Tampilkan postingan dengan label Main Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Main Bahasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2019

Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock (7): Study in Pink

Kembali lagi dengan Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock. Post terakhir sudah lebih dari setahun yang lalu. Kali ini aku akan membahas episode pertama dari musim pertama, yaitu Study in Pink. Berhubung aku sedang malas, maksudnya lebih malas dari biasanya yang memang malas, aku hanya menuliskan sebagian kata-kata, istilah, dan idiom dari episode ini. Mungkin nanti akan ada bagian dua yang membahas lanjutannya. Kalo nggak males.

Minggu, 12 Agustus 2018

Kamis, 26 April 2018

Ngulik Lirik Lagu "When I Saw You" (Hwayugi)

Sudah lama tidak membuat tulisan ngulik lirik lagu Korea. Tulisan ngulik lirik lagu Geu Namja malah belum kuselesaikan dan aku sudah tidak berminat melanjutkannya. Kali ini aku tergoda mengulik lirik lagu When I Saw You, lagu temanya A Korean Odyssey alias Hwayugi. Maklum, dramanya lumayan sudah membuatku sulit beranjak alias move on.

Jumat, 23 Februari 2018

Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock (6): The Six Thatchers

Sudah lama sekali aku tidak membuat post Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock. Sekarang sensasinya sudah berbeda. Entah karena tidak ada idiom yang unik dalam dialognya atau aku yang sudah tidak terlalu tertarik. Namun, karena sudah sempat kubuat sebagian, kulanjutkan saja. Kali ini aku akan membahas kata-kata yang kucatat dari episode The Six Thatchers.

Minggu, 27 Agustus 2017

Ngulik Lirik Lagu Daremo Shiranai


Sudah lama tidak membuat tulisan ngulik lirik lagu. Kali ini aku ingin mengulik lirik lagu Daremo Shiranai yang dinyanyikan Arashi. Lagu ini merupakan lagu mereka yang pertama kali mengena di hatiku karena liriknya yang dalam. Sebenarnya sudah banyak yang menerjemahkan liriknya ke dalam Bahasa Inggris, contohnya yarukizero.livejournal.com. Namun, aku masih tetap tergoda membahasnya.

Selasa, 01 Agustus 2017

Ternyata Mirip!


Salah satu dampak terlalu sering menonton drama Jepang dan Korea adalah jadi akrab dengan kosakata Bahasa Jepang dan Korea. Memang masih tidak paham artinya, sih, tetapi mendengar orang bicara dalam kedua bahasa tersebut sudah tidak terasa aneh lagi.

Selain tidak merasa asing lagi, aku juga jadi sering membandingkan kosakata kedua bahasa tersebut. Ada beberapa kata yang mirip. Aku lupa kata mana yang pertama kali memancing keisenganku untuk mengecek kata-kata yang mirip dari Bahasa Jepang dan Korea, entah kata yakusoku atau kazoku. Antara dua kata itu, lah. Aku sudah sering mendengar kata yaksok di drama Korea. Setelah mendengar lagu Jepang berjudul  Himawari no Yakusoku entah kenapa aku jadi teringat kata yaksok dalam Bahasa Korea. Dan ternyata artinya sama, yaitu janji. Saat mendengar kata kazoku dalam Bahasa Jepang aku juga teringat kata gajok dalam Bahasa Korea. Keduanya memiliki arti yang sama, yaitu keluarga. Semakin sering menonton tayangan dua negara tersebut, semakin banyak kata-kata yang kedengarannya mirip bagiku. Kalau sedang kumat isengnya, aku mengecek di kamus atau Google Translate dan mencatatnya. Setelah meng-install aplikasi Google Translate di ponsel, kegiatan tidak penting itu semakin terfasilitasi. Tinggal ketik kata dalam Bahasa Jepang lalu diterjemahkan ke Bahasa Korea. *Lama-lama post ini mirip iklan terselubung Google Translate, padahal mah dia nggak butuh diiklanin*



Rabu, 28 September 2016

Nggak Ada Subtitle?

