Beberapa pekan terakhir aku suka minum earl grey milk tea. Entah kenapa rasanya lumayan ringan, tak seberat teh susu lainnya. Mungkin karena efek aroma bergamot. Mungkin.
Lalu akhir pekan lalu, saat aku berbelanja di swalayan, aku melihat rak teh. Ada earl grey dari jenama tw*nn*ngs. Mahal. Lalu aku juga melihat ada teh jeruk purut dari t*ng t** yang harga lebih terjangkau. Pikiran sok tahuku pun muncul. Bergamot kayanya baunya mirip sama jeruk purut deh. Berarti teh jeruk purut ini mirip sama earl grey. Tinggal dicampur susu. Lalu aku pun membeli teh jeruk purut dan sekotak susu UHT.
Sampai di kos, aku pun mengeksekusi rencana menjadi barista teh jadi-jadian. Aku menyeduh teh jeruk purut dengan air panas, mengaduknya, lalu menambahkan susu UHT. Takarannya? Pakai perasaan saja. Lalu? Apakah rasanya mirip dengan earl grey milk tea? Sayangnya tidak. Entah kenapa aroma jeruk purutnya tidak terasa. Sepertinya aroma tehnya sangat kuat jadi aroma jeruk purutnya kalah. Atau aku kurang lama menyeduh tehnya? Bisa jadi.
Nggak enak dong? Enak, kok. Hanya saja rasanya lebih mirip teh susu dibandingkan earl grey milk tea.
Apa lain kali kutambah perasan jeruk purut? Tidak usah lah. Repot. Beli saja yang sudah jadi.




