Tampilkan postingan dengan label Tontonanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tontonanku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2020

Anime yang Kutonton di Tahun 2019

Aku sudah pernah membuat tulisan beberapa drama Jepang dan drama Korea yang kutonton di tahun 2017. Bagaimana kalau sekarang aku membahas anime yang kutonton tahun 2019 lalu? Siapa tahu ada yang suka anime yang sama atau ada yang berniat menonton anime. Kok tontonan melulu yang dibahas di blog? Karena itu yang gampang dibahas, hehehe. Ngomong-ngomong tulisan ini sudah mengendap lama di draft sejak awal tahun. Tahun 2020 sudah hampir berakhir. Basiii! Tak apalah.

Jumat, 03 Januari 2020

Drama Jepang Genre Misteri Favoritku


Sudah lama sekali aku ingin menulis tentang drama-drama Jepang kesukaanku yang bergenre misteri, detektif, polisi, dan sebagainya. Kesukaanku pada drama Jepang genre tersebut dimulai sejak tamatnya The Mentalist. Iseng mencoba menonton Galileo, eh ternyata menarik. Akhirnya tergoda menonton drama Jepang lainnya. Yang akan kuceritakan kali ini adalah beberapa drama Jepang dengan tema yang menarik sampai membuatku susah move on.

Senin, 22 Januari 2018

Drama yang Kutonton di 2017 (2)

Aku sudah menceritakan sebagian drama Jepang yang kutonton di tahun 2017. Kali ini aku ingin menceritakan drama-drama Korea yang kutonton. Kerjaan lo nonton mulu, Milo? Iye. Kerjaan utama gue nonton nggak penting sama main medsos. Puas lo?

Senin, 01 Januari 2018

Drama yang Kutonton di 2017

Tahun 2017 sudah berakhir. Ingin menulis ringkasan berbagai pengalamanku di tahun 2017 tapi sepertinya terlalu banyak hal yang tidak menyenangkan. Bagaimana kalau aku menulis tentang drama-drama Jepang yang kutonton selama 2017 saja?

Rabu, 07 November 2012

Melantur tentang Film Kolosal Mandarin

Aku suka film Mandarin, terutama film kolosal. Temanya seringkali tak jauh-jauh dari  pertarungan/peperangan, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, dan sebangsanya. Ada juga, sih, film kolosal yang temanya tidak fokus pada peperangan atau pertarungan (meskipun tetap ada unsur itu). Ada Confucius, film tentang biografi tokoh -- kalau tidak salah -- filsafat Cina yang bernama Kong Qiu yang diperankan oleh Chow Yun Fat. Film ini menceritakan kisah ketika Kong Qiu diberi jabatan sebagai menteri hingga karirnya terus meningkat kemudian dikhianati hingga dia harus pergi dari negerinya. Yang kusuka dari film ini adalah prinsip dari Kong Qiu yang 'memimpikan' keadaan di mana rakyat mematuhi hukum bukan karena takut melainkan kesadaran, orang tua menyayangi anak dan anak menghormati orang tua. Aku juga suka tokoh Kong Qiu yang -- kata musuh-musuhnya -- hanya memahami etika dan puisi  ternyata juga menguasai taktik perang. Misalnya ketika dia tidak mendapat bantuan kereta perang. Dia pun mengelabui musuh dengan membawa 'pasukan' yang terdiri atas gelandangan yang membawa kereta lembu. Karena posisi 'pasukan' ini jauh, musuh pun mengira mereka adalah pasukan sungguhan dengan kereta perang sungguhan pula. Tapi, ada satu yang tidak kusukai, yaitu adegan ketika Kong Qiu mengajak murid-muridnya untuk meninggalkan kerajaan Wei yang sedang mereka singgahi karena akan ada kerusuhan. Tokoh sehebat Kong Qiu bukannya seharusnya bisa ikut meredakan kerusuhan? Kenapa justru menghindarinya? Tapi, secara keseluruhan film ini bagus dan mengharukan. Yang paling mengharukan adalah ketika Yan Hui -- murid Kong Qiu yang menurutku paling ganteng (dibandingkan murid lainnya) -- berusaha menyelamatkan buku-buku Kong Qiu yang tenggelam di laut atau danau (entah mana yang benar, pokoknya di air). Sayangnya dia justru tenggelam dan mati. Kenapa yang mati justru yang ganteng? Kenapa bukan yang jelek??? Kenapaaaaaaah??? Ah, sudahlah.

