Rabu, 10 Agustus 2011

Buku Harian Baru

Sudah tiga hari ini aku menuliskan apa yang kualami, kurasakan, dan kupikirkan di buku harian. Diary. Yup! Aku mencoba kembali pada kebiasaanku di tingkat 3 dan ketika baru penempatan di Aceh ini. Lumayan, aku bisa mendokumentasikan hidupku.

Awalnya aku tidak ingin membeli buku harian. Namun, ketika menemani Tiwi belanja pesanan Yuli, aku menemukan beberapa buah buku tulis dengan sampul menarik. Sampulnya bergambar masing-masing musim, ada musim semi, musim gugur, dan lainnya. Gambarnya sederhana, tapi menarik. Akhirnya kubeli satu. Semula aku hanya ingin menuliskan apa yang kukerjakan tiap hari agar tak kerepotan membuat laporan pekerjaan. Tapi, setelah dipikir-pikir, kenapa tak kujadikan buku campur-campur saja? Buku untuk mencatat pekerjaan, untuk curhat, dan untuk mencatat hal-hal yang mungkin penting.

Yah, dengan adanya buku harian itu berarti aku tak perlu terlalu banyak curhat di blog. Mungkin curhatku bisa mengganggu yang membaca (itupun kalau ada yang membaca blog-ku). Kalau menulis di buku harian. kan, bisa seenaknya. Semoga dengan menulis di buku harian aku bisa mencurahkan segala hal yang menjadi beban di hati sehingga aku tidak terlalu stress.

ARTIKEL TERKAIT



2 komentar:

  1. wah..klo dicampur2 bisa bahaya itu klo kececer :)
    be careful :)

    BalasHapus
  2. Hehehe, kalo dicampur justru ga mungkin kececer :p

    BalasHapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!