Rabu, 28 September 2016

Nggak Ada Subtitle?

Beberapa bulan terakhir aku sedang kecanduan menonton dua variety show Jepang. Awalnya cuma kecanduan Arashi ni Shiyagare (AniShi). Kemudian setelah menonton VS Arashi, aku kecanduan juga. Lumayan mengobati kegalauan. Yah, meskipun cuma sementara. Paling tidak aku bisa tertawa saat menonton acara tersebut, meskipun setelah itu mewek lagi.

Sayangnya, hanya sedikit video AniShi dan VS Arashi yang ada subtitle-nya. Akhirnya, kadang aku terpaksa menonton tanpa subtitle. Karena kosa kata Bahasa Jepang yang kumiliki nyaris nol, menonton tanpa subtitle itu seperti makan pecel tanpa bumbu kacang. Maksudnya? Nggak ada maksud apa-apa. Cuma biar keren aja pake perumpamaan.


Namun, ada satu hal yang agak membantuku memahami percakapan di acara tersebut. Cuma agak yaaa! Beberapa ucapan penting (biasanya percakapan atau lelucon) ditampilkan dalam tulisan. Contohnya seperti di bawah ini.


Iseng-iseng melihat Google Translate, ternyata ada fitur untuk menerjemahkan Bahasa Jepang dari huruf yang kita tuliskan. Misalnya dari gambar di atas, aku mencoba menuliskan (atau menggambarkan) huruf pertamanya. Setelah huruf ditulis, akan muncul pilihan huruf-huruf yang dianggap mirip dengan yang kita tuliskan. Tinggal klik huruf yang sesuai, tulisannya akan muncul di kotak penerjemahan sekaligus muncul terjemahannya. Dari beberapa kali mencoba, sepertinya huruf yang kucari selalu ada dalam baris pertama huruf-huruf tebakan Google Translate. Misalnya, hasil dari kata yang kutulis, yaitu 黙 ada di kata kedua (baris pertama) yang dimunculkan Google. Keren, ya! Masalahnya, untuk menggunakan menu ini aku perlu sinyal internet yang kuat. Dan mendapatkan sinyal internet yang kuat di Blangpidie itu satu hil yang mustahal (kecuali menggunakan internet kantor).


Kalau internet tidak bersahabat, pilihan untuk menuliskan huruf bisa jadi pilihan yang menguji kesabaran. Cara lain yang bisa digunakan adalah menggunakan pilihan hiragana. Ini sih tinggal ketik doang. Cukup mengetik dengan huruf latin, nantinya akan muncul tulisannya dalam hiragana. Misalnya aku mengetik makenai, nantinya akan muncul tulisan まけない. Kalau ternyata kata tersebut bisa (atau sering dituliskan dalam huruf kanji), akan muncul tulisan "Menampilkan terjemahan untuk "blablabla (dalam kanji)". Atau bisa juga setelah menuliskan dalam huruf latin kemudian memencet tombol tanda panah bawah di keyboard atau mengeklik tanda panah bawah/panah atas yang muncul di samping tulisan. Akan muncul berbagai cara penulisannya, dalam kanji, hiragana, atau katakana. Kalau kata tersebut bisa dituliskan dengan beberapa kanji, akan muncul juga cara penulisan menggunakan masing-masing kanji tersebut. Tapiiiii, kalau menggunakan menu hiragana ini, aku harus memiliki pendengaran yang tajam. Kenapa? Karena aku harus tahu apa yang dikatakan di variety show tersebut agar kemudian bisa mengetikkan tulisan latinnya dengan tepat. Beda satu huruf saja bisa beda jauh artinya. Dan dengan kemampuan listening-ku saat ini yang sama sekali tidak bisa diandalkan, aku harus berkali-kali me-replay untuk mendengarkan apa yang diucapkan.



Selain memanfaatkan Google Translate, kadang aku memanfaatkan fasilitas pencarian kanji menggunakan radical di jisho.org. Radical itu bagian-bagian dari kanji. Susah menjelaskannya karena aku juga belum mengerti. Malas juga menyalinkan penjelasannya, hehehe.


Gambar di atas adalah contoh ketika aku sudah memilih satu radical. Huruf-huruf yang mengandung radical yang kupilih tersebut muncul. Setelah aku memilih radical kedua, pilihannya berubah menjadi huruf-huruf yang mengandung kedua radical terpilih. Masalah yang kuhadapi kalau menggunakan cara ini adalah aku harus tahu radical huruf yang akan kucari tahu artinya. Berhubung aku tidak hafal, akhirnya coba-coba. Well, selama ini metode belajarku memang coba-coba, sih.


Biasanya setelah menemukan huruf lewat jisho, aku menyalinnya ke Google Translate. Kenapa? Karena aku perlu menerjemahkan satu kalimat sedangkan jisho, sepertinya lebih fokus ke kanji. Kalau mau menerjemahkan satu atau beberapa kanji, jisho sepertinya lebih akurat. Tapi, sepertinya jisho tidak bisa digunakan untuk menerjemahkan satu kalimat jadi aku harus menggunakan Google Translate. Meskipun terjemahannya kadang aneh, tapi masih bisa ditebak-tebak terjemahan yang benar seperti apa. Belajar bahasa memang tidak bisa menggunakan hanya satu alat bantu saja. Perlu berbagai sumber yang saling melengkapi. Tidak bisa mengandalkan Google Translate saja, atau jisho saja. Perlu keduanya dan web lain yang mengajarkan grammar.

Cuma untuk memahami satu kalimat saja video yang kutonton harus di-pause cukup lama. Apalagi kalau menemukan tulisan dengan font ganjen seperti dua gambar di bawah ini. Susah menulisnya. Apalagi kalau kanjinya rumit (banyak tarikan garisnya). Malesiii!



Terus, berapa lama aku menonton satu video tanpa subtitle sampai selesai? Cuma sebentar kok. Tidak sampai satu jam. Soalnya yang kutonton biasanya cuma bagian Ohno Satoshi, hehehe.

ARTIKEL TERKAIT



10 komentar:

  1. oalah, hehe. kirain semua bagian video disubtitlein sendiri. wekeke. bakalan gempor jarinya nyari2 kata di google :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa berhari-hari itu kalo semua dibikin subtitle sendiri :D

      Hapus
  2. Bikin subtitle nya berasa nyaingin @pein_akatsuki :v

    Btw aku beberapa kali nontonin AniShi, dan memang gokil bgt. Salam kenal ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibandingin pein_akatsuki, siapalah diriku ini. Cuma remukan rempeyek *halah

      Salam kenal juga :)

      Hapus
  3. Wuih kebayang betapa menguji kesabaran mencocok-cocokkan huruf Jepang demi mencari artinya, kalo inetnya lagi lelet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo inetnya lelet emang harus sabar bingit :D

      Hapus
  4. omg milll kalo aku udah nyerah kaliii
    nonton yg lain aja hahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah, kalo udah terlanjur penasaran mah mau gimana lagi..

      Hapus
  5. Google translate lumayan kok nerjemahinnya Japang - Indo atau Indo - Japang. Tapi, kalo kalimatnya panjang2 malah jadi ngaco banget. Xixi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang udah lumayan. tapi kalo kata yang terdiri dari kanji yang lebih dari 2, ada beberapa yang kurang pas.

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!