Minggu, 15 Juli 2012

Time Traveller: Tidak Logis tapi Menarik

Perjalanan melintasi dimensi waktu merupakan salah satu ide yang masih belum bisa diterima oleh akal sehatku. Sampai saat ini aku masih melihat dimensi waktu sebagai sesuatu yang linier, bukan suatu siklus ataupun sesuatu yang paralel. Mustahil rasanya bisa kembali ke masa lalu. Kalau sudah ada hari ini, otomatis hari kemarin dan sebelumnya sudah tidak ada lagi. Bagaimana mungkin kita bisa pergi ke suatu masa yang ‘sudah tidak ada’? Jangankan bepergian melintasi dimensi waktu. Perjalanan berpindah tempat dalam waktu singkat, seperti perjalanan dengan portkey dalam Harry Potter, menurutku mustahil. Bagaimana caranya? Satu-satunya penjelasan logis adalah perpindahan dengan kecepatan luar biasa, bukannya hilang di satu tempat lalu tiba-tiba muncul di tempat lain.

Tapi... Biarpun ide perjalanan melintasi dimensi waktu masih mustahil bagiku, tetap saja aku tertarik menonton film yang mengangkat tema tersebut. Salah satu film bertema tersebut adalah Time Traveller (The Girl Who Leapt Through Time). Tokoh utama dalam film ini adalah Akari Yoshiyama. Dia harus kembali ke tanggal 1 April 1972, menggantikan ibunya untuk menemui kawan lamanya, Kazuo Fukamachi. Caranya? Dia harus minum cairan yang diciptakan ibunya lalu berniat dengan sungguh-sungguh ke masa yang diinginkan. Cara yang aneh. Memangnya, bagaimana caranya suatu cairan bisa membawa manusia melintasi waktu? It’s so weird. Lalu, berhasilkah Akari? Sayangnya, Akari malah pergi ke tanggal 16 Februari 1974, terlambat dua tahun dari waktu yang diinginkan. Saat kali pertama tiba di masa lampau, Akari bertemu dengan Ryota lalu tinggal di rumahnya. Dia pun menceritakan kepada Ryota bahwa dia datang dari tahun 2010. Karena Ryota tidak percaya, Akari pun menunjukkan barang-barang dari masa depan sebagai bukti. Sembari mencari Kazuo, Akari membantu Ryota mengerjakan filmnya. Akari juga menjadi pemeran di scene terakhir film tersebut, tapi hanya tampak punggung.

Senin, 02 April 2012

Bread, Love, and Dreams: Ketika Antagonis Tak Layak Dibenci

Bread, Love, and Dream adalah salah satu drama Korea yang sudah agak jadul. Beberapa bulan lalu sudah pernah ditayangkan di Ind*s**r. Saat menonton di televisi pun aku tak tahu judulnya. Awalnya aku tak tertarik menontonnya karena saat aku menonton kebetulan pas adegan di mana tokoh utama memandang tokoh antagonis (sebenarnya saat itu aku tidak tahu dia tokoh antagonis) dengan tatapan berkaca-kaca seperti ‘maho’. Otomatiiiiis! Aku menganggap drama itu kurang oke karena tokoh utama yang kelihatannya lembek.

Beberapa hari kemudian, aku mengorek-ngorek isi harddisk eksternal. Seperti biasa... Kalau sedang kumat, aku tergoda untuk begadang nonton di malam hari. Ada satu judul yang (seingatku) belum pernah kutonton. Judulnya Bread, Love, and Dream. Aku pun menontonnya dan masih belum ‘ngeh’ kalau itu serial yang beberapa hari sebelumnya kutonton.

Cerita awalnya sangat menarik bagiku. Tentang seorang wanita yang sedang berjuang untuk melahirkan di rumah sakit. Juga digambarkan seorang nenek sedang berdoa di depan kuil. Ketika anaknya lahir, wanita tadi pun bertanya pada perawat tentang jenis kelamin anaknya. Adegan pun berpindah setting. Digambarkan seorang eksekutif muda berbincang dengan asistennya. Sang asisten mengabarkan mengenai kondisi istri sang eksekutif muda yang hendak melahirkan. Ternyata sang eksekutif ini adalah suami dari perempuan yang digambarkan melahirkan tadi. Dan sang eksmud ini lebih memilih untuk bertemu klien atau kolega apa lah itu daripada menemani istri yang sedang berjuang untuk melahirkan anak mereka. Ckckck! Laki-laki macam apa ituhh?!? Adegan berpindah lagi ke rumah sakit. Perawat memberitahukan bahwa anak yang dilahirkan adalah perempuan. Sang wanita tadi pun menampakkan raut wajah kecewa. Kemudian datang sang nenek yang tadi berdoa di kuil – yang ternyata ibu mertua wanita tadi. Ketika tahu bahwa cucunya perempuan, dia pun berkata bahwa anaknya akan sangat marah (mungkin lebih tepatnya kecewa).