Beberapa bulan terakhir aku sedang kecanduan menonton dua variety show Jepang. Awalnya cuma kecanduan Arashi ni Shiyagare (AniShi). Kemudian setelah menonton VS Arashi, aku kecanduan juga. Lumayan mengobati kegalauan. Yah, meskipun cuma sementara. Paling tidak aku bisa tertawa saat menonton acara tersebut, meskipun setelah itu mewek lagi.

Sayangnya, hanya sedikit video AniShi dan VS Arashi yang ada subtitle-nya. Akhirnya, kadang aku terpaksa menonton tanpa subtitle. Karena kosa kata Bahasa Jepang yang kumiliki nyaris nol, menonton tanpa subtitle itu seperti makan pecel tanpa bumbu kacang. Maksudnya? Nggak ada maksud apa-apa. Cuma biar keren aja pake perumpamaan.

Jumat, 29 April 2016

Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock (5): The Abominable Bride

Hai hai haaaiii! Sudah lama sekali tidak ada post tentang belajar bahasa, ya! Kali terakhir aku membuat post belajar bahasa bulan September 2014, yaitu post ini. Kali ini aku akan mencatat kosa kata dan idiom yang digunakan dalam Sherlock: The Abominable Bride. Namun, edisi kali ini sepertinya akan lebih ngasal dari sebelumnya karena kemampuan Bahasa Inggrisku sudah semakin payah.

Sabtu, 06 September 2014

Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock (4): The Hound of Baskerville


Setelah belajar dari Sherlock episode The Empty Hearse, The Sign of Three, dan The Blind Banker, kali ini giliran episode favoritku: The Hound of Baskerville (Sherlock season 2 episode 2). Here we go!

No. Cold turkey, we agreed, no matter what (John, to Sherlock)
cold turkey = abrupt and complete withdrawal from the use of an addictive substance, esp. a narcotic drug, or nicotine.
no matter what = in any event; without any regards to what happens (in the future); whatever the conditions are.
Kalimat “No. Cold turkey, we agreed, no matter what” ini adalah jawaban John ketika Sherlock memintanya untuk menunjukkan di mana dia menyembunyikan rokok Sherlock. Jadi, maksud John adalah mereka berdua sudah sepakat bahwa Sherlock akan berhenti merokok apapun yang terjadi. Dan berhenti di sini adalah berhenti total secara sekaligus, bukan bertahap.

Anyway, you’ve paid everyone off, remember? No one within a two-mile radius will sell you any (John, to Sherlock)
pay someone off = to pay what is owed to a person; to bribe someone.
Di antara kedua arti di atas, yang lebih sesuai dengan kalimat John adalah yang kedua. Maksud John adalah Sherlock sudah membayar semua orang di lingkungan tempat tinggalnya dalam radius dua mil agar mereka tidak menjual rokok kepadanya.

Don’t pin your hopes on that cruise with Mr Chatterjee, he’s got a wife in Doncaster nobody knows about (Sherlock, to Mrs. Hudson)
pin your hopes on something/somebody = to hope that something or someone will help you achieve what you want; to depend on someone or something for a successful result.
Nah, untuk yang satu ini aku masih agak bingung. Tapi, sepertinya maksud Sherlock adalah agar Mrs. Hudson tidak terlalu berharap bahwa liburannya dengan Mr. Chatterjee akan terwujud atau berjalan lancar karena sebenarnya dia sudah punya istri di Doncaster. Sepertinya begitu.

In your own time. But quite quickly (Sherlock, to Henry)
in one’s time = at one’s own rate; at a time and a rate decided by oneself.
Yang ini juga agak sulit menjelaskannya. Tapi, sepertinya kalimat “In your own time” lebih kurang maksudnya tidak perlu buru-buru, mirip dengan “Take your time” tapi mungkin beda kondisi. Mungkiiin.

