Sabtu, 30 Juli 2011

Lupa Judulnya

Ini puisi (sepertinya puisi terakhir) yang pernah ku-post di blog-ku di Friendster. Berhubung blog itu sudah raib, lebih baik kudokumentasikan di sini saja.

Aku kerap bertanya, "Tuhan, kenapa Engkau kirimkan aku ke tanah ini?"
Semula aku menduga, aku dikirim ke sini untuk sekeping hati yang menantiku
Semula aku menduga, di sini aku akan bertemu pangeran belahan jiwa
Kupikir, itulah jawaban-Nya

Aku seperti burung rantau yang diajak membuat sarang jauh dari pohon tempatku lahir
Ketika aku telah bersedia mengorbankan hati ini jauh dari ayah bunda
Ketika bunda telah memberi segenap restu terbaiknya
Ketika ayah telah menyerahkan segala keputusan di tanganku
Ternyata...
Sarang itu hanya ilusi
Aku terjatuh dari puncak pohon tertinggi
Sayapku patah
dan ayah bundaku terlalu jauh untuk menolongku

Tuhan,sungguh, aku tak ingin membenci takdir-Mu
Rasa sakit ini, mungkin jawaban dari tanyaku
Mungkin Engkau ingin aku belajar kuat dengan memberiku sakit ini
Mungkin Engkau ingin aku tak mematahkan sayap siapapun
karena aku telah tahu sakitnya ketika patah sayap

Tuhan, kali ini aku tak bertanya lagi "kenapa"
Aku hanya bisa memohon
Sembuhkanlah luka sayapku
Karena Engkau Sebaik-baik Penyembuh
Aaamiiiiiin...

ARTIKEL TERKAIT



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!