Kamis, 10 November 2011

Personal Taste, Romantic

Personal Taste, I watched this drama last year, November 2010. I was in Medan when I watched it accidentally (umm, I'm not sure that accidentally is the right word). I don't have TV so I don't know about drama in TV. But, in November last year, I had to attend a training in Medan. When I arrived in hotel, I turned on TV, and taraaa... There was a very very interesting drama. The story is about a girl who works as furniture designer. When I saw her for the first time, I thought she is a carpenter, hehehe... She met a man, an architect. Just like another Korean drama, there was misunderstanding, then they fight. I was interested with that drama because the scene when her boyfriend left her and marry her friend. Wew! He's so cruel!

But, after I came to Blangpidie again, I couldn't watch it. I have no TV, huhuhu... When I checked my external harddisk, I found a folder PERSONAL TASTE. Then I played it. This is it (Farah Quinn copycat, hehe). It's the same! But, there's something weird. Oh, the language! It's Chinese, not Korean. So is the subtitle. What a pity...

And, two days ago, I got a copy of that drama again. Last year, I never thought to try to change the subtitle and language. But, when I want to watch it for the second time, I remember what my friend said, "Why don't you change the subtitle?". It works. I can change the subtitle from Chinese into English. But, I don't remember to change the language too. So, it's still in Chinese.

I watched it since 4 p.m. until 4 a.m. After I watched till the last episode, I remember to try to change the language. How fool I am...

By the way, I just realized that the actor in that drama, Lee Min Ho, is SO HANDSOME!!! Wait, I haven't told you about the story, have I? It's about love story between Park Gae In (a girl who has been abandoned by her boyfriend, Chang Ryul) and Jeon Jin Ho (an architect and Chang Ryul's rival). Jin Ho rent a room in Gae In house to learn it's design because director of project that Jin Ho want to get like the design of Gae In's house (Gae In's father's house, I mean). After a lot of misunderstanding, Gae In think Jin Ho is gay, so she let him rent a room in her house. They become closer and in love.

Hmm, I think my English vocabulary is so poor. I can't explain about the drama more. Hehehe, you don't need to say that I'm stupid, fella...

Rabu, 26 Oktober 2011

Secret Garden, I Love It

I didn't sleep last night. That's why today I'm sooooo sleepy. If you think that I was working overtime last night, you're totally wrong. I wasn't working overtime. I didn't sleep because I watched Korean Drama until 7 a.m. this morning. Hahaha! Yeah, I know, I'm crazy. I can stay along the night for watching Korean Drama. But I can't stay along the night for working. Don't ever tell my boss about this, friends. It's our secret, OK?

By the way, what's the title of Korean Drama I watched last night? Secret Garden. It's so funny, but unreal. Switching soul? Hmm, I don't like that part. But, I like the love story between Kim Joo Won and Gil Ra Im, the starring in that drama. When Kim Joo Won start falling in love with Gil Ra Im, he becomes a little bit crazy. He always think about Ra Im. When he is walking or reading book, he feels that Ra Im is beside him. Ra Im looks so real. But, Ra Im in Joo Won's imagination never changes her clothes. Hahaha! So, Joo Won talk to Ra Im (I mean Ra Im that appear in Joo Won imagination), "At least, why don't you change your clothes?"

Poor Joo Won.. Someone who's falling in love so deeply and crazily, but he can't express his feeling in the right way. Instead of being a nice and romantic guy, he become somebody without manner when meet Ra Im.

Have I told you about Ra Im's director? His name is Joong Soo. Owh, he is so cool.. And handsome. He is the most handsome actor in that drama, I think, hehehe... His character is so... umm... how should I say it? He's cool, caring, just like guardian angel. Will somebody cares about me like the way he cares about Ra Im? Will somebody fall in love with me so deeply like the way Joo Won love Ra Im? Ah, forget my silly questions.

Huwaaa! I can't imagine that somebody will sacrify his life for me like Joo Won did for his love. It would be romantic, hehehe... And, honestly I don't wanna confess it. But, because of this drama, now I like Hyun Bin. Umm, I was not his fan! But, his voice in Secret Garden's soundtrack is nice. Eventough he is not handsome, I think it's not so bad to be his fan. Hyun Bin oppaaaaaa... Hahaha, it's our secret. OK?