Selasa, 01 Juli 2014

Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock (3): The Blind Banker


The Empty Hearse sudah. The Sign of Three sudah. Sekarang giliran mencatat kata-kata, frasa, dan idiom dari episode The Blind Banker (Sherlock season 1 episode 2). Yuk, mareee!

You took your time (Sherlock, to John)
take one’s time = to go as slow as one needs to, to use as much time as is required; to take more time to do something than is considered acceptable
Arti yang pertama biasanya digunakan untuk menyatakan bahwa orang-yang-dibicarakan tidak perlu terburu-buru mengerjakan sesuatu. Adapun arti kedua menyatakan bahwa orang-yang-dibicarakan terlalu lama dalam mengerjakan sesuatu. Untuk arti pertama menurutku lebih pas digunakan apabila suatu pekerjaan belum atau sedang dikerjakan. Sedangkan dalam adegan Sherlock itu John sudah selesai berbelanja. Jadi, arti pertama kurang sesuai. Ditambah lagi nada bicara Sherlock seperti orang yang protes atau mengeluh. Jadi, kalimat “You took your time” yang diucapkan Sherlock maksudnya John terlalu lama berbelanja.

Yeah, I didn’t get the shopping (John, to Sherlock)
get = to gain or have understanding of
Itu adalah salah satu dari sekian banyak arti kata “get”. Jadi, kalimat “I didn’t get the shopping” maksudnya John tidak paham soal berbelanja (makanya belanjanya lama).

Because I had a row in the shop with a chip and PIN machine (John, to Sherlock)
row = a boisterous disturbance or quarrel; a brawl
Jadi, maksud kalimat “I had a row in the shop with a chip and PIN machine” adalah John bertengkar dengan chip dan kartu PIN di tempat belanja. Bertengkar? Iya. Had a row = quarrel = bertengkar. Yang sudah menonton pasti tahu adegan John berteriak-teriak pada mesin pembaca barcode dan pembaca kartu pembayaran.

Minggu, 15 Juni 2014

Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock (2): The Sign of Three

Setelah membahas kosa kata baru, frasa, dan idiom dari Sherlock episode The Empty Hearse, sekarang giliran episode The Sign of Three. Here we go!

I really am going to have a word with your mother (Mrs. Hudson, to Sherlock)
have a word = to speak with someone privately to tell them something
Jadi, kalimat “I really am going to have a word with your mother” itu maksudnya Mrs. Hudson mau membicarakan sesuatu dengan ibu Sherlock. Sepertinya, sih, membicarakan masalah Sherlock yang akan ditinggal nikah oleh John, hahaha!

I’m only messing! (Janine, to Sherlock)
only messing = only teasing; not serious
Kalimat ini mengacu pada kalimat Janine sebelumnya tentang bridesmaid dan groom. Jadi, sewaktu Janine mengatakan, “I’m only messing!” itu semacam mengatakan “Yang tadi itu becanda doang!”

He’s really come out of his shell (Archie’s mother, “he” refers to Archie, the CUTE boy)
come out of shell = to become more friendly, more sociable
Kalimat ini diucapkan ibu Archie sewaktu melihat Archie yang langsung memeluk Sherlock. Berarti, biasanya Archie pemalu atau tidak seramah itu, tapi terhadap Sherlock dia sangat friendly (buktinya langsung memeluk).

Selasa, 27 Mei 2014

Belajar Bahasa Inggris dari Sherlock: The Empty Hearse


Salah satu efek positif dari kegilaanku menonton serial Sherlock adalah aku bisa belajar Bahasa Inggris. Selain bisa menambah kosa kata, menonton Sherlock juga menambah daftar idiom yang belum pernah kupelajari di sekolah. Dan hari ini aku iseng mencatat beberapa kalimat dari episode The Empty Hearse yang mengandung kata, frasa, atau idiom:

A small thank you wouldn’t go amiss (Mycroft, to Sherlock)
wouldn’t go amiss = would be welcome, suitable, or useful; would be useful and might help to improve situation.
Kalau dari penjelasan di atas berarti kalimat “A small thank you wouldn’t go amiss” maksudnya “Sedikit ucapan terima kasih bisa berguna” atau "Sedikit ucapan terima kasih akan diterima dengan baik". Tapi, entah kenapa aku lebih suka mengartikannya “Tidak ada salahnya/tidak ada ruginya berterima kasih”. Salah? Yo ben!

