Rabu, 25 Januari 2012

Boyband/Girlband dan Anak-anak

Boyband dan girlband memang sedang booming saat ini. Entah apa saja namanya. Yang kutahu paling cuma 7ICONS, Cherrybelle, SM*SH. Sisanya meneketehe! Umm, kenapa tiba-tiba menyebut para boyband dan girlband itu? Sebenarnya aku sudah lama ingin menuliskan ke-tidaknyaman-anku terhadap keberadaan para bintang yang menjadi idola saat ini. Bukan, aku bukannya menentang menjamurnya boyband/girlband seperti mereka. Yang menjadikan aku tidak nyaman adalah para penggemarnya. Kalau yang remaja seperti adikku mungkin aku sudah tidak terlalu sebal melihatnya berteriak-teriak, "Ada SM*SH di tivi! Rafaeeeeel!" Tapi, ketika membaca komentar-komentar anak-anak di laman Facebook salah satu majalah anak-anak yaitu Bobo, aku jadi sebal. Mereka sepertinya benar-benar nge-fans pada boyband/girlband, baik yang dalam negeri maupun mancanegara seperti Suju, SNSD, dan banyak lagi lainnya.

Lalu, kenapa aku tidak nyaman? Yah, menurutku, sih, durung wayahe, belum waktunya. Belum waktunya bagi anak-anak, terutama anak SD, untuk menyukai artis-artis dewasa yang menyanyikan lagu-lagu dewasa. Apa pantas anak kelas 5 SD menyanyikan lagu Cherrybelle yang berjudul Dilema? Apa pantas anak kelas 5 SD menyanyikan lagu-lagu cinta apalagi lagu tentang merebut kekasih sahabatnya? Sekali lagi, menurutku durung wayahe. Menurutku mereka seharusnya masih menyanyikan lagu seperti begini, "orang tak berilmu itu seperti tak bermata." Yup, itu lagunya Agnes dan Eza Yayang sewaktu aku kecil dulu. Atau lagu, "bing beng bang yok kita ke bank, bang bing bung yok kita nabung." Bukankah itu lebih sesuai untuk usia mereka?

Oh, ya, sudah pernah melihat penampilan para girlband, baik dalam negeri ataupun luar negeri (especially Korea)? Kalau sudah, berarti akan nyambung dengan ketidaksukaanku. Bajunya itu, lhooooo! Kurang bahan alias minimalis. Kalo atasannya sopan, berlengan panjang, silakan lihat bawahnya, kalau bukan hotpants superpendek, ya, rok yang supercekak. Kalau bawahannya celana panjang, lihatlah atasannya. Biasanya, ya, tengtop yang isis dan semriwing itu. Yang paling parah, ya, atasan dan bawahan sama-sama minimalis. Hadeuh... Apa mau anak-anak meniru gaya mereka?


Memangnya aku tidak suka boyband/girlband? Jujur, aku lumayan suka boyband/girlband Korea. Aku suka lagunya dan musiknya, meski aku lebih suka yang benar-benar BAND, bukan boyband/girlband. Tapi, tetap saja tidak suka gaya berpakaian mereka. Untuk orang seperti aku yang sudah sering diceramahi mengenai aurat tentunya tidak berminat untuk meniru gaya mereka yang minimalis itu. Tapi, bagi anak-anak yang masih suka meniru, apa jadinya? Bisa jadi mereka akan menganggap hotpants, rok cekak, dan tengtop (atau tanktop?) itu fashion yang keren. Padahal itu merupakan gaya yang tidak sopan, nggak Indonesia banget, lah!

Dan sepertinya boyband/girlband Indonesia juga meniru gaya berpakaian mereka. Adudududuh... Kalau ditiru adik-adik kita yang masih imut-imut itu bagaimana? Adik-adik, mbok nge-fans sama yang lain saja, Pak Habibie misalnya..

ARTIKEL TERKAIT



8 komentar:

  1. hiks hiks begitulah sekarang ini... yang tak layak diidolai malah tenar

    bw malem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hu'um, yang gak bisa jadi panutan malah dicontoh..

      Hapus
  2. Eh, mbak. Mau gabung girlband aku namanya SNSDuts, atau gak Wonduts Girl gak?
    Mari kita gebrakkan I-Pop! Indonesia Pop maksudnya.
    Salamnya, salam kecups!
    *gilaaa setiap orang post tentang girlband, aku pasti nanya begini... *

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wegah aku melu, Na. Aku kan generasi langsing, mosok girlband-ku namanya nduts gitu @__@

      Hapus
  3. No, ini bukan genduts. Tapi dangduts...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, dangduts... Gak ikut ah. Takut terkenal :p

      Hapus
  4. saya sebagai anak band memang tdk melarang bgi mereka yg ingin berkreatifitas,, terutama boyband... tp kali ini boyband sudah kelewat batas,, ingin exis tp dgn skill tipis,,, hanya bermodal paras lantas mereka dgn mudahnya naik keatas,,, namun bagi anak band,,,, kmi harus bersusah payah,,,,bahkan kandas hanya karna penampilan,,,
    bermusik adalah bagaimana kita mengekspresikan musik itu secara natural,,
    seorg musisi sejati harusnya tau itu.... thnks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Well, kalau soal musikalitas para boyband saya kurang tahu, bukan bidang saya. Tapi, memang saya kurang sreg kalo mereka tampil lypsinc. Kesannya gak bisa nyanyi, cuma bisa nari doang.

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!