Senin, 31 Agustus 2015

Wanseponetaim in Semarang: Masjid Agung

Hari kedua di Semarang, aku dan teman-teman mengunjungi Masjid Agung Semarang. Numpang sholat? Nggak. Numpang foto-foto doang. Parah ya ... Kebetulan waktu ke sana sedang berhalangan, jadi ya tidak bisa sholat.

Seperti apa penampakan masjidnya? Ini dia.


Yang terkenal dari masjid ini adalah tiang-tiangnya. Tiang-tiang yang berwarna ungu unyu ini bertuliskan Asma'ul Husna. Tadinya kupikir ada 99 tiang yang masing-masing bertuliskan Asma'ul Husna. Ternyata 99 nama Alloh itu dituliskan di dinding di atas tiangnya. Jumlah tiangnya, sih, tidak mencapai 99.

Pada tiang yang melengkung terdapat kaligrafi Asma'ul Husna dan pada tiang yang kotak itu terdapat kaligrafi surat Al Fatihah

Seperti apa bagian dalam masjidnya? Ini dia gambarnya.


Agak kurang matching dengan cat luarnya, ya. Di bagian luar kesannya unyu dan modern, sedangkan bagian dalamnya  terkesan klasik.

Kami juga sempat naik ke Menara Al Husna. Dari atas menara kita bisa melihat kota Semarang menggunakan teropong. Ada 2 lantai menara yang digunakan sebagai museum sejarah Islam di Jawa. Namun, sepertinya kurang lengkap. Berikut adalah foto masjid yang diambil dari atas menara.



Masjid ini juga terkenal dengan payung elektriknya yang katanya hanya ada di masjid agung ini dan Masjid Nabawi. Tapi, saat kami berkunjung payung tersebut tidak dibuka. Payung tersebut hanya dibuka pada Idul Fitri dan Idul Adha. Mau tahu seperti apa payungnya? Seperti di gambar ini. Dua tiang yang di samping itulah payung elektriknya.


Gambar di atas adalah gambar favoritku selama jalan-jalan di Semarang. Dan sepertinya hampir semua gambar hasil jepretanku di masjid ini terlihat cerah. Entah karena faktor cuaca, atau karena faktor waktu (kami ke sana pagi menjelang siang).

Tapi, ada yang membuatku kesal sewaktu ke sana. Ada pasangan yang duduk-duduk di emperan masjid, entah mereka pacaran atau suami istri. Yang jelas, yang laki-laki kelihatan tiduran di pangkuan yang perempuan. Sebenarnya ingin memarahi mereka tapi ragu-ragu. Yamasa pacaran di masjid. Meskipun suami istri, tetap saja tidak sopan PDA di tempat ibadah.

Satu lagi yang membuatku kesal. Sampah. Di kolam dekat prasasti banyak sampah mengambang. Padahal sudah disediakan tempat sampah, masih ada yang membuang sampah di kolam. Tega.

ARTIKEL TERKAIT



11 komentar:

  1. gak naik kemenara mesjidnya?

    BalasHapus
  2. kereeen ya arsitektur masjid nya .. oya ga selfie gitu ya ? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. selfie sih sama temen2, tapi gak dipublish di blog

      Hapus
    2. yaaahhh, kug nnggak dipublish? aminimal di blur gitu~ padahal kan pengen melihat penampakannya mbak Milo dan kawan-kawan. :v

      Hapus
    3. kan udah prinsip di blog ga pasang poto pribadi *nggaya punya prinsip*

      Hapus
  3. keren banget masjidnya, mau kesana, tapi yang diutamain selfie wkwk

    BalasHapus
  4. tumben ada typo di tulisanmu mbak. Aku terkejut. Kalo aku mah, biasa typo, wkwkwk... XD
    pasangan yang lagi PDA, difoto juga gak?
    kalo iya, ditampilin di blog ini ajah. Tapi diblur. Tega gitu ya kesannya. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku sampe nyariin typo-nya di mana. untung ketemu. biasanya susah nyari typo di tulisan sendiri :D

      sekalian aja gak usah diblur fotonya, trus disebar ke sosmed, biar dibully :p

      Hapus
    2. hah? janganlah. kalo itumah ketegaan. Kuwalat lho mbak. :p

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!