You sat there and watched me being beaten to a pulp (Sherlock, to Mycroft)
“being beaten to a pulp” merupakan bentuk pasif dari beat to a pulp.
beat to a pulp = hit someone hard until they are seriously injured.
Jadi, kalimat “being beaten to a pulp” itu artinya dipukuli sampai luka parah. Seberapa parah? Tahu, kan, artinya pulp? Pulp itu bubur kertas. Dipukuli sampai jadi bubur kertas. Ih, horror!

I’ve kept a weather eye on him, of course (Mycroft. ‘him’ refers to John)
keep a weather eye on something or somebody = to watch something or someone carefully, because they may cause trouble or they made help.
Jadi, maksudnya Mycroft mengawasi John (selama Sherlock menghilang) dengan saksama (aneh kalau carefully diartikan dengan hati-hati).

Jumat, 22 Februari 2013

Mutung Belajar Bahasa Aceh

"Ka meuthon-thon tinggay di Aceh, mantong hana caroeng basa Aceh (Sudah bertahun-tahun tinggal di Aceh, masih belum pandai Bahasa Aceh)," komentar seseorang terhadap aku yang belum terlalu mengerti Bahasa Aceh. Yang lain pun berkomentar senada, "Udah tinggal tiga tahun lebih di sini mestinya udah pandai basa Aceh." Atau komentar begini, "Itu si A baru setahun di sini udah pandai ngomong basa Aceh." Aku cuma tersenyum. Kecut.

Apa aku sama sekali tidak belajar bahasa daerah tersebut? Sebenarnya aku belajar. Bahkan, sewaktu awal penempatan aku sangat semangat belajar. Aku meminta kawanku menerjemahkan beberapa kalimat dasar ke dalam Bahasa Aceh. Misalnya seperti di bawah ini:
Apa kabar? -- Peu haba?
Kabar baik -- Haba geut
Sudah makan? -- Kalheuh pajoh bu? (literally it means "sudah makan nasi?")
Mau pergi ke mana? -- Ho jak? (literally it means "ke mana pergi?")

Aku pun beberapa kali memberanikan diri bicara dalam Bahasa Aceh. Hingga suatu ketika aku membaca nama sebuah desa yang tertulis "Bineh Krueng". Seseorang tertawa ketika mendengarku melafalkan kata "krueng" (krueng = sungai) sama seperti tulisannya, kru-eng. Padahal mestinya aku melafalkannya "krung". Gara-gara ditertawakan begitu aku langsung ngambek, mutung, bin pundung. Aku tidak mau lagi bicara dalam Bahasa Aceh. Aku bukan orang Aceh, bahasa ibuku juga bukan Bahasa Aceh. Bahasa ibuku adalah Bahasa Jawa ngapak. Di sekolah pun aku hanya diajari Bahasa Jawa (bukan ngapak), tidak diajari bahasa daerah lain. Jadi, wajar saja kalau aku tidak fasih berbahasa Aceh. Kenapa mesti ditertawakan? Toh, selama ini kawanku yang orang Sunda tidak tertawa ketika aku keliru dalam berbahasa Sunda. Kawanku yang orang Batak juga tidak menertawakanku ketika logatku aneh saat mencoba menggunakan Bahasa Batak. Yaaah, malah jadi curhat.

Minggu, 11 November 2012

Ngulik Lirik Lagu "Geu Namja -- OST Secret Garden" (Part 4)


Aku tergoda untuk melanjutkan ngulik lagu Geu Namja. Aku sudah pernah menjelaskan arti dari liriknya di sini, di sini, dan di sini. Jadi, kulanjutkan sebagian. Here we go!

