Jumat, 17 Juli 2026

40

Hari Senin kemarin beberapa rekan kerjaku memberikan kejutan ulang tahun untukku. Sayangnya aku tidak bisa memberikan respon yang baik. Ini pertama kalinya dalam hidupku ada yang membelikan kue ulang tahun untukku (yah, untuk mereka juga, sih). Jadi, aku tidak tahu harus bagaimana. Aku lebih sering jadi orang yang ikut menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk orang lain aripada dinyanyikan lagu tersebut. Semoga mereka tidak tersinggung dengan reaksiku "heboh".

Hari itu aku juga sedang galau. Eh, masih galau. Sudah beberapa minggu menjelang ulang tahunku aku dilanda galau. Masuk usia 40 tahun tapi masih begini-begini saja. Masih belum menikah, belum punya rumah, masih kekanak-kanakan, belum settle, dan sebagainya. Entah kenapa aku jadi banyak memikirkan kegagalanku dan hal-hal yang belum kuraih. Lalu galau memikirkan masa depan. Mau dibawa ke mana hidup ini? Ditambah galau memikirkan hal menakutkan: takut kehilangan, takut ditinggalkan. Lalu galau memikirkan sampai kapan aku akan tetap merantau. Pindah ke kabupaten tempat tinggalku sepertinya tidak mudah. Pekerjaan di kabupaten sepertinya lebih menguras tenaga dan emosi. Namun, bertahan di Jakarta juga melelahkan. Aku masih ingat betapa nelangsanya aku saat sakit sendirian sampai tak bisa jalan. Kalau ingat keadaan saat itu, rasanya ingin dekat keluarga saja, agar tidak terlalu nelangsa.

Hidupku beberapa tahun terakhir memang begini siklusnya. Galau, lalu pasrah, lalu galau lagi, lalu pasrah lagi. Begitu terus. Kadang galau memikirkan jalan hidupku. Kadang pasrah dan berpikir "yah, memang sudah begitu jalannya". Sepertinya kesehatan mentalku memang naik turun mengikuti hormon. Nikmati saja.

Oiya. Di usia 40 ini aku sudah merasakan kejadian yang dulu cuma kubaca di komentar instagram. Aku tersedak air ludahku sendiri. TMI, but apparently IT CAN HAPPEN. Bukan cuma tersedak makanan. Kita juga bisa tersedak ludah kita sendiri.

Di usia 40 ini aku juga merasa kesehatanku menurun. Kakiku beberapa hari ini sering sakit. Sepertinya aku perlu melupakan semua kegalauanku dan fokus menjaga kesehatan fisik dan mentalku saja. Mari menua dengan sehat dan bahagia. Dan tetap beriman tentu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak berupa komentar sebagai tanda bahwa teman-teman sudah membaca tulisan ini.. Tapi, tolong jangan menggunakan identitas Anonim (Anonymous), ya.. Dan juga, tolong jangan nge-SPAM!!!