Jumat, 18 April 2014

The Marvelous Land of Oz



Ini kisah tentang Tip, seorang anak laki-laki yang tinggal di Gilikin, negeri di mana semuanya berwarna ungu. Gilikin terletak di sebelah utara negeri Oz. Sejak kecil dia tinggal bersama seorang penyihir bernama Mombi. Setiap hari Mombi menyuruh Tip bekerja, mulai dari mencari kayu bakar, bekerja di ladang, hingga memberi makan ternak. Suatu hari Tip mengambil salah satu labu di ladang dan mengukirnya menyerupai wajah manusia labu. Tip juga membuatkan tubuh dari kayu untuk manusia labu tersebut dan memakaikan pakaian padanya. Tip menamainya Jack Si Manusia Labu.

Tip meletakkan Manusia Labu di jalan yang akan dilewati Mombi untuk menakutinya. Dia berhasil menakuti Mombi? Sayangnya tidak. Mombi tidak takut sama sekali. Dia justru memanfaatkan Manusia Labu untuk mencoba serbuk ajaibnya. Mombi menaburkan Serbuk Kehidupan pada Manusia Labu lalu mengucapkan mantra daaan Manusia Labu pun HIDUP! Dia juga bisa bicara. Mombi dan Tip pun membawanya.

Malamnya Mombi membuat ramuan dengan resep barunya dan menyuruh Tip meminumnya bila ramuan tersebut telah mendingin. Ketika Tip bertanya apa yang akan terjadi padanya jika dia meminumnya, Mombi menjawab, “Jika resepnya tak salah, ramuan ini akan mengubahmu jadi batu.” Karena tak ingin menjadi batu, Tip memutuskan untuk melarikan diri. Sebelum melarikan diri, dia mencari roti di lemari dapur. Ternyata selain menemukan roti, dia juga menemukan kotak berisi serbuk ajaib milik Mombi. Tip pun mengambil roti, keju, dan kotak tersebut. Dia juga mengajak Jack kabur bersamanya.

Setelah sampai di ujung hutan mereka beristirahat. Mereka menemukan kuda-kudaan dari kayu. Tip pun mencoba menghidupkan kuda-kudaan itu dengan serbuk ajaib yang dibawanya sambil mengucapkan mantra. Tip berhasil menirukan mantra yang diucapkan Mombi ketika menghidupkan Jack. Kuda-kudaan itu pun hidup dan Jack bisa menaikinya sementara Tip berjalan di samping mereka. Mereka melanjutkan perjalanan menuju ibukota Oz, yaitu kota Zamrud, tempat Boneka Jerami berkuasa, negeri di mana semuanya berwarna hijau. Sementara itu, pasukan pemberontak juga sedang menuju ke sana untuk menggulingkan Boneka Jerami dari tahtanya. Pasukan pemberontak ini terdiri atas gadis-gadis muda dan dipimpin seorang jenderal (yang juga gadis muda) bernama Jinjur. Mereka memberontak karena ingin mengakhiri kekuasaan kaum pria.

Apakah Tip dan kawan-kawannya berhasil menuju kota Zamrud? Petualangan apa lagi yang akan mereka hadapi? Apakah pasukan pemberontak berhasil menggulingkan kekuasaan Boneka Jerami? Silakan baca kisah lanjutannya di The Marvelous Land of Oz.

Oz? Apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar kata Oz? Kalau aku, sih, langsung teringat Dorothy. Dan Oz dalam cerita ini pun sama dengan Oz yang didatangi Dorothy. Berdasarkan intipanku ke Wikipedia, rupanya L Frank Baum, penulis cerita ini, menulis banyak cerita tentang Oz, mulai dari The Wonderful Wizard of Oz, Ozma of Oz, Dorothy and The Wizard in Oz, The Lost Princess of Oz, dan sebagainya. The Marvelous Land of Oz ini ditulis pada tahun 1904, empat tahun setelah buku The Wonderful Wizard of Oz.

Cerita dalam buku setebal 234 halaman ini menarik dan lumayan ringan. Mungkin karena segmentasi pembacanya adalah anak-anak, sehingga cerita buku ini tidak njelimet. Tapi, akhir ceritanya di luar dugaan.

Penokohan dalam buku terbitan Atria ini juga menarik. Tokoh-tokoh utamanya tidak digambarkan sempurna. Ada saja kekurangan masing-masing tokoh. Ada Tip yang kerap mengabaikan perintah Mombi, disuruh mencari kayu bakar malah mengamati sarang burung. Bandingkan dengan Cinderella yang selalu patuh ketika disuruh. Ada Jack yang hanya memikirkan dirinya sendiri, si kuda-kudaan yang mudah marah, Tin Woodman yang suka bersolek. Tip dan tokoh-tokoh lain juga beberapa kali digambarkan bersikap sombong. Dengan karakter seperti ini, tokoh-tokohnya jadi terasa lebih manusiawi (yah, meskipun tokohnya tidak semuanya manusia).

Banyak juga kalimat bijaksana dalam cerita ini. Salah satunya adalah kalimat di akhir cerita yang diucapkan oleh Ozma.
Kita semua ini kaya, Teman. Kita kaya sebab kita mensyukuri kelebihan yang kita miliki.

Duuuh, baca buku ini membuatku tergoda mencari buku pertamanya: The Wonderful Wizard of Oz. Tapiii, pasti susah mencari buku klasik seperti itu.

ARTIKEL TERKAIT



10 komentar:

  1. kalau mombi itu nama majalah anak-anak hehehe. eh jadi ngelantur komennya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sering baca majalah mombinya Pascal ya :p

      Hapus
  2. Kalau jadi Batu beneran, temannya malin kundang; Jeng. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak lah. Kan dia nggak durhaka kaya Malin :p

      Hapus
  3. Ada kok Mil, Wonderful Wizard of Oz, terbitan Atria juga. Aku punya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih banyak beredar di tokbuk ga ya? Ntar deh kalo ke kota nyari.

      Hapus
  4. berasa kembali ke jaman hc andersen
    hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah belum punya buku dongengnya HC Andersen.

      Hapus
  5. jadi oz ini ada banyak ya, aku pernah nonton yang ada judulnya oz gitu tapi lupa judule

    BalasHapus
    Balasan
    1. wooo, buanya buanget! kayanya sama setting-nya di Oz tapi tokoh utama pusat ceritanya yang ganti2. kalo yang ini pusat ceritanya ya petualangan si Tip. aku sih cuma nonton film tentang Dorothy yang balik ke Oz, sama film Great Wizard of Oz, yang ceritanya dia penyihir palsu.

      Hapus

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!