그래서 남자는 그댈 사랑했대요 똑같아서
geuraeso geu namjaneun geudael neol saranghaetdaeyo ttokgataseo
그래서(geuraeseo) = partikel yang menghubungkan kalimat sebab akibat, partikel ini artinya lebih kurang sama dengan ‘so’ dalam Bahasa Inggris, atau ‘jadi/maka/sehingga’ dalam Bahasa Indonesia
(Geu) = itu (kata tunjuk)
남자 (Namja) = laki-laki, lelaki
남자 (Geu namja) = lelaki itu
(Neun) = partikel penanda topik untuk kata berakhiran vokal, bisa juga penanda subyek. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (eun)-> 사람은 (sarameun)
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘geu namjaneun’ ( 남자는). ‘Geu namja’ diikuti ‘neun’. Jadi topik atau subyek dari kalimat tersebut adalah ‘geu namja’ (lelaki itu).
그대(geudae) = kamu (tapi lawan bicara tidak ada atau bukan dalam percakapan langsung), biasanya digunakan dalam lagu atau puisi.
(Reul) = partikel penanda obyek untuk kata yang berakhiran vokal. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (eul)-> 사람을 (sarameul).
그대 (geudae) + (reul) =그대를 (geudaereul) -> disingkat menjadi그댈 (geudael)
Jadi, dalam kalimat di atas objeknya adalah그대 (geudae) atau kamu.
(Neo) = kamu
(Reul) = penanda obyek untuk kata yang berakhiran vokal (lihat penjelasan sebelumnya)
(Neo)  + (Reul)  = 너를 (Neoreul) -> disingkat menjadi   (Neol)
Jadi, (Neo) menjadi objek.
사랑하다 (saranghada) = mencintai
널사랑하다 (Neol saranghada) = mencintaimu
  사랑했대요 (saranghaetdaeyo) = ???
Well, I was so desperated when I couldn’t translate the word 사랑했대요. I asked Google. Then, I found an article that explain about particle 대요 which means “say”. So, I guessed 사랑했대요 means “say love”. But, I was still not sure. Then, I asked Google with more specific keyword. And, I found an article that explain Geu Yeoja (female version of Geu Namja). And... That’s right! The word 사랑했대요 means “say love”.
사랑했대요 (Saranghaetdaeyo) =  berkata mencintaimu
똑같 (Ttokgatda) = persis
아서 (Aseo) = partikel yang menyatakan sebab atau alasan, jadi lebih kurang dalam Bahasa Indonesia artinya “karena”
Variasi lain dari bentuk 아서 (Aseo) adalah 어서 (Eoseo) dan  해서 (Haeseo)
똑같 (Ttokgatda) + 아서 (Aseo) =  똑같아서 (Ttokgataseo) = karena persis
Lah? Apanya yang persis? Dari penjelasan di artikel yang kusebut di atas, maksudnya adalah karena si aku (yang menyanyikan lagu ini) persis sama dengan si kamu dalam lagu ini. Pokoke kaya kuwe, lah.

Jadi, 그래서 남자는 그댈 사랑했대요 똑같아서 (geuraeso geu namjaneun geudael neol saranghaetdaeyo ttokgataseo) artinya lebih kurang “jadi, lelaki itu berkata padamu bahwa dia mencintaimu karena (kau dan dia) sama persis.

Senin, 23 Juli 2012

Ngulik Lirik Lagu "Geu Namja -- OST Secret Garden" (Part 3)

Setelah sekian lama, akhirnya aku melanjutkan ngulik lirik lagu Geu Namja. Sebelumnya sudah pernah kubahas dalam dua bagian, di sini dan di sini. Kalau ada yang punya terjemahan yang lebih tepat, silakan sampaikan di kolom komentar.

