Tampilkan postingan dengan label Lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Agustus 2018

Minggu, 27 Agustus 2017

Ngulik Lirik Lagu Daremo Shiranai


Sudah lama tidak membuat tulisan ngulik lirik lagu. Kali ini aku ingin mengulik lirik lagu Daremo Shiranai yang dinyanyikan Arashi. Lagu ini merupakan lagu mereka yang pertama kali mengena di hatiku karena liriknya yang dalam. Sebenarnya sudah banyak yang menerjemahkan liriknya ke dalam Bahasa Inggris, contohnya yarukizero.livejournal.com. Namun, aku masih tetap tergoda membahasnya.

Minggu, 11 November 2012

Ngulik Lirik Lagu "Geu Namja -- OST Secret Garden" (Part 4)


Aku tergoda untuk melanjutkan ngulik lagu Geu Namja. Aku sudah pernah menjelaskan arti dari liriknya di sini, di sini, dan di sini. Jadi, kulanjutkan sebagian. Here we go!

그래서 남자는 그댈 사랑했대요 똑같아서
geuraeso geu namjaneun geudael neol saranghaetdaeyo ttokgataseo
그래서(geuraeseo) = partikel yang menghubungkan kalimat sebab akibat, partikel ini artinya lebih kurang sama dengan ‘so’ dalam Bahasa Inggris, atau ‘jadi/maka/sehingga’ dalam Bahasa Indonesia
(Geu) = itu (kata tunjuk)
남자 (Namja) = laki-laki, lelaki
남자 (Geu namja) = lelaki itu
(Neun) = partikel penanda topik untuk kata berakhiran vokal, bisa juga penanda subyek. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (eun)-> 사람은 (sarameun)
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘geu namjaneun’ ( 남자는). ‘Geu namja’ diikuti ‘neun’. Jadi topik atau subyek dari kalimat tersebut adalah ‘geu namja’ (lelaki itu).
그대(geudae) = kamu (tapi lawan bicara tidak ada atau bukan dalam percakapan langsung), biasanya digunakan dalam lagu atau puisi.
(Reul) = partikel penanda obyek untuk kata yang berakhiran vokal. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (eul)-> 사람을 (sarameul).
그대 (geudae) + (reul) =그대를 (geudaereul) -> disingkat menjadi그댈 (geudael)
Jadi, dalam kalimat di atas objeknya adalah그대 (geudae) atau kamu.
(Neo) = kamu
(Reul) = penanda obyek untuk kata yang berakhiran vokal (lihat penjelasan sebelumnya)
(Neo)  + (Reul)  = 너를 (Neoreul) -> disingkat menjadi   (Neol)
Jadi, (Neo) menjadi objek.
사랑하다 (saranghada) = mencintai
널사랑하다 (Neol saranghada) = mencintaimu
  사랑했대요 (saranghaetdaeyo) = ???
Well, I was so desperated when I couldn’t translate the word 사랑했대요. I asked Google. Then, I found an article that explain about particle 대요 which means “say”. So, I guessed 사랑했대요 means “say love”. But, I was still not sure. Then, I asked Google with more specific keyword. And, I found an article that explain Geu Yeoja (female version of Geu Namja). And... That’s right! The word 사랑했대요 means “say love”.
사랑했대요 (Saranghaetdaeyo) =  berkata mencintaimu
똑같 (Ttokgatda) = persis
아서 (Aseo) = partikel yang menyatakan sebab atau alasan, jadi lebih kurang dalam Bahasa Indonesia artinya “karena”
Variasi lain dari bentuk 아서 (Aseo) adalah 어서 (Eoseo) dan  해서 (Haeseo)
똑같 (Ttokgatda) + 아서 (Aseo) =  똑같아서 (Ttokgataseo) = karena persis
Lah? Apanya yang persis? Dari penjelasan di artikel yang kusebut di atas, maksudnya adalah karena si aku (yang menyanyikan lagu ini) persis sama dengan si kamu dalam lagu ini. Pokoke kaya kuwe, lah.

Jadi, 그래서 남자는 그댈 사랑했대요 똑같아서 (geuraeso geu namjaneun geudael neol saranghaetdaeyo ttokgataseo) artinya lebih kurang “jadi, lelaki itu berkata padamu bahwa dia mencintaimu karena (kau dan dia) sama persis.

