Tampilkan postingan dengan label Imajinasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imajinasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

Usul Untuk Produsen Sepeda Motor

Sebagai seorang pengendara sepeda motor yang baru berkecimpung di dunia per-sepedamotor-an selama setahun, tentunya aku menghadapi banyak kendala. Mulai dari buru-buru mencari kunci sampai terjebak hujan deras. Oleh karena itu, aku ingin memberi usul -- atau lebih tepatnya request -- kepada para produsen sepeda motor.

1. Kunci sepeda motor yang bisa di-misscall
Bagi makhluk dengan daya ingat jangka pendek yang rendah, tentunya sulit menemukan kunci sepeda motor dalam waktu singkat ketika sedang terburu-buru. Salah satu solusinya adalah kunci sepeda motor yang bisa di-misscall jadi bisa dideteksi keberadaannya dari bunyinya.

2. Helm dengan wiper
Mengendarai sepeda motor ketika hujan adalah hal yang sulit. Terlebih ketika air hujan sudah mulai membasahi kaca helm. Pandangan mata pun terganggu. Mengelap kaca helm dengan tangan berkali-kali adalah hal yang tidak efisien. Jadi, salah satu solusinya adalah dengan memasang wiper di kaca helm. Jadi, ketika titik-titik air hujan di kaca helm sudah mulai mengganggu pandangan mata, wiper bisa diaktifkan. Pandangan mata pun bebas dari gangguan titik-titik air hujan.

3. Lampu sen otomatis
Banyak pengendara sepeda motor yang lupa menyalakan lampu sen ketika hendak belok kiri atau kanan. Hal ini bisa berakibat fatal terutama ketika hendak menyeberang. Untuk itu perlu diberi sensor, ketika mobil belok kanan atau kiri minimal sekian derajat, lampu sen otomatis menyala.

Untuk saat ini, cukup tiga hal ini saja yang bisa kuusulkan. Semoga dibaca oleh para produsen sepeda motor dan direalisasikan. Ada ide lain dari teman-teman?

Senin, 28 Mei 2012

Misi Penyelamatan Dunia Kartun

Alert! Yang tidak suka anime mungkin akan “nggak nyambung” dengan cerita berikut.

Profesor Senbei

Arale

Kenapa wajahmu begitu besar
Banyak yang memanggilmu wajah besar
Bahkan di foto wajahmu tak terpotret semua karna wajahmu besar
Apapun usahamu... Wajah besar, wajah besar...
Walau keras upayamu... Wajah besar, wajah besar, wajah besaaar...
Tidaaaaak! [1]

“Hey, Arale!” teriak Profesor Senbei memanggil Arale, robot ciptaannya, yang sedang menyanyikan lagu kesukaannya – meskipun Profesor Senbei sangat membenci lagu itu karena lagu itu adalah ejekan untuknya. “Bantu aku mengerjakan mesin ini,” lanjut Profesor Senbei.
“Oyoyo???” seperti bisa Arale memasang wajah polos – mungkin lebih tepatnya agak bodoh.
“Memangnya Profesor mau buat mesin apa? Kok, mirip mesin cuci?” tanya Arale sambil mengambilkan obeng yang ditunjuk Profesor Senbei.

Sambil memasang baut di mesin ciptaannya Profesor Senbei menjelaskan pada Arale. “Dunia kartun sedang dalam bahaya. Marishito semakin berambisi menguasai dunia. Setelah dia gagal menguasai dunia dengan ciptaan pertamanya, Karamel Man yang malah jadi naksir kamu, dia menciptakan robot bernama Korean Man yang sedang berusaha mencaplok wilayah kekuasaan kita di otak manusia. Dia menyebarkan virus K-Pop dan K-Drama. Kalau hal ini dibiarkan, tidak lama lagi kita akan terhalang untuk masuk otak manusia, dan dunia kita cuma di dalam televisi.”

Beberapa jam kemudian, Profesor Senbei selesai mengerjakan mesin ciptaan barunya. Ternyata itu adalah sebuah mesin cuci, eh, mesin lintas dimensi. Mesin ini akan digunakan untuk melakukan perjalanan ke dimensi lain. Profesor Senbei berniat mengirim Arale ke beberapa dimensi untuk menjemput para superhero agar berjuang bersama melawan Korean Man. Iya, benar, Profesor Senbei terinspirasi oleh film The Avengers yang ditontonnya di memori otak manusia yang sempat dijelajahinya.

Rabu, 22 Juni 2011

Asam dan Garam

Asam di gunung, garam di laut, bertemu di belanga. Begitulah pepatah mengibaratkan tentang pasangan yang berjodoh. Sejauh apapun jaraknya, tetap bisa bertemu. Tapi, ada beberapa pertanyaan yang membuatku bingung.
Pertama, di antara asam dan gunung, mana yang diibaratkan laki-laki dan mana yang diibaratkan perempuan?
Kedua, kenapa harus di belanga? Bukankah mereka berdua bisa bertemu di cobek? Menurutku itu justru tempat yang paling sering menyatukan asam dan garam, terutama bila membuat sambal.
Ketiga, bila poligami, siapa saja tokohnya? Asam dan garam saja dengan asam yang kadarnya lebih banyak ataupun sebaliknya? Atau asam, garam, cabai, kunyit, dan lain-lain?
Keempat, bukankah asam dan garam itu tidak sekufu karena sifatnya yang berlawanan? Kenapa dipasangkan?
Ah, sudahlah. Tak usah dipikirkan.

Imajinasi Lamaran

Kali ini aku ingin mendokumentasikan imajinasiku. Tentang apa? Melamar. Hah? Iya, kali ini aku mau menceritakan imajinasiku tentang cara-cara melamar, atau imajinasi tentang situasi bagaimana aku akan dilamar. Huahahahaha!

Sakura dan Surat Undangan
Aku pernah berharap kuliah di Jepang dan bertemu belahan jiwaku di sana. Dan aku berimajinasi dilamar di bawah pohon sakura tepat ketika hanami, ketika bunga sakura bermekaran. Dia memberikan sebuah surat undangan padaku dan berkata, "Boleh gak aku tulis nama kamu sebagai mempelai wanita?" So sweet. Iya, aku tahu, tidak usah memujiku seperti itu... (Hueks!)

Malam Tanabata
Sebagai salah satu efek keinginanku untuk kuliah di Jepang, selain ingin dilamar pada saat hanami, aku juga ingin dilamar pada malam Tanabata. Malam ketika dua bintang --yang biasanya terpisah oleh Amanogawa-- bisa bersatu meski cuma setahun sekali. Romantis sekali bila dia mengajakku menikah di malam itu. Dua hati bersatu seperti dua bintang itu. Halaaaaaaaaah...

Putus Asa
A: Eh, cumi!
B: Ape, nyet?
A: Kan, ga ada cowok yang mau ma kamu. Ga ada cewek yang mau ma aku.
B: Sooo?
A: Kita nikah aja, yuk, daripada sama-sama ga laku..
Dialog di atas adalah salah satu imajinasiku. Tapi, semoga aku tidak dilamar dengan cara itu. Seolah-olah aku ini tidak laku saja.

Cinta tapi Tidak Ikhlas
A: Kamu tahu ga? Kamu tuh ga cantik, ga seksi, ga pinter-pinter amat, judes lagi
B: (emosi) So what?
A: Tapi aku heran. Kok aku bisa suka banget sama kamu. Nikah aja, yuk!
Naaah, dialog ini yang paling kusuka.