Selasa, 20 September 2011

Perempuan 'Maju' Duluan

Teringat perkataan seseorang, "Cinta harus diperjuangkan". Dulu, aku percaya itu. Tak masalah perempuan yang 'maju duluan'. Dalam pernikahan pun, aku pernah berpikir, "Bila aku menemukan seseorang yang tepat, aku akan segera mengajaknya menikah". Tak ada yang salah dengan perempuan yang terlebih dahulu mengajak menikah.

Tapi, itu dulu. Sebelum aku memikirkan segala resikonya.

Bila aku mengajak seseorang menikah lalu ditolak, tentu aku patah hati sepatah-patahnya. Yang aku khawatirkan, bila patah hati, aku akan trauma berkepanjangan dan sulit membuka hati untuk orang lain.

Kalaupun dia menerimaku, akankah dia mencintaiku? Aku tidak yakin. Menikah dengan seseorang yang tidak mencintaiku sepertinya mengerikan. Tanpa cinta, akan sulit baginya untuk memaklumi keterbatasanku.

Bila alasan aku diminta 'maju' duluan adalah: siapa tahu dia takut kamu tolak, makanya kamu maju aja duluan. Dengan sikapku yang amat blak-blakan yang tidak bisa menutupi rasa sukaku, masa dia masih takut kutolak? Menurutku bila seseorang ragu untuk melamarku, itu bukan karena takut ditolak tapi dia memang ragu bahwa aku yang dia cari atau bukan. Buat apa aku mengajaknya menikah bila dia sendiri tak yakin untuk memilihku?

Dan yang mungkin tak kalah penting, harga diri. Se'tinggi' itukah dia dan se'rendah' itukah aku sampai harus menentang kelaziman yang ada bahwa laki-lakilah yang lebih dulu mengajak menikah? Bukan, aku bukannya menilai diriku terlalu tinggi. Justru, aku merasa sudah bersikap terlalu murahan dengan menunjukkan rasa sukaku secara blak-blakan. Dan aku tak mau lebih jauh lagi.

Yah, wanita yang mengajak menikah adalah salah satu pilihan jalan. Dan saat ini aku memilih untuk tidak menempuh jalan itu.

ARTIKEL TERKAIT



8 komentar:

  1. suka tulisannya..blak2an .. nice one :)

    BalasHapus
  2. setuju sama komen yang pertama :P

    BalasHapus
  3. @Rizaldy Gema Prayudha:
    setuju pendapat kalo aku blak2an?

    BalasHapus
  4. bukan, maksudnya setuju sama komen yang pertama yang bilang kalo tulisan ini blak-blakan (baca: jujur). :D

    BalasHapus
  5. @Rizaldy Gema:
    ooohhh.. *manggut2*

    BalasHapus
  6. hehehe...
    :D

    #komennya cuman hehehe donk? Biarin.:P

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!