng atau Jelek?

Kalau disuruh memilih naksir cowok ganteng dan cowok tidak ganteng (istilah kasarnya jelek), mana yang dipilih? Aku jelas memilih yang ganteng. Dengan asumsi ceteris paribus (asumsi faktor-faktor lain dianggap tidak mempengaruhi) atau faktor lain dari dua oknum tersebut dianggap sama (misalnya dalam hal keimanan dan kekayaan), tentunya yang ganteng lebih baik. Ya iya laaaaah... Ganteng jelas lebih baik dari jelek.

Satu alasan kenapa aku menganggap yang ganteng lebih baik untuk ditaksir adalah antisipasi ketika patah hati. Bayangkan bila aku naksir pada cowok yang jelek yang hidungnya seperti hidung bekantan lalu ternyata dia memilih orang lain (yah, sesungguhnya ini adalah kejadian nyata, hahaha). Apa kata dunia? "Cowok jelek aja gak mau ama elo, apalagi yang ganteng?" mungkin begitu komentar miring yang akan muncul. Huhuhu, sebegitu tidak layakkah diriku untuk ditaksir apalagi dicintai? Bahkan, cowok buruk rupa pun tidak memilihku. Kejadiannya berbeda bila aku naksir cowok ganteng lalu patah hati. Komentar yang muncul sepertinya tak akan terlalu pedas. Paling-paling komentarnya, "Yah, dia 'kan ganteng. Wajar kalo pilih-pilih. Wajar kalo milih cewek lain yang lebih manis dari Milo".

Naksir cowok ganteng lalu menikah dengannya adalah pilihan. Tapi, naksir cowok jelek lalu patah hati adalah aib yang sangat-sangat memalukan. Jadi, mulai hari ini aku putuskan untuk tidak naksir cowok jelek. Hehehe...

Beda situasinya bila sang cowok yang melamarku. Tentunya ganteng itu bukan parameter utama untuk mempertimbangkan pinangan dia. Tapi, untuk urusan taksir-menaksir, tetap cowok ganteng yang jadi incaran. Kalau bisa yang ditaksir seganteng Lee Min Ho, agar lebih semangat. Halaaaaah, kenapa diriku makin ababil beginihh?

ARTIKEL TERKAIT



4 komentar:

  1. Gini, saya pernah dapet khutbah jumat yang cukup menarik (dan dengan gaya pembawaan khatib yang lucu pula). Sang khatib bilang, kalo cari pasangan itu harus tahu diri. Kalo merasa diri sendiri nilainya 7, jangan pilih pasangan yang nilai 9. Pilih yang 7 juga.
    Kalo jomplang, misal kita 6 dan pasangan 9, bisa2 kita dikira orang lain pembantu atau sopirnya kalo jalan bareng. *ngakak*

    Gitulah kira2 secara garis besar yang saya ingat. ^^

    BalasHapus
  2. @Asop: yaelaaah, serius amat yak nanggepinnya.. ini bukan soal milih pasangan tapi milih yang ditaksir doang :p

    BalasHapus
  3. Semoga cepet dilamar aja yah mbak :p
    Sama yang ganteng tentunya :p

    BalasHapus
  4. @ Una van Wiebs:
    Ganti nama ya?
    Aaaamiiiiin... Semoga saya nikah sama yang sholeh, kaya, ganteng :)

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!