Jumat, 13 September 2013

Menggelandang Ke Lembah Sabil

Tanggal 11 September kemarin aku 'jalan-jalan' ke Lembah Sabil. Lembah Sabil itu di mana? Lembah Sabil adalah kecamatan di Aceh Barat Daya yang paling ujung selatan (atau tenggara, ya?) yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Selatan. Kecamatan ini merupakan pemekaran dari Kecamatan Manggeng. Nah, hari itu aku menemani Meri ke sana. Tujuan utama adalah ke kantor camat untuk meminta tanda tangan camat untuk buku Kecamatan Lembah Sabil Dalam Angka sekaligus meminta foto camat. Tujuan sampingannya adalah hunting foto untuk sampul publikasi Kecamatan Dalam Angka. Tapi, tidak banyak foto yang kudapatkan. Dari lima kecamatan yang kulewati (Blangpidie, Setia, Tangan-Tangan, Manggeng, dan Lembah Sabil), tidak banyak yang menarik. Ujung-ujungnya aku hanya mengambil gambar sawah-sawah yang kami lewati. Tidak ada landmark yang khas.

Sebelum ke kantor camat, kami mampir sebentar di rumah Meri di Desa Suka Damai. Rumah Meri terletak di tepi sungai yang memisahkan Desa Lhok Puntoy (Kecamatan Manggeng) dan Desa Suka Damai (Kecamatan Lembah Sabil). Sungai ini jaraknya sekitar dua atau tiga kilometer dari jalan raya. Kalau dihitung jaraknya dari Blangpidie mungkin sekitar 21 sampai 23 kilometer. Nah, di sinilah aku melihat pemandangan menarik untuk difoto: sungai dan pintu air. Yah, tidak terlalu cocok untuk sampul publikasi, sih. Tapi, tetap menarik untuk difoto. Ini dia gambar-gambarnya:




Di atas itu gambar sungainya, diambil dari arah Desa Suka Damai. Jadi, yang di seberang sana adalah Desa Lhok Puntoy, Manggeng. Yang warna-warni di tepi sungai itu apa? Jemuran, Sodara-sodarah! Iya, di sini biasa mencuci pakaian di sungai dan menjemurnya di bebatuan di tepi sungai. Katanya, sih, lebih cepat kering. Kelihatan pintu airnya? Ini dia pintu airnya kalau dilihat dari dekat:




Nah, kalau sudah di dekat pintu air, ini pemandangan ke arah sebaliknya (ke arah aku datang tadi):


Cantik, kan, pemandangannya? Jawab iya saja, lah! Langitnya, bukitnya, semua cantik. Masih ada satu gambar lagi.


ARTIKEL TERKAIT



10 komentar:

  1. masih perawan daerahnya, masih indah juga, tapi kok ada jemuran di pinggir kali yah hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang kebiasaan di sini jemur di pinggir kali :D

      Hapus
  2. daerahnya datar gitu, yu...
    asumsiku kalo lembah kan kaya jurang rada dalem gitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo dilihat secara keseluruhan sih kecamatan ini malah nggak terlalu datar. naik turun gitu.

      Hapus
  3. sungainya bersih banget...
    Emangnya, warga situ kalo nyuci gak pake detergen ya mbak?
    0.o

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astaghfirullah, aku baru lihat komen Enha di sini. Mereka nyuci pake detergen ato sabun kok biasanya. Tapi, mungkin karena jumlah airnya terlalu banyak dibanding detergennya ya jadinya air sabunnya langsung kebawa arus.

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!