Senin, 23 Juli 2012

Ngulik Lirik Lagu "Geu Namja -- OST Secret Garden" (Part 3)

Setelah sekian lama, akhirnya aku melanjutkan ngulik lirik lagu Geu Namja. Sebelumnya sudah pernah kubahas dalam dua bagian, di sini dan di sini. Kalau ada yang punya terjemahan yang lebih tepat, silakan sampaikan di kolom komentar.

친한 친구에게도 못하는 얘기가 많은
chinhan chin-guegedo mothaneun yaegiga maneun
친하다 (chinhada) = akrab (kata sifat)
친하다 (chinhada) +(neun) = 친한 (chinhan) = (yang) akrab (penjelasan untuk kata benda selanjutnya)
친구 (chingu) = kawan, teman
친한 친구 (chinhan chingu) = teman akrab
에게 (-ege) = partikel yang lebih kurang artinya ‘kepada’
친한 친구 (chinhan chingu) + 에게 (-ege) = 친한 친구에게 (chinhan chinguege) = kepada teman akrab
(do) = partikel yang artinya juga
Nah, untuk arti frasa 못하는 (mothaneun) sendiri aku masih ragu. Yang disebutkan dalam buku dan website pelajaran Bahasa Korea adalah bentuk 못하다 (ji mothada) yang menyatakan ketidakmampuan (can’t). Sedangkan dalam lirik lagu ini tidak ada (ji)-nya.
*tambahan*
Ternyata itu adalah bentuk singkatnya. Jadi, kalau bentuk lengkapnya seperti berikut:
Verb + 못하다 (ji mothada)
Sedangkan bentuk singkatnya seperti berikut:
(mot) + Verb
하다 (hada) = melakukan
(mot) + 하다 (hada)못하다 (mothada) = tidak bisa melakukan -> disingkat saja jadi tidak bisa, hehehe
못하다 (mothada) + (neun) = 못하는 (mothaneun) = yang tidak bisa
*ditambah pada 25 Desember 2012*
친한 친구에게도 못하는(chinhan chinguegedo mothaneun) = yang kepada teman dekat pun tidak bisa (diceritakan)
얘기(yaegi) = cerita
(Ga) = partikel penanda subyek untuk kata yang berakhiran vokal. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (i) -> 사람이 (sarami).
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘yaegi ga’ (얘기가). ‘Yaegi’ diikuti ‘ga’. Jadi, subyek dalam kalimat tersebut adalah ‘yaegi’ (cerita).
많다 (mantha) = banyak (kata kerja) << Pegimane ceritanye ada kata kerja banyak? Aye juga bingung!
많은 (maneun) = banyak (kata sifat)
Jadi, 친한 친구에게도 못하는 얘기가 많은 (chinhan chinguegedo mothaneun yaegiga maneun) artinya lebih kurang “banyak cerita yang kepada teman dekat pun tidak bisa diceritakan”.


Minggu, 15 Juli 2012

Just Ephemera

There’s no song that can perfectly represent my character, my feelings, or my life story. Usually, only several lines of the whole lyric of a song that can represent ‘me’. One of those songs is Ephemera. It's sung by Letto, my favorite band. Honestly, when I heard ‘ephemera’, I didn’t know the meaning. And then, I searched its meaning in my dictionary, and found that ‘ephemera’ means ‘nymph or something that has short life’. So, when I heard this song for the first time, about three or four years ago, I presume that this song tells us about human’s life that is not everlasting. But, after I saw it’s video clip and read it’s lyric, I knew that it doesn’t tell us about human’s life but tells us about human’s feeling or human’s emotion that isn’t everlasting. We (especially me) are often drown in our feeling, whether happiness or sadness, although we know happiness won’t last forever, a sadness won’t either. Sometimes, we even can't remember how long those feelings last. It's a good song, a combination of inspiring lyric and beautiful music.

