Minggu, 23 Juli 2017

Tentang Reach Out

Ada yang curhat di salah satu forum, tentang kesepian. Dia tidak nyaman berkumpul dengan teman-temannya tetapi kesepian saat sendirian. Apa komentar orang-orang? "Kamu harus membuka diri," kata mereka. Mereka juga bilang, "Kamu yang harus berubah. Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum sampai kaum itu mengubah dirinya sendiri."



Aku tidak nyaman membaca komentar-komentar itu. Mungkin karena aku juga orang yang penyendiri jadi aku merasa komentar itu ditujukan padaku juga. Membuka diri? Dikata membuka diri itu segampang buka baju? Ada orang-orang yang mau menelepon saja deg-degannya setengah mati. Mau menyapa orang pun bingung. Kadang merasa lelah setengah mati setelah bertemu orang seharian. Bagaimana mau membuka diri? Harus berubah? Sungguh, kalau disuruh berubah sendiri akan terasa sulit. Kadang mereka yang sulit bersosialisasi membutuhkan orang lain yang dapat mencairkan suasana dan membantunya membuka diri.

Dan ketika heboh berita Chester bunuh diri, ada yang membagikan tautan ini. Isinya menceritakan bahwa kadang terlalu sulit bagi orang yang depresi untuk reach out dan agak keterlaluan kalau kita menyuruh mereka reach out. Orang yang depresi seperti orang yang nyaris tenggelam dan menyuruh mereka reach out itu seperti menyuruh mereka berenang ke tepian.

Kesepian dan depresi. Dua hal yang mungkin berbeda. Namun, aku merasa komentar yang diberikan orang-orang mirip. Kalau kamu kesepian, kamu mesti membuka diri. Kalau kamu depresi sampai ingin mati, kamu mesti cerita apa masalah kamu, jangan dipendam sendiri. Dengan kata lain, mereka harus meminta tolong terlebih dahulu. Padahal, bisa jadi mereka sudah tidak lagi punya tenaga untuk sekadar minta tolong. Atau mungkin sudah terlalu sulit bagi mereka untuk minta tolong.

Sometimes they, okay maybe I have to say we because I'm just like them, need someone to come to reach to us, giving their hands so we could hold it and help me from drowning.

ARTIKEL TERKAIT



1 komentar:

  1. dija juga sebel kalo sepi...kalo sendiri
    makanya kemana mana minta ditemenin
    termasuk ke kamar mandi
    hihihihihii

    takut ada hantu!

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!