Minggu, 25 September 2011

Gila Gara-gara PP#S

Hari ini, detik ini, seharusnya aku sedang meng-entry PPLS 2011. Yah, sebenarnya deadline-nya tinggal beberapa hari lagi. Tapiii... Aku malas, jenuh! Entahlah. Mungkin karena beberapa minggu lalu server kami rusak sehingga kegiatan entry terhenti selama dua hari selagi menunggu aku mengecek server --untuk mengetahui kira-kira bisa diselamatkan atau tidak, dan akhirnya aku menyerah lalu kuserahkan ke provinsi-- kemudian meng-install aplikasi server di komputer biasa (bukan khusus server). Saat itu aku sudah panik tingkat tinggi. Biasanya aku memang gampang panik. Tapi, kali ini lebih parah karena menyangkut sebuah benda berharga... berapa ya? Pokoknya mahal. Gajiku selama 20 tahun pun tak cukup untuk membelinya. Aku pun termasuk kaum awam yang tidak suka bermain-main hardware jadi tidak tahu kemungkinan masalah yang menyebabkan kerusakan server itu. Aku cuma tahu, lampu di atas simbol segitiga berisi tanda seru menyala merah. Itu saja. BLANK! Dan juga, saat itu aku berpikir kerusakan ini berarti data yang sudah di-entry harus dientry ulang (kemungkinan terburuk, tapi semoga saja tidak harus begitu). Saat menelepon Hasta dan Bang Andi, jawabannya sama: kemungkinan besar server rusak dan aku harus menggunakan komputer lain untuk dijadikan server cadangan.

Setelah memutuskan untuk mengikhlaskan server tersebut, aku pun mulai meng-install aplikasi PPLS di komputer yang biasa berada di ruanganku. Butuh beberapa lama untuk meng-install SQL Server Express dan aplikasi tersebut. Setelah selesai, aku pun memulai untuk memboyong komputer tersebut ke ruangan tengah di mana orang-orang biasa meng-entry. 'Server baru' sudah tersedia, selesaikah masalah? TIDAK. Aku masih dihadapkan pada desa-desa yang mengalami pemekaran. Ampuuuuuuuuun!!! Kadang-kadang aku ingin menjitak kepala bupati yang dengan mudah menyetujui pemekaran desa. Desa yang tak mekar pun rupanya banyak yang tertukar dusunnya. Entah memang master-nya yang salah, atau ada kesalahan saat Sensus Penduduk 2010 kemarin. Lagi-lagi, ENTAH!

Ah, sudahlah. Tidur saja. Hujan sudah turun untuk mendukung acara tidur siang. Tapi, tidak ada tempat yang nyaman untuk tidur di kantor ini... Huft! Baiklah, baiklah, aku akan meng-entry. Puas???

ARTIKEL TERKAIT



2 komentar:

  1. semoga PPLS segera berakhir....i wish..i hope...i wonder...

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!