Rabu, 15 Januari 2014

Biggest Fans

I am Benedicted. I am Cumberbatched. I am Benaddicted.

Ah, sudah. Cukup. Bukan Mamas Beben yang akan kubicarakan kali ini. Tapi, termasuk salah satu efek kegilaanku pada si Mamas ini.

Seperti biasa, kalau aku ngefans pada artis, aku akan googling. Selain foto, biodata, berita, tentunya di internet bertebaran tulisan dari fans. Begitu pun pada kasus Benedict ini. Aku menemukan banyak akun twitter para penggemarnya dan blog fandom-nya. Isinya? Gila, segila tingkah fandom yang tergila-gila pada aktor yang mereka gilai itu. Oke. Sudah terlalu banyak kata gila.

Para Cumbercookies (I prefer Cumbercookies or Cumberbabe to Cumberbitch) ini begitu mengagumi Benedict, menganggapnya keren, hot, APAPUN pose yang dia lakukan. Mulai dari pose senyum biasa, wink, acak-acak rambut, angkat kerah coat, mimik wajah yang lucu, sampai gaya dia melepas scarf pun bisa membuat para penggemarnya terpesona. Erm, kalau yang gaya lepas scarf itu memang hot. Jangan protes!

Gambar pinjam dari sini

Dan mendadak aku berpikir, bagaimana seandainya seorang istri mencintai suaminya seperti Cumbercookies tergila-gila pada Benedict, dan sebaliknya, suaminya juga mencintai istrinya seperti itu.  Bayangkan seorang suami yang terpesona cuma gara-gara melihat istrinya melepas scarf. Bayangkan seorang istri yang terpesona sampai cuma gara-gara melihat suaminya mengangkat kerah mantelnya. I think it would be nice if our spouse become our biggest fans. Well, I just think.

Tapi, kalau begitu, nanti jadi cenderung "buta" terhadap kekurangan dan kesalahan pasangan, sih, ya. Meskipun baik juga kalau selalu fokus pada kelebihan pasangan dan tidak membesar-besarkan kekurangannya. Tapi, tidak ada salahnya selalu menganggap pasangan sebagai sosok paling keren, paling cool sekaligus paling hot. Tentu tidak akan ada kata "bosan" dalam hubungan pernikahan dan tidak akan ada sikap saling meremehkan. Nice, huh?

Ah, sudahlah. Toh, aku belum punya pasangan. Kenapa mesti melantur begini? Mestinya aku melantur menceritakan bagaimana seandainya aku menikah dengan Benedict Cumberbatch. Ok. I'll stop it.

ARTIKEL TERKAIT



23 komentar:

  1. seandainya ya...hehehehe *sambil berandai-andai hehe

    BalasHapus
  2. aku daoakan dapat yang seganteng itu :)

    BalasHapus
  3. Waaah.... Kereeen... I wish.. . .
    Hehehe...

    Kudoakan utkmu juga.. :-)

    BalasHapus
  4. semoga bisa tercapai deh ...

    BalasHapus
  5. kalau yang ngomong udah punya suami, saya sih percaya paragraf yang sebelum paragraf terakhir, tapi kalau belum kurang percaya ah, hehehe

    BalasHapus
  6. aku belum nonton filmnya jadi belum kenal hehee

    BalasHapus
  7. i am little bit benaddicted too, tapi bukan benedicht cucumber, melainkan ben barnes ala king caspian. Kalo ben barnes ala prince caspian, enggak deh, makasih :v

    Komen panjangna ntar kapan-kapan kalo udah log in blogger, kesini cuma mampir, kangen sama tulisanmu mbak. :v
    bye

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku.. aku... aku terharu baca komenmu... *speechless

      Hapus
    2. Terharu kenapa mbak? Terharu gegara aku #benbaneskingcaspianaddicted? :v

      Pasti bukan itu kan, ("~,~) Wkwkwkwk .

      Bicara ttg pasangan sih, enak na punya pasangan yg bisa saling melengkapi. Kayak hubungan antara Holmes ama Watson. Kalo lebih cenderung mirip kayak cumbercookis yg ngefans sama oom Ben, pasti malah membosankan. Karena hubungan antara cumbercookis sama oom Ben kan cuma sepihak, maksudku, yg tergila-gila cuma satu pihak. Jadi kayak gak imbang gitu.

      Tapi, kalo dua2 na saling tergila-gila satu sama lain, pasti yg ada malah kedua na gak bisa berkembang. Bukankah setiap orang yg taklid buta selalu tidak bisa berkembang? Tapi mbuhlah.

      Bales nih komen donk mbak. ya ya ya, bales lho...
      :p

      Hapus
    3. Iya, kubales nih komennya :D

      Aku terharu ada yang kangen sama tulisanku *berurai air mata

      Emang sih kalo pasangan kaya Holmes-Watson emang saling melengkapi dan oke banget (kalo mereka beda jenis kelamin ya. kalo sejenis mah geuleuh).
      Maksudku kalo dua-duanya saling tergila-gila kaya fans gitu kan seru.Hal sepele yang dilakukan pasangan pun kelihatannya keren. Jadinya nggak sibuk komplain kekurangan pasangan. Tapi, ya kudu tetep objektif juga kalo pasangan punya kekurangan yang perlu diperbaiki.

      Ini kenapa aku jadi berasa udah expert banget soal pasang-pasangan? *sigh

      Hapus
    4. cup cup *mau tissue?*

      kenapa aku kangen? karena aku suka gayamu mbak... haha...
      kalo ga salah ingat, seseorang cenderung menyukai orang yg mirip dengan dirina sendiri *lupabacadimana*

      kalo dua-dua na saling tergila2 kayak fans (buru-buru bayangin), pasti serumah isi na lebay mulu. Sik ding, belum tentu juga dink, embuh dink. Emang na, ngefans itu rasa na gimana sih? Aku kog kek na belum pernah bisa fanatik ya mbak. :v

      Hmmm, teori soal berpasang-pasangan na udah manteb mbak, semoga segera dipertemukan dg pasangan na ya. Aaaaamiiiiinn.

      *nyodorin tangan buat minta uang jajan*
      hehe
      :D

      Hapus
    5. berarti karakter kita mirip. amasaaaaaaaa?

      gapapa lebay, asal lebay nya yang positif. bukan lebay pas berantem :D

      Duh, doamu baik banget. Kuaminin deh. AAAMIIIIIN.

      *kasih uang jajan virtual*

      Hapus
    6. enggak mirip banget, cuma agak doank keknya.

      aamiin lagi buat doa na.

      Hiks, nape uang jajan virtual sih.

      Hapus
    7. Alhamdulillah kalo cuma agak. Kalo mirip banget malah ntar "padu" kan :p

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!