Sabtu, 15 Desember 2012

Guilty Pleasure: Ababil 26

Dua puluh enam. Usia yang (menurutku) sudah terlalu tua, setidaknya terlalu tua untuk berteriak-teriak ketika melihat artis favorit, "Marry me!!!" Usia 26 sudah terlalu tua untuk ngubek-ubek toko DVD (bajakan) demi membeli DVD drama Korea. Dan sayangnya, di usiaku yang sudah 26 tahun aku masih melakukannya. Iya, bulan lalu aku membeli beberapa DVD (bajakan) drama Korea, itu pun masih ditambah DVD milik kawanku yang kusalin (copy) ke harddisk eksternalku. Serasa seperti remaja alay. Malu? Iya. Senang? Iya juga. Hehehe! Mungkin ini yang dibilang guilty pleasure. Sesuatu yang kalau dilakukan bisa membuat pelaku merasakan guilty sekaligus pleased. Sebagian hati merasa sedikit bersalah, malu, beranggapan bahwa sudah bukan masanya melakukan hal seperti itu. Semua tingkah itu sudah pernah kulakukan sewaktu aku masih SMA, masih ABG. Dulu, melakukan semua itu bukanlah hal yang memalukan. Tapi, melakukannya sekarang? Err, rasanya malu. Sudah tidak pantas. Namun, sebagian hati yang lain menikmatinya. Harus kuakui bahwa ada rasa "seru" ketika ngubek-ubek toko mencari DVD, searching sinopsis drama di internet, searching lirik soundtrack-nya, sampai searching biodata pemainnya. Dan menontonnya pun tak kalah "seru". Geregetan karena penasaran dengan ceritanya, tertawa sampai sakit perut karena ceritanya yang lucu, terharu kalau ada scene romantis, pokoknya nano nano. Sampai rela begadang hingga pukul empat pagi demi menonton hingga episode terakhir.

Konyol memang. Tapi, kadang dalam hidup kita (atau mungkin lebih tepatnya hidupku), kekonyolan bisa membuat hidup lebih berwarna. Seperti kata iklan: BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP. And sometimes, doing something silly and crazy makes me more humane. Dan dalam kasusku ini, mungkin tindakan konyolku yang tak ubahnya seperti ABABIL (ABeGe Labil) bisa membuat jiwaku lebih fresh. Yang jelas, menonton drama Korea beberapa waktu belakangan ini membuat suasana hatiku yang sedang datar-datar saja berubah jadi seperti roller coaster. Tentunya seperti roller coaster yang sedang berjalan naik turun, bukan roller coaster yang diam saja. Tapi, yang namanya naik roller coaster tentu tak baik kalau terlalu lama dan terlalu sering. Kalau naik roller coaster selama berjam-jam bisa-bisa pingsan. Begitu pula kegilaanku terhadap drama Korea. Cukup sesekali saja. Kalau terus-menerus melakukan kegilaan, bisa-bisa gila beneran, hehehe... Itu cukup menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan, bukan bahan utama. Dan satu yang sepertinya menguntungkan buatku adalah sifatku yang mudah bosan. Sifat ini membuatku tidak terlalu lama dalam nge-fans terhadap seseorang. Kalaupun durasi nge-fans-nya lama, kadarnya pun perlahan-lahan menurun. Awalnya mungkin jadi fans garis keras (misalnya sewaktu aku menjadi fans garis keras Seo In Guk), lama-lama sekadar fans saja.

Yang perlu kulakukan saat ini adalah mengendalikan kekonyolan -- yang menyenangkan dan sekaligus memalukan -- ini agar tidak berlebihan dan akhirnya merugikan diriku sendiri.

ARTIKEL TERKAIT



25 komentar:

  1. He em, dah tua yak...
    Gak papa mbak, aku juga setua ini masi suka main boneka wehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, kalo kamu kayaknya ampe emak2 bakalan tetep maen boneka :D

      Hapus
    2. hehe, gitu dong. asyik aja..

      Hapus
  2. Aku ko ga kaya' gitu ya? Aku benar-benar terkungkung di dunia 'realistis'. Kembalikan aku ke duniakuuuu.... *teriak histeris*

    BalasHapus
  3. belum tua ah.. masih tuaan aku *eh.. malah ngaku :D

    BalasHapus
  4. santai aja masih muda, aku aja dah lebih 26 masih lajang ga pusing2 heheheh

    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa hubungannya sama lajang cobaaaaa??? (>,<")

      Hapus
  5. beda 8 tahun lah, berarti aku lebih tua hehehe

    BalasHapus
  6. aku masii 17taun, tapi nmanya kebiasaan emg susah di ilangin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, iya, kalo kebiasaan susah diilangin.

      Hapus
  7. kekonyolan saya kira bukan hambatan untuk diikutkan dalam bilangan usia kita. juga ngubek2 VCD di pasar.

    saya sampai sekarang masih suka nyari kaset heavy metal. dan nggak ada yang keberatan termasuk istri saya. saya bisa koq bersikap dewasa. sisi kekanakan tiap orang kan memang ada to? santai sajalah, hidup akan mengalir ke tujuannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener, setiap orang punya sisi kekanakan, yang mungkin kadang akan tetap muncul meskipun udah lansia :D

      Hapus
  8. tiap2 orang punya sikap kanak2 walau sudah dewasa :D

    *aku blm baca novelnya, film 5 cm sih bagus.. menghiburlah

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, jadi pengen nonton 5cm nih -___-

      Hapus
  9. saya lebih tua dari kamu tapi masih sering berbuat konyol, ciyus deh, enelan :D

    BalasHapus
  10. kadang kita perlu juga loh berimprovisasi dalam hidup biar tidak monoton, dan kayanya ga salah sih bersikap seperti diatas hihi...

    kayanya saya sudah pernah koment, tapi kok ilang yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, mungkin tadi waktu komen jaringannya error :)

      Hapus
  11. Milo udah 26 ya? kok aku masih berasa anak SMA terus ya... hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku masih 17 jalan Nurin. *jalan 9 tahun*

      Hapus
  12. tenang aja, aku umur 30 juga msh ababil kog *kibas poni*

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!