Salah satu tantangan belajar bahasa Jepang adalah huruf kanjinya. Satu huruf kanji biasanya memiliki dua cara baca, yaitu kun-yomi (Japanese reading) dan on-yomi (Chinese reading). Parahnya, kadang kun-yomi dan on-yomi-nya juga masing-masing bisa lebih dari satu, jadi satu huruf bisa memiliki lebih dari dua cara baca. Contohnya huruf 日 bisa dibaca hi, bi, ka, nichi, atau jitsu. Akibatnya bisa salah baca.
Setiap hari baru, selalu ada harapan baru. Setiap hari baru, selalu ada pengalaman baru. Bila hidup adalah perjalanan, nikmatilah pemandangan yang ada di sekitarmu. Fokus pada tujuan perjalanan memang penting. Tapi, MENIKMATI PERJALANAN juga tak kalah penting. Enjoy your life, Dude!
Tampilkan postingan dengan label Learn Japanese. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Learn Japanese. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Januari 2022
Kamis, 25 Januari 2018
Minggu, 27 Agustus 2017
Ngulik Lirik Lagu Daremo Shiranai
Sudah lama tidak membuat tulisan ngulik lirik lagu. Kali ini
aku ingin mengulik lirik lagu Daremo Shiranai yang dinyanyikan Arashi. Lagu ini
merupakan lagu mereka yang pertama kali mengena di hatiku karena liriknya yang
dalam. Sebenarnya sudah banyak yang menerjemahkan liriknya ke dalam Bahasa
Inggris, contohnya yarukizero.livejournal.com. Namun, aku masih tetap tergoda
membahasnya.
Selasa, 01 Agustus 2017
Ternyata Mirip!
Salah satu dampak terlalu sering menonton drama Jepang dan Korea adalah jadi akrab dengan kosakata Bahasa Jepang dan Korea. Memang masih tidak paham artinya, sih, tetapi mendengar orang bicara dalam kedua bahasa tersebut sudah tidak terasa aneh lagi.
Selain tidak merasa asing lagi, aku juga jadi sering membandingkan kosakata kedua bahasa tersebut. Ada beberapa kata yang mirip. Aku lupa kata mana yang pertama kali memancing keisenganku untuk mengecek kata-kata yang mirip dari Bahasa Jepang dan Korea, entah kata yakusoku atau kazoku. Antara dua kata itu, lah. Aku sudah sering mendengar kata yaksok di drama Korea. Setelah mendengar lagu Jepang berjudul Himawari no Yakusoku entah kenapa aku jadi teringat kata yaksok dalam Bahasa Korea. Dan ternyata artinya sama, yaitu janji. Saat mendengar kata kazoku dalam Bahasa Jepang aku juga teringat kata gajok dalam Bahasa Korea. Keduanya memiliki arti yang sama, yaitu keluarga. Semakin sering menonton tayangan dua negara tersebut, semakin banyak kata-kata yang kedengarannya mirip bagiku. Kalau sedang kumat isengnya, aku mengecek di kamus atau Google Translate dan mencatatnya. Setelah meng-install aplikasi Google Translate di ponsel, kegiatan tidak penting itu semakin terfasilitasi. Tinggal ketik kata dalam Bahasa Jepang lalu diterjemahkan ke Bahasa Korea. *Lama-lama post ini mirip iklan terselubung Google Translate, padahal mah dia nggak butuh diiklanin*
Selain tidak merasa asing lagi, aku juga jadi sering membandingkan kosakata kedua bahasa tersebut. Ada beberapa kata yang mirip. Aku lupa kata mana yang pertama kali memancing keisenganku untuk mengecek kata-kata yang mirip dari Bahasa Jepang dan Korea, entah kata yakusoku atau kazoku. Antara dua kata itu, lah. Aku sudah sering mendengar kata yaksok di drama Korea. Setelah mendengar lagu Jepang berjudul Himawari no Yakusoku entah kenapa aku jadi teringat kata yaksok dalam Bahasa Korea. Dan ternyata artinya sama, yaitu janji. Saat mendengar kata kazoku dalam Bahasa Jepang aku juga teringat kata gajok dalam Bahasa Korea. Keduanya memiliki arti yang sama, yaitu keluarga. Semakin sering menonton tayangan dua negara tersebut, semakin banyak kata-kata yang kedengarannya mirip bagiku. Kalau sedang kumat isengnya, aku mengecek di kamus atau Google Translate dan mencatatnya. Setelah meng-install aplikasi Google Translate di ponsel, kegiatan tidak penting itu semakin terfasilitasi. Tinggal ketik kata dalam Bahasa Jepang lalu diterjemahkan ke Bahasa Korea. *Lama-lama post ini mirip iklan terselubung Google Translate, padahal mah dia nggak butuh diiklanin*
Rabu, 28 September 2016
Nggak Ada Subtitle?
Beberapa bulan terakhir aku sedang kecanduan menonton dua variety show Jepang. Awalnya cuma kecanduan Arashi ni Shiyagare (AniShi). Kemudian setelah menonton VS Arashi, aku kecanduan juga. Lumayan mengobati kegalauan. Yah, meskipun cuma sementara. Paling tidak aku bisa tertawa saat menonton acara tersebut, meskipun setelah itu mewek lagi.
Sayangnya, hanya sedikit video AniShi dan VS Arashi yang ada subtitle-nya. Akhirnya, kadang aku terpaksa menonton tanpa subtitle. Karena kosa kata Bahasa Jepang yang kumiliki nyaris nol, menonton tanpa subtitle itu seperti makan pecel tanpa bumbu kacang. Maksudnya? Nggak ada maksud apa-apa. Cuma biar keren aja pake perumpamaan.
Langganan:
Postingan (Atom)