Kamis, 02 Mei 2013

Hoax Lagi, Kali Ini Bawa-bawa Nama Ustadz

Berita kematian salah seorang ustadz beberapa hari lalu benar-benar berdampak mengerikan. Muncul berita-berita yang menurutku, sih, bohong. Mulai dari berita munculnya awan berbentuk orang yang sedang berdoa, makamnya semerbak, si ustadz punya 'penjaga', sampai munculnya tujuh kyai di upacara pemakaman. Kalau berita tentang awan berbentuk orang berdoa dan makam yang baunya semerbak, aku tidak terlalu peduli karena tidak ada yang membagikan berita tersebut padaku. Sedangkan berita munculnya tujuh kyai di upacara pemakaman lumayan membuatku merasa 'ngeri'. Bukan ngeri karena penampakannya melainkan ngeri membayangkan dampaknya apabila banyak yang percaya.

Ceritanya begini... Ada seseorang yang membuat post di salauh satu group Facebook yang kuikuti tentang sahabat si almarhum ustadz yang melihat kemunculan si ustadz bersama tujuh kyai di upacara pemakaman si ustadz lalu si ustadz memberi pesan bahwa kiamat sudah dekat. Aku langsung berkomentar, “Kayaknya hoax, deh!” Kemunculan tujuh orang kyai di pemakaman (yang hanya bisa dilihat kawan dan anak si ustadz tadi) saja sudah membuatku curiga kalau itu hoax. Terlalu lebay dan sumbernya juga tidak jelas. Tidak ada berita yang menyebutkan sahabat si ustadz tadi diwawancarai mengenai kejadian dia melihat tujuh kyai di pemakaman. Ditambah lagi dalam post tersebut ada kata-kata lebih kurang sebagai berikut, “Sebarkan ke semua kontak. Saya sudah BC dan beberapa jam kemudian saya mendapatkan kabar baik.” Membaca kalimat itu aku semakin yakin bahwa berita tersebut adalah hoax. Salah satu ciri khas hoax adalah beritanya lebay. Dan hoax tentang agama biasanya dibumbui dengan ancaman akan celaka kalau tidak menyebarkan berita atau akan beruntung setelah menyebarkan berita. Memangnya si penyebar hoax itu punya kekuasaan apa sampai bisa membuat seseorang beruntung ataupun celaka? Memangnya dia Tuhan?

Dan kemudian orang yang membuat post tadi menjawab komentarku dengan menyebutku bejat. Ealaaah! Padahal komentarku cuma, “Kayaknya hoax, deh!” Udah, gitu doang. Mungkin si pembuat post tersebut menganggap komentarku itu menghina si almarhum ustadz karena aku menyangkal berita yang (kesannya) menggambarkan si ustadz tadi sebagai orang yang mulia. Padahal maksudku justru menghina si pembuat post. Hahaha, bercandaaa! Memuliakan seseorang bukanlah dengan cara menyebarkan berita bombastis yang PALSU tentang orang tersebut. Kalau memang mau memuliakan seorang ulama, lakukanlah apa diajarkan ulama tersebut, misalnya sholat lima waktu, berbuat baik kepada orang tua, dan sebagainya. Bukan dengan mengada-adakan cerita yang bombastis agar orang-orang makin mengagumi ulama tersebut. Sudah menyebarkan berita bohong, juga bisa menyebabkan orang bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) dan mengkultuskan ulama tersebut. Bukan memuliakan itu namanya.

Alasan lain si pembuat post menyebutku bejat mungkin juga karena dia menganggapku tidak mau menerima nasihat. Dalam post tersebut memang disebutkan bahwa kiamat tidak lama lagi. Mungkin dia mengira aku tidak percaya hal tersebut. Apakah kiamat memang sudah dekat? Yah, mengutip kalimat dalam film “Kiamat Sudah Dekat”, yang jelas kiamat makin dekat, bukan makin jauh. Memang nasihat tersebut bagus, mengingatkan manusia terhadap kiamat agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Alloh. Tapi, menyampaikan nasihat baik yang dicampurkan dengan berita bohong tetap tidak bisa dibenarkan. Kalau memang mau menyampaikan nasihat, sampaikan saja tanpa perlu menambahkan berita bohong yang bombastis. Jangan mencampuradukkan kebenaran dengan kebohongan. Dan sesuatu yang kelihatannya baik belum tentu benar.

