Rabu, 14 Agustus 2013

Ibuku Selangkah Lebih Maju

Tradisi keluarga kami setiap Idul Fitri adalah mengunjungi keluarga yang lebih tua, misalnya Pakdhe, Budhe (kakak dari Ibu), dan Simbah (ibu dari Abah). Idul Fitri kemarin pun begitu. Tempat yang pertama kami kunjungi adalah rumah Budhe di Siasem. Budhe ini istri dari kakak Ibu yang sudah meninggal.

Anak-anak Budhe ini semuanya lebih tua dariku dan sudah menikah. Mungkin karena mereka lebih tua, mereka pun enteng bertanya kepada Ibu, "Kapan mantunane?" Maksudnya adalah kapan aku, anak  Ibu yang cuantik, pintar, sholihah ini menikah. Halah, kok, aku jadi memfitnah diri sendiri begini? Tanpa diduga Ibu menjawab, "Bar bada." Maksudnya setelah lebaran. Heeeh? Aku cuma tertawa mendengar jawaban ngaco Ibu. Dilamar pun belum, bagaimana mau menikah? Budhe dan para sepupuku pun heboh, bertanya-tanya, "Temenan? Kapan?" Beneran? Kapan? Ibuku tetap pede menjawab kalau yang dikatakannya tadi itu benar. Ibu kemudian menambahkan, "Tanggal wolu, bada Syawal." Tanggal delapan, Lebaran Syawal.

Yang repot aku. Mereka menanyaiku, "Dapat orang mana?" Blah! Mesti jawab apa? Kalau yang bertanya sepupuku yang seumuran dan akrab, mungkin aku akan menjawab "orang Korea, artis terkenal, namanya Lee Dong Gun". Berhubung yang bertanya adalah sepupu yang tidak terlalu akrab denganku, aku cuma cengar-cengir.

Kemudian setelah ngobrol macam-macam, ada sepupuku yang mengkonfirmasi ke Abah tentang kebenaran perkataan Ibu tadi. Dan terbongkarlah bahwa sebenarnya aku tidak menikah setelah lebaran. Sepupuku langsung berkata, "Wong jare Abah ora ka!" Orang kata Abah tidak, kok! Ibuku dengan santainya menjawab, "Kan, benar lebaran Syawal itu tanggal delapan." Jadi ternyata tadi Ibu menjawab dengan kalimat ambigu. Jawaban sebenarnya adalah mengatakan bahwa Lebaran Syawal adalah tanggal delapan Syawal. Tapi, Ibu (sengaja) membuat orang berpikir bahwa aku akan menikah ketika Lebaran Syawal yaitu tanggal delapan Syawal. Ternyata Ibu ahli memanipulasi persepsi orang juga. Hadeuh!

Kalau ingat kejadian itu, aku jadi merasa sangat junior dibandingkan Ibu dalam hal membuat jawaban ambigu. Dulu, aku sering berniat menjawab, "Habis lebaran." Dan yang dimaksud habis lebaran di sini bisa macam-macam. Bisa habis lebaran tahun ini, tahun depan, atau lima tahun lagi. Bisa berarti seminggu setelah lebaran, sebulan setelah lebaran, atau malah setahun setelah lebaran. Namanya tetap setelah lebaran, kan? Bukan sebelum lebaran, kan? Yah, bisa juga disebut sebelum lebaran, sih. Sebelum lebaran selanjutnya. Dulu aku merasa jawabanku itu sudah keren, sudah cukup ambigu, sudah cukup ngeselin. Tapi, setelah mendengar jawaban Ibu, aku merasa jawabanku itu tidak ada apa-apanya.

Ibuku selangkah lebih maju dalam membuat jawaban ambigu. Istilahnya one step ahead, lah, dalam Perception Engineering alias Rekayasa Persepsi. Perception Engineering ini adalah istilah yang kuciptakan bersama Eny untuk menyebut tindakan merekayasa atau memanipulasi persepsi, salah satunya dengan cara memberi jawaban ambigu, sehingga bisa menipu tanpa berbohong. Kenapa menggunakan kata engineering? Yah, soalnya dulu mata kuliah Rekayasa Piranti Lunak di-inggris-kan menjadi Software Engineering, jadi kami menganggap bahwa Engineering itu artinya rekayasa. Pokoke kaya kue, lah.

