Minggu, 27 Oktober 2013

Born Under A Million Shadows (Dalam Sejuta Bayangan)


Fawad nama anak laki-laki itu. Dia lahir di Afghanistan, di bawah bayang-bayang Taliban. Ia memiliki dua orang kawan baik, yaitu Spandi dan Jamilla. Nama asli Spandi adalah Abdullah. Namun, karena dia menjual spanduk, orang-orang memanggilnya Spandi.

Fawad dan Mariya, ibunya, semula tinggal bersama keluarga bibinya meskipun hubungan antara ibunya dan bibinya tidak begitu baik. Setelah ibunya mendapat pekerjaan sebagai pengurus rumah, mereka pun kemudian tinggal di rumah “majikan” ibunya. Orang itu bernama Georgie. Dia berasal dari Inggris. Di Afghanistan Georgie bekerja di LSM dan menjadi pencukur kambing kashmir. Di rumah itu Georgie tinggal bersama dua orang kawannya: seorang jurnalis bernama James dan ahli teknik bernama May.

Tak butuh waktu lama bagi Georgie untuk akrab dengan Fawad. Georgie adalah wanita yang menyenangkan dan dia bisa berbahasa Dari. Fawad pun berpikir bahwa dia menyukai Georgie. Tapi, kemudian dia tahu bahwa Georgie sudah memiliki kekasih bernama Haji Khalid Khan. Sayangnya hubungan mereka cukup rumit. Perbedaan budaya dan perbedaan keyakinan – Haji Khalid Khan muslim sedangkan Georgie bisa dibilang tidak percaya Tuhan – membuat mereka sulit untuk menikah. Dari sinilah berbagai masalah mulai berdatangan.

Itu adalah sekilas cerita dalam novel Born Under A Million Shadows (Dalam Sejuta Bayangan) karya Andrea Busfield. Cerita dalam novel setebal 376 halaman ini cukup menarik, yaitu tentang hubungan seorang anak Afghanistan yang berumur sebelas tahun dengan kawan-kawan sebayanya dan dengan orang-orang asing yang tinggal di negara itu. Penyampaian cerita dari sudut pandang seorang anak kecil membuat ceritanya kadang lucu. Beberapa kali digambarkan pendapat Fawad tentang orang dewasa. Yah, sudut pandang anak-anak polos dan sederhana memang kadang lucu. Kalau sudut pandangnya anak-anak, berarti novel ini cocok untuk anak-anak? TIDAK. Ada beberapa cerita yang belum tepat dibaca anak-anak. Bukan. Bukan cerita “dewasa”. Hanya saja ada beberapa bagian yang temanya terlalu rumit untuk anak-anak. Dan ada satu kata yang sering disebut dalam buku ini: homo. Yeah, anak kecil tentu saja belum waktunya mengenal kata itu.
Novel ini ber-setting di Afghanistan, negeri yang dilanda perang berkepanjangan. Jadi, ada beberapa bagian yang menceritakan tentang perang tersebut. Tapi, porsinya tidak banyak. Kalau di novel The Kite Runner banyak diceritakan konflik antara etnis Pashtun dan Hazara, di novel ini tidak diceritakan hal semacam itu. Bisa dibilang novel ini lebih mengangkat sisi kemanusiaan yang sifatnya lebih universal. Menurutku, sih, begitu. Dan akhir ceritanya jauh berbeda dengan tebakanku. Memangnya bagaimana akhir ceritanya? Baca sendiri saja, ya!

Oh, iya. Aku belum berkomentar tentang sampulnya. Aku suka desain sampul novel terbitan GPU ini. Gambarnya anak laki-laki yang berlari di padang pasir. Manis. Tapi, sekilas aku hampir mengira anak kecil itu cacat tangan kirinya. Ternyata salah. Sepertinya efek perspektif yang membuat tangan anak itu kelihatan pendek sehingga kukira cacat. Overall, novel ini lumayan bagus.

ARTIKEL TERKAIT



16 komentar:

  1. gak ada foto covernya nih disini. Seru juga baca kisah dengan latr peperangan walaupun hanya sedikit cerita perangnya

    BalasHapus
  2. Saya bingung membayangkan berapa usia Fawad dan Georgie. mungki karena terjebak dengan tulisan "beberapa kalidigambarkan pendapat Fawad tentang orang dewasa" dan cinta Fawad-Georgia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fawad sekitar 11 tahunan, masih anak-anak lah.

      Hapus
    2. permasalahan yg sama, ternyata sudah dijawab. :v

      Hapus
    3. kutambahin aja dah di tulisannya -__-

      Hapus
  3. konflik besarnya, ada nggak kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mmm, ada konflik sih. tapi besar gak ya?

      Hapus
    2. yg kite runner aku malah nonton versi filmnya...
      sampe nangis-nangis lagi..
      :(

      Hapus
    3. aku juga noton kite runner. tapi nangis gak ya? *lupa

      Hapus
  4. banyak ya novel yang mengambil latar belakang di afghanistan

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah nggak tahu ya banyak atau sedikit. saya sih tahunya baru dua.

      Hapus
  5. Mil, aku punya permintaan nih, minta foto rak bukumu..

    BalasHapus
  6. Selera buku kita sama ya, Mil :D

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!