친한 친구에게도 못하는 얘기가 많은
chinhan chin-guegedo mothaneun yaegiga maneun
친하다 (chinhada) = akrab (kata sifat)
친하다 (chinhada) +(neun) = 친한 (chinhan) = (yang) akrab (penjelasan untuk kata benda selanjutnya)
친구 (chingu) = kawan, teman
친한 친구 (chinhan chingu) = teman akrab
에게 (-ege) = partikel yang lebih kurang artinya ‘kepada’
친한 친구 (chinhan chingu) + 에게 (-ege) = 친한 친구에게 (chinhan chinguege) = kepada teman akrab
(do) = partikel yang artinya juga
Nah, untuk arti frasa 못하는 (mothaneun) sendiri aku masih ragu. Yang disebutkan dalam buku dan website pelajaran Bahasa Korea adalah bentuk 못하다 (ji mothada) yang menyatakan ketidakmampuan (can’t). Sedangkan dalam lirik lagu ini tidak ada (ji)-nya.
*tambahan*
Ternyata itu adalah bentuk singkatnya. Jadi, kalau bentuk lengkapnya seperti berikut:
Verb + 못하다 (ji mothada)
Sedangkan bentuk singkatnya seperti berikut:
(mot) + Verb
하다 (hada) = melakukan
(mot) + 하다 (hada)못하다 (mothada) = tidak bisa melakukan -> disingkat saja jadi tidak bisa, hehehe
못하다 (mothada) + (neun) = 못하는 (mothaneun) = yang tidak bisa
*ditambah pada 25 Desember 2012*
친한 친구에게도 못하는(chinhan chinguegedo mothaneun) = yang kepada teman dekat pun tidak bisa (diceritakan)
얘기(yaegi) = cerita
(Ga) = partikel penanda subyek untuk kata yang berakhiran vokal. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (i) -> 사람이 (sarami).
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘yaegi ga’ (얘기가). ‘Yaegi’ diikuti ‘ga’. Jadi, subyek dalam kalimat tersebut adalah ‘yaegi’ (cerita).
많다 (mantha) = banyak (kata kerja) << Pegimane ceritanye ada kata kerja banyak? Aye juga bingung!
많은 (maneun) = banyak (kata sifat)
Jadi, 친한 친구에게도 못하는 얘기가 많은 (chinhan chinguegedo mothaneun yaegiga maneun) artinya lebih kurang “banyak cerita yang kepada teman dekat pun tidak bisa diceritakan”.


Jumat, 27 April 2012

Kamus Brebes (G)


Berhubung blog multiply-ku sudah lama tidak terurus, lebih baik isinya yang penting kupindah di sini saja. Berikut adalah kamus Bahasa Brebes yang sudah kususun dan sudah pernah ku-post di blog tersebut pada 15 Maret 2009.


Warning: Tidak semua kosa kata di bawah ini lazim dan sopan digunakan dalam percakapan.

Gabag = campak

Gablèg = memukul dengan keras (biasanya di punggung)

Gablèg = punya

     → ora gablèg duit = tidak punya (banyak) uang

Senin, 02 April 2012

Ngulik Lirik Lagu "Geu Namja -- OST Secret Garden" (Part 2)

Kali ini aku akan mem-posting kelanjutan terjemahan lagu Geu Namja (OST Secret Garden). Lagi-lagi cuma sebagian karena ada yang belum jelas kuketahui struktur kalimatnya (grammar-nya).

