Senin, 22 Januari 2018

Drama yang Kutonton di 2017 (2)

Aku sudah menceritakan sebagian drama Jepang yang kutonton di tahun 2017. Kali ini aku ingin menceritakan drama-drama Korea yang kutonton. Kerjaan lo nonton mulu, Milo? Iye. Kerjaan utama gue nonton nggak penting sama main medsos. Puas lo?


Avengers Social Club
Ini drama tentang tante-tante yang tergabung dalam Bokja Club; Gim Jeong Hye, Li Mi Suk, dan Hong Do Hui (romanisasi nama sesuai RR). Ada satu dedek berondong juga sih, Li Su Gyeom.

Jeong Hye sudah bertahun-tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Suatu hari suaminya  memberitahu kalau sebelum menikah dengan Jeong Hye dia pernah berhubungan dengan seorang wanita dan memiliki anak laki-laki dengan wanita itu. Anak itu adalah Li Su Gyeom. Suami Jeong Hye sangat senang memiliki anak laki-laki karena dia mengira dengan memiliki anak laki-laki dia akan menjadi pewaris harta ayahnya. Bayangkan perasaan Jeong Hye ketika suaminya dengan riang gembira memperkenalkan anaknya dengan perempuan lain. Mi Suk tidak kalah apes nasibnya. Suaminya sering bertindak kasar kalau sedang mabuk. Kasus Do Hui agak berbeda. Anak Dong Hui sering dirundung (di-bully) oleh temannya di sekolah karena ibunya penjual ikan. Jeong Hye melihat ibu si perundung itu memarahi Do Hui. Jeong Hye juga tahu Mi Suk sering dianiaya oleh suaminya. Jeong Hye kemudian mengajak Mi Suk dan Do Hui membentuk klub balas dendam dan saling membantu membalaskan dendam pada orang-orang yang jahat pada mereka. Su Gyeom yang tahu tentang klub tersebut pun ingin bergabung karena dia juga ingin balas dendam pada orang tua kandungnya yang menelantarkan dia.

Ini drama absurd yang benar-benar menghibur. Karakter-karakternya unik. Aku paling simpati pada Jeong Hye yang lugu. Orang kaya tapi ternyata punya latar belakang yang sedih. Aku suka melihat Jeong Hye bersikap clingy ke ke Do Hui. Sepertinya dia senang sekali punya orang yang dia anggap keluarga.

Falsify
Dari beberapa drama di mana Nam Gung Min menjadi pemeran utama, drama ini satu-satunya yang kutamatkan. Di sini dia berperan sebagai Han Mu Yeong. MuYeong ini seorang jurnalis yang sering mengungkap skandal para pejabat (setidaknya begitu yang kutangkap). Sambil mengungkap kebusukan para pejabat, Mu Yeong diam-diam menyelidiki kematian kakaknya yang juga jurnalis, dan mengejar pembunuhnya. Bersama senior kakaknya, Li Seok Min, dia menyelidiki berita-berita yang sudah dimanipulasi.

Untung aku menonton drama ini secara maraton. Kalau mengikuti setiap minggu, bisa-bisa aku penasaran setiap minggunya. Drama ini menarik untuk ditonton. Kasus-kasusnya menarik. Dan tidak ada bumbu romance yang berlebihan dan mengganggu. Nggak kaya K2. Lagi adegan rusuh kok ya malah ciuman. Nggak pas banget momennya.

Man x Man
Ini cerita tentang Gim Seol U, seorang agen rahasia. Dalam menjalankan salah satu misinya, dia harus menyamar menjadi pengawal pribadi seorang aktor bernama Yeo Un Gwang dan menemani aktor tersebut menemui mafia Rusia. Seol U juga berpura-pura berpacaran dengan Cha Do Ha, manajer Un Gwang.
 
Begitu ringkasan ceritanya. Gitu doang? Iya, gitu doang. Sudah agak lupa jalan ceritanya. Satu hal yang paling kuingat dari drama ini adalah banyaknya komen negatif di suatu forum tentang loveline antara Seol U dan Do Ha. Memang saat menonton aku tidak merasakan chemistry antara Do Ha dan Seol U. Menurutku mereka lebih terlihat seperti sahabat. Kalau mengabaikan adegan cinta-cintaannya, drama ini seru.