‘Perintah’ untuk menyebarkan pesan atau post tersebut dengan janji akan mendapatkan kabar baik juga mungkin dianggapnya ‘perintah’ menyebarkan kebaikan. Tapiii, janji akan mendapatkan kabar baik itu apa landasannya? Paling-paling kabar baik yang didapatkan bunyinya “Selamat, Anda mendapatkan 100 sms gratis ke sesama operator”. Adakah dalil naqlinya (di Al-Qur’an atau hadits) kalau menyebarkan pesan tersebut akan beruntung dan kalau tidak menyebarkan akan celaka? Kalau tidak ada dalil naqlinya, adakah dalil aqlinya? Apakah masuk di akal? Sudah tidak ada dalil naqlinya, tidak masuk akal pula. Patutkah dipercaya?

Come on! Stop spreading hoax!

ARTIKEL TERKAIT



19 komentar:

  1. Wah ngeri juga ya beritanya. Takutnya ada yg percaya dan malah menjurus ke syirik. Berdoa memohon di kuburan, dll...

    Dan paling sebel sama pesan yang mengandung ancaman seperti itu. Sejak dulu kalo dapet sms kayak gitu, langsung aku hapus dan enggak aku sebarin. Alhamdulillah ga terjadi apa2. Karena aku yakin enggak ada yang bisa orang celaka atau beruntung selain Alloh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, takutnya nanti sampe ada yang syirik.

      Herannya masih banyak aja yang nge-broadcast pesan macam itu -___-

      Hapus
  2. aku tuh kalau ada yang broadcast message gak pernah aku baca apalagi disebarkan. Baru jum'at lalu aja pas baca tentang UJE meninggal aku baca, tapi langsung cari tahu diinternet kebenaran berita itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, langsung cek dan ricek gitu ya? sip!

      Hapus
  3. Kalau ada yang berani kirim berita hoax ke aku, biasanya namanya langsung aku hapus dari daftar kontak. Aku terlalu sibuk, aku tidak punya cukup waktu untuk memikirkan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampe dihapus dari daftar kontak? sadis juga...

      Hapus
  4. harus pintar-pintar cek n croscek aja, sekarang apapun bisa di lebih-lebihkan demi mendapat apresiasi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sekarang banyak yang dilebih-lebihkan...

      Hapus
  5. uncali granat baen, yu
    beres...

    *ditangkep densus88

    BalasHapus
    Balasan
    1. eman-eman granate, kang.

      Hapus
    2. daripada diuncali duit ya kesenengen...

      Hapus
    3. diuncali mercon bae wis yah, rada murah sitik.

      Hapus
  6. Yang mbikin aku prihatin tuh berita (yang gak terlalu rame) tentang kondisi kuburan di sekitar kuuran sang alm. ustadz yang keinjek-injek dan rusak saking banyaknya orang yang desek-desekan mau berdoa di makam sang ustadz. Belum lagi itu tanah makan diambilin gitu buat dibawa pulang. Etdaaaaah, bener-bener orang kayak gitu mah yak.... >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, saya malah baru denger soal yang itu. kasian lah ya yang kuburannya keinjek-injek.
      kalo tanah makam diambilin, lama2 abis itu tanah di sono -___-

      Hapus
  7. Wah udah lama ga nonton inpotainment, bnyk berita seru ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan cuma di inpoteinmen, kaka. di detik ama okezone juga banyak berita begonoan.

      Hapus
  8. *puk-puk* Kak Milo yang tabah ya. Kadang niat baik kita emang bisa disalah artikan oleh orang lain. Dan itu memang bikin anyel sih.

    Tapi nggak apa deh. Orang yg banyak ngomong dan sering ngasih manuver red hering emang pertanda kalo orang itu kurang ilmu tapi nggak suka kalah. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. gapapa, kok. soalnya aku juga ngrasa kalo kadang aku ngeyelan. jadi gak kaget ngadepin orang ngeyelan :D :D :D

      Hapus
  9. saya orang yang suka kesal jika dapat Broadcast gituan
    kayak Tuhan saja mau menentukan nasib seseorang dan bisa menentukan apa yang terjadi ke depannya....

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!