남자는 성격이 소심합니다
geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida
(Geu) = itu (kata tunjuk)
남자 (Namja) = laki-laki, lelaki
남자 (Geu namja) = lelaki itu
(Neun) = partikel penanda topik untuk kata berakhiran vokal, bisa juga penanda subjek. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (eun) -> 사람은 (sarameun)
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘geu namjaneun’ ( 남자는). ‘Geu namja’ diikuti ‘neun’. Jadi topik atau subjek dari kalimat tersebut adalah ‘geu namja’ (lelaki itu).
성격 (Seonggyeok) = kepribadian, watak, karakter, sifat
(i) = partikel penanda subjek untuk kata berakhiran konsonan. Adapun untuk kata berakhiran vokal, misal   남자 (Han namja), menggunakan partikel (ga).
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘seonggyeogi’ (성격이). ‘Seonggyeok’ (성격) diikuti ‘i’ (). Jadi, subjek dalam kalimat tersebut adalah성격 (Seonggyeok/sifat)
소심하다 (Sosimhada) = takut, malu
소심합니다 (Sosimhamnida) = penakut (bentuk formal)
Jadi, kalimat 남자는 성격이 소심합니다 (Geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida) lebih kurang artinya = lelaki itu bersifat malu/lelaki itu pemalu. Pokoknya seperti itulah, hehehe...

Senin, 27 Februari 2012

Ngulik Lirik Lagu "Geu Namja -- OST Secret Garden"

Edisi blogging kali ini adalah edisi ngaco, edisi tidak penting, dan edisi wagu. Aku mau memamerkan hasil perjuanganku selama berbulan-bulan untuk... Mmm... Untuk... Mmm... Untuk menerjemahkan lagu Geu Namja. Hah? Berbulan-bulan? Yah, sebenarnya, sih, hanya butuh waktu beberapa menit untuk mendapatkan terjemahannya di internet. Tapi, aku ingin menerjemahkan per kata dan ingin mengetahui grammar dalam lirik lagu tersebut. Dan itu makan waktu berbulan-bulan? Yah, kalau mau fokus dengan hal itu bisa saja kuselesaikan dalam beberapa hari. Sayangnya aku cepat bosan, jadi niat menerjemahkan kerap terbengkalai. Dan juga, ternyata banyak grammar yang tidak kutemukan di buka jadi aku terpaksa bertanya pada kawan blogger (Tazkiana and Luke). Ada juga beberapa kosa kata yang tidak kutemukan di kamus. Then, here it is! Ini dia terjemahan dari lagu Geu Namja. Tapi, baru sebagian. Lalu, sebagian lainnya? Mmm, belum benar-benar pas terjemahannya jadi kusimpan dulu. Entah kapan bisa ku-posting, hehehe... If you have a better translation or explanation about the grammar, feel free to comment.

남자 그대 사랑합니다
han namjaga geudaereul saranghamnida
(Han) = satu
남자 (Namja) = laki-laki, lelaki
남자 (Han namja) = seorang lelaki
(Ga) = partikel penanda subyek untuk kata yang berakhiran vokal. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (i)-> 사람이 (sarami).
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘han namjaga’ ( 남자가). ‘Han namja’ diikuti ‘ga’. Jadi, subyek dalam kalimat tersebut adalah ‘han namja’ (seorang lelaki).
그대 (Geudae) = kamu (tapi lawan bicara tidak ada atau bukan dalam percakapan langsung), biasanya digunakan dalam lagu atau puisi. Awalnya aku tidak tahu arti kata ‘geudae’ ini karena tidak kutemukan di kamus dan Google Translate pun tak memberitahu artinya. Akhirnya aku bertanya pada Tazkiana Fauzy (I don’t know how to call him, Pak or Mas?) dan kudapatkan jawaban seperti yang kutuliskan itu.
Reul = partikel penanda obyek untuk kata yang berakhiran vokal. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (eul) -> 사람을 (sarameul).
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘geudaereul’ (그대를). ‘Geudae’ diikuti ‘reul’. Jadi, obyek dalam kalimat tersebut adalah geudae (kamu).
사랑하다 (Saranghada) = mencintai (bentuk dasar)
사랑하다 (Saranghada) + ㅂ니다 (mnida) = 사랑합니다 (Saranghamnida)
사랑합니다 Saranghamnida = mencintai (bentuk formal)
Jadi, arti kalimat 남자가 그대를 사랑합니다 (han namjaga geudaereul saranghamnida)= Seorang lelaki mencintai kamu (mencintaimu).