Rabu, 11 April 2012

Macapat yang Hampir Terlupakan

Sewaktu masih sekolah SD dan SMP aku sangat menyukai pelajaran Bahasa Jawa. Kenapa? Entah. Seru saja. Meskipun bahasa sehari-hari yang kugunakan berbeda dengan yang diajarkan (karena di rumah bahasanya ngapak, beda dengan dialek dalam pelajaran), tetap saja seru mempelajarinya. Tapi, sekarang sudah ada beberapa yang terlupakan. Purwakanthi dan parikan saja aku sudah lupa apa artinya. Aku juga sudah hampir lupa dengan tembang macapat. Tahu, kan, lagu macapat? Tidak tahu? Tahu lagu Pocung (Pucung)? Itu, lho... Yang liriknya "Bapak pocung, dudu watu dudu gunung.. Sangkane ing sabrang.. Ngon ingone sang bupati.. Yen lumaku, si pocung lembeyan grana.." Nah, itu salah satu lagu macapat yang masih banyak dikenal orang. Mungkin yang bersekolah di Jawa Tengah atau Jawa Timur pernah diajari lagu ini sewaktu kecil.

Nah, karena ingin mengembalikan ingatanku tentang lagu macapat ini, aku pun googling. Wuih, ternyata banyak juga yang pernah membuat posting tentang lagu macapat. Alhamdulillah, masih banyak yang belum melupakan budaya ini. Salah beberapanya bisa dilihat di sini dan di sini. Sebagian dari mereka menjelaskannya dalam Bahasa Jawa. Cakeeep! Dan ternyata Om Wikipedia juga tahu, lho, tentang lagu macapat ini. Dia menjelaskannya di sini. Salut! Setelah membaca-baca beberapa posting-an tersebut, aku pun jadi ingat istilah-istilah yang digunakan dalam aturan membuat lagu macapat. Nih, aku kutipkan dari salah satu blog yang kusebutkan tadi.

Senin, 02 April 2012

Ngulik Lirik Lagu "Geu Namja -- OST Secret Garden" (Part 2)

Kali ini aku akan mem-posting kelanjutan terjemahan lagu Geu Namja (OST Secret Garden). Lagi-lagi cuma sebagian karena ada yang belum jelas kuketahui struktur kalimatnya (grammar-nya).

남자는 성격이 소심합니다
geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida
(Geu) = itu (kata tunjuk)
남자 (Namja) = laki-laki, lelaki
남자 (Geu namja) = lelaki itu
(Neun) = partikel penanda topik untuk kata berakhiran vokal, bisa juga penanda subjek. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (eun) -> 사람은 (sarameun)
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘geu namjaneun’ ( 남자는). ‘Geu namja’ diikuti ‘neun’. Jadi topik atau subjek dari kalimat tersebut adalah ‘geu namja’ (lelaki itu).
성격 (Seonggyeok) = kepribadian, watak, karakter, sifat
(i) = partikel penanda subjek untuk kata berakhiran konsonan. Adapun untuk kata berakhiran vokal, misal   남자 (Han namja), menggunakan partikel (ga).
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘seonggyeogi’ (성격이). ‘Seonggyeok’ (성격) diikuti ‘i’ (). Jadi, subjek dalam kalimat tersebut adalah성격 (Seonggyeok/sifat)
소심하다 (Sosimhada) = takut, malu
소심합니다 (Sosimhamnida) = penakut (bentuk formal)
Jadi, kalimat 남자는 성격이 소심합니다 (Geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida) lebih kurang artinya = lelaki itu bersifat malu/lelaki itu pemalu. Pokoknya seperti itulah, hehehe...

Senin, 27 Februari 2012

Ngulik Lirik Lagu "Geu Namja -- OST Secret Garden"

Edisi blogging kali ini adalah edisi ngaco, edisi tidak penting, dan edisi wagu. Aku mau memamerkan hasil perjuanganku selama berbulan-bulan untuk... Mmm... Untuk... Mmm... Untuk menerjemahkan lagu Geu Namja. Hah? Berbulan-bulan? Yah, sebenarnya, sih, hanya butuh waktu beberapa menit untuk mendapatkan terjemahannya di internet. Tapi, aku ingin menerjemahkan per kata dan ingin mengetahui grammar dalam lirik lagu tersebut. Dan itu makan waktu berbulan-bulan? Yah, kalau mau fokus dengan hal itu bisa saja kuselesaikan dalam beberapa hari. Sayangnya aku cepat bosan, jadi niat menerjemahkan kerap terbengkalai. Dan juga, ternyata banyak grammar yang tidak kutemukan di buka jadi aku terpaksa bertanya pada kawan blogger (Tazkiana and Luke). Ada juga beberapa kosa kata yang tidak kutemukan di kamus. Then, here it is! Ini dia terjemahan dari lagu Geu Namja. Tapi, baru sebagian. Lalu, sebagian lainnya? Mmm, belum benar-benar pas terjemahannya jadi kusimpan dulu. Entah kapan bisa ku-posting, hehehe... If you have a better translation or explanation about the grammar, feel free to comment.

