Rabu, 18 Januari 2012

Curhat Galau

Sekarang sedang jam istirahat. Iya? Nggak percaya? Tuh, buktinya kawan-kawanku belum kembali ke kantor setelah makan siang. Lalu, apa hubungannya dengan posting-an kali ini? Nggak ada hubungannya. Terus, kenapa harus dijelaskan di awal??? Pengen aja. *pletaaaaaaaakkk*

Aku sedang galau. Iya, serius, aku sedang galau. Memangnya tahu artinya galau? Nggak. Galau itu lagunya Titi DJ, kan?

Please, deh... Tolong, kali ini jangan mem-posting sesuatu yang tidak bermutu. Ih, suka-suka aku, lah... Ini, kan, blog-ku!

Hadeuh... Bingung. Sebenarnya aku ingin curhat. Tapiii... Kok, ya, rasanya terlalu berbahaya untuk curhat di blog ataupun di Facebook. Curhat ke diary? Halloooo... Saya ingin curhat dan mendapatkan solusi. Kalau curhat ke diary, mana mungkin ada yang baca lalu memberikan solusi? Hadeuh... Bingung lagi.

Jadi, sebenarnya mau menulis apa, sih? Meneketehe! There are so many thing I want to talk about. Tapi, bingung bagaimana harus memulai dan bingung memilah mana yang bisa dibicarakan dan mana yang harus dirahasiakan.

Mungkin inilah rasanya galau. Serba tidak pasti. Antara ingin dan takut. Antara ingin bicara dan takut bicara. Antara ingin memulai dan takut memulai. Yah, mungkin kadang lebih tepat dikatakan tidak tahu bagaimana harus memulai. Seperti ingin jatuh cinta tapi takut jatuh cinta dan takut cinta itu akan merusak hubunganku dengan seseorang yang kujatuhi cinta itu. Seperti ingin menyuruh para KSK membuat peta desa pemekaran tapi bingung bagaimana harus mengajari para KSK baru cara membuat peta. Seperti ingin me-rutin-kan pemeriksaan laptop KSK tapi bingung bagaimana menyampaikannya pada mereka. Seperti ingin cepat-cepat menyelesaikan layout Statistik Kecamatan tapi selalu saja suntuk dan bete bila mulai susah mengatur nomor halaman di footer. Seperti bingung karena teman-temanku sibuk membahas jabatan fungsional. Seperti ingin menurunkan berat badan agar tubuhku singset tapi malas untuk diet. Hohoho, yang terakhir ini bukan galau. Bukan.

Mungkin agar galauku tidak berlarut-larut aku harus berani. Berani bicara, berani memulai. Salah satunya mulai bekerja!!! Semoga pekerjaan ini tidak membuatku semakin galau. Let's work!

ARTIKEL TERKAIT



6 komentar:

  1. Ribet! udah 25 tahun masih aja galau. -___-'

    *anda cari solusi saya kasih komentar ngocol*

    *ketawa setan*

    *bikin orang galau jadi bete*

    *nyepam nggak jelas*

    *kabuuuurrrrrrr*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Grrrrrrrrrr! Bikin makin galau aja ni anak :p

      Hapus
  2. galau itu kalau ada orang bilang gini kan? "Eh lampu rumah lo tuh galau!".. hahaha piss

    blogwalking malemmalem.

    BalasHapus
  3. Galau bulan bisa ngomong.. la la la la...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Galau saja aku tahuuuuu.. Salamah itu namamuuuuuu..

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!