Senin, 30 Juli 2018

Wanseponetaim in Belitung: Pantai Pasir dan Pantai Leebong

Setelah jalan-jalan ke Tanjung Tinggi, besoknya aku kembali nunut orang-orang jalan-jalan. Tujuan selanjutnya adalah Pulau Leebong. Untuk menuju Pulau Leebong, kami harus naik bus dulu ke pelabuhan. Aku lupa perjalanan ke pelabuhan memakan waktu setengah jam atau satu jam. Nama pelabuhannya apa? Hehe, aku lupa. Pokoknya seperti ini pelabuhannya.

Pelabuhan


Sebelum ke Pantai Leebong, kami singgah dulu di Pantai Pasir. Awalnya aku mengira Pantai Pasir ini kecil dan benar-benar cuma pasir seperti Malelo di Pulau Banyak. Namun, ternyata lumayan besar dan ada pepohonannya. Begini pemandangan di Pulau Pasir.


Ada beberapa ayunan di Pulau Pasir. Sepertinya biasanya air pasang sampai di bawah ayunan seperti yang biasa digunakan untuk berfoto. Sayang saat kami ke sana air sedang surut jadi kelihatan seperti ayunan biasa. Meskipun begitu, tetap kelihatan menarik untuk difoto.


Setelah puas foto-foto di Pulau pasir (iya, kami ke sana memang cuma untuk foto-foto), kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Leebong. Pantainya? Yah, seperti pantai berpasir putih lainnya. Tidak berbatu-batu seperti Tanjung Tinggi. Tidak ada karang juga. Namun, fasilitas di pantai ini cukup lengkap. Ada toilet, tempat bilas, tempat salat, dan restoran. ada penyewaan sepeda dan kayak juga. Ada banyak gazebo untuk beristirahat juga.

Pulau Leebong

Aku tidak banyak berkeliling karena panas dan tidak ada kawan. Awalnya aku mengikuti dua orang kawanku. Namun, rasanya tidak enak mengikuti mereka. Rasanya seperti orang ketiga, bahasa nggayanya the third wheel. Dari pengalaman itu aku jadi sadar kalau mengikuti rombongan yang terdiri dari banyak orang lebih mudah (tidak terlalu canggung) dibandingkan mengikuti dua orang. Akhirnya aku ngucluk sendiri. Karena pemandangan yang menarik untuk difoto tidak terlalu banyak, aku pun tidak terlalu lama berkeliling sendirian. Akhirnya aku malah tidur di gazebo.

Gitu doang? Iya, gitu doang. Sepertinya aku sudah tidak terlalu menikmati jalan-jalan ke pantai. Mungkin sudah waktunya ganti tujuan jalan-jalan, ke gunung misalnya. Fujiyama? Haha.. Ngarep.

ARTIKEL TERKAIT



1 komentar:

  1. Wahh seru banget dipantai, maen aer dan pasir..
    Kepengen ke pantai jadinya..

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!