남자 그대 사랑합니다
han namjaga geudaereul saranghamnida
(Han) = satu
남자 (Namja) = laki-laki, lelaki
남자 (Han namja) = seorang lelaki
(Ga) = partikel penanda subyek untuk kata yang berakhiran vokal. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (i)-> 사람이 (sarami).
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘han namjaga’ ( 남자가). ‘Han namja’ diikuti ‘ga’. Jadi, subyek dalam kalimat tersebut adalah ‘han namja’ (seorang lelaki).
그대 (Geudae) = kamu (tapi lawan bicara tidak ada atau bukan dalam percakapan langsung), biasanya digunakan dalam lagu atau puisi. Awalnya aku tidak tahu arti kata ‘geudae’ ini karena tidak kutemukan di kamus dan Google Translate pun tak memberitahu artinya. Akhirnya aku bertanya pada Tazkiana Fauzy (I don’t know how to call him, Pak or Mas?) dan kudapatkan jawaban seperti yang kutuliskan itu.
Reul = partikel penanda obyek untuk kata yang berakhiran vokal. Sedangkan untuk kata berakhiran konsonan, misalnya kata 사람 (saram), menggunakan (eul) -> 사람을 (sarameul).
Dalam kalimat di atas ada frasa ‘geudaereul’ (그대를). ‘Geudae’ diikuti ‘reul’. Jadi, obyek dalam kalimat tersebut adalah geudae (kamu).
사랑하다 (Saranghada) = mencintai (bentuk dasar)
사랑하다 (Saranghada) + ㅂ니다 (mnida) = 사랑합니다 (Saranghamnida)
사랑합니다 Saranghamnida = mencintai (bentuk formal)
Jadi, arti kalimat 남자가 그대를 사랑합니다 (han namjaga geudaereul saranghamnida)= Seorang lelaki mencintai kamu (mencintaimu).

Minggu, 19 Februari 2012

Bapak (Didi Kempot) dan Jasa Poma (Rafly)

Akhir pekan ini aku menggalaukan diri dengan beberapa lagu: Ibu (Iwan Fals), Titip Rindu Buat Ayah (Ebiet G Ade), Bunda (Potret), Bapak (Didi Kempot), dan Jasa Poma (Rafly). Tiga lagu yang pertama kusebut mungkin sudah sangat familiar. Nah, dua lagu terakhir mungkin agak kurang hits (atau mungkin aku yang telat tahu lagu-lagu itu). Lagu Bapak merupakan lagu yang menceritakan perjuangan seorang ayah dalam menafkahi keluarganya. Lagu ini ada dua versi, yang satu versi campursari dan satunya versi pop. Tapi, yang versi campursari lebih “mengiris-iris hati” terutama waktu reff yang ada suara anak-anak ikut bernyanyi “Bapak... Bapak...” Ada yang kurang sreg dari lagu ini yaitu kalimat “kowe kaya senopati”. Kesannya, kok, kurang sopan mengatakan “kowe” kepada orang tua. Minimal menggunakan kata “sampeyan”, lah... Sedangkan lagu Jasa Poma mengingatkan kita akan kasih sayang ibu kepada anak-anaknya. Lagu Jasa Poma ini merupakan lagu Aceh pertama yang membuatku tertarik untuk mendengarkan dan menghayati artinya karena ceritanya tentang kasih sayang ibu. Berikut ini lirik kedua lagu tersebut.

Rabu, 25 Januari 2012

Thanks, Dad

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningku
Kau nampak tua dan lelah
Keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah
Meski nafasmu, kadang tersengal, memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini

Keriput tulang pipimu, gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia

Ayah...

Dalam hening sepi ku rindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi...
Kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang
Banyak menanggung beban

(Titip Rindu Buat Ayah -- Ebiet G Ade)

lirik diambil dari sini.