Fight For My Way
Ini cerita tentang empat sahabat; Go Dong Man, Choi Ae Ra, Gim Ju Man, dan Baek Seol Hui. Dong Man adalah pekerja pembasmi serangga (semacam itulah) yang mantan atlet taekwondo. Dulu dia pernah sengaja kalah di pertandingan taekwondo karena dibayar oleh pihak lawannya. Uangnya digunakan untuk mengobati adiknya. Choi Ae Ra adalah pegawai di mall yang bermimpi menjadi announcer. Sayangnya dia tidak pernah lulus seleksi karena berbagai alasan, mulai dari latar belakang pendidikan, umur, dan sebagainya. Pelan-pelan, perasaan Ae Ra dan Dong Man berubah menjadi lebih dari sekadar sahabat. Ju Man dan Seol Hui bekerja di tempat yang sama: salah satu perusahaan homeshopping. Ju Man sebagai manajer dan Seol Hui sebagai customer service. Mereka sudah lama berpacaran tapi menyembunyikan hubungan mereka di tempat kerja.

Banyak yang mengatakan kalau drama ini relatable. Tokoh-tokohnya orang biasa yang gigih mengejar mimpi. Beberapa dialognya juga nampol, salah satunya kalimat yang diucapkan Ae Ra kepada laki-laki yang mempermainkannya dan mengira bahwa semua hadiah yang diberikannya kepada Ae Ra bisa membuat Ae Ra memaklumi sikapnya (kira-kira semacam itulah situasinya). Ae Ra mengatakan bahwa cerita Cinderella sudah tidak populer lagi (yang kupahami: tidak banyak perempuan yang berharap mendapatkan lelaki kaya) dan perempuan saat ini bekerja keras untuk mencapai kesuksesannya sendiri.



Ada lagi dialog lain yang kelihatannya lucu tapi membuatku manggut-manggut setuju, yaitu ketika Dong Man memberi hadiah Ae Ra cincin emas murni dengan alasan emas murni merupakan investasi dan cincin itu bisa dijual kalau Ae Ra sedang bokek. Emas memang investasi yang bisa dibilang paling sederhana.

Witch's Court
Drama ini bercerita tentang Ma Yi Deum yang mencari ibunya yang hilang. Dia menjadi jaksa dan menghalalkan segala cara untuk menjadi jaksa yang "berprestasi" dan masuk tim khusus. Dia hanya memikirkan bagaimana caranya memenangkan persidangan tanpa peduli perasaan korban. Karena menjadi saksi yang memberatkan atasannya di sidang kode etik, Yi Deum dipindahkan ke bagian yang terkenal sebagai tempat buangan. Di sana Ma Yi Deum menghadapi kasus-kasus yang membuatnya semakin berempati pada korban yang kasusnya ia tangani, termasuk ketika Yie Deum ikut menjadi korban dalam salah satu kasus.
 
Ini drama dengan karakter utama yang unik. Tokoh utamanya, Ma Yi Deum, memiliki karakter yang super menyebalkan. Over confident dan miskin empati. Biasanya aku langsung benci pada karakter seperti itu. Namun, dalam drama ini, aku tahu latar belakang yang menyebabkan dia bersikap seperti itu, yaitu dia ingin memiliki posisi tinggi agar bisa menemukan ibunya. Dan sikapnya yang menyebalkan malah jadi lucu dan menghibur. Sebagian orang menganggap karakter Yie Deum badass. Berarti bukan cuma aku yang tidak normal karena menyukai karakter menyebalkan seperti itu.

Hubungan Ma Yi Deum dengan Yeo Jin Uk juga menarik. Banyak yang mengharapkan ada porsi lebih untuk adegan yang menggambarkan hubungan cinta mereka, tetapi sepertinya pihak produser lebih memilih menunjukkan kekompakan mereka dalam menegakkan hukum. Nggak papa, sih. Daripada kebanyakan romance yang mengganggu.

Sebenarnya ada satu drama lagi yang ingin kuceritakan yaitu Father is Strange. Namun, ceritanya terlalu panjang dan membuatku bingung merangkumnya. Lima puluhan episode boook! Yang jelas, ada adegan yang kusuka dari drama itu. Salah satu tokohnya berkata, "Orang bekerja untuk hidup yang lebih bahagia. Aku ingin sekali bahagia saat bekerja." Situasinya berbeda dengan situasiku, tetapi kalimatnya tetap mengena di hatiku. Aku juga ingin bahagia saat bekerja.

Sudah ah. Lelah juga menceritakan drama-drama yang kutonton.

ARTIKEL TERKAIT



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!