Dan ternyata dalam hal itu Ibu sangat pro. Aku harus belajar padanya. Hahaha!

ARTIKEL TERKAIT



30 komentar:

  1. Senengnya, lagi ngumpul bareng keluarga ya mbak? Ibunya mbak Mill pintar juga ngejawab ya? Untuk ayaknya nggak ikut2an :D

    Selamat Idul Fitri, maaf lahir bathin ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. anaknya udah rencana mau ikut2an kok :D

      Hapus
  2. Pasti mengesalkan kalau ditanya2x seperti itu ya, untung Ibunda mbak Milati cerdas dalam mengeles eh menjawab pertanyaan2x yang sebenernya usil juga kalau dipikir2x. BTW, jawaban artis Korea itu lucu juga, pasti si penanya akan terbengong2x :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo jawaban artis Korea mah udah sering kalo yang nanya sepupu yang udah akrab :D

      Hapus
  3. masih suasana lebaran khan,
    jadi nggak apa2 kan kalo aku mohon dimaaafkan lahir batin kalau aku ada salah dan khilaf selama ini,
    back to zero again...sambil lirik kiri kanan nyari ketupat....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah, nilainya enol dong kalo back to zero -_-

      Hapus
  4. Waktu menjawab ambigu itu , ibu pasti punya intonasi ya Mbak..Cuman orang2 lebih suka mendengar jawaban yg mereka inginkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya intonasi iby saya juga 'menjebak' deh :D

      Hapus
  5. Moga aja mantu tenanan bar bodo aminn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Tapi mbuh bar bodo tahun kapan :D

      Hapus
  6. Salam untuk ibunya ya . Mohon maaf lahir batin, maaf baru bisa berkunjung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, saya males kalo nyampein salam :D

      Hapus
  7. Wkwkwkwk... Habis lebaran itu jawaban yang paling banyak kedua, dipakai untuk menjawab pertanyaan "kapan nikah?",
    jawaban rank 1 adalah; Mei (mei bi no mei bi yes) :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, saya belum pernah jawab begitu :D

      Hapus
  8. deneng nyong rana sing takon kapan kawin yah..?
    ini juga dalam rangka engineering koh...

    BalasHapus
  9. kok g ajawab mei aja mbak? mei bi yes mei bi no itu lho..

    BalasHapus
  10. ahahahaha, ibunya gaul. XD

    btw mbak, mbak Milo suka oom Lee Dong Gun ya?
    AKu baru sempet nonton akting dy di Sang Doo, Let's Go To School dan When it's at night.
    Suka sama gayanya waktu main di sinetron When it's at night
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku belum nonton When it's at night. Aku pertama lihat dia di Ad Madness. Sang Doo Let's go to school pun nggak ngikutin. Tapi kasian, dia sering banget patah hati di serialnya. Padahal dia lebih ganteng dari tokoh utama yang dapetin ceweknya. Kayaknya takdir dia emang sama aku :D :D :D

      Hapus
    2. emangnya oom Lee Dong Gun belum nikah ya mbak?
      kalo aku aminin doa'nya mbak Milo gimana? :p
      aamiin.
      XD

      ~sambil nyodorin angpau kosong kemaren buat minta diisi.
      XD

      Hapus
    3. Kayaknya belum nikah deh... Diaminin yang kenceng yaaa!

      *isi amplop kosongnya pake batu*

      Hapus
  11. yes..yes..., ibunya keren Mil..
    maaf lahir batin ya Mil

    BalasHapus
  12. Semoga "Bar Bada" itu bener2 kaleksanan alias kabul kajate...

    BalasHapus
  13. wah wah millati baru tahu kalo emaknya lebih jago....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hu'um, kupikir ibuku lugu :D :D :D

      Hapus
  14. hahahahhaha tragedi para single emang yah mill...
    ;)

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!