Barusan aku mendengar orang-orang kantor menyanyi karaoke lagu itu. Mendadak trenyuh. Ingat Abahku. Ayah, seringkali dilupakan perannya karena anak biasanya lebih dekat dengan ibu. Begitu pun Abahku, seringkali terlupakan. Padahal, banyak sekali jasa Abah padaku. Abah yang mengajariku membaca dan menulis. Abah yang mengajariku mengaji, mulai dari Iqro', Juz'amma, sampai membaca Al-Qur'an. Abah juga yang mengajariku naik sepeda. Abah yang sering mendongeng untukku di malam hari sebelum aku tidur. Abah yang mengantar aku berangkat sekolah dan menjemputku sewaktu TK dulu. Dulu, Abah sering menggendongku di pundaknya. Sekarang, entah masih kuat atau tidak Abah menggendong cucunya di pundaknya. Dulu, aku sering sekali diajak berkeliling naik sepeda, hingga berkilo-kilo jauhnya. Sekarang pun, Abah masih setia dengan sepedanya. Thanks, Dad, for teaching me to be a smart and good person. Bila aku sukses kelak, itu tentu berkat jasa Abah dan Ibu.

Kamis, 27 Oktober 2011

Geu Namja (That Man) -- Hyun Bin (OST Secret Garden)


God, I become crazy because of that drama! Aku sampai mencari lirik lagunya. Dan, aku menemukan lirik lagu dalam Hangeul juga. Aku bisa belajar kembali aksara yang kupelajari waktu SMA dulu, sewaktu aku tergila-gila pada Jang Dong Gun dan Bae Yong Jun. Alangkah menyenangkan... Membaca Hangeul itu tidak terlalu sulit. Dengan membaca lirik lagu di bawah ini saja kita bisa mempelajari logika penulisannya. Pola yang sederhana. Tapi, untuk mempelajari struktur bahasa, that's so difficult. Ini dia lirik lagu Geu Namja (That Man) yang dinyanyikan Hyun Bin yang ku-copas dari lyricsalls.blogspot.com (sepertinya tautannya sudah tidak dapat diakses) Sedangkan untuk terjemahan Bahasa Inggrisnya ku-copas dari kreah-craze.com (sepertinya tautannya sudah tidak dapat diakses). Lalu kuterjemahkan yang Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Kalau ada yang salah, ya maaf-maaf saja, hehehe...

그남자 
 Geu Namja


남자가 그대를 사랑합니다
han namjaga geudaereul saranghamnida
남자는 열심히 사랑합니다
geu namjaneun yolsimhi saranghamnida
매일 그림자처럼 그대를 따라 다니며
meil geurimjachorom geudereul ttara danimyo
남자는 웃으며 울고 있어요
geu namjaneun useumyo ulgo issoyo

얼마나 얼마나 너를
olmana olmana do noreul
이렇게 바라만 보며 혼자
irotge baraman bomyo honja
바람같은 사랑 거지같은 사랑
i baramgateun sarang i gojigateun sarang
계속해야 니가 나를 사랑하겠니
gyesokheya niga nareul saranghagetni

조금만 가까이 조금만
jogeumman gakkai wa jogeumman
다가가면 도망가는
han bal dagagamyon du bal domangganeun
사랑하는 지금도 옆에 있어
nol saranghaneun nan jigeumdo yope issoyo
남잔 웁니다
geu namjan umnida

남자는 성격이 소심합니다
geu namjaneun songgyogi sosimhamnida
그래서 웃는 법을 배워봅니다
geuraeso utneun bobeul bewobomnida
친한 친구에게도 못하는 얘기가 많은
chinhan chin-guegedo mothaneun yegiga maneun
남자의 마음은 상처 투성이
geu namja-eui maeumeun sangcho tusongi

그래서 남자는 그댈 사랑했대요 똑같아서
geuraeso geu namjaneun geudel nol saranghetdeyo ttokgataso
하나 같은 바보 하나 같은 바보
tto hana gateun babo tto hana gateun babo
한번 나를 안아주고 가면 안되요
hanbon nareul anajugo gamyon andweyo

사랑받고 싶어 그대여
nan sarangbatgo sipo geudeyo
매일 속으로만 가슴 속으로만
meil sogeuroman gaseum sogeuroman
소리를 지르며 남자는
sorireul jireumyo geu namjaneun
오늘도 옆에 있데요
oneuldo geu yope itdeyo